NovelToon NovelToon
Pilih Aku, Aruna...

Pilih Aku, Aruna...

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:591.3k
Nilai: 5
Nama Author: HeniNurr

Aruna melangkah semakin jauh, meninggalkan segala harapan Nuno yang sudah di pupuknya sedari dulu, hilang dan pupus seketika.

Pencarian cinta yang semula terbayang manis, menyisakan pahit bak setetes empedu dalam sebelanga susu. Status Aruna sebagai istri seorang pengusaha bernama Aryo, tidak menjadikan rumah tangganya hidup dalam gelimang kebahagiaan. Pengkhianatan akan kesetiaan tak ubahnya pakaian yang harus ia ganti setiap hari.

Nuno melakukan berbagai cara untuk mendapatkan cinta Aruna, menarik gadis impiannya itu dari hitamnya lumpur penderitaan, sedangkan keadaan memaksa dirinya untuk bertunangan dengan Manda, wanita yang memendam harap bahwa Nuno akan membalas cintanya yang begitu tulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejamnya Aryo

Selesai memanjatkan doa di pusara makam Bude Wati, Aruna segera beranjak pulang karena malam akan segera datang. Namun baru saja kakinya melangkah keluar dari gerbang pemakaman, tarikan di bahu membuat Aruna terkejut, tubuhnya berputar dalam satu kali hentakan.

"Mas Aryo."

"Jadi begini kelakukan mu di belakangku?"

Untuk beberapa saat Aruna termanggu, pertanyaan yang mengasumsikan sebuah tuduhan, menjadikan dia seperti tersangka utama.

"Siapa laki-laki itu?" Nampak jelas api kecemburuan berkobar di matanya yang memerah, menuntut penjelasan pasti, yang Aruna sendiri belum paham apa yang sedang Aryo pertanyakan.

"Laki-laki apa?"

"Pintar sekali kamu bersandiwara...," Aryo mengurai senyuman sinis,"..... baiklah, tanpa kamu jelaskan pun aku sudah tahu."

Aruna kebingungan, pertanyaan Aryo membuatnya semakin tersudut,"Maksud kamu apa Mas?"

"Ikut aku." Ditariknya tangan Aruna dengan cekatan.

"Kemana?"

"Aku akan tunjukan sesuatu agar kamu lebih mengerti."

"Aku tidak mau." Sekuat tenaga Aruna melepas cekalan tangan Aryo yang menyeretnya sangat kencang,".... lepaskan aku Mas, aku tidak mau."

Aryo menghunus tatapan tajam, mata yang sudah merah dia kendalikan dengan sebuah ancaman,"Kalau kamu tidak mau, akan aku bongkar makam Bude sekarang juga."

"Mas tidak bisa lakukan itu."

"Tentu saja aku bisa."

"Mas tidak mungkin setega itu."

Aryo tertawa sarkas,"Bahkan aku bisa lebih kejam daripada itu." Jawabnya tanpa ragu.

Nyali Aruna menciut, Aryo yang berdiri di hadapannya bukanlah Aryo yang dulu dia kenal. Wajahnya diliputi benci, amarah dan cemburu yang berlebih.

"Mau aku buktikan sekarang?" Gertakan Aryo membuat Aruna semakin takut.

Diperlihatkannya ponsel yang dia keluarkan dari saku celana,"Aku akan hubungi seseorang untuk membongkar makam itu sekarang juga."

"Jangan." Cegah Aruna,".... aku akan ikut denganmu."

🌿🌿🌿🌿

Aruna menyapu pelataran parkir dengan bangunan tinggi yang menjulang di depannya, yang merupakan salah satu dari sekian apartemen mewah yang ada di Jakarta.

"Kenapa kita kesini?"

"Turun!" Titah Aryo, mengabaikan pertanyaan yang Aruna ajukan.

Aruna keluar dengan kaki yang bergetar melawan ketakutan, pilihan untuk kabur yang berkelebat segera ia urungkan, ancaman Aryo menjadi momok yang lebih menakutkan dari apapun.

Mendapati Aruna yang bergeming ditempatnya, Aryo segera menarik tangan Aruna, mengabaikan sapaan security yang sudah seperti sangat mengenalnya.

Berjalan tertatih Aruna mengimbangi langkah lebar Aryo yang membawanya masuk kedalam lift, membawa mereka ke lantai atas yang Aruna sendiri tidak tahu ke lantai berapa Aryo akan membawanya.

Sampai di sebuah unit apartemen yang menyajikan kemewahan, dihempasnya tubuh Aruna ke atas sofa. Amarah yang ditahannya selama dalam perjalanan, akhirnya bisa dia keluarkan di apartemen yang dia beli beberapa bulan lalu tanpa sepengetahuan Aruna.

"Karena ini kamu ingin bercerai denganku...?" Dengan kasar Aryo melempar beberapa lembar foto yang dia keluarkan dari laci,"..... seolah aku lah manusia kejam yang sudah merusak rumah tangga kita."

