Hayashi Shin adalah seorang pelajar 16 tahun sekolah menengah atas kota X. Shin adalah pelajar tampan namun pendiam meskipun dia pelajar yang pintar di mata pelajaran maupun olahraga dia tak pandai bersosialisasi hingga tak terlihat mencolok diantara pelajar populer lainnya..
Suatu hari seusai pelajaran olah raga dia mendapat giliran mengembalikan alat olahraga. Ketika munuju gudang dia melihat pembullyan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar disekolah tersebut. Shin yang tak ingin terlibat dalam hal tersebut tanpa sengaja terlibat dalam kegiatan pembullyan itu. Shin yang kesabarannya habis marah dan menghajar salah satu pembully dan terkena skorsing dari dewan guru.
Sewaktu masa skorsing selesai Shin tak masuk sekolah Dan kemudian terjadi insiden kebakaran di asramanya yang mengakibatkan dia terjebak lalu mati di dalam gedung asrama tersebut.
Tanpa diduga Shin yang berfikir dia telah mati jiwanya terlempar dan memulai hidup di dunia Sihir bernama Sagart.
PERHATIAN : INI HANYA TULISAN KHAYALAN AUTHOR, CERITA DIDALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Tambahan : Sedang di revisi author - mungkin nanti sekalian s2nya di gabung disini biar pembaca gak ribet nyari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 30. Kata Singkat Putri Charlotte
Didalam goa yuki yang sedang memakan masakan sederhana buatan shin merasa aneh ketika mendengar shin berkata bahwa dia akan mencari bahan untuk makan malam.
"Apa itu hanya alasan karena dia marah padaku?" ucap yuki di sela menyantap daging kecil di dalam mangkuk ditangannya,
'Apa aku terlalu egois karena hanya ingin dia melihatku,' pikir yuki dalam hati Yuki melamun sambil menatap langit langit goa di atas kepalanya,
Ketika yuki melamun panjang berfikir bagaimana cara untuk meminta maaf, dia merasakan sedikit tabrakan mana dari arah luar goa. 'Perasaan ini seperti kemarin ketika shin bertarung dengan kesatria suci, apa dia keluar untuk bertarung lagi?' pikir yuki
'Tidak, kemarin dia hampir mati, sekarang dia akan melakukannya lagi, ini salahku, ini karena aku'. pikirnya sambil berlari menuju keluar pintu goa.
Di luar goa Shin mulai bertarung dengan Feyli dengan serangan serangan shin yang mengarah ke titik vital feyli, namun feyli bisa menghindari atau menahan serangan yang dilakukan shin.
"Trangg~" Suara pedang feyli yang menahan pedang milik shin,
"Untuk seorang anak kecil kau sangat pintar bertarung." kata feyli, namun shin tak menjawab dia hanya mundur menjaga jarak dari feyli
Shin melihat Crown yang sedang melawan Selly dan miller, Di sana Crown sudah membagi dirinya untuk melawan mereka, sedangkan Miya melakukan serangan dadakan menunggu kesempatan untuk menyerang dengan kecepatan.
'Aku tak berfikir, Miya akan keluar dari goa untuk membantu, aku tak berharap mereka menang karena itu tak mungkin melihat status mereka lebih tinggi dari Crown.' pikir shin
Nama : Selly
Class : Assassin
Level : 70
Str : 65 -- Agi : 72
Vit : 67 -- Dex : 61
Int : 59 -- Lux : 67
Skill :
Iron (Passive),
Chain (Lv - Max) -- Blade (Lv - Max)
Poison (Lv 3) --Stealth (Lv. 3)
Nama : Miller Demish
Class : Warrior
Level : 70
Str : 80 -- Agi : 57
Vit : 75 -- Dex : 61
Int : 57 -- Lux : 71
Skill :
Ground (Passive),
Thorns (Lv - Max) -- Earth wall (Lv - Max)
Crushing (Lv 3) -- Armor (Lv 4)
'Dibandingkan mereka yang lebih sulit adalah perempuan di hadapanku.' pikir shin melihat kekuatan status gadis cantik dihadapannya
Nama : Feyli Mirren
Class : Knight
Level : 70
Str : 91 -- Agi : 87
Vit : 79 -- Dex : 81
Int : 75 -- Lux : 91
Skill :
Wind Soul (Passive),
Wind Step (Lv Max) -- Wind Cut (Max),
Wind Slash (Lv Max) -- Wind Armor (Lv Max),
Sound (Lv Max)
Wind Soul :
Inti dasar dari elemen angin, bisa diartikan raja elemen angin.
