NovelToon NovelToon
kesalahan satu malam

kesalahan satu malam

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:660.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: ai laelasari

Hidup seorang gadis bernama Hanin terpaksa terikat dengan pria yang merenggut kehormatannya, Setelah di satukan dengan pernikahan kontrak hidup Hanin penuh penderitaan

Namun semua itu harus dia tahan demi menyekolahkan adiknya, Karena sikap Tristan yang begitu keterlaluan membuat Hanin beberapa kali mencoba kabur meskipun selalu bisa kembali di temukan

Hidup mereka Damai hingga anak dan anak angkatnya tumbuh dewasa, namun setelah kebeneran tentang masa lalu anak angkatnya terungkap (Olivia) anak kandungnya (Kenzo) kembali mengulang sejarah lama ayah dan ibunya juga karena dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kurcaci

Hanin baru saja membuka matanya dia menatap sekeliling merasa asing dengan kamar yang ia tiduri, Hanin memeriksa tubuhnya dan bagian bawahnya tidak ada yang terjadi sepertinya Hanya terasa ngilu di bagian dadanya

"Sudah bangun? " Tristan baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk

Tubuh yang atletis dengan otot menonjol disana sini Hanin tercengang melihat pemandangan di hadapannya apa lagi tetesan air di tubuhnya menambah kesan seksi

'Aku tidak melihat dengan jelas tubuh ini sebelumnya' batin Hanin

Dia menggeleng dengan cepat kenapa otaknya jadi semesum ini dia tidak menyadari saat Tristan sudah ada di hadapannya

"Aaaaaaaaaa" pekik Hanin melihat Tristan bertolak pinggang di hadapannya

"Kenapa kau berteriak" tanya Tristan

"Aku terkejut" lirih Hanin

"Bisa Pakaikan aku pakaian nona? " goda Tristan

"Dasar gila" Hanin bangun dari duduknya mundur menjauhi Tristan

"Ayolah sayang Pakaikan aku ini" Tristan menenteng celana d***mnya

"Tidak" Hanin mundur selangkah demi selangkah menuju pintu

"Jangan bantah atasanmu nanti gaji mu aku potong " Tristan malah sengaja mendekat perlahan menakut-nakuti Hanin

"Ini bukan di kantor jangan macam macam atau aku hancurkan kantong menyanmu" gertak Hanin

"Aku tidak yakin kau berani menyentuhnya" Tristan semakin dekat dengan Hanin yang mengotak atik pintu karena terkunci

"Oohh sial" umpatnya

"Pakaikan atau aku yang melepaskan punyamu? " Tristan menyeringai membuat Hanin panik keringat dingin membasahi tubuhnya yang gemetar

"Jangan mendekat atau aku akan... "

"Akan apa nona? " Tristan menarik pinggang Hanin memepetkan tubuhnya

Dada Hanin tertekan dada Tristan membuatnya kembali menyembul dari atas, Tristan menatap bulatan itu hingga sulit untuknya menelan salivanya sendiri

"Apa yang kau lihat" bentak Hanin mengikuti arah pandang Tristan

"Dasar cabul" Hanin dengan susah menutup wajah Tristan yang tinggi

"Dasar kurcaci" hardik Tristan menangkap tangan Hanin dan mengarahkan ke bawahnya

"Bukannya kau ingin menghancurkannya? " goda Tristan saat Hanin menarik tangannya

"Bajingan aku mau pulang" teriak Hanin sesaat kemudian wanita itu melorot di lantai menangis tersedu sedu

Tristan yang memang ingin membuat Hanin tersiksa pada awalnya sekarang malah merasa iba dengan Hanin sesaat kemudian kesadarannya kembali

"Bangun bangun jangan cengeng " Tristan menendang pelan kaki Hanin

"Aku akan adukan ini pada tuan janu" ucapnya sambil terisak

"Dasar tukang ngadu" ucap Tristan lalu pergi ke berganti baju

"Huh kenapa aku tidak menyebut nama tuan janu saja tadi"

Terdengar nada ponsel dirinya berdering dia mencari asal suara ternyata suaranya ada di laci samping ranjang dia membuka lacinya mengambil handphone melihat nama adiknya tertera di layar handphone

