NovelToon NovelToon
TIRAKAT 5

TIRAKAT 5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata dari narasumber (Nisa dan Gendis).
.
.
.
SERIES KE LIMA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Kini... Gendis sudah menjadi anak angkatku, dengan nama baru yaitu "Harum" yang kuberikan untuknya...

Harum menjalani kehidupan barunya bersamaku, setelah tragedi yang hampir merenggut sukma jiwanya di pondok pesantren daerah Kediri itu...

Aku menjalani kehidupan yang bahagia bersama Harum, tapi juga dengan segala bahaya yang mengintai jiwaku dan jiwanya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 "PENJELASAN" UNTUK HARUMA, DAN "PERJALANAN" UNTUK HARUMI

((Di sudut pandang Haruma yang masih berdiri di depan Dayang Putri))

"Haruma..."

Panggilan Dayang Putri itu, membuatku fokus hanya padanya yang berdiri sambil memegangi daguku.

Dan entah kenapa, batin dan pikiranku jadi bisa melupakan sosok di sisi kananku yang bersama Sekar Mayang, dan masih saja tak bisa ku lihat sosok itu.

"Haruma, akan kuberikan penjelasan untukmu sekarang..." kata Dayang Putri di depanku.

Kemudian, tangan kanan Dayang Putri yang barusan memegangi daguku, kini mulai mengusap lembut wajahku.

Dari ujung dahiku, turun ke mataku.

Lalu...

Tiba-tiba saja, sekelilingku semuanya berubah terang, sangat terang.

Sampai-sampai kedua mataku ini tak bisa melihat apapun.

Setelah beberapa saat kedua mataku terkena sinar yang sangat terang itu, akhirnya bisa ku buka perlahan-lahan.

AKAN TETAPI, SEKETIKA ITU JUGA, AKU MENJERIT KETAKUTAN!

"AAAAAA!!!" teriakanku sampai terasa hampir memecahkan telingaku sendiri.

Karena apa yang ku lihat ketika membuka mata adalah...

Di sekelilingku sudah muncul banyak sosok mengerikan!

Puluhan...

Tidak, sepertinya lebih dari ratusan!

Mereka semua langsung melayang dengan cepat menuju ke arahku!

Mereka semua tampak seperti "lapar" dan ingin memangsaku!

Sontak, aku pun langsung berlari sekencang mungkin. Dengan detak jantung yang cepat, napas yang tak karuan, pandangan mata yang hanya bisa menatap ke depan, bercampur dengan perasaan mencekam dan terancam yang sangat kuat.

"TOLOOONG!!! TOLOOONG!!!" hanya itu yang bisa keluar dari mulutku sambil terus-menerus berlari kencang.

Tapi, aneh...

Sangat-sangat aneh...

Entah sudah berapa jauhnya aku berlari, akan tetapi, aku malah kembali lagi ke tempat yang sama!

Tubuhku malah kembali lagi ke tengah-tengah ratusan makhluk mengerikan tadi!

Dan, dengan sangat cepat, jauh lebih cepat dari sebelumnya, semua sosok mengerikan itu melayang dan mengerumuni tubuhku!

Mereka semua mencabik-cabik tubuhku!

Memakan setiap bagian kulit dan dagingku!

DAN BISA KU LIHAT DENGAN JELAS, TUBUHKU HABIS MENYISAKAN TULANG BELULANG YANG BERLUMURAN DARAH MERAH SEGAR.

Lalu, semua sosok mengerikan itu menghilang tanpa bekas sedikitpun. Meninggalkan tubuhku yang sudah tak berbentuk. Bergelimang darah segar di atas tanah.

Dan...

Selanjutnya...

Semuanya tampak sangat kabur, lalu hilang kesadaranku.

🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Entah sudah berapa lama aku hilang kesadaran, saat kedua mataku akhirnya kembali bisa terbuka.

Tubuhku masih terbaring di atas tanah yang lembab. Berada di tengah-tengah hutan yang tampak semakin mencekam.

Dengan sebuah bulan purnama merah di atas langit. Membuat area hutan di sekelilingku semakin mengerikan.

Aku langsung terkejut sekali lagi, saat sadar bahwa tubuhku sudah kembali utuh!

Lalu, secara tiba-tiba...

Dayang Putri sudah hadir di hadapanku. Berdiri menatapku dengan tatapan kedua mata hijaunya yang menyala.

Tanpa senyuman, tanpa ekspresi apapun.

