NovelToon NovelToon
Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Raja Tentara/Dewa Perang / Chicklit
Popularitas:326.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Isnawati Iskandar

suatu malam seorang pria mendatangi rumah orang tuanya..tak disangka kedatangan pria itu adalah petaka untuk keluarganya..orang tuanya dibunuh hanya karena pria serakah itu menginginkan harta dan perusahaannya.

setelah belasan tahun,setelah menjalani pelatihan neraka bersama orang orang kepercayaan sang kakek yang selama ini merawat dan membesarkannya,akhirnya dia bisa membalaskan dendam atas kematian orang tuanya..

akankah pembalasan dendamnya berhasil...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isnawati Iskandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. PEMAKAMAN MEILIN

"Kau mau melihat nona mu? Ayo pergi.Suster bawa chen dengan kursi roda !" pria tua itu langsung meraih cucu kesayangannya untuk digendong kembali. "Grandpa,aku mau berjalan.Aku sudah besar." gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya karena kesal pada sang kakek dan tidak mau digendong

"Diamlah princess!Kita jarang bertemu,kau jarang mengunjungi kakek mu ini.Kau hanya datang saat peringatan hari kematian nenek mu dan hari ulang tahunku,itupun tidak lama.Biarkan orang tua ini menggendong dan memelukmu sampai puas." tanpa memperdulikan rengekan sang cucu,dia terus saja menggendong gadis kecil itu.

Chen merasa sangat senang karena akan segera bertemu dengan nona nya.Tapi dia mengerutkan kening saat melihat jalan yang mereka lalui. "Ini jalan menuju taman di belakang.Apa mungkin nona ada ditaman belakang?"

Benar saja,tempat yang mereka tuju adalah taman belakang,tempat favorit sang nona dirumah ini.Taman yang terletak didekat kebun herbal dirumah kaca.

Chen mengerutkan kening saat melihat dari kejauhan,di taman itu banyak orang."Kenapa ditaman belakang banyak orang?tidak biasanya" gumam Chen heran

Keheranannya semakin bertambah saat jaraknya semakin dekat dengan taman,terlihat orang-orang yang ada disana berpakaian serba hitam. "Apakah disini ada acara resmi ?" hatinya diliputi tanda tanya besar saat ini.Tiba-tiba jantunya berdegup dengan kencang.

Semakin dekat dengan taman,degup jantung Chen semakin tak beraturan.Tidak,dia bukan sedang jatuh cinta,tapi dia melihat ada peti jenazah disana. "Nona" hanya itu yang ada difikirannya saat ini.

Rasanya Chen sangat ingin berlari secepat yang dia bisa,untuk segera memastikan siapa orang yang ada dalam peti jenazah itu,namun kondisi tubuhnya saat ini sangat tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu.Bersyukur dia bisa sadar dalam waktu 2 hari.

Suster mendorong kursi roda yang diduduki Chen mendekat ke peti jenazah itu.Chen terpaku,dia tak bisa berkata apa-apa saat melihat didalam peti jenazah itu,tubuh nonanya terbaring kaku tak lagi bernyawa.Dia mengepalkan tangannya dengan erat.

Ini salahnya.Andai saja dia tidak datang terlambat untuk menyelamatkan nona nya.Andai saja dia tidak mendengarkan perintah nonanya itu untuk membawa Shuwan lari.Andai saja dia tetap mendampingi nona nya itu.Andai saja...

"Grandpa,kenapa mommy tidur didalam?suruh mommy bangun grandpa.Aku mau main sama mommy." Chen tersadar dari lamunannya saat mendengar rengekan Shuwan.Dia mengalihkan tatapannya dari jenazah Meilin,beralih menatap Shuwan yang sedang meronta didalam gendongan sang kakek.

"Lakukan!" setelah mendapatkan instruksi singkat dari tuan besarnya,mereka menurunkan peti jenazah itu kedalam liang lahat.."No,mommy.No grandpa jangan masukan mommy ke dalam tanah,nanti mommy ga bisa keluar.Mommy"

Gadis kecil itu terus saja histeris dan meronta dalam gendongan sang kakek.Pria tua itu bahkan tidak tahu harus melakukan apa untuk menenangkan sang cucu.

