Cerita 18+ Seru, Lucu bikin ngakak guling-guling. Banyak kalimat makian dan umpatan. Mohon bijak memilih bacaan.
Ini adalah kisah Tarisa yang menolak saat diminta Abram suaminya untuk menggugurkan kandungan. Lalu sang suami pergi menikahi janda kaya di kota lain. Namun kenapa belakangan Abram ingin kembali ke Tarisa? Apakah karena anaknya baby Rizki yang lucu dan tampan laris jadi bintang iklan? Lantas siapa seorang pemain sinetron yang gagah dan naksir Tarisa? Jangan lewatkan pula Nola Pagina tokoh menyebalkan yang sekaligus bikin pembaca suka padanya. Baca saja dan kamu akan ngakak sendiri mengikuti keseruan ulah Nola Pagina sang penyanyi ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30. Ahli Membuat Pisang Molen
“Lo ngomong apa?” Glen mendekati Nola dengan jengkel.
“Ngomong apaan?” Nola belagak b*go. “Gue gak ngomong apa-apa!”
“Tadi gue dengar lo ngomong melon, apem…. Gue gak budek! Gue dengar omongan lo!”
“Ya eeelaaahh. “ Nola ngeles. “Melon sama apem kan banyak di pasar. Apa salah gue ngomong sama mertua gue tentang bahan makanan?! Gue biasa ngomong tempe, kacang, pisang, cabe keriting, semangka semok….”
Tentu Glen tak percaya begitu saja omongan Nola. Ia sudah paham Nola biasa bicara semaunya. Bahkan berbohong pun biasa dilakukan Nola.
“Lo tadi ngomongin gue!” Cecar Glen. “Gue dengar lo nyebut nama gue!”
“Waduuhh. Ge er banget. Amit-amit gue ngomongin lo!” Sahut Nola sombong. “Emang lo pikir lo siapa? Pemain sinetron gak terkenal! Modal pisang gede doang pengen ngetop. Laki yang jual diri modal pisang gede kayak lo banyak!”
“Sudah, sudah…” Tarisa menenangkan keduanya agar gak ribut. “Gak enak dilihatin tetangga.”
“Kamu juga Nola. Ribut melulu sama orang!” Bu Sumarni menatap jengkel ke Nola yang menjengitkan bibirnya, khas gerakan bibir emak-emak julid.
“Lagian gue gak salah apa-apa dituduh ngomongin si Glen.” Ketus Nola. “Entar kena karma lo Glen, nuduh perempuan baik-baik kayak gue. Tuhan gak suka lo zolim ke perempuan yang gak bersalah.”
“Kalo emang lo salah gimana?” Glen masih jengkel. Ia tau. Orang kayak Nola gak boleh dikasih hati. Kalau dikasih hati, minta jantung. Kalau didiamin makin ngelunjak, bahkan bisa menginjak!
“Ya emang gue gak salah.” Nola ketawa kecil, mencemooh. “Kejedot pala gue kalo gue salah.”
Nola lalu hendak masuk rumah. Ia jalan sambil ketawa. “Perempuan baik-baik kayak gue kok dituduh ngomongin lo!”
DDUUGGG! Nola kejedot pintu.
Rupanya Leon di dalam rumah menutup pintu karena sedang main mobil-mobilan di lantai. Sementara sebuah mobil-mobilannya meluncur ke balik pintu.
Nola kesakitan memegangi kepalanya yang kejedot pintu.
“Leoooon….!” Teriaknya keras sambil masuk rumah dan melotot ke anaknya. "Anak setan lo ya!"
Beberapa detik kemudian terdengar teriakan keras Leon. “Sakiiittt, Ma… ! Jangan dicubit!” rupanya anak itu dicubit Nola dengan geram. “Sakiiittt, Ma…!”
“Masa bodo! Biar tau rasa lo sudah bikin Mama kejedot!” suara Nola masih keras.
Bu Sumarni geleng-geleng kepala. Ia menatap Glen dan Tarisa yang sedang menggendong Rizki. “Si Nola tadi memang ngomongin kalian. Dia gak suka kalau kalian jalan bareng. Kan Risa masih punya suami….”
DEEGG!
Wajah Glen memerah. Ia merasa kalimat Bu Sumarni ditujukan pada dirinya.
Tarisa juga gak enak hati. Meski ibunya berkata benar namun ia merasa ibunya seolah gak mendukung hubungannya dengan Glen.
“Gue pamit dulu." Glen menatap Tarisa. "Permisi Risa, ibu…”
“Iya. makasih ya. Rizki sudah diajak jalan-jalan.” Tarisa senyum manis ke Glen.
“Yup. Sama-sama.” Glen masuk ke mobil.
Tak lama kemudian mobil Glen sudah menuju ke rumah kontrakannya yang tak jauh dari rumah Tarisa.
Tarisa menatap ibunya. Ia sebenarnya sungkan mau bicara. Namun Tarisa merasa ia harus jelas tau apa yang dipikirkan ibunya.
“Ibu gak suka ya Risa jalan sama Glen?”
Bu Sumarni menatap Tarisa. Menghela nafas berat sebelum bicara. “Bukan Ibu gak suka. Meski cara ngomong rada semaunya tapi Glen baik orangnya. Ibu suka sama Glen.”
“Terus kenapa ibu ngomong kayak tadi. Risa pikir ibu gak suka kalo Glen dekatin Risa…”
“Status kamu.” Cepat Bu Sumarni menyahut. “Sebagai perempuan yang masih menjadi istri orang, kamu memang gak pantas pergi dengan lelaki yang bukan muhrim!”
Tarisa terdiam. Ia merasa seperti habis ditinju wajahnya oleh ibunya. Lantas Tarisa mengalihkan wajah menatap anaknya.
