NovelToon NovelToon
Tempat Terakhir

Tempat Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Della camilla

Pernikahan seorang wanita bernama Adila Dilara dengan sahabat kakaknya. Pada awalnya pinangan itu ditolak mentah-mentah oleh Adila, karena Adila mengalami trauma. Trauma apa yang dialaminya?

Lalu mampukah Adila menjalankan komitmen pernikahan dengan pria itu?

Apa yang membuat Adila secara tiba tiba menerima pinangan yang berakhir menyedihkan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della camilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta

Zulfikar datang kehadapan nyonya rumah yaitu Indira, yup... itu nama mama dari Fano dan Adila.

"Tante, tiap hari ya kaya gini? nyiram bunga ngerapihin halaman, masak dan ngurusin mereka berdua?" Zulfikar sedang mencoba menjalin komunikasi dengan Indira yang memang selama ini dekat dengannya.

"Iya Fikar, tante suka sekali dengan mawar, tapi gak semua tante kerjain sendiri, kalau Dila libur juga semua yang kerjain dia." Jelas Indira yang sedang membuat bonsai.

"Tan, sebenernya Adila itu siapa sih? dia sepupu atau adik kandung Fano sih? kok aku selama kenal Fano gak tau kalau dia punya adik?"

" Adik kandung Fikar... tante yang lahirin dia 20 tahun lalu. Kalo kamu gak pernah liat dia ya iya lah, selama ini dia tinggal di Holland bersama nenek dan juga papanya, dan baru 5 tahun tinggal di Indonesia, lagian juga 3 tahun terakhir kamu kan tinggal di Australi sama mami, papi kamu." Indira menjelaskan secara rinci.

"Maaf ya tan waktu om meninggal Fikar gak bisa hadir, karena Fikar juga bantu papi yang perusahaannya lagi koleps." Zulfikar meminta maaf dan turut berduka.

"iya, gak papa, orang om juga pasti dapat doa dari kamu kan, dengan begitu om juga akan lebih senang. Oh ya kabar mami mu bagai mana, tante dengar papi mu..." Zulfikar tersenyum saat Indira berhenti melanjutkan perkataan.

"Iya tante, mami resmi bercerai bulan lalu, sekarang harta gonogini nya 60 persen ada ditangan Fikar, karena mami gak mau terima, lagi semua juga salah papi, dia gak bisa amanah dan kesetiaan." Indira mengelus bahu Zulfikar, sekedar untuk menguatkan.

"Sabar ya sayang semoga ini yang terbaik buat keluarga kalian."

" untungnya aku udah bisa mandiri, jadi pisikologi ku gak terganggu, tapi Rasya, dia masih SMA tante, kasian jika ditempatkan di dua tempat berbeda, apalagi papi sudah menikah lagi dan istrinya sedang hamil."

"Zulfikar, sekarang kamu imam adik dan mami mu, kamu harus lebih tangguh dan bertanggung jawab, ingat sayang agama mu setau tante sangat memadai, jadi kamu hanya perlu berserah dan berusaha nak." Indira sedang mencoba membuat Zulfikar tenang. Kepergiannya ke Indonesia, tak terkecuali tentang masalah itu.

"Tan, tante gak pengen punya mantu?" tanya Zulfikar yang membantu menuang pupuk pada bunga pohon jeruk baby. "Fikar, Fikar. Kalau ditanya mau ya... mau dong siapa yang nolak, tapi ya kamu tau sendiri, Fano sudah matang dan mapan, tapi dia belum bisa moveon dari Maharani. Sedangkan Adila, dia sepertinya mengunci hati dan enggan untuk berintraksi dengan lelaki mana pun, kamu tau sendiri kan tadi dia seperti apa saat dimeja makan."

" Maksud tante? bukannya dia sudah punya teman pria ya tan?" Selidik Zulfikar mengingat pembicaraan Adila.

"Siapa? Alan? hahaha, Alan itu samsaknya Adila kalau tekwondo, kamu tau kenapa Adila bawa botol minum dan kotak makan?" Zulfikar hanya menggeleng menerka.

"Itu karena ada kamu, dia gak akan mau makan satu meja dengan pria yang bukan anggota keluarga kecuali Dila sudah mengenalnya lama." Indira terus menerangkan semuanya pada Zulfikar.

"Tante, boleh Fikar minta sesuatu dari tante?" Indira menatap Zulfikar,

"Apa? jika Tante bisa pasti akan Tante berikan."

" Saya minta tante mengizinkan saya untuk mengkhitbah Adila."

"Masyaallah, Fikar kamu serius? baru tadi kamu melihat dia, kamu gak main-main kan nak?"

"Inshaallah, tante Fikar serius."

"Fikar, tante sangat senang sekali tapi kamu harus memintanya langsung pada walinya saat ini, dan mengutarakannya langsung pada Adila."

"Baik tante, Fikar akan minta mami datang berkunjung."

Zulfikar meminta pada maminya untuk segera datang menemui Adila, karena dia tau Adila pasti menolak jika dia mengutarakannya langsung.

1
Adeyan Simamaora
cantik
mizuki
ini cerita apa sih...suami istri kok kaku banget, gak segitunya juga kali😕😕
Winarni Soekarno
kok kaku bgt yaa..usah suami istri masih pake "saya"
Winarni Soekarno
hehee..kalo nga halangan bisa dooong🤭🤭🤭🧕
Winarni Soekarno
🥰🥰🥰
Winarni Soekarno
wiih.. gentle bgt yaa babang Zul
Winarni Soekarno
ibu cantik 🥰🥰🥰🧕
Un: 𝚘𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕
total 2 replies
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dilla
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dila
Meilia Ra
huhhhhh gr banget lo dila
Meilia Ra
sholeha apanya nolak seseorang spt itu huhhh g pnya tatakrama baik smaa sekali
Meilia Ra
sombong ama si dila nolak spt itu huhhh percuma pake jilbab geh
Gustoe Doel
aku cantik
Nila Nila
ah Thor kenapa harus ada kematian
Wina wiwin
Novel....yang sedikit konflik, apik penataanya....adem rasanya....terima kasih author
Novianty Sugeng
Sdh punya anak masih aja panggil saya diganti dongThoor ga enak baca nya, kesannya kaku banget
Novianty Sugeng
Masyaallah jika para suami semua seperti ini betapa bahagia nya kehidupan berumah tangga 🤗🤗
Novita Ningrum
kok sad ending x thor,
gak suka sama aroma bombay yg kuat😭
Hafista
aduh thor knp sih adila meninggal aku sedih bgt thor, kasihan zul thor tak ada pendapingnya lg, kshan bgt klrg yg harmonis hrs terpisah oleh kematian,😭😭😭
Violet
cara menolak y terkesan kasar ga sopan cara bicara y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!