Bercerita tentang seorang pengangguran berumur 35 tahun yang tanpa sengaja berpindah kedunia lain pada saat dia terbangun dari tidurnya,
Di dunia itu dia terbangun dan menjadi raja iblis dengan kekuatan super over power karena kesalahan dari tutorial sistem yang membangunkannya,
Bagaimana kisah dari sang naga yang mencari harem di dunia barunya?
PERHATIAN : INI HANYA KHAYALAN AUTHOR, CERITA DI DALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 29. Lolicon Bukan Pedofil
Mansion Shins
Shin yang telah berjalan di kota kini kembali ke mansion pemberian lily, Mansion itu terlihat besar, tidak kalah dengan mansion mansion milik keluarga besar, hanya hanya halaman mansion tersebut tak terlalu luas,
Sehingga orang bisa tahu bahwa itu bukanlah mansion milik keluarga bangsawan.
Shins pun membuka pintu depan mansion sambil mengendong ninvy di tangannya, lyfa yang sedari pagi menunggu di rumah pun kini menyambut shins yang telah kembali di depan pintu,
"Selamat datang Tuan" kata lyfa
"Aku kembali" kata shins menjawab salam lyfa,
Melihat ninvy yang ada di gendongan tangan shins, lyfa pun penasaran pada gadis kecil dengan pakaian compang camping yang di bawa shins,
"Siapa itu tuan?" kata lyfa
"Apa kau tak bisa merasakan sesuatu darinya" kata shins yang mendengar pertanyaan lyfa,
"Ehm~ bukankah dia manusia sang masih anak anak" kata lyfa
"Apa tuan, memungutnya untuk menjadikan tumbal untuk memanggil mahkluk dari dunia lain" kata lyfa setelah berfikir sejenak kenapa shins membawa pulang gadis kecil
"Apa yang kau pikirkan, hentikan khayalan konyol mu itu" kata shins yang berfikir bahwa lyfa terlalu brutal,
"Maaf Tuan, lalu siapa dia? kenapa anda membawanya pulang" kata lyfa,
"Untuk sekarang kau mandikan dia, dan berikan baju yang cocok, setelah itu siapkan makan malam" kata shins sambil menyerahkan ninvy dari gendongannya pada lyfa
"Baik Tuan" kata lyfa yang kini mengendong ninvy,
Lyfa pun segera membawa ninvy untuk mengerjakan tugas yang di berikan shins, setelah melihat lyfa pergi shins pun berjalan kearah sofa besar dengan meja kecil di ruang tamu,
Shin pun mulai menyandarkan diri di sofa tersebut sambil menatap langit di ruang tamu di lantai pertama,
Shins pun memejamkan mata untuk berfikir tentang gadis kecil yang dia bawa pulang,
'Hah~ jika dia adalah keturunan phoenix, apakah ras phoenix itu masih ada, jika benar, apakah ras dragon juga masih ada di dunia ini' pikir shins yang memikirkan kemungkinan bahwa rasnya masih ada karena kemunculan ninvy,
Shins terus berfikir dalam otaknya hingga tanpa sadar lyfa sudah selesai memandikan ninvy dan memberikan pakaian padanya,
"Tuan, saya sudah selesai" kata lyfa yang berjalan memasuki ruangan tamu
"Ah~ Terima kasih kerja kerasnya,, lyyyfaa" kata shins kaget melihat ninvy yang memakai pakaian lingerie transparan,
"A-Apa yang kau kenakan padanya" kata shins dengan wajah merah dan panik
"Jika tuan tidak ingin membuatnya menjadi tumbal, bukankah tuan ingin menikmati tubuh gadis kecil ini" kata lyfa berfikir begitu karena lyfa disuruh memandikannya terlebih dahulu
"Hentikan imajinasi liar mu, cepat ganti dengan pakaian biasa" kata shins sambil mengalihkan pandangannya
"Baiklah" kata lyfa kembali membawa ninvy yang masih pingsan,
"Hah~ apa yang lyfa pikirkan, aku memang mesum tapi juga tak sampai harus memangsa anak kecil, untuk hanya kami berdua yang tinggal disini, jika tidak akan aku taruh dimana wajahku" keluh shins setelah tahu lyfa pergi mengganti pakaian ninvy,
"Tuan, apa yang seperti ini yang tuan maksud" kata lyfa mengagetkan shins,
Setelah shins tenang shins pun melihat kearah lyfa, melihat ninvy yang berpakaian bangsawan membuat shins melupakan imajinasinya tentang tubuh ninvy,
"Yah ini lebih bagus" kata shins melihat ninvy
Setelah mendengar kata shins, lyfa pun merebahkan tubuh ninvy di sofa di dekat shins, sambil menunggu ninvy bangun lyfa pun menyiapkan makan malam yang di inginkan shins,
'Apa dia benar benar pingsan, bahkan lyfa memandikannya pun dia tak bangun' pikir shins
Setelah beberapa lama ninvy pun bangun karena bau harum masakan yang di buat lyfa,
Ninvy pun duduk terbangun dari pingsannya, setelah melihat sekitar ninvy pun baru menyadari bahwa shins duduk tak jauh darinya, melihat shins ninvy pun terdiam dan menunduk seolah tak ingin menatap shins,
"Apa kau sudah bangun" kata shins
Ninvy pun hanya mengangguk pelan mendengar kata shins karena kaget dengan penampilannya sendiri,
Melihat itu shins pun terdiam karena tak tahu harus bicara apa, melihat shins yang terdiam ninvy pun coba bicara dan bertanya pada shins yang terdiam,
"Siapa kau sebenarnya? bukankah kau bukan manusia" kata ninvy
Shins pun terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut ninvy,