Dan, ia berkata padaku, "Inilah jalan hidupmu, Haruma..."

Dan, secara tiba-tiba lagi, tepat dari arah belakang Dayang Putri itu, muncul satu sosok yang sangat ku kenal.

"IBU??!!" spontan aku berucap, saat sosok Nisa, ibu angkatku itu, muncul di belakang Dayang Putri.

Lantas, aku langsung berdiri, dan berlari mendekati Nisa, ibu angkatku itu.

LANGSUNG KU PELUK ERAT TUBUHNYA YANG SANGAT HARUM.

HARUM BUNGA KANTIL.

Dan, entah apa yang terjadi padaku, aku langsung merasakan kesedihan luar biasa.

Langsung mengalir air mataku. Membasahi kedua pipiku. Dengan suara isak tangis yang teramat sedih.

"Ibuuu... Hiks-hiks... Hiks-hiks... Aku takut, Buuu... Hiks-hiks..." kataku sambil terus menangis, sambil memeluk tubuhnya.

Dan, terdengar suara ibuku itu berkata, "Jangan takut ya, Haruma... Kan ada Ibu bersamamu..."

Lalu, ku angkat wajahku, melihat wajah ibuku.

Ia tersenyum sangat manis padaku, lalu ia balas pelukanku.

Seketika itu juga, saat ibuku memelukku dengan sangat erat, area hutan mencekam dan mengerikan di sekelilingku ikut berubah.

Aku, Ibu, dan Dayang Putri, sudah berpindah tempat dengan sangat cepat.

Berpindah ke sebuah area terbuka, mirip tanah lapang dengan hamparan rumput yang menutupi permukaannya yang luas.

Dan lagi-lagi, muncul dua sosok lain di tengah sana.

Sekar Arum dan Sekar Mayang.

Mereka berdua melangkah mendekati kami.

Lalu, Dayang Putri berkata padaku, "Kau harus siap, Haruma.."

Entahlah, tiba-tiba saja, aku bisa langsung memahami maksud perkataan Dayang Putri itu.

Iya, aku harus siap dengan segala jalan hidupku di masa depan nanti.

Dan, terasa ada sebuah sentuhan tangan dari arah belakangku, menyentuh dengan sangat lembut pundak kananku.

Aku pun menoleh ke belakang.

Ternyata...

Di belakangku...

Sudah berdiri Harumi.

Iya, Harumi, saudara sedarahku yang terpisah oleh takdir hidupku sebelumnya.

Dan, aku langsung menangis, merasakan sebuah kesedihan luar biasa di batinku.

Langsung ku peluk sangat erat tubuh Harumi.

Dan Harumi pun memeluk tubuhku sangat erat juga.

Kemudian...

Telingaku berdenging kencang, "NGIIIIIING!!!"

Dan pandangan kedua mataku kembali memudar, semuanya berubah menjadi sinar putih keemasan yang terang, sangat terang, sangat menyilaukan.

.....

🕒🕒🕒🕒🕒🕒🕒

🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄

Aku terbangun...

Di atas kasur, di dalam kamarku...

Dan entah sudah jam berapa ini, tapi rasanya sudah hampir menjelang Shubuh. Karena sudah terdengar suara orang-orang yang mulai bersholawat di musholla-musholla, memecah kesunyian pagi di segala penjuru desa.

Lalu, ibuku memanggilku dari arah luar kamar.

"Haruma, udah bangun belom? Ayok, sholat Shubuh, Nak..."

Aku tak langsung menjawab, masih terduduk di atas kasur kamarku.

Dan, entahlah...

Aku seperti merasakan habis bermimpi sesuatu, tapi...

Terasa samar-samar diingatanku.

Dan, entah mengapa, aku merasa merindukan seseorang.

Aku langsung berusaha bangun, berjalan perlahan dengan kedua mataku yang buta ini. Aku melangkah ke arah meja kamarku, dan segera ku ambil tas sekolahku.

Apa yang ku cari di dalam tas sekolahku itu adalah sebuah foto.

Sebuah foto yang dicetak oleh ibuku sendiri beberapa bulan lalu.

Setelah ku dapatkan foto itu, langsung ku raba pelan permukaannya. Walau mataku tak bisa melihat, tapi semuanya terlihat jelas dengan hatiku.

Ya...

Foto itu...

Adalah fotoku bersama Ibuku dan Harumi.

