diana seorang wanita karier yang menyukai kebebasan, dia sangat senang pergi nongkrong atau begadang dengan teman - teman nya.
dari sekian banyak teman nya tidak ada yang membuat nya tertarik. sampai suatu hari dia datang.
dia membuat hidup diana jadi lebih berwarna.
akankah diana menemukan kebahagian nya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KMD. 04
Setelah mengobrol cukup lama dengan mamah Lia, Haikal pun mengantar Diana pulang karena hari sudah sore.
"Tante, Diana pamit pulang dulu ya makasih juga untuk kue nya.." kata Diana sambil mencium tangan mamah Lia
"Iya sama-sama sayang lain kali datang lagi ya kesini.." kata mamah Lia sambil mencium kedua pipi Diana.
Mereka pun pamit, saat Haikal mau pergi mamahnya memegang tangan Haikal dan berbisik
"Mamah suka yang ini, kalau perlu jadiin dia menantu mamah.." bisik mamah Lia sambil tersenyum
Haikal yang mendengar itu sontak tersenyum
"Mamah doain saja.."
"Iya tapi jangan lama-lama nanti keburu diambil sama orang" ucap mamah Lia sambil menepuk bahu putranya itu.
Lalu Haikal pun menyusul Diana yang sudah terlebih dulu masuk kedalam mobilnya.
Haikal masih mengingat perkataan mamahnya yang ingin Diana menjadi menantunya.
Tapi Haikal bingung bagaimana nasib hubungannya dengan kekasih hatinya itu, Haikal juga sangat menyayangi dia.
Perjalan kali ini tidak ada yang bersuara Haikal yang fokus menyetir dan Diana yang sudah tertidur karena kelelahan.
Setelah sampai di depan pagar rumah Diana, Haikal melihat Diana dan dia masih tertidur pulas, dia tidak berani membangunkannya.
Haikal memperhatikan wajah Diana, sambil menatapnya begitu dalam.
"Cantik.." itulah kata yang keluar dari mulutnya.
Entah kenapa setiap kali dekat dengan Diana jantung Haikal berdebar lebih cepat, berbeda kalau dia di dekat Mia kekasihnya.
Cukup lama Haikal memandangi wajah Diana, Diana pun terbangun dan melihat Haikal yang kini sedang menatapnya.
"Kita sudah sampai..? Kok loe nggak bangunin gue sih?" tanya Diana sambil membenarkan posisi duduknya.
"Sudah dari tadi, habisnya gue nggak tega lihat loe tidurnya pulas gitu, kecapean ya..?"
"Nggak juga sih.." jawab Diana sekenanya.
Mereka pun terdiam dan saling memandang, entah dorongan dari mana kini wajah mereka semakin mendekat dan bibir mereka pun mulai menyatu.
Haikal melumat lembut bibir Diana dan gadis itu pun membalasnya.
Dilingkarkan tangan Diana ke lehernya Haikal, sedangkan Haikal sendiri memeluk pinggang Diana.
Cukup lama mereka saling melumat sampai pasokan udara di sekitarnya berkurang.
Mereka menghentikan ciuman mereka dan menempelkan kening mereka satu sama lain.
Mereka akhirnya tertawa bersama ketika mengingat hal gila yang baru saja terjadi diantara keduanya.
"Di i love you.." bisik Haikal pelan tapi masih bisa di dengar olehnya
Diana bengong tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia juga suka dengan Haikal.
"I love you too..." balas Diana pelan tapi masih bisa di dengar oleh Haikal.
Dan Haikal pun tersenyum lalu kembali melumat bibir Diana.
Setelah itu Diana pun keluar dari mobil dengan perasaan yang sangat bahagia.
Haikal pamit pulang dan mulai melajukan mobilnya kembali, sedangkan Diana pun masuk kedalam rumah.
"Apa barusan dia nembak gue..?" batin Diana yang kini sedang memegang dadanya yang berdetak sangat cepat.
Diana segera masuk ke dalam kamarnya, hari ini rumahnya sangat sepi, asisten di rumahnya tidak tahu dimana sedangkan mamahnya sudah pasti sedang berkumpul dengan teman-temannya.
Diana merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dia mengingat kejadian di dalam mobil tadi, dia memegang bibirnya dan tanpa sadar tersenyum.
"Entah kenapa gue malah suka sama loe, loe udah bikin hidup gue berwarna.. I love you Haikal.." dan Diana pun terlelap.
♡ ♡ ♡ ♡ ♡
Sore ini sesuai rencana mereka akan berangkat kepuncak, Diana pun di jemput oleh Haikal dan mereka pergi bersama memakai mobil milik lelaki itu.
Sedangkan anak-anak yang lain sudah menunggu di lokasi pertemuan, tidak lama Haikal dan Diana pun sampai ketempat teman-temannya berada.