'Dari mana dia tahu aku bukan manusia? apa karena dia juga half phoenix' pikir shin
"Darimana kau tahu" kata shins mencoba melepas rasa penasarannya
"Aura mu beda dengan manusia" kata ninvy,
'Aura? aku memang sudah menghilangkan aura naga milikku, bahkan lily yang memiliki level tinggi pun bilang auraku tidak ada bedanya dengan manusia' pikir shins
"Siapa kamu sebenarnya" kata ninvy kembali bertanya
'Sepertinya dia tak lagi menganggap diriku musuh' pikir shins yang melihat ninvy tak lagi mengeluarkan aura membunuh seperti saat bertemu pertama kali dengannya,
"Yah, anggap saja aku bukan manusia" kata shins yang binggung menjelaskan
"Kenapa kau menolongku? apa kau juga ingin memakan ku" kata ninvy dengan nada gemetar,
"Yah~ aku tak berminat dengan anak kecil" kata shins yang salah paham dengan kata ninvy,
(disini maksud ninvy adalah shins ingin memakannya karena ninvy adalah keturunan phoenix, meskipun bukan phoenix asli tapi kasiat nya sama dengan memakan phoenix asli, tapi shins salah paham, karena shins berfikir maksud ninvy adalah menidurinya)
"Lalu kenapa kau menolongku" kata ninvy
"Hm~ aku hanya penasaran, pada ras phoenix" kata shins
Ninvy pun terdiam tak menjawab perkataan shins, seolah ninvy tak ingin menceritakan tentang ras phoenix pada shins,
Melihat wajah ninvy yang seolah enggan bercerita shins pun berusaha mengalihkan topik pembicaraan tentang ras phoenix pada ninvy,
"Kenapa kau tak melawan manusia yang menyakitimu, bukankah kau bisa dengan mudah mengalahkan mereka, bahkan bisa membunuh mereka" kata shins mencoba mengalihkan pembicaraan,
"Karena mereka hanya anak anak" kata ninvy
'Bukankah kau juga masih anak anak' pikir shins tak mengerti apa yang ada dalam.pikiran ninvy
"Tuan, saya membawakan makan malam yang anda minta" kata lyfa sambil membawa makanan di atas nampan berwarna perak
"Berikan padanya" kata shins menyuruh lyfa memberikan makanan yang dia bawa pada ninvy,
Lyfa pun menyerahkan makanan tersebut pada ninvy sesuai perintah shins, meskipun kelaparan ninvy pun masih ragu menyantap makanan yang ada di hadapannya,
Namun setelah shins membujuk bahwa dalam makanan itu tak ada racun atau semacamnya ninvy pun memberanikan diri menyantap makanan yang di sajikan lyfa,
Wajah bahagia ninvy pun terlihat manis setelah dia menyantap makanan di atas pering yang ada dihadapannya, seolah ninvy tak pernah merasakan makanan yang lezat seumur hidupnya,
"Brakk~~~" Suara pintu yang terpukul keras oleh pukulan,
Shins pun menoleh kearah suara tersebut, dan melihat lily yang berdiri di pintu ruang tamu sedangkan silvy dengan tampang marah yang tangannya memukul pintu,
"Ai-den, beberapa hari tak bertemu kau sudah membawa gadis ke rumah, dan bahkan dia masih kecil" kata silvy dengan nada geram
"Kenapa kalian disini," kata shins terkejut melihat silvy dan lily yang memasuki rumahnya,
"Aku memang tinggal disini, kalau silvy dia rindu padamu jadi datang kemari" kata lily berjalan memasuki ruang tamu,
"Kakak~ kenapa kau bilang padanya" kata silvy yang geram kini malu malu,
"Ho~Ho~ Apa sang pahlawan sudah jatuh cinta padaku" kata shins mengejek
"Tidak," kata silvy keras namun dia tak bisa menyembunyikan wajah malu malunya
"Siapa dia? " kata lily yang berdiri di samping shins menatap ninvy dengan wajah familiar,
"Apa kau mengenalnya?" kata shins yang melihat lily seperti mengenal ninvy
"Tidak, Tapi..." kata lily terhenti
"Tapi?" kata shins kini penasaran,
"Kakak, apa kau akan membiarkannya, dia masih kecil, apa kakak tega melihat gadis kecil melayani sifat mesumnya" kata silvy
"Hmm~~ aku sih tak masalah," kata lily
"Kakak~" kata silvy mencoba menyadarkan lily yang begitu mencintai shins
"Hah~ Aku memang Lolicon, tapi aku bukan pedofil," kata shins menjawab perkataan silvy
"Apa itu?" kata lily tak mengerti kata kata shins,
"Lolicon adalah sifat mengarah ke afeksi (rasa suka) terhadap gadis di bawah umur atau gadis yang sudah tidak muda, tetapi memiliki sifat serta penampilan menyerupai gadis muda.
Sedangkan pedofil adalah orang yang menyukai gadis di bawah umur, dan bahkan merasa bernafsu dengan gadis di bawah umur" jelas shins mengingat kata kata dari goglus
"Hm~~ Jadi apa itu artinya kau secara terang terangan ingin bilang bahwa kau menginginkanku" kata lily kini mendekat dan menempel di dekat shins,
"Yah~ Ehm~~" kata shins kebingungan menghadapi keagresifan lily,
'Dia mulai lagi' pikir silvy dan lyfa yang melihat lily kini menggoda shins.
...••••••••••••••••••...
Nilai karya ini 1 - 10.
Penyampaian : 0
Keterangan : 0
Percakapan : 1
Perbedaan : 0
Barisan : 1
Karya Novel : 0
Karya Novel Acak Acakan : 10
Karena otak author lagi heng, jadi berhenti sejenak buat mikir alur,