NovelToon NovelToon
Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi Urban / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Petualangan / Cinta Beda Dunia / Mata Batin / Action / Tamat
Popularitas:379.7k
Nilai: 5
Nama Author: meidina

Rafasya tak mengira jika kelebihannya membuatnya harus kehilangan orang-orang yang di cintainya.

Rafa dan Raka akan berjuang demi cinta mereka, meski harus menghadapi semua tantangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berkunjung dan maaf.

Rafa akan pergi saat Della menarik Laras dan membantingnya dengan keras di depannya.

"Allahuakbar, bikin kaget kalian mah," kesal Rafa.

"dia gadis bodoh, jelas-jelas sudah jadi hantu malah gila saat lihat pria tadi pulang bareng gadis lain," omel Della sambil mengibaskan rambutnya.

"woles Tante Kun, tapi aku penasaran kamu kenapa belum bisa menyebrang atau memang ada urusan yang belum selesai," kata Rafa terhenti.

tiba-tiba Rafa melihat sebuah gambaran hari naas dari Laras.

Rafa berada di sebuah taman yang cukup sepi, dia melihat Laras yang membawa kue sambil menunggu seseorang.

Laras tersenyum dengan bahagia, tapi tiba-tiba lima orang pria berpakaian hitam menangkapnya.

kemudian Laras di bius dan di bawa baik kedalam mobil, tiba-tiba Rafa sudah berpindah ke sebuah ruangan yang begitu kotor dan cukup lembab.

disana dia melihat tubuh Laras sudah setengah tel*nj*Ng, dan gadis itu belum sadar.

Rafa ingin membantunya, tapi saat dia ingin menarik pria-pria itu, dia tak bisa menyentuhnya.

bahkan Rafa hanya bisa melihat bagaimana mereka menggilir Laras dan menyiksanya.

hingga akhirnya seseorang datang dari kegelapan dan tertawa, kemudian dia memotong leher Laras dan menampung darah Laras.

"gadis pintar," kata seorang dari balik topeng.

tiba-tiba tubuh Rafa terlempar cukup keras hingga mimisan, Della pun menahan tubuh Rafa.

tapi sayangnya malah Della sekarang merasuki tubuh Rafa, "ih... kok malah masuk sih, kan kesel, tapi gak papa deh aku bawa pulang aja," kata Rafa yang tertawa seperti perempuan.

"mari pak Rafa," sapa Bu Lilik sopan.

"guru centil, aku gak suka," kata Rafa sambil membenarkan rambutnya kebelakang.

Bu Lilik melongo melihat Rafa yang seperti orang lain bahkan Rafa begitu kemayu saat ini.

Della membawa tubuh Rafa menaiki motor matic milik pria itu, tapi saat di rumah tiba-tiba Della keluar begitu saja dari tubuh Rafa.

"huh... dasar ular nyebelin," kesal Della yang menghilang begitu saja.

"Miss Kun tunggu," kata Laras yang juga pergi mengikuti Della karena takut dengan Sesnag.

"loh ini anak kenapa pingsan di sini sih," kata Mak nur menemukan tubuh Rafa tergeletak begitu saja.

Mak nur pun menepuk pipi Rafa pelan, tiba-tiba Rafa muntah darah yang cukup banyak.

"kamu kenapa le," kaget Mak nur.

"maaf eyang, dada Rafa sakit," jawab Rafa berusaha bangun.

Sesnag mendekat dan melingkar di tangan Rafa berubah jadi gelang, Rafa tak bisa menolaknya.

karena saat ini tubuhnya begitu lemas, Mak nur pun meminta bantuan seseorang untuk memapah Rafa.

saat sampai di dalam kamar Rafa langsung membaca doa-doa dan merapalkan beberapa mantra untuk menguatkan tubuhnya.

Mak nur datang dengan air rendaman kelor, kemudian Rafa meminumnya dengan segera.

tak lama Rafa memuntahkan gumpalan darah bercampur silet dan paku.

"kami kenapa nak?" kata Mak nur khawatir.

"tidak apa-apa eyang, ini hanya efek dari Rafa yang melihat penyakit seseorang, yang ternyata di buat oleh seseorang," jawab Rafa.

"jangan seperti ini le, eyang gak bisa kehilangan mu, apalagi setelah ibu dan ayahmu," kata Mak nur.

"iya eyang, Rafa janji pada eyang kalau ini terakhir kalinya," jawab Rafa.

Rafa pun beristirahat, Mak nur menyingkirkan bukti-bukti itu, pasalnya dia tak ingin Adri marah.

Rania datang ke kamar Rafa, dan menyentuh dahi pria itu, kemudian tidur di sebelahnya.

dalam mimpinya Rafa merasa sedang tidur di peluk Akira, Rafa bahkan menangis di pelukan bundanya itu.

"maafkan Rafa bunda, ini semua salah Rafa ...."

