Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Hati
Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut para penumpang yang duduk di mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang.
suasana hening tak ada yang bergeming sedikitpun. Amarah Pras sedang berada di titik tertinggi saat ini. Baik ibu maupun Zylva tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut ke duanya.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di pelataran parkir rumah. Ibu dan Zylva segera menapakkan kakinya dan berangsur masuk ke dalam rumah mereka, diikuti oleh Pras.
Zylva yang mengerti dengan keadaan saat ini, dia langsung bergelayut masuk ke dalam kamarnya. Ibu juga memiliki niat yang sama dengan cucunya tapi langkah kakinya sesaat terhenti ketika mendengar ada suara yang memanggilnya.
"Bu, bisa kita bicara sebentar?" tanya Pras dengan nada datar.
Ibu pun segera membalikkan tubuhnya, mendekati Pras yang sudah duduk di sofa berwarna coklat tua yang berada di ruang tengah.
"Ibu minta maaf, ibu tidak berniat sedikit pun untuk merusak suasana hari ini. Ibu juga tidak tahu kalau Zylva akan berkata seperti itu."
"Memang ini rencana ibu, bukan? ini yang ibu mau agar rencana ibu menjodohkan Pras dengan Shella berjalan dengan lancar, iya kan Bu!! Pras, kecewa sama ibu," Pras beranjak dari tempat duduknya dan berlalu dari hadapan ibunya.
"Pras..!"
Pras tidak lagi memperdulikan ibunya. Dia tetap melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
"Ibu tidak pernah berniat untuk menghalangi kebahagiaan kamu nak, justru ibu akan sangat bahagia jika kamu bisa bersatu dengan Nadya ketimbang dengan Shella. Tapi ibu juga tidak tahu harus bagaimana saat ini, maafkan ibu.."ucap ibu lirih sambil menghalau air mata yang terus mengalir di kedua pipinya yang tak lagi muda.
****
Berkali-kali Pras mencoba untuk menghubungi Nadya melalui semua kontak yang ia punya. Namun tak juga mendapat jawaban. Bahkan pesan singkat yang ia kirim via WhatsApp day messenger pun tak ada balasan.
"Nad, please angkat dong telponnya," Pras kembali mencoba untuk menghubungi Nadya.
Namun masih dengan kondisi yang sama seperti telpon ataupun pesan yang belum mendapatkan jawaban dari sang empunya nomor nya.
"Aku tidak akan pernah menyerah begitu saja Nad, aku akan terus berjuang untuk meyakinkan mu, untuk memenangkan hati mu. Perasaan yang saat ini kurasa bukanlah sekedar permainan, juga bukan karena Zylva yang menginginkan ibu untuk nya. But, I really love you much," ucap Pras kepada dirinya sendiri.
Tiing...
Selang beberapa menit kemudian benda kecil yang masih ada dalam genggaman tangannya pun mengeluarkan nada. Dengan segera ia membaca notifikasi yang masuk.
Nadya..
Assalamualaikum, mas. Maaf ya bukan sengaja untuk tidak menjawab telepon ataupun pesan yang kamu kirimkan. Handphone aku tertinggal di rumah singgah.
Jika ada yang ingin dibicarakan besok aku tunggu jam 14.00 di coffee shop bandara. Jangan telat ya mas, wassalam.
Pras..
Waalaikumsalam. Aku tidak akan mengecewakan mu. Aku pasti datang, Nad.
Akhirnya semangat Pras yang sempat menurun akhirnya kembali lagi bahkan kalau bisa dibilang levelnya mencapai level tingkat dewa. Dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini.
Malam semakin larut, angin malam yang sejuk menerpa wajah Pria yang sedang duduk di balkon kamarnya sembari menikmati keindahan alam. Menatap rembulan yang perlahan beranjak pergi meninggalkan peraduannya.
Pras kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan bahagia dan wajah yang berbinar. Kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sangat nyaman untuk berelaksasi, melepaskan segala peluh yang mendera.
Dia berharap semua akan baik-baik saja dan berakhir dengan indah. Dia pun terlelap dalam tidur indahnya.
****
Ayam jantan berkokok lantang pagi ini, memecah keheningan di waktu subuh. Bias-bias mentari pagi perlahan mulai menampakkan wujudnya. Menyelimuti seluruh alam jagat raya ini.
Rutinitas pagi terlihat seperti biasanya. Hanya saja sikap Pras yang tidak bisa di sembunyikan dari rasa kecewanya kepada ibunya. Dia hanya diam tidak ada perbincangan hangat dimeja makan saat mereka semua sedang sarapan.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Dan setelah itu terdengar suara orang memanggil nama ibunya dari luar.
Pras sangat mengenal suara berasal dari luar itu. Pras yang semakin kesal mendengar suaranya segera beranjak dari tempat duduknya. Namun ibu menghalaunya.
"Pras, biar ibu saja yang membuka pintu. Kamu lanjutin aja sarapannya bersama Zylva ya," sembari ibu melangkah menuju pintu utama rumah.
Benar seperti dugaan Pras, siapa yang pagi-pagi begini sudah menyamperi kediamannya.
"Shella?? ada apa pagi hari sudah sampai ke rumah tante. Ada yang penting?" tanya ibu dengan sedikit kaku.
"Tumben banget sikap tante Tatik seperti ini. Tidak hangat seperti biasanya jika bertemu dengan ku. Pasti telah terjadi sesuatu. Aku harus cari tahu," ucap Shella membatin.
"Hai, tante apa kabar? Masak sih calon menantu tidak diperbolehkan masuk. Sebagai calon nyonya di rumah ini, aku harus belajar melayani suami bukan? supaya nanti terbiasa. Bukan begitu ibu mertuaku tersayang!" ketus Shella dengan membulatkan matanya sambil terus masuk tanpa menghiraukan perempuan paruh baya yang berdiri di hadapannya.
"Shel.. Shella.. tunggu," teriak ibu kepada Shella. Namun Shella tetap tidak menghiraukan panggilan itu dan terus melangkah menuju ruang makan.
Pras menjadi sangat marah. Melihat sikap Shella seperti itu terhadap ibunya. Seketika emosinya memuncak sampai ke ubun-ubun.
"Jangan pernah melangkahkan kakimu kerumah ini lagi! bahkan sampai di pelataran rumahku sekalipun! Sampai bayanganmu sekalipun tidak ingin aku melihatnya, apa kau mengerti!!" pekik Pras yang sudah lama menahan emosi dengan kelakuan Shella yang semena-mena terhadap keluarganya.
Shella sangat terkejut dengan ucapan Pras. Dia tidak pernah menyangka akan menerima perlakuan seperti itu dari pria yang diharapkan menjadi suaminya.
Sambil menangis Shella pergi meninggalkan rumah Pras.
"Tante, ini penghinaan bagiku. Dan kalian akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini!" dengan wajah geram Shella pun pergi bersama mobil yang dikendarainya.
"Pras, tidak seharusnya kamu berkata kasar seperti itu terhadap Shella. Dia perempuan baik-baik, nak. Dia datang juga dengan niat yang baik," bujuk ibu kepada anaknya.
"Oh, atau ini juga bagian dari rencana ibu? Maaf bu, jika Pras telah mengacaukannya.
Pras pun pergi meninggalkan ibunya sembari membawa jas berwarna navy yang digantungkannya di lengan kiri dan menenteng tas branded original disisi kanannya.
****
insyaallah masih akan berlanjut lagi 😀
tetap semangat membacanya dan tinggalkan jejak like, komen, vote, rate, favorit, semua-mua deh 🤭🤭
Happy reading guys ❤️❤️💕
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️