NovelToon NovelToon
Kampung Sihir

Kampung Sihir

Status: tamat
Genre:Spiritual / Iblis / Dunia Lain / Persahabatan / Horor / Tamat
Popularitas:110.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua berawal saat Aisyah mengikuti acara kemping di sekolahnya, di tengah perjalanan, bus yang ditumpangi Aisyah dan teman-temannya mogok, sedangkan bus yang membawa Siswa-Siswi SMA Pertiwi sudah sampai tujuan, jadi mereka terpaksa harus menunggu bantuan datang. Saat tengah malam ketiga sahabatnya, Rudi, Dara, dan Andi. Mereka pergi melihat-lihat tempat sekitar, namun entah bagaimana caranya sampai mereka bisa tiba-tiba ada di sebuah kampung, dan Aisyah juga ikut terjebak di sana, bisakah mereka kembali dengan selamat?

"Yuk ikuti kisah menegangkan mereka!

Tahap revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penampakan Di Siang Hari

Setelah sarapan, kakek Joko mengajak keempat remaja itu untuk melihat keadaan kampungnya, agar mereka percaya bahwa yang dikatakan beliau itu benar.

"Itu rumah yang dijadikan sebagai tempat pengobatan oleh ki Dani!" tunjuk lelaki tua itu setengah berbisik. Mereka berempat langsung memperhatikannya.

"Terlihat seram memang," bisik Andi pada temannya, Rudi.

Mereka terus melihat rumah yang bercat abu-abu itu, yang di depannya ada sebuah pohon beringin tua yang masih berdiri kokoh, membuat rumah itu terlihat semakin angker.

Dara menggenggam erat tangan Aisyah, dia sedikit takut saat itu, mereka terus berjalan beriringan mengikuti langkah sang kakek. Kakek Joko berjalan di depan sedangkan Aisyah dan ketiga temannya mengikuti dari belakang.

Tempat yang mereka lewati itu tidak terlalu banyak perumahan, makanya suasana terasa sedikit menyeramkan.

"Kek, di sana ada masjid kita berhenti di sana aja yuk!" ajak Aisyah.

"Jangan!" kakek Joko menjawab cepat.

"Lho kenapa?" tanya Dara.

"Nanti di rumah kakek ceritakan!"

"Kek, di sana ada warung kita singgah dulu yok!" ajak Andi kemudian.

"Jangan di sana! Di warung yang satunya lagi aja," giliran Aisyah yang menjawab.

Mereka akhirnya singgah di warungnya bi Sumi, di sana tidak terlalu banyak orang, bisa dibilang warung itu sepi dari pelanggan.

"Sepi Ais, kenapa nggak di warung yang tadi aja, orangnya rame, pasti makanannya juga enak," ujar Rudi setengah berbisik.

"Jangan banyak bicara Rud, mending kamu diam aja deh," ucap Aisyah wajahnya terlihat serius. Aisyah seperti melihat sesuatu di warung itu.

"Kakek Joko pagi-pagi sudah ke warung saya, nggak biasanya," ujar sang pemilik warung.

"Ini, cucu saya sama dua temannya minta di ajak keliling kampung, ya saya bawa aja. Sekalian singgah di warung Bi Sumi,"Jawab kakek itu disertai dengan kekehannya, biasalah tawa kakek-kakek.

"Emang cucu kakek yang mana satu?" tanya bi Sumi menatap mereka berempat secara bergantian.

"Ini yang perempuan berdua ini, dua-duanya cucu saya, kalau yang cowok ini teman-temannya," jawab kakek menunjuk ke arah Aisyah dan Dara.

Bi Sumi memperhatikan wajah Aisyah dan Dara dengan seksama, kemudian wanita itu mengangguk sambil berkata. "Mirip juga ya."

Ya, syukurlah wanita itu percaya, memang Aisyah sama Dara sedikit ada kemiripan, coba aja kalau Dara juga memakai jilbab seperti Aisyah, pasti mereka tambah mirip.

"Bi, pesan teh manisnya satu, dingin ya!" ucap Andi.

"Kalian pesan apa?" tanya Andi pada teman-temannya.

"Iya pesan aja apa yang kalian mau, nanti biar kakek yang bayar," ucap kakek Joko.

"Jangan Kek, kita masih punya uang kok," tolak Dara, saat itu Aisyah tidak bicara sama sekali dia sedang membaca shalawat dalam hatinya.

"Nggak usah dibayar, hari ini bi Sumi gratiskan buat kalian, hitung-hitung sedekah," Ucap bi Sumi tersenyum, namun kemudian senyumnya tiba-tiba hilang begitu saja, saat melihat raut wajah Aisyah.

"Jangan terlalu dibawa dalam pikiran, Nak. Mereka hanya menampakkan diri untuk menggoyahkan iman, dibawa santai aja jangan terlalu dipikirkan, yang penting pikiran jangan kosong," Ucap bi Sumi pada Aisyah, kemudian wanita itu langsung pergi membuatkan minuman untuk mereka.

Aisyah sadar saat itu kalau bi Sumi tahu apa yang tadi dia lihat.