"tidak nak, ini sudah takdir Allah,jika bukan dari kejadian kalian, mungkin dengan kejadian yang lain, sekarang kamu harus kuat untuk menjaga Raka dan Raina," kata Akira mencium kening Rafa.

Rafa terbangun dan melihat Raina di sampingnya, Rafa pun memeluk adiknya itu.

"maafkan Abang ya dek, karena Abang kamu jadi yatim piatu di usiaku.." lirih Rafa.

pukul tiga sore, Raka dan Adri baru pulang, dan mereka melihat Rafa yang sedang tidur bersama Rania.

"dia kenapa Bu?" tanya Adri.

"sedang rindu bundanya, sudah biarin, kalian mandi dulu," kata Mak nur.

Raka malah masuk ke kamar Rafa dan ikut bergabung memeluk keduanya.

"aku kangen kalian," kata Raka.

"najis..." kata Rafa yang langsung terbangun dari tidurnya.

Raka tak perduli, dia tetap tidur sambil memeluk Rania, "sudah kalian berdua cepat mandi dan segera ke makam orang tua kalian," pesan Adri yang mengendong Rania.

"idih om Adri mah, suka begitu posesif dengan Rania sih," kesal Raka.

Adri melotot dan berhasil membuat dua pria itu kocar-kacir, Adri sekarang menjadi pengganti orang tua untuk ketiga keponakannya.

apalagi Vian dulu begitu baik, meski dia sempat begitu jahat pada keluarganya.

setelah mandi, keduanya menuju ke daerah Tembelang, untuk ziarah ke makan kedua orang tuanya.

sat sampai di makan, Rafa dan Raka begitu merasa sedih, tapi mereka menguatkan diri.

saat akan sampai di makam, mereka berpapasan dengan Aira dan Alfin, Aira langsung pergi saat melihat kedua adiknya.

"mbak Aira tak merindukan kami," kata Rafa.

"mbak kami tau kami salah, tapi hukuman mbak begitu berat, bahkan mbak tak ingin melihat wajah kami," kata Raka berbalik melihat sosok Aira berhenti dan terdengar terisak.

Rafa tak bisa lagi di diamkan oleh kakak perempuannya itu, Rafa mengambil sebuah batu bata.

kemudian memberikan ke tangan Aira, "bunuh aku mbak, jika itu bisa mengurangi rasa bersalah ku, dan mengurangi kesedihan mbak Aira," kata Rafa yang berlutut di depan Aira.

Aira sudah mengangkat batu bata itu dan siap memukul Rafa, tapi dia kembali teringat bagaimana dia dulu begitu menyayangi Rafa dan Raka.

Aira pun ikut terjatuh dan menangis di depan Rafa, "maafkan aku, aku hanya begitu sedih saat kehilangan mereka, aku bahkan tak sadar telah melukai kalian berdua begitu dalam," kata Aira.

Raka dan Rafa langsung memeluk Aira bersamaan, ketiganya pun menangis bersama.

semua orang yang menyaksikan pun ikut terharu melihatnya, pasalnya ikatan yang hancur kini mulai terjalin kembali.

"lihatlah bunda, ayah, mereka sudah saling memaafkan, dan semoga kalian bahagia menyaksikan ini sekarang," gumam Alfin.

1
diara
terimakasih banyak atas karya mu author aku suka ...
Chercher
suka sama wulan
🌸💫Dhaniatree🔥🌻
ng jember jenenge amben
Chercher
rajin doa, tapi sama calon istri udah cium tangan. belum muhrim
Chercher
Rafa sembuh yuuk
Chercher
cerita sebelumnya judulnya apa ya??
RS
Luar biasa
Momz Zahira
sedihh jd teringat sma alamarhum ibu aqu 😭😭
Momz Zahira
sedih bngt ampe terharu ini 😭😭
Ririn Saftaliana
semangat kk, aq tunggu karya2 mu yg bru
Ririn Saftaliana
typonya banyak thor, tetap semangat...
GALAXY GAMING
dr awal novel thor, selalu aja orang terdekat yg mengkhianati, sedih aku apa y memang begitu, gak bisa y aman tentrem aja gitu
GALAXY GAMING
kalau berdasarkan novel yg sebelumnya, itu raka juga ada khodam harinau juga warnanya hitam, kl Rafa warna putih ko ini semua sekarang jadi punya rafa, aku agak belibet sama alur deh
GALAXY GAMING
karakternya ko beda, antara rafa dan raka kyk k tuker gitu,
arfan
up
Anonim
Eh Rania lu jdi anak angkat gk tau diri bngt udh di mskkin malah gk mw lebih baik lh pergi sna
Anonim
Jelaslah Rania kan anak angkat Adri bkn anak kandung jdi ya Adri blm nikah psti
Anonim
Dsr Rania anak angkat bkin nyusahin
Mulya Cahaya
Raka sama wulan
Zay Zay
ach babang raka aq kan jd ikut malu.😊😊😊😊☺☺☺☺☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!