Aku langsung tersenyum, sambil melihat foto itu dengan kedua mata butaku. Namun, dengan hatiku yang melihat.

😊😊😊😊😊😊😊

.....

.....

.....

((Di sudut pandang Harumi yang masih terduduk di depan Sekar Mayang))

"HARUMI..."

Panggilan dari sosok Sekar Mayang itu, membuatku fokus hanya padanya yang terduduk sambil membelai kepalaku.

Dan entah kenapa, batin dan pikiranku jadi bisa melupakan Haruma yang bersama sosok Dayang Putri itu.

"HARUMI, AKAN KU AJAK KAU BERJALAN-JALAN SEKARANG..." kata Sekar Mayang di depanku.

Kemudian, tangan kanan sosok Sekar Mayang itu yang barusan membelai lembut kepalaku, kini mulai mengusap lembut wajahku.

Dari ujung dahiku, turun ke mataku.

Lalu...

Tiba-tiba saja, sekelilingku semuanya berubah terang, sangat terang.

Sampai-sampai kedua mataku ini tak bisa melihat apapun.

Setelah beberapa saat kedua mataku terkena sinar yang sangat terang itu, akhirnya bisa ku buka perlahan-lahan.

AKAN TETAPI, SEKETIKA ITU JUGA, AKU MENJERIT KETAKUTAN!

"AAAAAA!!!" teriakanku sampai terasa hampir memecahkan telingaku sendiri.

Karena apa yang ku lihat ketika membuka mata adalah...

Di sekelilingku sudah muncul banyak sosok mengerikan!

Puluhan...

Tidak, sepertinya lebih dari ratusan!

Mereka semua langsung melayang dengan cepat menuju ke arahku!

Mereka semua tampak seperti "lapar" dan ingin memangsaku!

Sontak, aku pun langsung berlari sekencang mungkin. Dengan detak jantung yang cepat, napas yang tak karuan, pandangan mata yang hanya bisa menatap ke depan, bercampur dengan perasaan mencekam dan terancam yang sangat kuat.

"TOLOOONG!!! TOLOOONG!!!" hanya itu yang bisa keluar dari mulutku sambil terus-menerus berlari kencang.

Tapi, aneh...

Sangat-sangat aneh...

Entah sudah berapa jauhnya aku berlari, akan tetapi, aku malah kembali lagi ke tempat yang sama!

Tubuhku malah kembali lagi ke tengah-tengah ratusan makhluk mengerikan tadi!

Dan, dengan sangat cepat, jauh lebih cepat dari sebelumnya, semua sosok mengerikan itu melayang dan mengerumuni tubuhku!

Mereka semua mencabik-cabik tubuhku!

Memakan setiap bagian kulit dan dagingku!

DAN BISA KU LIHAT DENGAN JELAS, TUBUHKU HABIS MENYISAKAN TULANG BELULANG YANG BERLUMURAN DARAH MERAH SEGAR.

Lalu, semua sosok mengerikan itu menghilang tanpa bekas sedikitpun. Meninggalkan tubuhku yang sudah tak berbentuk. Bergelimang darah segar di atas tanah.

Dan...

Selanjutnya...

Semuanya tampak sangat kabur, lalu hilang kesadaranku.

🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Entah sudah berapa lama aku hilang kesadaran, saat kedua mataku akhirnya kembali bisa terbuka.

Tubuhku masih terbaring di atas tanah yang lembab. Berada di tengah-tengah hutan yang tampak semakin mencekam.

Dengan sebuah bulan purnama merah di atas langit. Membuat area hutan di sekelilingku semakin mengerikan.

Aku langsung terkejut sekali lagi, saat sadar bahwa tubuhku sudah kembali utuh!

Lalu, secara tiba-tiba...

Sekar Mayang sudah hadir di hadapanku. Berdiri menatapku dengan tatapan kedua mata merahnya yang menyala.

Tanpa senyuman, tanpa ekspresi apapun.

Dan, ia berkata padaku, "INILAH KONSEKUENSI JALAN HIDUPMU, HARUMI..."

Dan, secara tiba-tiba lagi, tepat dari arah belakang Sekar Mayang itu, muncul satu sosok yang sudah ku kenal.

"IBU??!!" spontan aku berucap, saat sosok ibu angkatnya Haruma itu muncul di belakang Sekar Mayang.

Lantas, aku langsung berdiri, dan berlari mendekati ibu angkatnya Haruma itu.

