Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Lain Istri ku
Satria membelai wajah nya yang cantik,mencium leher jenjang Widya lalu turun terus menuju ke dua benda kenyal...
lama ia bermain di sana. Widya makin mendesah dah akhirnya mata nya terbuka
nampak ia terkejut melihat apa yang Satria lakukan, namun hanya sebentar
"masss ahhhh" desah Widya
"sayang mas mau jatah " bisik Satria
lalu mereka saling menyalurkan hasrat hingga beberapa kali hingga akhirnya tubuh mereka roboh dan tertidur dengan posisi berpelukan
Pagi harinya
Matahari sudah naik , sinarnya masuk di celah-cela gorden. Satria mengucek matanya yang masih terasa mengantuk, ia mengerjakan mata beberapa kali, rasa kantuknya masih belum hilang, namun tangan Satria terasa kebas, mati rasa.
Ia melihat Widya masih tertidur di dalam pelukannya dengan berbantal kan lengannya
"makasih sayang. i love u"ucap Satria tersenyum
" love u too sayang hoooaaaammmmm" ucap Widya menguap lebar
"mas gak berangkat kerja kah ? tanya Widya yang heran melihat suaminya masih berada di tempat tidur saat ia melihat jam di dinding kamar mereka sudah menunjukkan pukul delapan.
Satria hanya menggeleng menjawab pertanyaan Widya
”Mas masih pusing” tanya Widya lagi sambil mengikat rambutnya, lagi-lagi Satria hanya membalas dengan gelengan kepala
"Mas mau sarapan apa biar Aku buatkan” ucap Widya menatap suaminya, dan lagi Satria menggeleng
”Mas kamu nyebelin banget ya, kamu kesambet setan gagu ya cuma geleng-geleng kepala aja di tanya istrinya dari tadi”dengus Widya kesal membuat Satria terkekeh dan malah menariknya, Widya yang tak siap di tarik Satria jatuh menimpa Satria, lalu Satria memeluknya dan mencium kening istrinya itu
"Mas sudah izin dua hari sayang"
”Ooh" saut widya singkat dan langsung bangun menuju kamar mandi
# WIDYA POV
" Aduh sial kenapa juga mas satria pake izin? udah gak sakit juga, gagal deh rencana aku mau nonton sama bobby, sial" gerutu Widya dalam kamar mandi
"uh untung semalam aku gak keceplosan nyebut bobby... sial mimpi bobby gak tau nya mas Satria yang garap gue, badan udah pegel semua gara-gara main dengan bobby sampai tiga ronde, malamnya mas satria minta jatah...
duh , badan ku sakit semua.
kalo aku nolak takut mas satria curiga.
Habis aku udah gak punya alasan untuk nolak, sudah dua bulan dia puasa. Sial, Sial badan rasa rontok " gerutu Widya dalam hati
"Tapi jika di bandingkan bobby... ,mas satria kalah untuk urusan ranjang.
Aduh jadi kangen ma mas bobby yang perkasa di ranjang, berapa kali pun selalu bikin aku melayang"ucap Widya mengenang kekasihnya Bobby.
tak sadar tangan widya mengelus, meremas pa**d*** hingga mendesah membayang kan bersetubuh dengan bobby... lalu dia mast***** hingga mencapai klimax
# SATRIA POV
"Sayang kok lama banget mandi nya, pake di kunci lagi pintu nya aku kebelet pipis nih" teriak Satria dari luar pintu kamar mandi
tak terdengar suara Widya menyahut, Satria lalu menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.
terdengar widya dengan nafas memburu dan suara benda berdecak, serta erangan widya
”aku sudah sering memergoki widya melakukan hal ini tapi tak habis pikir bukan kan semalam kami baru melakukan nya
apakah Widya hiper? ”tanya Satria mengerutkan alisnya
"sayaaaaaang......" panggil Satria lagi
"uhhhhhmmmmm" saut Widya
" Buka cepet atau aku dobrak"teriak Satria emosi
”bisa-bisanya dia melakukan itu disaat ada aku, toh dia bisa meminta nya padaku,
apa dia kurang puas????awas saja kau Widya...
akan ku buat kamu tidak bisa bangun dari tempat tidur" ucap Satria geram
cekrekkkk....
Terdengar pintu kamar mandi dibuka, Widya keluar dengan rambut acak-acakan
wajah nya pucat mungkin karena terkejut atau takut dengan ancaman Satria, ia seperti orang linglung
karena Satria sepanjang pernikahan tidak pernah sekali pun membentak atau meninggikan suara terhadap Widya
"aaa ....aadaa apa maas ? ” tanya Widya gemetar
"kamu ngapain di kamar mandi ? ” tanya Satria sambil menatap tajam ke arah nya
Widya menggigit bibir bawah nya tanda panik
"Itu... anu mas... lagi buang air”saut nya beralasan
" Buang air ? benarkan ? lalu suara apa yang ku dengar tadi?" ucap Satria dengan pandangan menyelidik.
Satria lalu berjalan mendekati Widya , ia lalu menarik handuk yang melilit ditubuh Widya
sontak widya terkejut dan berusaha mengambil handuk yang kini sudah berpindah tangan
”Mas , kamu apa-apaan sih, aku beneran sedang buang air besar, kamu bisa gak sih menunggu sebentar???
cepat kembalikan handuknya, kamu buat aku kesal saja” Dengus Widya lalu menyambar handuk ditangan Satria dan kembali ke dalam kamar mandi, namun belum jauh ia melangkah, Satria langsung menarik tangannya dan menghujani dia dengan ciuman.
Awalnya Widya menolak, namun akhirnya ia pasrah karena tubuhnya di tawan ke pinggiran tembok, Widya malah hanyut dalam permainan Satria hingga mereka kembali mengulang kegiatan semalam, kali ini di kamar mandi.
Entah berapa kali mereka melakukannya, yang jelas kaki Widya hingga sulit berjalan, ia terpaksa di bopong Satria dari kamar mandi.
Satria menyiapkan pakaian Widya,lalu ia menuju dapur untuk memasak sesuatu karena perut mereka belum di isi apapun sejak pagi tadi.
Hanya butuh setengah jam nasi goreng spesial buatan Satria sudah sip di meja, ia kembali membopong istrinya menuju ruang makan.
Awalnya Widya menolak, namun Satria langsung membopongnya dan ia hanya bisa melingkarkan tangannya di leher Satria karena takut terjatuh.
dalam hati Widya berbunga walau ia awalnya kesal karena ulah Satria ia jadi tak punya tenaga, namun sikap Satria membuat hatinya luluh, ia memperlakukan Dirinya bak putri
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