Sound :
Skill unik dari perubahan elemen angin,
Status milik feyli membuat shin berfikir bahwa kesempatan menang darinya hanya 40%, itu yang membuat shin terus menjaga jarak, tetapi dia tak punya pilihan selain bertarung, jika tidak sudah pasti yuki akan mati jika dia kembali ke kerajaan.
Shin mulai memanipulasi mana kedalam pedangnya, melihat itu feyli pun melakukan hal sama, feyli melapisi pedang tipisnya dengan mana angin miliknya, mana hijau cerah membuat pedang tipis milik feyli terlihat indah, mungkin orang orang akan terkagum melihat itu,
Shin dengan kecepatan melangkah maju untuk menyerang, feyli yang diam juga mulai bergerak untuk menyerang, setelah saling berhadapan mereka beradu pedang yang dilapisi oleh mana yang mereka gunakan.
"Blaarr~"
Mana mereka saling bertabrakan seolah bertarung untuk menentukan elemen mana yang terkuat, mana yang saling beradu membuat pohon dan tanah disekitar area mereka bertarung hancur berantakan.
'Sial..' pikir shin, melihat orang yang dia lawan memiliki elemen angin Shin berfikir bahwa elemen apinya akan lebih unggul, karena shin berfikir api yang diterpa angin, api itu akan menjadi lebih besar, tetapi kenyataannya tidak seperti itu.
Setelah ledakan akibat pertarungan itu, shin mundur kembali untuk menjaga jarak, karena kecepatan feyli, pertarungan jarak dekat adalah bunuh diri maka dari itu shin terus menjaga jarak dari feyli.
[Crown kembali ke Castle]
[Miya kembali ke Castle]
Shin melihat notifikasi didepannya memberitahu bahwa pertarungan mahkluk Summon nya telah berakhir,
'Ini lebih cepat dari yang kubayangkan'. pikir shin
Selly dan Miller kembali berdiri di samping Feyli, 3 lawan 1, itulah kenyataan yang sedang shin hadapi, membuat kesempatan menangnya lebih buruk dari sebelumnya.
"Nona apa dia benar benar manusia." ucap selly sambil siap bertarung dengan kedua belati di tangannya.
"Aku juga berfikir aneh, kenapa ada anak kecil di dalam hutan seperti ini." kata miller dengan pedang di tangan kanannya.
"Aku tak tahu, dia sama sekali tak mengeluarkan satu pun kata, aku berharap dia manusia atau setengahnya, jika dia monster maka dunia ini benar benar sudah rusak." kata feyli sambil melihat bocah yang terus waspada terhadap mereka
Mereka terus saling menatap, shin memikirkan kesempatan untuk mengeluarkan skill Inferno yang dia punya, shin mulai merapal mantra untuk mengeluarkan skill terkuat miliknya.
Merasa mana disekitar mereka mulai berubah feyli berfikir akan terjadi suatu hal yang buruk, feyli dan kedua pengikutnya mulai bergerak maju untuk menyerang.
'Setidaknya jika aku mati, aku bisa membawa satu orang bersama.' pikir shin yang sudah membulatkan tekadnya, shin pun terus melanjutkan mantra yang akan selesai di lafal kan.
"SHIIIIIN, CUKUP" Teriak Yuki,
Teriakan keras dari arah pintu goa membuat feyli menghentikan pedang tipisnya yang sebentar sedikit lagi menebas leher Shin, Selly dan Miller pun berhenti bergerak dibelakang feyli karena kecepatan mereka jauh lebih rendah dari feyli.
Shin yang mendengar teriakan itu pun berhenti dari mengucap mantra nya, 'Gawat, ini tak bisa di kontrol.' pikir shin, seketika pilar api menjulang cepat ke langit membakar shin dan feyli yang sedang berdekatan, berbeda dengan Inferno sebelumnya pilar api itu tak membakar area sekitar, karena pelafalan mantra yang tak lengkap pilar hanya membakar shin dan feyli,
"Shin"
"Nona"
"Kapten"
Teriak semua orang yang melihat kejadian itu, mereka berteriak dengan nada khawatir di dalam suara mereka, Yuki terjatuh menekuk lutut, ia kembali menangis dengan posisi tertunduk di pintu goa diantara air terjun yang mengalir.
