NovelToon NovelToon
MENIKAH KARENA HAMIL

MENIKAH KARENA HAMIL

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:393.9k
Nilai: 5
Nama Author: Irhen Dirga

Harus menikah namun tak aku cintai, lelaki itu adalah kesalahan yang pertama dan terakhir dalam hidupku, kami terbangun di saat sudah saling tak mengenakan pakaian. Kami terjebak di kamar hotel dalam keadaan mabuk dan berakhir dengan kehamilanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhen Dirga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah!

"Saya terima nikah dan kawinnya Arnesa Putri Maharani binti Hakim Jaya, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" kata Devan yang kini duduk didekat Nesa.

"Bagaimana saksi? Sah?"

"*Sah!"

"Sah*!"

Semuanya bertepuk tangan dan meramaikan rumah sederhana Nesa. Devan menoleh sesaat menatap perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya tersebut, namun ketika sadar dengan cepat, ia langsung memalingkan wajahnya.

Nesa menitikkan air mata dan menghapusnya cepat, ia tak menyangka sudah resmi menjadi seorang istri.

Setelah akad nikah selesai, Nesa dan Devan duduk berdampingan untuk menyambut tamu yang datang dan pergi.

Sesekali Devan menatap wajah perempuan yang kini berdiri disampingnya, yang sudah sah menjadi istrinya, dan yang merubah statusnya menjadi seorang suami.

Sesaat kemudian, teman-teman yang sudah menjebak Nesa datang menghadiri pernikahannya, Nesa langsung memalingkan wajah dan tak mau melihat teman-teman yang sudah membuatnya berada ditempat ini, andai saja mereka tak jahat padanya, Nesa masih akan kuliah dan masih menjadi seorang gadis.

"Selamat ya," kata Airin, kepala genk yang selama ini semena-mena padanya.

Devan menoleh menatap kekesalan istrinya.

Devan meraih tangan Airin, membuat temannya yang lain melihat dengan seksama.

Devan berkata didekat telinga Airin, "Kalian akan mendapatkan sesuatu yang akan membuat kalian menyesal telah menjebak Nesa."

Airin membulatkan matanya penuh, dan berkata, "Apa Anda yang sudah meniduri Nesa?"

"Menurutmu?"

Airin langsung melepas genggaman tangan Devan, membuat Nesa memicingkan mata melihat suaminya itu menyeringai. Seperti ada dendam dihatinya.

Airin dan teman-temannya berwajah takut dan langsung menuruni panggung dimana Nesa dan Devan sedang menyambut tamu yang datang dan pergi.

"Ish. Dia itu tampan, tapi kok menyeramkan, ya," kata Airin.

"Sepertinya dia dendam sama kita, Rin," kata Ela, salah satu temannya.

"Iya. Aku lihat tatapan matanya itu menyeramkan," sambung Jila.

"Kalian jangan menakutiku donk," kata Airin, bergidik.

"Apa dia akan membalas dendam pada kita?" tanya Jila.

"Wah. Aku jadi makin takut," lirih Ela.

"Ya sudah. Kita pulang aja yuk," ajak Airin.

"Nggak makan dulu kita?" tanya Jila.

"Makan? Yang kamu mikirin makan aja terus, Jil, bikin kesel kamu," tunjuk Airin.

"Wah. Kalian masih punya muka ya menghadiri acara pernikahan Nesa," kata Ranti, membuat ketiga teman kuliahnya itu berbalik.

"Lebih baik kamu abaikan kita saja, Ranti, kita nggak datang kok gangguin Nesa," kata Jila, membuat Ela menganggukkan kepala.

"Kalian memang nggak akan gangguin Nesa, namun melihat kalian di sini sepertinya buat acara nggak berjalan dengan sempurna, yang artinya kalian itu gangguan," kata Ranti menunjuk Airin, Ela dan Jila, membuat ketiga wanita itu menyeringai.

"Lagian kita tahu yang buat Nesa seperti ini, seharusnya Nesa berterima kasih pada kita," kata Ela.