Melihat itu,Chen merasakan sakit yang luar biasa.Hatinya seperti ditusuk ribuan jarum tak kasat mata.Seperti diremas oleh tangan besar yang sangat kuat.Dalam hati dia bertekad,dia harus segera sehat agar bisa mendampingi sang nona muda

Dia meminta suster untuk mendorong kursi rodanya mendekat pada sang tuan besar. "Princess,kemarilah.Biar uncle yang gendong." ucap Chen sambil mengulurkan kedua tangannya.Gadis kecil itupun langsung menyambut uluran tangan uncle Chen nya dan duduk dipangkuannya dikursi roda.

"Uncle,keluarin mommy!Aku ingin bermain sama mommy" ucap gadis kecil itu sambil terisak. "Biarkan mommy istirahat disana sayang.Kamu main sama uncle,oke?main sama grandpa juga" Chen membujuk gadis kecil itu.

"Tuan maaf jika saya lancang.Saya pikir mungkin lebih baik jika Yura tinggal disini mendampingi nona muda,selain kita." "Ya,kau benar Chen.Karena bagaimana pun kita tidak akan selalu bisa bersamanya.Mungkin jika bersama Yura,dia bisa merasakan seperti sedang bersama mommy nya.Leon panggil Yura kesini !"

Tanpa menunggu diperintah lagi,Leon langsung menghubungi Yura yang berada di rumah besar sang tuan yang berada di pusat kota.

Setelah pemakaman Meilin selesai dan Shuwan mulai tenang,mereka kembali ke bangunan mewah itu.

"Princess,kau mau tinggal dimana?Disini atau dirumah besar?" sang kakek bertanya pada cucu sematawayangnya itu.Rumah besar yang dimaksud oleh pria tua itu adalah istana megah mereka yang berada di pusat kota.

Meskipun bangunan yang mereka tempati sekarang juga megah dan fasilitasnya tak kalah bagus dari rumah besar,tapi tempat ini adalah tempat rahasia mereka.Hanya orang-orang pak tua Jun yang tahu tempat ini dan tempat ini hanya bisa diakses melalui jalur udara.

Tempat itu adalah tempat penyimpanan berbagai macam senjata,berbagai obat,ramuan,racun, herbal,bahkan disana juga terdapat penjara bawah tanah untuk memenjarakan musuh-musuh pak tua Jun .

Kerajaan bisnis mereka pastilah memiliki banyak pesaing dan musuh yang saling menyerang dan menjatuhkan.jadi mereka harus selalu bersiap dengan segala kemungkinan.

"Aku mau tinggal disini saja grandpa.Aku mau dekat dengan tempat istirahat mommy." jawab gadis kecil itu. "Baiklah.Kita akan tinggal disini.Tapi mungkin nanti grandpa dan uncle Chen mu akan sering pergi untuk mengurus beberapa pekerjaan.Tidak apa-apa kan princess?"

"Nanti kalau grandpa dan uncle Chen pergi,aku sama siapa?" gadis kecil itu cemberut.Dia tidak mau sendirian ditempat besar ini."Ada uncle Leon,juga..."

"Tuan besar,anda memanggil saya?" suara seorang gadis mengintrupsi obrolan mereka. "Yura,kemarilah!" gadis yang dipanggil Yura itupun mendekat lalu membungkuk hormat pada tuan besarnya."Mulai sekarang,kau akan tinggal disini menemani cucu kesayanganku!" perintah pria tua itu mutlak.Yura hanya mengangguk.Memangnya siapa yang berani membantah pria tua itu?

