NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Terus saja mengemis cinta

Semalaman Nayyara terus menangis meratapi nasibnya. Pagi ini dia masih terbaring lemas di kasur tanpa semangat untuk kuliah bahkan sekadar sarapan saja. Pelayan di apartemen ini, Bik Sumi, yang sudah berkali‑kali mengetuk pintu kamarnya pun diabaikan juga. Hatinya terasa sangat perih dan sedih, baru saja dia mulai menerima keadaan menjadi istrinya Davka, bahkan menyukai lelaki yang menikahinya secara kontrak kemarin, tiba‑tiba lelaki itu justru ingin menceraikannya sekarang.

 

“Mungkin dia takut istrinya tahu soal pernikahan kami? Ahh mau gimana lagi posisiku memang nggak baik” Gumam Nayyara sambil duduk dan memeluk lututnya. Dia sama sekali belum tahu bahwa Davka sudah bercerai dan menjadi duda, karena kesibukan kuliah membuatnya tak pernah mengikuti gosip yang ramai tentang pengusaha muda itu di media massa, apalagi Nayyara bukan tipe yang suka searching berita di internet atau beli majalah gosip terlebih lagi nonton berita gosip di TV 

 

“Sudahlah Nay, terima saja takdirmu. Sejak awal kamu memang hanya istri sementara. Dia ingin bercerai ya sudah terima saja, dia takkan pernah benar‑benar menjadi milikmu.” Nayyara mengangguk pelan, memeluk bahunya erat dan menangis lagi. Dadanya terasa sesak setiap kali mengingat kata‑kata yang diucapkan Davka semalam.

“Menolak percuma saja. Hak apa yang aku miliki, aku bukan istri yang dia inginkan?” Nayyara mengangguk lemah lalu berdiri, mengambil pakaian ganti dari lemari. Pagi ini dia berniat mendatangi kantor Davka dan menyelesaikan semuanya sebelum pergi ke kampusnya.

*****

Gedung kantor PT Pakuwon indah Group

Nayyara tak mengerti kenapa dia justru datang ke sini, berharap bisa bertemu Davka dan membicarakan pernikahan mereka, juga masalah soal beberapa hari lalu. Padahal dia sadar, percuma saja, sejak awal posisinya hanya istri kontrak, lalu apa yang bisa diharapkan dari lelaki seperti Davka.

“Permisi, Mbak,” Sapa Nayyara dengan ragu di depan meja resepsionis.

Wanita berseragam merah itu menatapnya dengan pandangan heran dan sedikit meremehkan. Penampilan Nayyara terlihat seperti mahasiswi atau anak remaja, pakai tas selempang warna merah muda, rok selutut hitam, dan dengan kaos pink dan jaket hitam pas badan, di padukan sepatu boots warna hitam senada dengan roknya.

“Ada yang bisa dibantu, Nona?”

“Anu… apa saya boleh bertemu dengan Pak Davka? Ahh maksud saya pak Eko Davka digdaya Tedja” Nayyara menyebutkan nama lengkap suaminya yang dia ingat.

Resepsionis itu mengangkat kacamatanya makin heran. Sejak kapan direktur operasionalnya di cari gadis muda seperti ini, apalagi dia cantik sekali.

“Beliau sedang tidak ada di kantornya hari ini, tapi apa Mbak sudah membuat janji sebelumnya?” Nayyara baru sadar bahwa dia bahkan belum tahu jabatan Davka di sini.

“Belum… tapi saya—”

“Maaf, Pak Davka tidak bisa bertemu dengan sembarang orang. Beliau adalah salah satu petinggi perusahaan ini. Beliau direktur operasional, jabatannya di bawah CEO pak Handoko Tedja dan komisaris utama pak Alex Tedja, Kalau nona sudah ada janji dengan pak Davka baru saya bisa hubungi beliau.”