“Rizki lapar ya sayang? Yuk ***** di dalam sama Mama.” Dielusnya kepala baby Rizki dengan sayang.
Lalu Tarisa masuk rumah sambil menggendong bayinya.
BU Sumarni menghela nafas. Lantas ikut masuk ke dalam rumah.
*
Mentari bersinar cerah di hari Sabtu. Nola sedang sibuk persiapan. hendak manggung nyanyi di hari Minggu.
“Ikut Mama yuk Leon.” Nola sudah siap dengan motornya di halaman rumah.
“Asiikk, ikut Mama.” Leon teriak girang. “Papaaaa…! Leon ikut mama ya?” anak itu mengambil sendalnya di depan rumah sambil teriak ke dalam rumah.
Gani muncul dari dalam rumah, pakai celana pendek dan T Shirt. Pada hari Sabtu, Gani biasa libur kerja.
“Kamu mau kemana ngajakin Leon?” Gani menatap istrinya.
“Ke apartemennya Maudi. Di mangga besar. Mau pinjem celana nyanyinya Maudi.” Sahut Nola.
“Ke Mangga Besar?! Jangan bawa Leon! Yang bener aja anak kecil dibawa ke Mangga Besar.” Mendadak Gani sengit. “Disana banyak perempuan gak bener!”
Kawasan Mangga Besar memang terkenal sebagai daerah hiburan malam dimana banyak perempuan malam tinggal atau kos di sekitarnya.
“Ya elaaahh, Pa. Maudi kan teman Mama.” Nola kesal dilarang. “Masa Leon ketemu teman mamanya sendiri gak boleh?”
“Teman lo juga resek!” ketus Gani. “Ngomongnya apem, pisang, kacang. Mulutnya gak bisa direm! Pokoknya jangan bawa Leon ke tempat temanmu. Biar aja dia main di rumah!”
Leon melongo. “Jadi Leon gak boleh ikut mama?”
“Gak boleh! “ Tegas Gani. “Kalau ketemu teman Mamamu entar kamu bisa ketularan ngomong jorok!” Gani melotot galak ke Leon. “Masuk! Main aja di dalam!”
Leon yang sudah siap pergi jelas-jelas kecewa. Ia mencopot sendalnya. Membanting sendal ke tanah lalu masuk rumah.
“Galak bener lo ke anak lo sendiri!” sengit Nola ke Gani.
“Biarin! Dari pada dia ikut kamu ketemu Maudi. Pasti kalian ngobrol gak karuan ngomongin apem, pisang. Gak pantes didengar Leon!”
“Gue gak lama kok ke tempat Maudi. Cuma pinjem celananya. Ngobrol bentar terus pulang” Nola masih sewot.
“Pokoknya gak boleh bawa anak kecil! Sana pergi sendiri!” Gani tetap galak.
Nola cemberut. Ia lantas menjalankan motornya.
BRRRMM! Nola ngebut pergi tanpa pamit. Boro-boro mencium tangan suaminya. Begitulah sikap wanita solehah, eh wanita iblis seperti Nola.
*
Jam dinding menunjukkan pukul 10.25. Maudi sudah janjian ketemu si Enol di apartemennya pukul 10.30. Ia menatap Abram yang belum mandi.
“Mandi gih. Bentar lagi si Enol sampe. Malu gue kenalin lo ke dia kalo lo belum mandi.”
Abram menatap Maudi yang sudah rapi dan dandan cantik. Sebagai penyanyi yang biasa tampil, harus diakui Maudi biasa terlihat menarik. Bahkan disaat hanya mengenakan celana jins biasa dan tank top seperti saat ini.
“Gue tadi beli kue pukis sama dorayaki di depan. Buat teman ngobrol sama si Enol.” Maudi menata kue pukis dan dorayaki di piring kecil.
“Enak kayaknya kuenya.” Ujar Abram. Ia mendekati Maudi. “Cobain dong.”
Maudi mengambil sebuah kue pukis. Abram menyodorkan mulutnya minta kue. Maudi memasukkan kue itu ke mulut Abram.
Abram mengunyah. Baru sebentar sudah dileepp. “Enak.” Katanya. “Lagi dong.”
“Ya elaah. Habis entar kuenya sama lo.” Maudi menolak. "Gue beli kuenya cuma dikit.” Ia menatap piring kecil di depannya.
Abram mendekat. “Cuma satu lagi.” Ia mau mencomot kue.
TRAAPP! Tangan Maudi mendorong tubuh Abram. “Jangan..!. Kalo tinggal dikit kuenya, gak pantas gue ngasih tamu sedikit banget.” Ia lalu meremas bagian depan celana Abram. “Sana, mandi.”
Doeengg! Abram merasa senang kala bagian depan celananya disentuh Maudi. Bagian itu terasa menghangat dan mulai membengkak. “Ya sudah. Kalau gak dikasih kue. Kamu harus servis pisangku. Jadiin pisang molen.”
Maudi menatap jam dinding. “Servis pisang kamu kan bisa lama. Apalagi bikin pisang molen. Entar keburu si Enol datang?”
Tapi Abram gak sabaran. Ia sudah membuka celananya. “Buruan…”
“Entar si Enol keburu datang lho.” Maudi mengingatkan.
BERSAMBUNG…….
Hallo Readers. Semoga suka dengan cerita ini. Jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN. Jika mau baca karya Fresh Nazar lebih puas dan sudah tamat kalian bisa menikmati novel TERPAKSA MENIKAHI BIG BOSS yang lucu parah. Bisa juga baca ISTRI YANG TERSIKSA. dijamin seru dan banyak adegan lucunya juga. Love u all.
trus risa juga oon dah tau suami bejat ninggalin istri malah ga minta cerai..
Glen kasih tahu Gani supaya seludiki Biji Zhakar