LANGSUNG KU PELUK ERAT TUBUHNYA YANG SANGAT HARUM.

HARUM BUNGA YANG AKU TAK TAHU APA ITU.

Dan, entah apa yang terjadi padaku, aku langsung merasakan kesedihan luar biasa.

Langsung mengalir air mataku. Membasahi kedua pipiku. Dengan suara isak tangis yang teramat sedih.

"Ibuuu... Hiks-hiks... Hiks-hiks... Aku takut Buuu... Hiks-hiks..." kataku sambil terus menangis, sambil memeluk tubuh ibu angkat Haruma.

Dan, terdengar suara Nisa, ibu angkat Haruma itu berkata, "Jangan takut ya, Harumi... Kan ada Ibu bersamamu..."

Lalu, ku angkat wajahku, melihat wajahnya.

Ibunya Haruma itu tersenyum sangat manis padaku, lalu ia balas pelukanku.

Seketika itu juga, saat mereka ia memelukku dengan sangat erat, area hutan mencekam dan mengerikan di sekelilingku ikut berubah.

Aku, ibu angkatnya Haruma, dan Sekar Mayang, sudah berpindah tempat dengan sangat cepat.

Berpindah ke sebuah area terbuka, mirip tanah lapang dengan hamparan rumput yang menutupi permukaannya yang luas.

Dan lagi-lagi, muncul dua sosok lain di tengah sana.

Sekar Arum dan Dayang Putri.

Mereka berdua melangkah mendekati kami.

Lalu, Sekar Mayang berkata padaku, "KAU HARUS SIAP JIKA INGIN TERUS HIDUP BERSAMA MEREKA, HARUMI..."

Entahlah, tiba-tiba saja, aku bisa langsung memahami maksud perkataan Sekar Mayang itu.

Iya, aku harus siap dengan segala konsekuensi jalan hidupku di masa depan nanti.

Dan, terasa ada sebuah sentuhan tangan dari arah belakangku, menyentuh dengan sangat lembut pundak kananku.

Aku pun menoleh ke belakang.

Ternyata...

Di belakangku...

Sudah berdiri Haruma.

Iya, Haruma, saudara sedarahku yang terpisah oleh takdir hidupku sebelumnya.

Dan, aku langsung menangis, merasakan sebuah kesedihan luar biasa di batinku.

Langsung ku peluk sangat erat tubuh Haruma.

Dan Haruma pun memeluk tubuhku sangat erat juga.

Kemudian...

Telingaku berdenging kencang, "NGIIIIIING!!!"

Dan pandangan kedua mataku kembali memudar, semuanya berubah menjadi sinar putih keemasan yang terang, sangat terang, sangat menyilaukan.

.....

🕒🕒🕒🕒🕒🕒🕒

🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄

Aku terbangun...

Di atas kasur, di dalam kamar kontrakanku...

Dan saat ku lihat jam dinding, ternyata sudah pukul 04.25, hampir menjelang Shubuh. Dan terdengar juga suara orang-orang yang mulai bersholawat di musholla-musholla, memecah kesunyian pagi di segala penjuru.

Lalu, ibu angkatku memanggil dari arah kamar mandi

"Harumi, udah bangun belom?"

Aku tak langsung menjawab, masih terduduk di atas kasur kamar kontrakanku.

Dan, entahlah...

Aku seperti merasakan habis bermimpi sesuatu, tapi...

Terasa samar-samar diingatanku.

Dan, entah mengapa, aku merasa merindukan seseorang.

Aku langsung berusaha untuk bangun. Aku langsung melangkah ke arah lemariku, dan segera ku ambil tas sekolahku di dalamnya.

Apa yang ku cari di dalam tas sekolahku itu adalah sebuah foto.

Sebuah foto yang dicetak oleh ibu angkatnya Haruma beberapa bulan lalu.

Setelah ku dapatkan foto itu, langsung ku lihat dalam-dalam foto itu.

Ya...

Foto itu...

Adalah fotoku bersama Haruma, dan Nisa, ibu angkatnya.

Aku langsung tersenyum, sambil melihat foto itu.

😊😊😊😊😊😊😊

1
Athnares
😍😍
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
next nya mana ini?
Ayuk Witanto
alm.bapakku juga dulu gitu kalau di bilangin
Deni Komarulloh: Sama dong Mas, hehehe... Saya juga jawab gitu kalo dibilangin buat berhenti merokok, hehehe... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!