"Kenapa kau menangis lagi." kata shin yang menunduk mengusap rambut hitam yuki yang sedang tertunduk.
Yuki menoleh dan melihat shin yang berada disampingnya, dengan cepat yuki memeluk leher shin dengan erat, membuat shin terpaksa duduk di samping yuki.
"Bodoh, apa yang kau lakukan? apa mau mati lagi?" kata yuki di pelukan shin
"Ahh....Maaf" kata shin
"Bodoh, Bodoh, Shin Bodoh" yuki terus mengucap kata bodoh membuat shin berfikir bahwa dia lagi lagi membuat yuki marah.
Ketika Sihir Inferno yang Shin gunakan tak terkontrol, Shin dengan cepat melapisi tubuhnya dengan mana, sehingga dampak dari pilar api tak begitu serius, meskipun ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, shin tetap menahan rasa itu karena jika sekarang ia mengeluh rasa sakitnya, shin berfikir yuki akan merasa lebih marah.
"Nona, apa anda baik baik saja." kata selly menghampiri feyli yang tetap berdiri ditempat pilar api yang menghilang.
"Aku baik baik saja." feyli pun dengan armor mana angin miliknya dapat mengantisipasi serangan dari shin,
"Akan aku bunuh dia sekarang," kata selly bersiap untuk menyerang shin dengan menggenggam erat kedua pisau di tangannya.
"Tidak, itu tak diperlukan lagi." kata feyli menghalangi niat Selly
"Tapi Nona." kata selly, namun amarah selly mereda karena melihat wajah nona yang dia layani tersenyum ketika melihat kedua bocah di pintu goa,
Feyli tersenyum karena putri Charlotte baik baik saja, dan dia tak terlihat sedikit pun terluka, Shin yang melihat feyli tersenyum merasa heran, itu seperti senyuman kebahagiaan ketika seorang sudah menemukan adiknya yang telah lama hilang.
"Salam hormat dari kesatria untuk Putri Charlotte ve Ashtard." kata feyli dengan sedikit tertunduk dengan telapak tangan di dada kirinya.
Shin makin merasa heran dengan sikap feyli, membuat shin melirik yuki di dalam pelukannya, tetapi yuki diam saja mengabaikan salam tersebut, shin pun melihat kedua orang di belakang feyli, tampaknya mereka kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.
'Apa dia sang putri yang kita cari?' pikir miller dan selly,
Dii kerajaan memang ada aturan harus memandang tinggi keturunan kerajaan,
Raja
Keturunan Kerajaan
Duke
Marques
Earl
Viscount
Baron
Kasta dari hal tersebut membuat bangsawan tetap harus patuh pada tingkatan masing masing, yang intinya bangsawan terendah harus patuh pada bangsawan dengan kedudukan lebih tinggi, bahkan karena hal tersebut bicara yang dimulai dari bangsawan lebih rendah tak diizinkan kecuali sebuah salam, itulah mengapa feyli tetap diam tanpa berkata apapun setelah mengucap salam,
Meski Yuki adalah putri Charlotte yang terbuang tetapi dia masih keturunan kerajaan, jadi meskipun feyli seorang kapten atau kesatria suci terkuat tetap saja feyli hanya dari keluarga Viscount.
"Salam hormat untuk Putri Charlotte ve Ashtard." ucap selly dan miller mulai mengikuti feyli untuk mengucap salam.
"Matilah.." kata yuki singkat di pelukan shin
Shin kaget mendengar kata yang keluar dari mulut yuki, setelah mendengar salam dari mereka, Shin yang merasa terkejut dalam sekejap menoleh ke arah para kesatria suci yang berada di depan danau kecil air terjun.
"Sesuai kehendak anda putri." kata feyli segera menarik pedang kearah lehernya sendiri, feyli pun menarik nafas untuk bersiap melakukan bunuh diri.
Selly berfikir hal itu berlebihan untuk dilakukan, tapi karena Feyli sudah bertekad untuk bunuh diri, Selly hanya bisa mengikutinya karena Selly tidak bisa melanjutkan hidupnya jika Feyli mati,
Miller juga bersiap melakukan bunuh diri, karena kedua orang yang penting dalam hidupnya sudah mengambil keputusan mereka.
......................