Kenzifa Hendrawan, Anak dari pengusaha kaya raya Bryan Hendrawan.
Alfin Danendra, Pengusaha muda kaya raya yang sedang naik daun.
Nasib sial menimpa Zifa yang terjebak dikamar hotel bersama mantan kekasih sekaligus cinta pertama yang sangat dibencinya.
Al sosok pemuda tampan yang selalu saja berusaha mengejar cinta seorang gadis yang merupakan sang mantan kekasih yang sudah terlanjur membencinya karna kesalahpahaman dalam hubungan mereka.
"Aku sangat membencimu Alfin Danendra" Teriak Zifa menggelengar memenuhi kamar kedap suara itu.
"Kau harus menjadi milikku!, tidak ada seorangpun yang bisa dan boleh memilikimu selain aku!" Tegas Al pada gadis didepannya.
"Ya tuhan cobaan apalagi ini" Gumam Al menatap secarik kertas hasil pemeriksaannya.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka, pantau terus Cinta Nona Arogan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Kelam
"Kak Zio!" Teriak Zifa spontan saat melihat sang kaka memukul Al dengan keras.
"Kau mau membela si brensekk ini?!" geram Zio.
Zifa hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus menetes.
"Ayo kita ke kamar mandi dulu untuk memakai pakaianmu" ajak mama Mia pada sang putri.
Zifa pun berjalan ke kamar mandi dituntun mama Mia dengan selimut ia lilitkan untuk menutupi tubuh polosnya.
Wajah Zio tambah memerah melihat bercak darah diatas ranjang itu.
Namun tangan papa Bryan lebih dulu mencegah tangan Zio yang siap akan memukul Al untuk kesekian kalinya.
Beberapa menit kemudian Zifa sudah keluar dengan pakaian lengkap tak lupa dengan wajah sembamnya.
"Kak Zio" panggilnya lirih pada sang kakak.
Tatapan Zio berubah teduh melihat keadaan menyedihkan sang adik.
"Kemari" suara lembut Zio keluar.
Ia langsung membawa sang adik kedekapan hangatnya.
"Tenanglah, kita akan mencari solusinya sama sama okey" Zio menenagkan sang adik yang sudah terisak dalam dekapannya.
"Kau sudah kuberi kepercayaan tapi kau malah melanggarnya" kini papa Bryan angkat bicara.
Ia menatap tajam pada pria yang begitu ia percaya untuk menjaga putrinya. Bahkan ia sudah memberinya berkali kali kesempatan pada pria itu untuk mendapatkan hati sang putri.
Bughh
Satu pukulan tepat mengenai perut Al hingga mulutnya mengeluarkan darah dan beberapa saat kemudian pria itu sudah terkapar tak sadarkan diri dengan badan bersimbah darah.
"Urus dia, jangan sampai dia mati" titah papa Bryan pada anak buahnya yang baru saja masuk.
Papa Bryan langsung mengambil sang putri dari pelukan sang putra.
"Papa, Zifa harus bagaimana pa" tangis gadis itu pecah dipelukan sang papa.
"Tenanglah, papa akan mencari solusi terbaik untukmu" papa Bryan menciumi puncak kepala sang anak gadisnya.
"Zio, gendong adikmu dan bawa ke mobil" titahnya pada sang putra.
Zio segera menggendong adiknya ala brydal style sedangkan papa Bryan merengkuh tubuh sang istri yang masih syok dengan semuanya.
Setelah sampai dimansion utama, Zio merebahkan sang adik di kamar milik sang adik.
Ia mengusap air mata yang masih terus saja mengalir dari wajah adik kesayangannya itu.
Amarah masih menyelimuti dirinya. Batinnya terasa sakit melihat keadaan sang adik yang sangat menyedihkan seperti ini.
"Istirahatkan, kakak dan papa pasti akan memberikan solusi yang terbaik untukmu" Zio mengusap kening sang adik.
"Tapi aku takut kak" cicit gadis itu.
"Apa yang kau takutkan?"
"Bagaimana jika teman temanku tau, dan satu lagi,,," Zifa menghentikan ucapannya.
"Apa? Katakan saja"
"Bagaimana kalau aku hamil kak" cicit gadis itu.
"Apa kau tak mengingat apapun tentang kejadian semalam?" Tanya Zio sekali lagi.
Zifa menggeleng
"Aku tidak ingat sama sekali kak" tangis gadis itu kembali luruh.
" Ya sudah, jangan pikirkan. Istirahatlah dahulu"
"Peluk kak" rengek gadis itu.
Zio ikut merebahkan tubuhnya disamping sang adik dan memeluk tubuh mungil itu.
"Kenapa nasib buruk malah menimpa adikku" gumam Zio sambil menciumi puncak kepala sang adik.
Pikirannya melayang memikirkan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya kali ini hingga matanya ikut memberat menyusul sang adik ke alam mimpi.
1 jam kemudian,
Ceklekk
Pintu kamar dibuka oleh papa Bryan yang diikuti mama Mia dibelakangnya.
"Zio, bangun nak" mama Mia menggoyangkan lengan sang putra.
jangan lupa Like, dan komen sebanyak banyaknya biar author tambah semangat😘
yg aku penasaran knp rio gk bisa mncintai kay,,ada apakah dg rio 🤔🤔
wanita mana coba yg ģk akan kecewa sedih dn marah pastinya juga berujung pasrah krn harapan² nya udah patah 😭😭🤫
kok ceritanya hampir mirip toh dari beberapa judul,,judulny juga mirip sih 🤭🤭🤣🤣🤣🤣