"Aisyah kenapa, Kek?" tanya Andi.

"Kamu tanyakan saja nanti sama orangnya sendiri," jawab si kakek.

Dara saat itu tidak bicara, karena dia fokus melihat orang yang berlalu lalang di depan warung, ternyata di kampung itu lebih banyak anak-anak dari pada orang dewasa.

Rudi sendiri fokus menatap sebuah rumah yang berada di depan mereka, seorang nenek-nenek dengan anak kecil yang bergelayut di belakangnya, apa-apaan itu?

Andi tidak melihat apapun selain memperhatikan ekspresi wajah ketiga temannya yang berubah-ubah, melihat mereka bertiga saja sudah membuat dia penasaran setengah mati.

"Ini diminum dulu!" suruh bi Sumi yang membuat Rudi kaget, hingga tanpa sadar keluarlah kata-kata yang tidak diinginkan dari mulutnya.

"Tuyul!" ucap cowok itu sedikit kaget, syukur tidak ada orang lain lagi saat itu di warung bi Sumi selain mereka.

"Huss... Jangan mengucapkan kata itu keras-keras di sini!" tegur bi Sumi mengingatkan. Rudi menutup mulutnya dengan perasaan masih deg-degan.

"Kalian sebenarnya dari tadi kenapa sih? Aku perhatiin raut wajah kalian berubah-ubah, ada apa?" tanya Andi.

Rudi pun menceritakan apa yang tadi dilihatnya.

"Itu memang tuyul," ucap bi Sumi membenarkan.

"Sudahlah Rudi, jangan melihat lagi ke sana!" ucap Dara, dia menutup mata temannya itu dengan tangannya.

"Kampung di sini memang aneh, banyak yang menggunakan ilmu sihir, mereka tidak percaya lagi akan adanya Allah, meminta kesembuhan penyakit pun pada syaitan," ungkap bi Sumi dengan wajah lesu.

"Lalu masjid itu, apa tidak ada orang yang menggunakannya lagi?" tanya Aisyah semakin penasaran saja dengan kampung itu.

"Tidak ada, sudah sepuluh tahun lebih ya Kek?" tanya bi Sumi pada kakek Joko, karena dirinya sendiri tidak terlalu ingat.

"Bukan lagi sepuluh tahun, tapi sudah dua belas tahun lebih nggak ada yang ke masjid itu," jawab si kakek.

"Apa di sini juga tidak ada pendatang baru sama sekali? tanya Dara.

"Kalau soal ini kamu tanyakan sendiri nanti sama kakek waktu kalian kembali ke rumah, bibi tidak berani menceritakan hal seperti ini," ucap bi Sumi, saat mengatakan hal itu terpancar rasa takut dari wajahnya, mereka dapat merasakan hal itu, mungkin ada kisah yang sangat mengerikan hingga bi Sumi sendiri tidak berani mengatakannya.

"Wah, bi Sumi kedatangan tamu rupanya," ucap seorang lelaki sambil tersenyum ke arah mereka.

"Iya, Den. Tamu dari kota, cucunya kakek."

"Em..." hanya itu yang ke luar dari mulut lelaki itu, dia memandang Aisyah dengan tatapan yang sulit diartikan. Aisyah sendiri masih ingat siapa lelaki yang sekarang ada di depannya, dia adalah orang yang semalam bicara dengan kakek Joko.

Aisyah merasa ada yang aneh dengan lelaki itu setiap kali memandang dirinya, kenapa ya? Aisyah langsung saja menghindari tatapan lelaki itu yang menatapnya begitu dalam.

Membuat Aisyah mulai berpikir yang bukan-bukan.

1
Daliffa
dipermainkan iblis
Laya Anita
Bagus ceritanya !!!
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: makasih kk..
total 1 replies
ATAKOTA_
karyamu sangat bagus juga 😁
🌸ALNA SELVIATA🌸: Mampir di novelku kak, "Suami di Alam Mimpi"
di jamin seru juga
total 2 replies
~Freya
Keren, sangat menegangkan 🥰
Fabrigio
mistis yang sangat horor dan kesan persahabatan yang mendalam/Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!//Smirk//Smirk//Left Bah!//Blush//Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe, iya kk/Sneer/
total 1 replies
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Yaayaaa🌸
aplg ini,teka tekinya blm habisss
Bagus Seno Prabowo
iya noy
Bagus Seno Prabowo
twis
Bagus Seno Prabowo
wow plot e
Bagus Seno Prabowo
ihh serem
Yaayaaa🌸
seruu seruuu👻👻
Yaayaaa🌸
waduuhhh seru banget iniihhh
Yaayaaa🌸
bener2 mimpi yg membingungkan
Yaayaaa🌸
wahhh makin seruuuu,teka tekinyaa bikin penasaran bngettt🤩
Yaayaaa🌸
jantungku terasa mau keluar bacanyaa
Yaayaaa🌸
asikk bnget bacaanya,dag dig dug serr dibuat sm othorr wkwkw
Yaayaaa🌸
pertama baca langsung kerasa vibes horornyaaahhh pemirsahh 👻👻
Yaayaaa🌸
mampirr
arfan
jos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!