"Princess,ini aunty Yura.Dia keluarga kita juga,bila grandpa dan uncle chen mu pergi,kau tidak akan sendirian disini.Aunty Yura akan menemani mu sepanjang waktu." sang kakek menjelaskan dengan sabar."Oke geandpa.Ayo aunty kita ke kamarku" gadis kecil itu menarik tangan Yura

Dia mengajak Yura ke kamarnya yang berada dilantai 2.Kamar yang biasa dia tempati saat berkunjung dan menginap ditempat ini.Begitu pintu kamar dibuka,Yura membelalakkan matanya.Kamar mewah dengan nuansa pink,segala atributnya berwarna pink.Bahkan boneka hampir memenuhi setengah kamar itu.Girly sekali

Sangat berbeda dengan Yura yang menyukai warna hitam dan hal-hal simple.Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali. "Apakah aku akan tidur dikamar ini?kamar ini sangat tidak cocok untukku." batin Yura.

Yura,meskipun dia gadis yang berwajah cantik,badan ramping dan kulit yang sangat halus,tapi dia sangat tomboy.Rambut panjangnya pun dia dapatkan setelah puluhan kali diejek oleh Leon dan Ana bahwa dia seorang pria cantik.Jadi dengan sangat terpaksa dia memanjangkan rambutnya.

Yura bukan hanya gadis yang sangat cantik,dia juga seorang jenius.Dia ahli dalam pengobatan kuno dan modern.Dia dikuliahkan oleh pak tua Jun dibidang pengobatan.Dia ahli dalam membuat racun,ramuan herbal,ahli pengobatan akupunktur.

Dalam hal pertarungan,dia adalah pengguna belati kembar dan katana yang sangat mahir.Bahkan dia selalu membawa belati kembarnya kemanapun dia pergi dalam saku khusus dicelana panjang yang selalu dia kenakan.

Orang-orang disekitar pak tua Jun adalah orang-orang ahli pilihan.Leon seorang sniper handal yang tak pernah gagal membidik targetnya. Ada Ana si hacker no 1.

Chen adalah petarung tangan kosong dan ahli strategi,dia adalah leader tak resmi dari mereka berempat.

Apa jadinya jika Shuwan hidup dan tumbuh dalam asuhan mereka berempat?

Untuk sementara waktu Shuwan menjalani hari-harinya dengan santai.

Bermain,makan,tidur,menonton tv layaknya anak kecil pada umumnya..

1
Amrullah Gazali
sepertinya iya sudah tamat
Desa cerme
uda tAMAT
cha_cha96
sesek napas gue
Dian Hermawan
foto novelnya xiao yan ama cailin😂
Yulianti Amiruddin
awal cerita yg bagus author 👍
Novishane
Luar biasa
mecca
ikut thor tungguin😂😂😂😂
mecca
mak pluk udah kaya kelapa jatoh dr pohon dah,itu nyawa tak berharga bgt yak hadeuhhh ampun dah dewa kematian kok d lawan ya lewat lah itu nyawa🤣🤣🤣🤣
mecca
yah thor d kira aq aja yg ngos ngosan teryata author jg ikutan hhehehe padahal mah kita cuma nonton aja loh😂😂😂😂gk ikut gelud
mecca
semangat thorrr...aq bacanya ikutan tegangggggg
Shelvia Amanda Dika
nasib jd pangeran dan putri kerajaan ya gitu. dijodohkan demi tahta
Shelvia Amanda Dika
thor sebaiknya jgn jodohkan shuwan dgn pangeran keempat tsb krn gak cocok tp klu kk author maunya begitu ya saya terima saja krn tinggal membaca
Dearest
thor jangan kelamaan upnya dong. lagi seru nih
Dearest
ciihh... cemburu kali kau pangeran
Dearest
karena yang aq baca ini karya yang belum tamat, semoga saja author mau cepat menyelesaikan kisah yang membuat pembaca bagai baca di atas roller coaster.
berasa up n down karena tegang dan serh
Dearest
they look gorgeous
Dearest
nah ini baru oke penampakan pangeran ke 4 begini kan gagah
Dearest
cincinnya keren banget. ampe naksir
Dearest
keren wooyyy pedangnya.
Ada penampakan tokoh²nya dong thor biar makin keren
Ira Indriarini
akhirnya....yg ditunggu2 datang juga ... makasih yaa thor 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!