Setelah semua anggota mereka telah berkumpul, akhirnya mereka pun mulai pergi menuju puncak.
Di perjalanan Haikal mengobrol dan bercanda dengan Diana, tangan mereka pun tidak pernah terlepas. Sesekali Haikal menarik tangan Diana dan menciumnya.
Diana sangat senang dengan perlakuan Haikal seperti ini, hanya saja yang Diana belum mengerti, apa dia dan Haikal kini sepasang kekasih..?
Karena sore itu mereka hanya mengungkapkan perasaan mereka tanpa meminta jawaban lebih.
Tapi bagi Haikal pernyataan Diana waktu itu sudah cukup untuk membuat Diana menjadi kekasihnya dan dia menganggap wanita yang kini duduk di sampingnya itu sekarang adalah kekasihnya.
Setelah menempuh perjalan selama kurang lebih dua jam lebih akhirnya mereka sudah sampai di depan villa, mereka pun masuk kedalam.
Mereka pun duduk di ruang tengah, hari ini suasananya begitu ramai karena bukan cuma Diana dan teman-teman nongkrongnya saja yang hadir dan bukan hanya diana satu-satunya wanita disini dan itu tidak seperti biasanya.
Kini Diana mempunyai teman wanita lain karena masing-masing teman laki-lakinya membawa pasangan.
Ada Ira, Lestari, Hana, Widya, dan Maya.
hanya Gilang dan Hadi yang tidak terlihat membawa pasangan dan tentunya Diana serta Haikal entah apa sebutan untuk hubungannya dengan Haikal.
"Yang cewek-cewek masak gih sana kita cowok-cowok sudah kelaparan nih.." pinta Bayu di sela-sela obrolan mereka
para cewek-cewek itu pun mulai berjalan ke arah dapur dan untung nya tadi di perjalanan mereka sempat berbelanja dulu.
Mereka pun mulai memasak dan tentu saja di selingi dengan obrolan-obrolan ringan.
"Kita mau memasak apa sekarang..?" tanya Ira
"Bagaimana kalau ayam goreng, nasi liwet, sambal, ikan asin, lalapan dan oseng tempe"
kata Diana memberikan usulan.
"Ok.." jawab mereka semua secara serempak
Mereka pun mulai memasak secara bersama-sama.
"Kak apa kakak pacaran sama bang Haikal..?" tanya Ira
"Hmmm nggak kami hanya berteman, sama dengan yang lainnya.." jawab Diana asal
"Tapi aku melihat kakak dan bang Haikal sangat dekat.." tambah Hana
Diana hanya tersenyum menanggapi perkataan mereka dan tidak jauh dari dapur ternyata Haikal mendengarkan pembicaraan mereka.
Haikal mendekati Diana dan menarik tangannya.
"Gue mau ngomong sama loe bentar.." ajak Haikal, tentu saja ulahnya itu di perhatikan oleh teman-temannya yang lain.
Mereka pun mulai berbisik-bisik membicarakan kelakuan mereka berdua.
Diana pun mengikuti Haikal ke taman belakang, setelah sampai di taman belakang Haikal memegang pundak Diana.
"Gue nggak sengaja denger obrolan loe tadi di dapur, Di apa loe masih nggak ngerasa kalau kita sekarang pacaran...?" tanya Haikal sedikit kesal dengan pernyataan kekasihnya itu.
"Gue nggak tahu karena loe sendiri nggak pernah minta gue jadi cewek loe.." jawab Diana polos.
"Di gue kan sudah pernah bilang sayang sama loe dan loe juga punya perasaan yang sama sama gue, bahkan kita sudah sama-sama mengungkapkan perasaan kita. Bagi gue itu cukup buat jadiin loe pacar gue dan gue sekarang sudah menganggap loe tuh cewek gue.. Gue harap juga loe sama kaya gue, mengaggap gue cowok loe bukan temen loe lagi.." jelas Haikal
Diana pun tersenyum
"Jadi mulai sekarang kita pacaran...?" tanya Diana memastikan
"Bukan sekarang tapi waktu gue mencium bibir loe juga gue sudah anggap loe itu pacar gue.." jawab Haikal sambil tersenyum
Diana pun tersipu malu dia mengingat kejadian waktu itu.
Haikal yang melihat itu merasa sangat gemas, dia mendekatkan wajahnya dan
Cup..
Dia kembali melumat bibir Diana dan Diana pun tentu saja membalasnya, cukup lama mereka saling melumat sampai Diana tersadar kalau dia harus kembali ke dapur.
Mereka pun mengakhiri lumatan mereka dan saling melempar senyum.
"Gue harus kembali ke dapur yang lain pasti nyariin gue.."
"Iya sudah gue juga mau gabung kembali ke anak-anak dan ingat sekarang loe pacar gue.." ucap Haikal sebelum mereka benar-benar berpisah.
Diana pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti.