NovelToon NovelToon
Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: putri sulis

Cerita tentang perjuangan gadis yang bernama Arini seorang Guru paud di ibu kota jauh dari keluarga dikampung.
Tapi kehidupannya seketika berubah ketika Umi Salamah memintanya untuk menikah dengan putranya yang bernama Muhammad Rifa'i. Tapi laki - laki itu masih menanti kekasihnya yang mengejar mimpinya dan telah 5 tahun meninggalkan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri sulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Kenyamanan dari istri

Sekarang Arini dan Fa'i menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia, Fa'i telah benar - benar mencintai istrinya itu.

Tapi sekalipun Fa'i tak menyatakan perasaannya pada Arini. Baginya sikap dan tindakannya untuk Arini sudah menunjukkan betapa dirinya sangat mencintai Arini, istri tercintanya.

" Mas, kok tumben pulang malam..?" Tanya Arini pada Fa'i yang baru saja datang. Ini sudah jam 8 malam, tidak biasanya Fa'i pulang malam.

" Tadi dirumah sakit ada korban penembakan dan harus segera di operasi. Maaf karena Mas tidak menghubungi kamu sayang.."

Sambil memegang tangan Arini, Fa'i lantas menarik tubuh Arini kedalam pelukannya. Seharian tidak bertemu membuat Fa'i begitu merindukan senyum istri cantiknya itu.

Perlahan mengusap -usap rambut halus nan wangi itu. Menciumi puncak kepalanya berulang kali.

Aroma maskulin yang menguar dari tubuh suaminya samar - samar tercium oleh indra penciuman Arini. Aroma yang agaknya menjadi favoritnya. Meski telah seharian bekerja. Tapi, aroma itu mampu membuat Arini begitu nyaman dalam dekapan sang suami.

" Mas..."

" Hemm "

" Mandi gih !"

" Kenapa? Bau yaa? "

" Ahhh tidak, hanya saja kamu kelihatan berantakan sekali. Biar segar dan semua beban dan lelahmu, saat kamu bekerja tadi luruh bersama air mandi itu" Jawab Arini merenggangkan pelukanya itu.

" Yaa.." lirih

Fa'i teringat kembali kejadian yang menguras seluruh tenaga dan pikiran. Serta emosinya, sewaktu menyelamatkan nyawa seorang pasien. Namun, kenyataannya takdir berkata lain. Baru 2 jam paska operasi yang dilakukan bersama tim dokter yang handal itu, pasien semakin kritis dan akhirnya tak terselamatkan.

Fa'i menghela nafas, menarik Arini masuk kedalam kamar. Karena dirinya masih ingin merasakan kenyamanan dari sang istri. Kelembutan Arini mampu meredam segala gundah dan penyesalannya.

Arini tahu jika suaminya kini dalam keadaan yang tidak baik, entah beban apa yang ada dalam benaknya dan masalah apa yang begitu mengganggu pikiranya.

Sampai - sampai sosok yang selalu terlihat tenang itu kini, terlihat begitu berantakan dan gusar. Terlihat jelas dari manik mata elangnya, ada sebuah penyesalan dan rasa bersalah yang teramat sangat. Membebani dirinya namun tak mampu diungkapkan oleh lisanya. Memahami itu, Arini tak ingin terburu menanyakan hal itu, karena dirinya tahu suaminya butuh waktu.

Arini berdiri didepan Fa'i yang kini duduk ditepi ranjang tempat tidur. Sambil melepas beberapa kancing kemeja yang dipakainya. Mata Fa'i tak lepas menatap wajah sang istri.

Perlahan Arini merunduk seperti posisi ruku' dalam sholat. Lalu kedua tanganya menangkup pipi suaminya, ibu jarinya bergerak pelan mengelus pipi itu.

Entah kenapa tindakan Arini itu terasa begitu nyaman. Hingga Fa'i memejamkan matanya, menikmati belaian sang istri diwajahnya. Seolah inilah yang dia butuhkan saat ini. Sebuah sokongan yang mampu membuatnya tenang.

" Aaaa..." pekik Arini saat Fa'i menarik pinggangnya dan mendudukkan Arini dalam pangkuannya.

" Teruskan Rin,.. " lirih Fa'i yang masih memejamkan matanya.

Arini pun tersenyum kini lengan kirinya diulurkan kebelakang melewati pundak suaminya. Mengusap punggungnya perlahan dan sesekali menepuk pelan, sebagai tanda semua akan baik - baik saja.

Arini tersenyum melihat wajah sang suami yang sekarang lebih tenang tidak segusar tadi.

Perlahan jemari kananya menyentuh kening suaminya. Ujung -ujung jari itu perlahan turun menyapu alis, lalu hidung yang kembang kempis dilewati udara yang dipompa oleh paru - paru didalam dada bidangnya itu. Kemudian turun lagi kebibir merah yang kenyal nan lembut itu.

Cup

sebuah ketjupan singkat diberikan Arini pada bibir merah Fa'i. Kemudian Arini menarik handuk dan dikalungkan pada leher suaminya. Fa'i kaget hanya diberi ketjupan singkat oleh Arini.

" Mandi gih, kasihan makanan yang aku masak, Nanti makanan itu dingin diatas meja tanpa disentuh!" ucap Arini

Fa'i sedikit kesal karena ending dari bonding yang diciptakan itu, hanya berakhir dengan sebuah ketjupan singkat dari Arini.

" Tapi tak apa itu sudah cukup membuatku merasa tenang sekarang." gumah Fa'i dalam hatinya.

" Baiklah, Nyonya Rifa'i. Perintah segera dilaksanakan. " ucap Fa'i seraya berdiri. Lalu memberi hormat, seolah tentara yang siap menjalankan perintah dari komandannya.

" Heee, Bapak Rifa'i yang terhormat anda seorang dokter bukan polisi ataupun tentara perang." Ucap Arini terkekeh saat suaminya itu akan masuk kemar mandi.

Namun, Fai berbalik menatap Arini sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dan tersenyum sebelum menutup pintu itu.

Drettt.... dretttt....

Getaran dari panggilan ponsel mengagetkan Arini, yang tengah asik menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Dia pun berjalan meraih ponsel yang berada diatas nakas sebelah tampat tidur.

Sebuah senyuman menyungging dibibir tipis Arini, setelah melihat nama kontak pangilan yang terteta diponselnya.

" Assalamualaikum, mbak Ani." sapa Arini semangat. Tapi tiba - tiba wajahnya berubah pias kala yang terdengar bukanlah suara mbak Ani. Namun, suara tangisan dari seorang anak perempuan. Yang membuat hatinya menjadi tidak tenang.

" Dini , ada apa sayang? kenpa kamu menangis?" tanya Arini pada Dini keponakannya anak dari mbak Ani.

" Ibu dan nenek kecelakaan dan meninggal tante." jawab Dini disebrang sana.

Kabar duka itu bagai petir yang menyambar telinga Arini, hatinya begitu sakit, tubuhnya seakan membatu, tangan dan kakinya bergetar lemas. Hingga tanpa sadar ponselnya terjatuh begitu saja.

" Innailahiwainnailaihi rojiun. "

" Ibu.."

" Mbak Ani"

Teriak Arini begitu keras memanggil nama ibu dan kakaknya. Arini bersimpuh dilantai samping tempat tidur. Arini menangis sejadi- jadinya sambil memukul - mukul pinggiran tempat tidur itu.

Brakkkk....

Suara hempasan pintu kamar mandi terbuka. Karena Fa'i yang baru saja selesai mandi, langsung keluar tanpa mengeringkan tubuh juga rambutnya. Hanya handuk yang menutupi aurat bagian bawahnya.

" Arini, ada apa sayang?" tanya Fa'i seraya mendekati istrinya yang tengah menangis histeris itu.

Diraihnya Arini dalam dekapanya meskipun dirinya belum tau apa yang terjadi pada istrinya hingga menagis histeris seperti sekarang ini.

Terima kasih sudah mampir jangn lupa Vote, like and comment yaaa... 🙏🙏

1
Umi Tama
kasihan arini yang jadi korban
Putri Purwanti
Kecewa
amalia
kalo jd arini sih jgn dulu kasi kesempatan suru yakinkan dulu perasaan nya gmn nyesek gk.sih didepan istri blg saa ini masih mencintai nya
Puji Sri Lestari
menarik
Puji Sri Lestari
gue lg mbayangin gue jd guru PAUD
faiza
aduuh thoor... aku kecewa pemerany mati semua😤😤
tika kartika
dilema ya arini 🙄
tika kartika
andi ganteng banget 😍 bibit unggul semua 😁🤭
tika kartika
ko jadi gini ya cerita nya 😭😭😭😭😭 sumpah nyesek bngtt 😭😭😭 aku gak rela fa'i meninggal 😭😭😭😭😭😭
tika kartika
kesel banget sama karakter fa'i 😤 bisa" nya dia korbanin arini 😠
tika kartika
ko jabat tangan ya thor ... kan blm muhrim
Sugianti
yaaa. ....masak cuma sampe d sini thorr... lanjut doong
Sugianti
firman aja thor... aq msh sakit hati sama imam soalnya
Sugianti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sugianti
yaa Allah arini haruskah dia kehilangan suaminya...😭😭
Sugianti
aahh hp kamu ganggu aja
Sugianti
oooh cengeng yaa aq...😭
Sugianti
ooohh Ariniii...😭😭
Avrilia Ramadhani
baru kali ini baca novel banyaak mnfaat yg dpat di ambil dari kisah nya,,,,sukses thor
Avrilia Ramadhani
pengeen suami soleh kya mas imam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!