"Hallo dek" sesaat kemudian Hanin menjauhkan teleponnya karena adiknya berteriak tidak berhenti bicara karena menghawatirkannya

"Maaf dek kakak menginap di rumah teman kakak"

"Kenapa tidak bilang dari kemarin? "

"Kakak lupa" ucap Hanin dengan kekehan

"Sama adik sendiri saja lupa? kau anggap aku apa? dompet? " pekiknya

"Maaf sayang nanti mau aku bawakan apa jangan marah marah dong"

"Bawakan aku spagetti carbonara, sudah aku mau sekolah"

"Baiklah sayang spagetti carbonara, hati hati ingat jangan nakal"

Tristan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Hanin hanya ujungnya saja

"Sayang? itu pacarnya kah? gaya bicaranya menjijikkan" gumam Tristan

"Cepat mandi kita harus ke kantor" Tristan melemparkan handuk ke wajah Hanin

"Aku tidak punya baju ganti" lirih Hanin

"Mandi dulu saja aku akan menyuruh seseorang membawanya nanti"

Tanpa curiga Hanin menyelesaikan ritual mandinya hingga selesai pintu kamar mandi terbuka sedikit Hanin menyembulkan kepalanya melihat keadaan luar Tristan tidak ada di kamar dia segera keluar

"Astaga bajunya belum ada" Hanin menepuk keningnya dia hanya menggunakan handuk minim

Tiba tiba Tristan datang dari belakang Hanin dia mengamati lekuk tubuh Hanin yang hanya menggunakan handuk, dia mendekati Hanin dan menyusuri bahu dan lengan Hanin spontan Hanin menjerit ketakutan

"Hanya ada sabun aku membuangnya" Hanin melirik lengannya yang memang benar masih ada sisa sabun disana

"Cepat ganti pakaianmu" Tristan memberikan paper bag di tangannya

Hanin masuk ke ruang ganti dan memakai baju hingga dalaman yang di belikan Tristan

"Kenapa dia bisa tau semua ukuran bajuku bahkan dengan ********** " gumam Hanin

Yang di luar menghitung memperkirakan sebentar lagi Hanin akan menjerit

1

2

3

"Aaaaaaaaaa" ternyata benar saja Hanin menjerit sekeras-kerasnya

"Kau.. kau dasar mesum kurang ajar" Hanin memukuli Tristan yang tertawa ngakak menutupi kepala dengan tangannya..

"Bagaimana bisa kau tau ukuran semua pakaianku? " Hanin masih memukuli Tristan

"Ukuranmu lumayan besar untuk tubuh sekecil ini" Tristan menangkap tangan Hanin dan menahan dengan satu tangannya

"Da.. dari mana kau tau? " Hanin gugup saat Tristan berdiri di hadapannya menahan pergerakan tangannya di bawah

"Semalam aku mengukurnya" Tristan memeragakan dengan tangannya membuat Hanin terkejut

"Jadi.. jadi bukan aku yang salah mengancingkan cardiganku tapi kau yang? " Hanin dengan wajah bodohnya menatap Tristan yang mengangguk seraya mengedipkan mata

'Pantas aku merasa ngilu dasar bajingan' batin Hanin

"Bisakah kita berangkat sekarang? " ucap Hanin saat bibir Tristan sedikit lagi mengenai bibir Hanin

"Bermain sebentar sayang" Tristan memajukan wajahnya tapi Hanin mundur

"Aku akan benar benar mengadukan ini pada tuan janu" ucap Hanin dengan tatapan datar

"Baiklah si tua Janu itu cukup menyulitkanku" Tristan meraih kunci mobil dan membuka pintu apartemen

Setelah pintu terbuka Hanin dan Tristan baru saja menutup pintu, saat Tristan berbalik ke arah Hanin Hanin menendang angry bird milik Tristan hingga dia meringis kesakitan

"Itu pembalasan karena kau berani menyentuhku semalam" dengan secepat kilat Hanin berlari meninggalkan Tristan

.

.

