NovelToon NovelToon
AINUN

AINUN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: AAH♥️

Aneh bukan? Tapi kembali lagi, hati manusia tidak bisa dipaksakan. Karena cinta merupakan keikhlasan, tak ada paksaan atau pun pelampiasan. Semuanya murni dari kesucian hati yang paling dalam.

Kita tidak bisa menentukan kepada siapa hati ini akan berlabuh. Semua terjadi dengan sendirinya, namun tetap dalam kendali Sang Pencipta.

Ada saatnya berjuang dan diperjuangkan. Tugas kita hanyalah memantaskan diri sesuai dengan apa yang diharapkan, karena jodoh merupakan cerminan diri. Namun, jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, maka yakin itulah yang terbaik. Bisa jadi, jalan kita menuju kebahagiaan yang hakiki.

Pencipta maha tahu, apa yang sebenarnya lebih kita butuhkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ainun 4

kkkkriiiiinnngggg

Bunyi alarm ponsel menembus alam mimpiku membangunkanku. Aku bergegas mandi dan melaksanakan kewajiban subuhku. Setelahnya, aku memasak sarapan dengan bahan seadanya yang telah aku beli semalam. Tidak ada yang istimewa. Hanya ada nasi, tempe dan sayur bayam. Tapi bagiku, itu sudah lebih dari cukup untuk mengganjal perutku.

Hari ini, aku akan membawa lamaranku ke Danish Cafe. Aku memakai baju seperti pelamar pada umumnya. Kemeja putih dipadu padankan dengan jilbab hitam senada dengan rok yang kugunakan. Aku memoles wajahku dengan bedak tipis dan liptink pink pada bibirku.

Sekali lagi, aku melihat pantulan diriku pada cermin sebelum berangkat. "Lumayan," gumamku. Aku tidak sepercaya diri itu mengaku diriku cantik. Meskipun faktanya aku memang cantik. "Hahahahah ... dasar!"

'"Bismillahirrahmanirrahim." Dengan ucapan basmalah dan semangat yang berkobar-kobar, aku melangkah menuju Danish Cafe.

Dadaku berdegup kencang setelah sampai di pekarangan cafe tersebut. Tidak dapat kupingkiri, seumur hidupku, ini adalah pengalaman pertama melamar pekerjaan. Jadi wajar saja, kalau aku merasa gugup.

Masih pagi, jadi belum terlalu ramai. Hanya ada karyawan yang berlalu lalang membersihkan. Aku melangkahkan kakiku dan bertanya kepada salah satu karyawan wanita yang sedang membersihkan kaca.

"Permisi! Perkenalkan saya, Ainun. Saya ingin bertanya, apakah Manajernya sudah datang?" Aku menganggukan kepalaku sekali sebagai tanda hormatku kepadanya.

Sejenak dia menatapku dan mengalihkan tatapannya menuju berkas yang kupegang. "Oh, hay!" Sembari mengangkat tangannya.

"Saya, Winda. Mau melamar yah?"

Aku tersenyum hangat kepadanya.

Cantik, batinku.

Tinggi semampai, matanya bulat berwarna hitam pekat dan rambut yang tergerai indah berwarna kemerah-merahan. dilihat dari wajahnya, sepertinya kami seumuran.

"Iya, tolong tunjukkan ruangannya."

"Baiklah. Ikut denganku!"

Aku melangkah memasuki cafe tersebut. Mataku tertegun melihat interior di dalamnya. Ruangannya sangat luas dan didominasi dengan warna hitam dan merah. Dindingnya terbuat dari bahan kaca berlapis tirai, serta lampu gantung kristal yang berada di tengah plafon menambah kesan mewahnya.

Aduhai! Jiwa miskinku meronta-ronta.

Tapi ada satu menarik perhatianku, yaitu alat musik lengkap yang ada di cafe ini. Aku bertanya kepada Winda ternyata, cafe ini Menyuguhkan pertunjukan musik langsung, sungguh luar biasa.

Aku mengekor dibelakang Winda sampai di depan ruangan yang bertuliskan MANAGER ROOM. Tanpa diberitahu pun aku sudah tahu, bahwa itu adalah ruangan Manajer.

"Tunggu sebentar, aku masuk dulu untuk menyampaikan kepada Manajer di dalam," ucapnya kepadaku dan aku pun mengangguk mengiyakan.

Jantungku kembali berdegup kencang setelah Winda memasuki ruangan. "Semoga saja dilancarkan," gumamku pelan. Kurang lebih 5 menit aku menunggu dan akhirnya Winda keluar.

"Bagaimana?" tanyaku kepadanya.

"kamu boleh masuk, kebetulan Pak Manajer lagi tidak sibuk," katanya.

"Winda, aku boleh bertanya?"

"Apa?"

Aku menatap sekelilingku sebelum melangkah maju dan berbisik ditelinganya, "Apa Manajernya galak?"

Winda tertawa mendengar pertanyaanku.

"Santai saja. Pak Manajernya baik kok." Winda mencoba mayakinkanku.

Aku mengangguk mengiyakan. "Baiklah. Do'ain, Win, semoga diterima."

"Aamiin." Winda mengangkat tangan dan mengepalkannya, "Semangat Ainun! Kamu pasti bisa!"

Aku menarik napas dalam untuk menenangkan degupan jantungku. Sampai akhirnya, aku memberanikan diri mengetuk pintu.

"Masuk!"

Terdengar suara bariton dari dalam ruangan, yang tidak lain adalah suara Manajer cafe yang menyeruku untuk masuk. Tidak menunggu lama, akhirnya aku membuka pintu dan ....

.

.

.

.

.

Dan apa kira-kira? Wkwkwkw, penasaran nihh😆

Ok, terima kasih kepada Readersku yang masih setia dengan novel "AINUN" semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat😇

Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comment dan Vote. okk😉

Salam

AAH♥️

1
Ria Novita
Luar biasa
EMAH FARID
😂😂😂😂ngakak ikan hiuuuu
trnyata lutfii orang nyaa
EMAH FARID
sesuai dengam judul nya 😭😭😭
EMAH FARID
yaallah sedih nyaaa.... ini novel tersedih yg pernah aku baca
EMAH FARID
sedihh sangat ceritanya thorrr
EMAH FARID
mewek bca fart ini
EMAH FARID
ainun lucuuuuu
EMAH FARID
kyanya bara
Yati Yati
thor mudah"n ainun nikah ma bara
Nani Hasan
palingan nanti ketemu Ainun ya Thor 🤭
Nani Hasan
Thor pagi ini sy br mulai baca ini novel karya mu Thor tp sdh bbrp kali jg air mataku jatuh Krn alur ceritanya....sy jg merasakan rasa sakit yg Ainun rasakan 😭😭😭
Fa Rel
ainun sok cantik orang danis nrima apa adanya dia nya aja bodoh skg nyesel mkaan tuh nyesel
Hikmah
Happy ending... Tapi q masih selalu mengingat bara.
Naisah Naisah
seru nih .... rebutan pujaan hati
Naisah Naisah
waduh seru bgt cinta segi empat nih....
Naisah Naisah
suka bgt cerita pendek padat
Naisah Naisah
yehhh seru....bgt top keren
Naisah Naisah
cerita singkat padat jelas
Eva The-kk
waduhh neng rubi mas hiko ya. yg bikin kesel hati. kita satu servee
Iyah Jariyah
bagus cerita y semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!