Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Malam Minggu
Diandra sudah bersiap menunggu jemputan Nina. Mereka berdua berencana malam mingguan bersama.
Dan tidak lama akhirnya Nina datang juga.
"Assalamualaikum Di" salam Nina.
"Waalaikum salam,,,mau masuk dulu?" tanya Diandra
"Gak usahlah,yuk langsung aja"
"Oke" jawab Diandra dan mengunci pintu rumahnya,kemudian masuk kedalam mobil.
"Mau kemana nih?" tanya Nina yang sudah mengarahkan mobilnya ke jalan raya.
Diandra menatap Nina sambil tersenyum.
"Aku tidak tau" jawab Diandra kemudian menunduk untuk menatap layar ponselnya.
"Wahh,,ini yang buat bingung,dia yang ajak jalan tapi dia yang gak tau tujuan" kelakar Nina sambil terus berkonsentrasi dijalanan.
Lagi lagi Diandra tersenyum.
"Mau nonton?" tanya Nina
"Emm enggak deh"
"Mau makan makan?"
"Ntar aja deh,belum lapar. Atau kamu sudah lapar?" tanya Diandra
"Enggak juga sih"
"Kamu kenapa sih? Kayanya murung banget?"
Diandra menatap Nina dan masih dengan tersenyum.
"Di,,kamu pasti sedang gak baik baik aja kan?" tanya Nina mencoba menerka perasaan Diandra.
"Kok kamu tau?" jawab Diandra masih dengan tersenyum.
"Pasti lah,bukan berarti aku ni cenayang,mbah dukun atau peramal yaa,,yang jelas karena aku ni sahabat kamu,bukan setahun atau dua tahun,tapi sudah dari orok,paham gak sih kamu"jelas Nina panjang sambil terus berkonsentrasi dijalanan yang semakin ramai,karena banyaknya manusia manusia yang ingin menikmati suasana malam minggu.
"Heheheheee,,,iya iya"
"Ada apa Di? Cerita lah sama aku?"
Diandra menatap lurus kedepan menatap jalanan yang ramai,terdengar helaan nafas beratnya seperti ingin melepaskan beban yang sudah terasa sesak didadanya.
Kemudian Diandra menatap ke arah Nina yang fokus di jalan raya.
"Nina,,,aku ngerasa Bagas berubah" Diandra mulai mengurai kan perasaannya.
"Sudah 2 minggu ini dia selalu pulang malam,dia selalu bilang lembur. Dan dia juga sudah gak pernah lagi sarapan dan makan malam di rumah" jelas Diandra lagi sambil menahan sedikit rasa hatinya yang mulai bergejolak menahan emosi.
Nina menatap sekilas pada Diandra yang murung.
"Berlebihan gak sih Nin kalau aku ngerasa dia berubah?"
"Enggak sih,,,wajar apalagi wanita,seperti gak bisa dibohongin kalau hati sudah berkata lain tentang suami"⁴
"Entah apa yang dia lakukan,apa dia sudah bosan denganku? Apa ini karena sampai sekarang aku juga belum hamil?" keluh Diandra sambil memejamkan matanya menahan rasa sedihnya.
"Itu bukan alasan,karena hamil,tidak hamil atau belum hamil bukan salah disatu pihak,apa kalian sudah pernah ke dokter buat mengecek keadaan kalian?"
"Belum,karena aku dan Bagas merasa itu belum perlu"
"Sebenarnya Bagas gak pernah membahas masalah anak,dia gak pernah bicara untuk ingin punya anak,malah dia bilang gak apa apa,memang Allah belum menitipkan anak buat kita" jelas Diandra mengingat ucapan Bagas dulu.
"Lebih baik kamu mencoba bicara dengan dia lagi Di,kalau kamu merasa ada sesuatu yang berubah dari Bagas,kamu tanya kan ke dia"
"Masalahnya Bagas sudah gak pernah ada waktu di rumah Nin,hari minggu pun dia kerja pulang selalu larut malam"
"Kamu minta lah Di,minta waktu dia untuk di rumah barang sehari,apalagi sewaktu dihari libur"
"Sudah aku coba,tapi dia menolak dia bilang belum bisa meninggalkan pekerjaannya,belum bisa libur" jelas Diandra.
"Emmm,,atau kamu mau mencoba untuk mencari tahu apa yang dia lakukan sebenarnya? Tiba tiba Nina memberi saran.
"Aku takut" jawab Diandra lirih.
"Takut apa? Apa yang kamu pikirkan saat ini tentang Bagas? Apa kamu curiga dia selingkuh?"
Diandra menatap Nina dan wajahnya terlihat sayu.
"Iya Nin,aku takut dia selingkuh"
"Makanya kamu cari tahu biar kamu gak berpikiran rancu, biar terjawab jelas,bisa jadi dia enggak selingkuh"
"Aku gak siap Nin"
"okee,," Nina menyerah dengan sarannya.
"O iyaa kita kemana nih? Makan yukkk" ajak Nina
"Okee,,,kita makan di Mall aja tempat biasa" ajak Diandra.
"Siap" jawab Nina dan mengarahkan mobilnya menuju Mall yang mereka tuju.