Di tempat lain Janu sedang berada di kantor dia mendapatkan informasi bahwa Tristan membawa Hanin dalam kondisi pingsan semalam maka dari itu dia langsung menuju kantor Tristan untuk menyidang anak tertuanya itu

"Tristan" Suara beratnya memenuhi ruangan Tristan

"Bisakah ayah tidak teriak teriak? " Tristan menatap malas pada ayahnya

"Nikahi Hanin" perkataan Janu membuat Tristan shok

"Apa? kau bilang apa? " Tristan memastikan bahwa dia tidak salah dengar

"Aku sudah Memikirkannya, aku akan memberi hak waris padamu ketika kau dan Hanin sudah memiliki anak" ucap Janu

"Ayah.. omong kosong apa yang ayah bicarakan? aku tidak mencintainya ayah"

"Kau yang bicara omong kosong, kau tidak mencintainya tapi kau selalu mengambil keuntungan darinya, sebegitu BAJINGANNYA kah dirimu Tristan? "

"Jika ayah tau sebenarnya dia yang mem.... " ucapan Tristan terhenti

"Cukup Tristan apapun yang akan kau katakan sebaiknya kau telan kembali, aku sudah bulat nikahi dia beri aku cucu darinya maka hak warisanmu akan aku berikan, sebelum kau belum memberi Hanin anak aku akan mencabut semua fasilitas dan kau akan di gaji seperti karyawan, pikirkan baik baik" ucap Janu lalu pergi

"Semua gara gara si kurcaci sialan itu" gerutu Tristan

1
Maria Magdalena
Lumayan
Maria Magdalena
Buruk
Shifa Burhan
kenapa novel sangat beda ya memperlakukan pelakor dan pebinor

pelakor akan dibuat menjijikan, murahan, tidak ada baik2 sama sekali, dilaknat, dihinakan, dipermalukan, dan akhirnya dibinasakan, tidak maaf dan ampun

pebinor akan dispesialkan melebihi pemeran utama pria, cinta akan dianggap tulus, semua perbuatannya dibenarkan, kalaupun salah akan semudah dimaafkan, tidak boleh terlalu disakiti, perasaan dijaga dan kejahatan nya akan dibela karena cinta

novelis nya wanita, pelakor wanita

begitu wanita (karena sudut pandang author terfokus pada pemeran utama wanita) jadi wanita lain yang suka suami akan dilaknat dan dibinasakan tapi semua lelaki lain yang suka pada nya akan dihargai perasannya, akan kebaperan dengan kebaikan pria lain dan selalu mecoba mengerti perasaan pria lain itu, tidak boleh dibinasakan dan disakiti

kalau kalian novelis sejati kalian pasti akan melaknat pelakor dan pebinor sama porsinya

kalau kalian novelis sejati, jika kalian beri lelaki lain yang baik pada sang istri kalian juga harus berjiwa besar memberi wanita lain yang baik pada sang suami

baru jadi novel adil
Ai laelasari: maafkan pikiranku yang dangkal☺️
total 1 replies
ready
good Story 👍
isrofah isrofah
q suka ceritany..tp belum puas dngn ceritany kk sudah tamat
Nur Suci Aeni
Rai dan Olivia Kaka adik
Ai laelasari: Kakak adik angkat
total 1 replies
Nur Suci Aeni
cerita nya menguras emosi sedih banget 😢😢😢😢😢
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Defi
bagus dan muantap
Ai laelasari: Terima kasih sudah menyukai karya author, jangan lupa like komen dan vote juga dukungan lainnya 😍😍😍
total 1 replies
Aan Komalasari
bagus
Lisna
Bagus
Enci Rahayu
ini blm up apa udh end, nanggung bgt😭
Ai laelasari: belum up kakak, di tunggu up selanjutnya
total 1 replies
Tirto Utomo
Ceritanya menarik dan menggemaskan
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen Vote dan bunganya ya 😍😍🥰
total 1 replies
。.。:∞♡*♥
semangat kak othor,, baru mau baca
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca

jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rini Haryati
lsnjut
Ai laelasari
😍😍😍❤❤
ready
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
ready
makin cape sekarang malah amnesia
Ai laelasari
jangan lupa sajen ya ❤❤
ready
jejak 👣
Rini Haryati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!