"Nah bener juga omongan kamu, La," kata Airin bersedekap.

"Nesa mau ucapin terima kasih ke kalian? Yang ada dia itu mau nyantet kalian," kata Ranti, membuat

Airin dan dua temannya melangkah mundur.

"Bisa nggak sih kamu tuh mengabaikan kita aja?"

"Bisa sih, tapi kalian gangguan," kekeh Ranti. "Tapi emang bener sih kata kalian, Nesa harusnya berterima kasih sama kalian, karena dia punya suami sempurna, kaya raya, tampan banget, pokoknya perfect man," sambung Ranti bersedekap.

"Tapi kok dia cepet banget nikahnya? Apa Nesa hamil?" tanya Jila.

Ketiga wanita itu menoleh menatap Ranti, seakan meminta jawaban.

"Nesa hamil? Ya nggak mungkin lah, masa satu kali bercinta langsung hamil, perneh denger ya kalian? Aku mah nggak pernah denger kabar Nesa hamil, dan nggak mungkin aku nggak tahu," tepis Ranti berwajah senatural mungkin.

Airin dan kedua temannya saling bertukar pandangan.

"Iya sih, bener juga kata Ranti, nggak mungkin lah Nesa langsung hamil," sambung Jila membenarkan.

"Apaan sih kamu, Jil, nggak usah belain Nesa sama Ranti deh," kata Ela menyikut lengan Jila.

Jila menganggukkan kepala, dan membenarkan perkataan Ela.

"Udah deh, mending kalian pergi saja dari sini," usir Ranti.

"Apa sih, Ran, kita kemari tuh mau ngasih selamat sama Nesa, kita nggak datang buat kamu juga," kata Airin, di susul dengan anggukan Ela juga Jila.

"Tapi kalian itu ganggu banget di sini, biarin lah Nesa bahagia, kalian itu udah nggak bisa manfaatin dia lagi," kata Ranti, membuat ketiga teman kuliahnya itu tersenyum kecil.

"Kok aku nggak percaya ya Nesa bisa nikah secepat ini," gumam Airin.

"Nesa nggak butuh kepercayaan kamu," sambung Ranti. "Nesa malah seneng banget kalau kalian bisa pergi dari sini."

"Ya sudah. Kita pulang aja yuk, lagian di sini itu suasananya dingin banget," kata Airin, menoleh melihat Devan dan Nesa yang menatap kesal ke arahnya.

"Tapi kita kan belum makan, Rin," kata Jila.

"Apaan sih, Jil, kayak nggak punya duit aja kamu," tarik Airin, dan kembali berkata, "Tenang saja. Aku bakal traktir kalian kok."

"Beneran?"

"Iya benar lah," jawab Airin.

Airin dan dua temannya lalu meninggalkan acara, membuat Nesa menghela napas panjang ketika melihat mereka pergi, Nesa hanya takut jika Airin menceritakan kepada kedua orangtuanya tentang hubungannya dengan Devan, yang terjebak disatu kamar yang sama.

"Syukurlah mereka sudah pergi," gumam Nesa.

Devan menoleh menatap wajah istrinya. Wajah yang sedang bernapas lega.

***

Malam menunjukkan pukul 11 malam, setelah acara resepsi selesai di salah satu hotel di Banjarmasin, pasangan biasanya menginap di hotel untuk honeymoon, namun berbeda dengan Devan juga Nesa, yang memilih pulang setelah acara resepsi selesai.

Nesa merasakan jantungnya berdetak kencang ketika Devan menoleh menatapnya.

"Kak, apa aku bisa minta tolong?" tanya Nesa, membuat Devan menoleh sesaat.

"Minta tolong apa?" tanya Devan.

"Bukain per bajuku dibelakang, soalnya aku nggak bisa menjangkaunya," kata Nesa, membuat Devan menghela napas panjang, dan beranjak dari duduknya.

Devan menghampiri Nesa, dan membantunya membuka per baju tunik Nesa, yang memperlihatkan sebagian kulit putih Nesa.

