NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

" Duduklah,aku selesaikan ini terlebih dahulu" perintah Rafael pada Meera, setelah melihat gadis cantik itu masih berdiri di depan pintu ruangan nya.

Tak menjawab atau membantah, namun ia juga tidak duduk,Meera justru melangkah menuju jendela kaca besar di ruangan tersebut, matanya menatap pemandangan yang terlihat dari lantai tersebut, Rafael meliriknya sesaat hingga akhirnya ia meletakkan pena di tangannya.

" Apakah yang papa katakan benar?" tanya Meera to the point, matanya masih menatap luar gedung.

Rafael bangkit dari duduknya,ia melangkah berdiri tepat di samping Meera, matanya menatap lurus wajah Meera yang tak menatap nya.

" Kenapa?" tanya Meera lagi, bahkan pertanyaan nya tadi belum Rafael jawab.

" Itu yang terbaik untuk kamu,maaf" jawab Rafael pelan.

Mendengar jawaban Rafael,Meera membalikkan tubuhnya, menatap wajah tampan Rafael yang beralih menatap luar,rasanya ia tak akan sanggup menatap mata wanita cantik itu, terlebih jika meera menitikkan air matanya,maka akan di pastikan,ia akan membatalkan semua rencananya yang menurutnya adalah yang terbaik.

" Boleh aku bertanya satu pertanyaan?" tanya Meera pelan, matanya masih terus menatap wajah tampan Rafael.

" Katakan?" ucap Rafael memberikan izin.

"Tolong katakan, dimana kurang nya aku kak? Hingga kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita?" tanya Meera pelan,matanya terpejam menunggu jawaban dari Rafael.

" Karena kamu hanyalah gadis manja" jawab Rafael tegas.

Mendengar jawaban Rafael,meera membuka matanya, kakinya melangkah mundur, tatapan nya sendu,namun bibirnya tersenyum.

Dengan bibir bergetar namun tersenyum Meera berucap" Terimakasih telah menyadarkan ku,semoga kakak bahagia" setelah mengankan itu,Meera membungkukkan tubuhnya sebagai salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat pada keluarga kerajaan, hingga akhirnya ia melangkah meninggalkan Rafael yang masih melihat nya.

Meera meninggalkan gedung megah itu,tanpa setitik pun air mata,sekuat tenaga ia menahan diri nya agar tak menangis,sudah cukup ia menangis siang tadi di bawah guyuran shower di kamar nya, sekarang ia tak ingin lagi menangis,ia datang hanya untuk meyakinkan dirinya bahwa perasaan nya benar-benar harus ia akhiri, walaupun ia masih belum yakin ia mampu atau tidak.

" jalan pak" perintah Meera pada supirnya saat ia sudah berada di dalam mobil, sedangkan di dalam gedung BC group,semua yang melihatnya berbisik bertanya siapakah gadis cantik yang menemui pangeran Rafael,itu adalah pertama kalinya Meera datang ke perusahaan tersebut.

****

Sedangkan di ruangannya, Rafael membanting hampir semua yang berada di atas meja kerjanya,ia menelungkupkan wajahnya di atas meja,kedua tangannya meremas kuat rambutnya.

" Aaaaaa....." teriak nya marah, entah pada siapa ia harus marah,ia membenci dirinya sendiri.

" Maaf..."

" Maaf kan aku.." bisik nya terus menerus,masih terbayang di ingatan nya seperti apa tatapan mata Meera padanya tadi, Rafael tak lagi melihat binar bahagia yang biasa meera tunjukkan padanya,ia merasa tatapan mata Meera berubah dan hati kecilnya menolak itu.

Damares yang baru kembali dari menemui klien langsung di buat menganga saat memasuki ruangan sang CEO dan melihat betapa hancurnya ruangan tersebut.

Tak bertanya apapun, Damares bergegas merapikan berkas-berkas yang terlihat berserakan di lantai,mengambil alat kebersihan untuk membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai,ia memang belum tau apa yang terjadi sebenarnya,tapi saat ia baru tiba di kantor,ia mendengar desas desus tentang kedatangan seorang wanita cantik yang menemui Rafael.

Dan informasi yang ia dapatkan dari Camelia yang membenarkan dugaan nya ,namun Damares merasa sulit percaya, sebelumnya tak pernah Meera mendatangi Rafael ke kantor,ini pertama kali gadis itu datang ke BC group, begitupun dengan Alexander yang merasa heran,ia juga baru saja menyelesaikan rapat dengan beberapa divisi, menggantikan Rafael tentunya.

Karena sejak setelah Rafael berbicara dengan kedua orang tua Meera,pria tampan itu belum pernah memimpin rapat atau meeteng,baik itu dengan bawahannya atau rekan bisnisnya, Rafael seperti tengah mengurung diri nya.

" Ada yang anda butuhkan?" tanya Damares setelah memastikan semuanya sudah ia bereskan.

" Dia datang Res,dia menemui ku,dia tidak menangis" adu Rafael ambigu,rasanya ia tidak terima Meera menerima begitu saja keputusan nya.

