NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Cklek.

Suara pintu apartemen terbuka memecah kesunyian malam di ruangan mewah tersebut.

Bara melangkah masuk sambil melonggarkan dasi yang mencekik lehernya sejak acara pesta lelang tadi.

Dia meletakkan sebuah kotak kayu berukir aneh di atas meja ruang tamunya dengan sangat hati-hati.

"Acara malam ini benar-benar sangat melelahkan tapi sekaligus sangat memuaskan," ucap Bara pada dirinya sendiri sambil duduk di sofa.

Dia membuka penutup kotak kayu itu dan menatap sebuah cincin besi berkarat yang tergeletak di dalamnya.

Bentuk cincin itu benar-benar sangat jelek dan tidak ada bedanya dengan ring baut bekas di bengkel motor pinggir jalan.

"Sistem, aku sudah membawa pulang artefak dimensi ini seperti yang kau sarankan tadi," panggil Bara memecah keheningan.

"Sekarang beritahu aku bagaimana cara menggunakan besi berkarat ini agar bisa menyimpan barang."

Suara mekanis yang dingin dan datar langsung bergema di dalam kepala Bara memberikan jawaban.

[Menjawab Tuan.]

[Cincin Penyimpanan Tata Surya ini telah kehilangan hampir seluruh energi spiritualnya karena terlalu lama berada di dimensi tanpa energi kultivasi.]

[Untuk memulihkan fungsi dasarnya, Tuan harus meneteskan darah segar ke atas permukaan cincin tersebut sebagai bentuk pengikatan jiwa.]

[Setelah itu, Tuan harus memasukkan cincin ini ke dalam Tungku Daur Ulang selama lima menit agar sistem bisa menyuntikkan sedikit energi cadangan.]

Bara menganggukkan kepalanya paham mendengar instruksi yang sangat jelas dan mudah dipahami itu.

"Hanya butuh darah dan sedikit tenaga dari tungku ya? Itu sama sekali bukan masalah besar," gumam Bara sambil tersenyum.

Bara berjalan ke dapur dan mengambil sebuah jarum kecil yang biasa digunakan untuk menjahit kancing baju.

Dia menusuk ujung jari telunjuknya tanpa ragu sedikit pun hingga butiran darah segar berwarna merah pekat menetes keluar.

Bara kembali ke ruang tamu dan meneteskan darahnya tepat ke atas permukaan cincin besi berkarat tersebut.

Tes. Tes.

Darah merah itu langsung meresap ke dalam pori-pori karat cincin tersebut tanpa meninggalkan sisa cairan sama sekali.

Cincin berkarat itu tiba-tiba bergetar pelan dan memancarkan cahaya redup berwarna kebiruan.

Bara langsung menarik keluar tungku logam ajaibnya dari sudut ruangan dan memasukkan cincin itu ke dalam lubang tungku.

Slup.

Cincin itu tertelan ke dalam pusaran energi tungku dan Bara hanya perlu duduk menunggu selama lima menit sesuai instruksi.

Waktu lima menit berlalu dengan sangat cepat dan tungku itu tiba-tiba memuntahkan cincin tersebut kembali ke udara.

Bara menadahkan tangannya dan menangkap cincin yang kini wujudnya sudah berubah total seratus delapan puluh derajat.

Karat yang menempel di seluruh permukaannya telah lenyap tanpa sisa.

Cincin itu kini terbuat dari logam berwarna perak mengkilap dengan sebuah batu permata biru kecil yang tertanam di tengahnya.

"Wah, bentuk aslinya ternyata lumayan bagus dan elegan untuk dipakai pria," puji Bara sambil memasang cincin itu ke jari telunjuk kanannya.

Ukurannya langsung mengecil secara otomatis dan menyesuaikan diri dengan ukuran jari Bara dengan sangat pas.

"Sistem, lalu bagaimana cara aku memasukkan dan mengeluarkan barang dari dalam batu biru ini?" tanya Bara dengan antusias.

[Menjawab Tuan.]

[Tuan hanya perlu menyentuh barang mati yang ingin disimpan dan membayangkannya masuk ke dalam ruang dimensi cincin.]

[Untuk mengeluarkannya, Tuan cukup memikirkan barang tersebut dan barang itu akan langsung muncul di genggaman tangan Anda.]

Bara langsung menoleh ke arah tas ranselnya yang berisi enam puluh butir berlian mentah dan dokumen sisa keluarga Aristha.

Dia meletakkan tangannya di atas tas ransel tersebut dan memfokuskan pikirannya pada batu biru di jarinya.

Wush.

Dalam sekejap mata, tas ransel berukuran besar itu lenyap dari atas meja kaca tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Bara melebarkan matanya karena masih merasa takjub melihat sihir ruang dimensi ini terjadi di depan matanya sendiri.

"Keluar," ucap Bara sambil memikirkan tas ranselnya.

Trak.

Tas ransel itu tiba-tiba muncul dari udara kosong dan jatuh tepat di atas pangkuan Bara.

"Hahaha, ini benar-benar sangat praktis dan luar biasa gila!" tawa Bara pecah memenuhi ruang tamunya.

"Dengan benda gaib ini, aku tidak perlu lagi takut ada pencuri yang membobol apartemenku untuk mengambil harta rahasiaku."

Bara kembali memasukkan tas ransel itu ke dalam cincinnya dan merebahkan tubuhnya di sofa dengan perasaan sangat lega.

Malam ini dia akhirnya bisa tidur dengan sangat nyenyak tanpa ada beban pikiran sedikit pun.

Keesokan paginya, sinar matahari masuk menembus celah gorden apartemen dan membangunkan Bara dari tidur lelapnya.

Dia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai pakaian kasual yang nyaman.

Kring. Kring.

Ponsel Bara berbunyi nyaring di atas meja makan saat dia sedang membuat roti panggang untuk sarapan.

Bara melihat nama Nadhira di layar dan langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Selamat pagi direktur cantik, apa berita utama di media pagi ini sudah sesuai dengan rencana kita semalam?" sapa Bara dengan nada ceria.

Suara tawa Nadhira yang sangat renyah dan puas langsung terdengar dari seberang telepon.

"Selamat pagi Bara, ini jauh lebih heboh dari yang kita bayangkan semalam!" seru Nadhira dengan penuh semangat.

"Semua stasiun televisi dan berita daring pagi ini menyiarkan penangkapan Anton dan Aris secara langsung."

"Harga saham perusahaan properti mereka langsung terjun bebas dan hancur lebur mencapai titik terendah dalam sejarah bursa efek kita."

Bara menggigit roti panggangnya dengan santai dan menganggukkan kepalanya tanda puas.

"Itu adalah ganjaran yang sangat pantas untuk orang-orang rakus yang suka menindas orang lemah," komentar Bara dengan mulut penuh.

"Lalu apa rencana kita selanjutnya Bara? Apa kita akan membiarkan anak perusahaan kosmetik mereka mati begitu saja?" tanya Nadhira meminta arahan.

"Tentu saja tidak Nadhira, itu sama saja membuang uang ke tempat sampah."

"Suruh tim legal perusahaanmu untuk menghubungi pihak bank yang menyita aset pabrik mereka pagi ini juga."

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!