"Makasih, ya, Kak," ucap Nesa, namun tak dibalas Devan.

Devan ingin sekali menolak dan membuat Nesa tak beranggapan bahwa dia menyukai pernikahan ini, namun Devan ingat kata ibunya jika ia harus memperlakukan Nesa dengan baik karena istrinya itu sedang hamil anaknya. Mood Nesa tergantung sikap Devan.

"Mau aku buatkan kopi, Kak?" tanya Nesa, membuat Devan menggelengkan kepala.

"Tidak perlu!" bentak Devan.

"Aku tidur duluan ya, Kak," kata Nesa, lalu naik ke atas ranjang.

Sebenarnya Nesa malas untuk menegur Devan, namun ia merasa jika terlalu canggung tidak menegur suaminya yang satu kamar dengannya, meski jantungnya sudah hampir lompat.

Devan menoleh sesaat dan melihat punggung istrinya, wanita yang lebih muda darinya.

.

Bersambung.

Jangan lupa like dan komentar ya.

1
Shifa Burhan
thor jika ada wanita lain yang baik dan perhatian pada suami mu dan dia enteng nya mendekati suami dan mengatakan suka dan cinta pada suami, bagaimana tanggapan mu thor

pakai hatimu untuk merasakannya thor, jika jawabanmu itu bukan masalah, berarti kau bersikap adil

tapi jika jawaban mu, melaknat wanita itu, maka simple kau wanita egois karena kau membenarkan perbuatan juno

kalau aku simple wanita mana pun yang sok baik dan perhatian pada suamiku maka aku akan melaknat wanita itu dan harus adil aku juga melaknat siapapun lelaki yang sok baik dan perhatian padaku, itu baru namanya wanita dan istri sejati tidak egois
rya
karya imajinasi yg menghibur, jadi selalu nunggu up nya
rya
nunggu bucinya Devan sama nesa dan baby boy...
rya
semangat selalu Kaka, semoga lancar dan di beri kesehatan...
Irnawati wati
maaf thoor tdk usah di beri gambar visual, yang penting alur cerita nya masuk sesuai dengan judulnya. okee thorr semangat berkarya terima kasih
Christiani Natalia Yani
lanjut dong Thor jangan d gantung🙏
Dessy Flashin
ayo donk kk please lanjutin ceritanya jgn menggantung gini, ditungguin trus update nya ya kk 🙏🙏🙏 semangat kk 💪💪👍👌
Dessy Flashin
iiiissshhhhh Gedeg sm Devan, udah Thor klo emg besar hrs pisah sm Devan nnti klo udah pisah buat Nesa sm Juno ajalah, biar tau tuh si Devan sok kegantengan, dikira Nesa gk ada orang yg mau apa
Dessy Flashin
hadeeuuhhh ini kyk sinetron di ikan terbang nih, bikin keseeeeeeelllll....
rusidah siti
semangat buat nulisnya
kris tianti
lanjut dunk
Rosdiana Diana
lanjuttt
wili o
up
_kooky00
😭😭😭😭😭😭😭,,tau tk
...masa baca part ni aku sakit hati tau,, pstu bila dia menangis aku pun rasa mcm nk ikut menangis😤
Zhafirafira 225
fighting author
Ema Sofia
Keturunan turkey tapi mirip cina, canda turkey 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤔🤔
Suti Habdayani
ini di lanjutin gk ya ceritanya
샤샤
hai kak author, semangat selalu ya kak
semoga ide ceritanya mengalir terus, aku paham nyati ide cerita itu sulit, semoga kakak selalu lancar yaa
샤샤
hai author, semangat selalu buat novel nya
aku paham gimana lelahnya seorang author nyari ide untuk cerita yg ditulisnya, semangat selalu ya thor ☺️
Irhen Dirga: Wah terima kasih banyak❤
total 3 replies
샤샤
hai aurhor, semangat selalu yaa
aku pembaca baru nih ☺️✌🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!