Aruna memungut satu foto yang jatuh di pangkuannya, tertegun beberapa saat Aruna segera beranjak," Kamu salah paham, ini hanya...."

"Hanya apa?"

"Dia bukan..."

"Tukang ojol....yang bisa kamu peluk seperti itu?" Dilemparnya kembali bukti kedua yang Aryo miliki,"....Apa pria itu yang kamu tulis dalam diary ini... hah?" Sedikitpun Aryo tak memberikan waktu untuk Aruna memberikan penjelasan.

Aruna bergeming, ditatapnya diary usang yang tertelungkup dilantai. Semua cerita tentang seseorang di masa lalu dia tuliskan di diary itu, hingga berlanjut dia beranjak remaja, ilusi yang dia khayal dalam mimpi, dan akhirnya kandas saat ijab qobul menyerukan kata sah dari semua para saksi.

"Ini tidak seperti yang Mas pikirkan..."

Tawa Aryo menggema,"Ternyata bukan hanya aku saja yang berselingkuh, tapi kamu pun sama..." Aryo mencengkram dagu Aruna,".... dengan wajah polos ini kamu sudah menipuku, berlagak sok suci menjadi istri penurut dan baik hati."

Tercium bau alkohol saat Aryo menarik wajahnya lebih dekat,"Ternyata kamu sangat licik dan berhati busuk."

Menggenang sudah air mata Aruna, perkataan pedas yang Aryo lontarkan mencabik lukanya semakin parah.

"Kamu sudah mengkhianati ku dengan...."

"Cukup...." Aruna mendorong Aryo hingga dagunya terlepas,".... aku tidak pernah mengkhianati mu."

"Munafik."

"Terserah kamu mau bicara seperti apa." Aruna terisak, diusapnya air mata yang terlanjur berhamburan, menyambar tas yang tergeletak di atas sofa.

"Mau kemana kamu?"

"Aku mau pergi."

"Mau menemui laki-laki itu lagi?"

"Itu bukan urusanmu."

"Aku masih suamimu." Direbutnya tas yang sedang Aruna pegang, yang kemudian dia lempar dengan membabi buta.

"Kita sudah sepakat untuk berpisah." Sentak Aruna, berusaha meredam ketakutannya dengan balas berbicara keras.

Aryo tersenyum miring, dipangkasnya jarak yang membuat Aruna berjalan mundur.

"Mau apa kamu Mas?"

"Kamu takut?" dengan seringai yang sulit diartikan Aryo membelai pipi Aruna yang seketika itu juga Aruna tepis.

Aryo mengukung tubuh Aruna yang bersandar di tembok, menatap lekat wajah cantik yang memberikan tatapan tidak suka kepadanya, ditariknya tangan Aruna.

"Biarkan aku pergi."

"Tidak akan."

"Lepaskan."

Pegangan Aryo semakin kuat, hatinya sudah dirasuki setan yang membuatnya semakin kalap,"Bukannya kamu ingin bercerai dariku?"

Bukannya menjawab aruna malah terisak, menghindari wajah Aryo yang hanya beberapa senti saja dari wajahnya.

"Jawab?" Bentak Aryo dengan urat leher yang menegang.

Aruna mengangguk dan itu membuat kemarahan Aryo semakin menjadi,"Aku akan menceraikan mu sekarang juga, tapi sebelum itu....kamu harus lebih dulu menuruti kemauanku...." Aryo menyeret Aruna untuk masuk ke sebuah ruangan. Aruna memberontak, menyadari sesuatu akan terjadi di ruangan yang dia pastikan adalah sebuah kamar.

"Aku tidak mau." Aruna meronta tiada henti, kemudian menggigit tangan Aryo hingga mengaduh dan melepas cekalan tangannya. Aruna berlari ke arah pintu, namun belum sampai dia membuka pintu Aryo sudah lebih cepat menggapainya untuk kembali.

"Tolong." Teriak Aruna.

"Diam...."

"Tolooooong...."

Plak....

Tamparan keras membungkam mulut Aruna yang seketika membisu, pipi yang panas bercampur perih dirabanya dengan perlahan, Aruna menggugu.

"Kamu yang memaksa ku berbuat kasar." Sungutnya, tak mengindahkan darah segar yang keluar di bagian sudut bibir Aruna. Dia kembali menyeretnya tanpa ampun.

Berhasil membawa Aruna ke dalam kamar, Aryo melempar tubuh mungil itu ke atas ranjang. Aruna berusaha bangun, melemparkan semua benda yang bisa dia gapai, tapi Aryo membalasnya dengan senyuman tenang, mengunci pintu dan membuang kunci itu entah kemana.

Lunglai sudah tubuhnya yang sudah kehilangan banyak tenaga, didekapnya bantal guna menutupi dirinya dari sentuhan Aryo yang merangkak naik ke atas ranjang.