" Siapa? Meera?" tanya Damares menebak.

" Aku harus bagaimana Res?" bukan menjawab, Rafael justru kembali bertanya.

" Keputusan itu sudah tidak mungkin di batalkan,dan besok konferensi pers seperti yang anda minta,saya sudah mengatur semuanya" jawab Damares menjelaskan,ia tak tau harus mengatakan apa.

Damares dan Alexander sudah menasehati sebelum sahabatnya itu memutuskan,namun pria dingin itu terlalu keras kepala dan merasa yang ia lakukan adalah yang terbaik.

" Aku takut melihatnya terluka lagi seperti waktu itu,demi Tuhan aku sangat takut Res" ungkap Rafael lemah.

Damares masih tak memberikan jawaban apapun,ia juga bingung harus bagaimana menghadapi pasangan muda itu.

" Aku ingin menemuinya malam ini" ucap Rafael tiba-tiba.

Pernyataan nya itu sontak membuat Damares tercengang,ia bahkan menatap horor atasan nya itu, apakah atasan sekaligus sahabat nya itu sudah tidak waras? .

Namun sedetik kemudian Rafael justru tertawa lirih" aku mungkin akan gila Res" ucap nya lagi.

" Aku benci berada di negara ini" tambah nya lagi.

Damares memilih diam,ia tak memberikan respon apapun,ia memilih untuk menjadi pendengar Budiman.

" Kau keluarlah,aku akan melanjutkan pekerjaan ku ini" perintah Rafael tiba-tiba setelah beberapa menit ia terdiam.

Damares mengagguk patuh,ia sedang tak ingin melihat keterpurukan sahabat nya itu.

Setelah kepergian Damares,ia benar-benar kembali melanjutkan pekerjaan nya, bahkan sampai sore, Rafael memilih melanjutkan hingga malam,ia memerintahkan agar Camelia, Damares dan Alexander pulang lebih dulu,namun Damares memilih menunggu nya di luar ruangan sang CEO.

" Kau pulang lah duluan,aku akan menunggu di sini,kau butuh istirahat,besok pangeran belum tentu akan datang ke kantor, setelah konferensi pers nya,akan di lanjutkan dengan jamuan makan malam bersama keluarga Meera " ucap Damares pada Alexander setelah kepergian Camelia.

" Kau yakin ?" tanya Alexander memastikan.

" Heum... kalau terjadi sesuatu aku akan lansung menghubungi mu, pulang lah" jawab Damares.

Akhirnya walaupun dengan berat hati, Alexander mengangguk, mengikuti saran Damares,ia memang butuh istirahat,ia bertanggung jawab penuh atas perusahaan jika Rafael tak berada di perusahaan pusat tersebut.

Di dalam ruangannya, Rafael terlihat seperti orang kerasukan,ia tak sebentar pun berhenti bekerja, hingga akhirnya tepat pukul empat dini hari, Rafael tertidur di meja kerjanya dengan posisi duduk.

Sedangkan Damares sejak tadi ia sudah tertidur di meja kerja Camelia yang berada di depan ruangan CEO tersebut, keberadaan nya benar-benar tak di ketahui oleh Rafael.

1
KIM TAMIE
Bonyok khan muka ganteng lu Lex, lagian perkosa tuh sekali aja..nah ini berkali2...lu doyan apa gragas sih Lex🙄🙄
Masih mending yg dibogem Pangeran muka elu, coba kl tongkat saki elu, katam hidup lu Lex.
irma hidayat
makanya sebelum bertindak tuh pikir dulu alex, kebusukan pada akhirnya akan terbongkar
Leha Leha
Akhirnya thor terbongkar juga
irma hidayat
pusing ya damares tuh gara2 s alex
KIM TAMIE
Nasi udah terlanjur jadi BUBUR AYAM Lex, maka makanlah buah dari perbuatanmu
irma hidayat
moga cepet diganti calon baby nya sama author😄
Nurul Karomah
pangeran plin plan mending ama Gio aja meer/Proud/
irma hidayat
yg kuat cecil💪
Yensi Juniarti
ada yg bisa nebak bagaimana reaksi dan nasib si Alex curut itu nanti 🫣🫣🫣
Umi Kolifah
buat si Alex menyesal Thor dengan perbuatannya, dan buat Cecil bahagia
Jingga Pelangi
yg satu cerita g lnjut
Leha Leha
Smg cepat selesai masalah cecilia
irma hidayat
ah jadi penasaran gimana sikap cecil setelahnya
Leha Leha
Smg meera dpt tolong cecilia kesian dia😭
KIM TAMIE
nunggu part Pangeran AL dan putri Meera tahu kl Alex pelakunya
irma hidayat
ya harusnya jujur gitu dari pada salah paham
Leha Leha
Kesian meera Rafael jgn pergi
irma hidayat
cemburu ya meerr, wajar status udah istri masih pacar juga bisa cemburu ,salah rafael ga ngasih kabar
KIM TAMIE
puyeng ya EL..selamat deh 😂
Umi Kolifah
udah mulai jatuh cinta si Alex, jangan mau cecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!