Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kharon I
Hallo semua, aurthor kan udah lanjutin karya ini lagi nih. Jadi aurthor harap readers sekalian bisa membantu aurthor membangkitkan semangat lagi yah,, aurthor sangat membutuhkan dukungan kalian.
Jangan Lupa Vote, Like dan juga Komentar ya , aku sangat membutuhkan dukungan kalian.
Selamat membaca😉....
***
Cklekkk...
Xiang Huo dan Qwin Zie langsung menoleh ke arah Ming yang baru masuk,
"Cieee nungguin ya? hehhee. Maaf lama" ucap Ming cengengesan,
"Ya ya ya, cepat ceritakan apa yang kau dengar dari mereka?" sahut Qwin Zie
Ming pun duduk di sebelah Xiang Huo dan berhadapan dengan Qwin Zie yang memang duduk di kursi.
"Hmm. Jadi begini, bla bla bla" ucap Ming menceritakan panjang kali lebar.
Xiang Huo dan Qwin Zie hanya manggut manggut saja mendengar penjelasan Ming, namun ada sesuatu yang tersirat di dalam pikiran Xiang Huo,
"Kalau korban tersebut dimangsa lalu menghilang tiba-tiba, hmm. makhluk apa sebenarnya!" benak Xiang Huo
"Aku pernah mendengar makhluk yang seperti itu," ucap Qwin Zie yang membuat kedua muridnya menoleh ke arahnya.
"Memangnya makhluk seperti apa itu guru?" tanya Ming
"Dulu guruku pernah bercerita bahwa ada siluman yang mempunyai kekuatan untuk menghisap roh dan juga fisiknya, makhluk itu di sebut Kharon ." jelasnya
"Aku baru pertama kali mendengar makhluk itu, sepertinya ini sedikit rumit" ucap Xiang Huo
"Aku jugabaru pertama kali mendengarnya," ucap Ming
"Tapi ada satu masalah yang akan membuat kita sulit menghadapinya" ucap Qwin Zie sambil menghembuskan nafas dengan kasar.
"Apa itu?" ucap Ming yang terlihat antusias.
"Guruku tidak pernah bercerita apa kelemahannya," ucapnya
Xiang Huo dan Ming pun hanya berdesis mendengar tuturan gurunya tersebut,
"Lalu bagaimana kita bisa mengalahkannya? jika kita tidak tahu kelemahananya, bisa saja kita telah di telannya sebelum melakukan perlawanan," ucap Ming
"Kemungkinan ada cara lain yang bisa kita lakukan." ucap Xiang Huo
"Memangnya apa rencanamu?" tanya Qwin Zie
"Kita harus mencoba menemuinya, dan kita lihat dengan teliti, apa yang menjadi kelemahannya. Namun kita juga memiliki resiko yang tinggi, karena makhluk seperti itu tentu tidak memiki jalan fikiran maka ia hanya akan menyerang dan terus menyerang tanpa adanya diskusi" jelas Xiang Huo
Qwin Zie dan Ming hanya manggut manggut saja mendengar penjelasannya. Tapi menurut mereka apa yang dikatakan Xiang Huo memang cukup masuk akal.
Tiba-tiba Xiang Huo menyeringai, tentu saja itu terlihat aneh dihadapan Qwin Zie dan Ming.
"Aku tau caranya, tapi aku tak bisa memberitahukan kepada guru dan juga kakak" ucapnya.
"Benarkah??" ucap Ming antusias dengan mata yang berbinar-binar.
"Ya, tapi aku masih belum yakin sepenuhnya" ucapnya.
Qwin Zie hanya melongo dibuatnya,
Bagaimana bisa ia bilang bahwa ia tau caranya, tetapi ia tidak yakin dengan sepenuhnya? kan aneh, ada-ada saja pikirnya.
"Ya sudah, hari sudah mulai petang, lebih baik kita mengistirahatkan diri dulu sebelum malam tiba." ucap Qwin Zie
"Baim guru," ucap kedua muridnya.
***
Malam pun tiba, dimana waktunya mereka bertiga harus mempersiapkan diri untuk melawan makhluk yang tidak biasa.
Sebelum mereka keluar dari penginapan, mereka telah di suguhkan dengan makanan dan juga minuman. Tentu saja itu gratis, kan ada maunya ckk..
Setelah selesai menikmati hidangan yang telah di berikan penduduk, mereka pun pamit untuk keluar.
"Sebelum kami tiba, jangan pernah keluar dari tempat ini, jika kalian mendengar seperti suara binatang atau suara-suara aneh jangan sesekali kalian membukakan pintu, dan sling berjaga-jagalah.Kami sudah memberikan pelindung pada tempat ini jadi kalian tenang saja selagi tidak melewati batas pelindung kami." ucap Qwin Zie memperingati
"Baik tuan" ucap Jinyu selaku kepala desa tersebut.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit. Berdoalah agar kami berhasil" ucapnya lagi.
"Ya, kami akan berdoa untuk keberhasilan kalian" ucap penduduk serempak
Qwin Zie hanya tersenyum tipis, dan mereka bertiga pun berlalu meninggalkan tempat tersebut.