"Tolong lepaskan aku."

"Ini hanya salam perpisahan untuk kita." Direbutnya bantal yang menjadi penghalang, merobek cardi yang membalut tubuh Aruna yang selama ini dia rindukan.

Aruna mendorong tubuh Aryo dengan sedikit tenaga yang masih tersisa, namun jambakan di rambutnya yang panjang membuat dia tersungkur membentur besi ranjang. Ditindihnya tubuh Aruna yang sudah tidak berdaya, mengunci pergelangan tangan yang masih berusaha menepis, membuatnya semakin bringas berkabut nafsu.

"Tidak Mas.... Tidaaaak."

Aryo semakin gencar menggerayangi tubuh Aruna, membiarkan raungan itu sebagai musik pengiring dalam usahanya mendapatkan kepuasan.

Dibalik suara Aruna yang menyayat, ada perempuan cantik yang berdiri anggun dengan asap rokok yang mengepul dari bibirnya yang padat berisi. Menguping dibalik pintu kamar yang terkunci rapat, tersenyum sinis mendengar suara rintihan yang membuat rasanya bercampur aduk, entah itu cemburu atau hanya sebuah bentuk kepuasan akan tujuannya yang sudah mencapai keberhasilan.

Dihisapnya rokok itu kuat-kuat, menatap foto yang berserakan, yang satu jam lalu dia kirimkan ke rumah Aryo melalui jasa kurir. Senyuman licik tak lagi dia sembunyikan, jalannya semakin terbentang lurus, Aryo tidak akan bisa menolak untuk segera menceraikan Aruna.

"Kali ini aku biarkan kamu menikmati tubuh wanita kampung itu.... tapi nanti, kamu hanya boleh nikmati tubuhku saja."

🥀

🥀

🥀

_ Bersambung _

1
74 Jameela
pengen q begal ajja tuch si manda jd org kok memaksakn diri..egois banget🤮
74 Jameela
Manda cinta sendiri trllu ngarep jd kyk punguk merindukn rembulan..kn jls aruna yg kenal duluan dg nuno...aruna gk ngrebut nuno dr manda scra nuno gk prnh ksh harapan atau janji ke manda😇
Sabila Brina
akhirnya moly nongol😍😍
Solehatun Rayhan
bagus ceritanya
Elly Watty
visual Aryo g da tanding
Elly Watty
Aruna sok jd pahlawan, klw dia mengikhlaskan Nuno untuk Manda hrusnya totalitas donk dg pergi jauh dr hidup mrk berdua, klw msih satu kota sih percuma
Elly Watty
dekik di pipi samakah artinya ma lesung pipi
Puturidho Waseso
bagus ceritanya
Dewi Rukmini
disini keluarga Nuno dan Nuno tidak tegas seolah2 hanya Manda saja yg di perhatikan sedang Nuno tahu harus ada hati yg di jaga,Nuno tidak tegas menghadapi Manda kasian ya kasian tapi tidak harus segitunya kali thor
Mrs.Kristinasena
org tua angkat dan kandung Nuno..ini luar biasa semua yaaa..
Mrs.Kristinasena
duuuh Nuno Ama Aruna menikmati surga dunia sebelum ketuk palu..haha honeymoon dini yaaa...
Mrs.Kristinasena
mama Dila ,kasih sayangnya melebihi ibu kandung...ngerti banget demi kebahagiaan anak..walau statusnya anak sambung
Mrs.Kristinasena
semoga ada jalan utk mereka berjodoh..
Mrs.Kristinasena
otw janda kembang, Jino..jadi jgn bilang mama dulu yaa..tunggu jadi janda dulu..baru lapor..hehe
Mrs.Kristinasena
kamu bohong kalo bilang cinta sama Aruna..kalo cinta,pasti akan setia..kamu cuma lelaki bejat..brengsekk..yg lebih murahan dari pelacur
.digesek dikit ajah sdh tergoda..kamu mmg ga pantas buat Aruna...
Mrs.Kristinasena
Aruna serasa dihajar luar dalam..tubuh dan mentalnya disakiti sama Aryo dan Ranti..
Mrs.Kristinasena
diiiih enek bgt Ama Aryo..klo suamiku dah tak cincang" itu senjatanya..biar nyahok...hehehe
Mrs.Kristinasena
ga cuma Nuno dan Aruna yg galau..aq pun nyesek liat mereka berdua..
Mrs.Kristinasena
Akhirnya Nuno tau kalo Aruna istrinya pak Aryo..yg sedang berselingkuh..Nuno pasti ikut merasakan kesakitan hati Aruna Krn suaminya tukang selingkuh...rebuuuuttt aja Nuno..Arunanya..kasiiiaaann..Aruna berhak bahagia dan dicintai kan..
Mrs.Kristinasena
baguuuuusssss...kata dlm kalimat nya enak dibaca..ga bikin pusing..malah sll penasaran utk terus menerus membaca...luaaarrr biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!