“Kalau begitu tidak apa‑apa, nggak usah mbak… terima kasih,” Jawab Nayyara lirih lalu berbalik pergi. Dia menghela napas panjang melihat sekeliling gedung megah itu. Rasanya mustahil jika dia harus berkata bahwa dirinya adalah istri sang direktur. Semua orang takkan percaya juga.

“Lho, Mbak Nayyara?” Nayyara menoleh, terkejut sekaligus lega melihat Dino memanggilnya dari arah lobi. Syukurlah ada pengawal pribadi Davka yang mengenalnya. “Mau ke mana, Mbak? Pak Davka sedang tidak ada di kantor hari ini.”

“Begitu ya bang… kalau begitu tolong sampaikan saja padanya, saya tunggu di apartemen, besok juga gak apa-apa. Ponselnya sudah beberapa hari ini tidak bisa saya hubungi.”

“Ah iya, memang ponsel Pak Davka baru hilang saat tugas ke kota Surabaya kemarin. Sekarang masih dalam proses penggantian nomornya, ponselnya juga gak ketemu, makanya banyak rekan bisnis yang juga sempat bingung menghubungi beliau.”

“Oalah, jadi begitu, ya saya mengerti,” Jawab Nayyara lega sambil mengangguk. Pantas saja panggilannya selalu masuk ke kotak pesan.

****

Davka merasa dirinya bodoh. Benar kata Dimas, dia belum bisa melepaskan Selvia sepenuhnya. Meskipun sudah bercerai, dia masih berharap mantan istrinya mau kembali padanya. Rasa cinta yang berlebihan membuatnya terlihat buta, tak sadar bahwa Selvia tak pernah pantas untuk diperjuangkan.

Sore ini dia baru saja pulang dari urusan bisnis di Bandung, lalu langsung menuju rumah mantannya. Padahal seminggu lalu dia berniat menceraikan Nayyara, namun justru gadis itu seolah menghindar dan tak menemuinya. Kini Davka malah terlihat seperti orang yang mengemis cinta pada Selvia.

“Selvia, apa kamu nggak nyesel kita sudah cerai?” Tanyanya lagi, meski sejak tadi Selvia hanya menatapnya dengan pandangan ketus.

“Nyesel? Buat apa? Aku malah seneng gak hidup tertekan lagi!”

“Aku masih berharap kita bisa kembali, ayolah sayang. Apa pun yang kamu minta akan aku penuhi. Aku akan berikan 3 persen saham Pakuwon group milikku disana buat kamu, aku masih punya 20 persen saham disana, bagaimana? Setuju?”

“Percuma, Davka. Orang tua kamu pasti akan menentang habis‑habisan.”

“Tidak akan! Mommy dan Daddy ku pasti akan maklum pada keinginan anaknya”

“Baiklah, kalau begitu buktikan dulu ucapanmu itu tidak salah.” Saat Davka berusaha membujuknya agar membangun rumah tangga dari awal, Selvia justru mengajukan syarat yang terdengar aneh.

“Apa maksudmu membuktikan sel?”

“Kalau kamu bisa membuat seorang wanita hamil, baru aku percaya kamu benar‑benar lelaki normal. Mungkin saja aku bersedia rujuk, dan kita mulai semuanya lagi. Aku tidak peduli soal kekayaanmu, Om Agung Ardiansyah juga cukup kaya.”

“Hah? Apa katamu barusan?!” Davka tertegun kaget. Pikirannya langsung melayang pada Nayyara, istri kontraknya selama ini.

“Kamu gila ya? Menyuruhku menghamili wanita lain?”

“Iya, buktikan saja dulu mas. Kalau ada wanita yang bisa mengandung anak kamu, baru kita bicarakan soal hubungan kita. Itu keputusanku. Kalau dalam tiga bulan kamu bisa melakukannya, aku mau rujuk. Maaf, tapi ini jalan yang aku pilih, aku gak mau di remehkan ibumu terus. Sekarang silakan pulang." 

Selvia berdiri dan berjalan menuju teras, meninggalkan Davka yang terdiam dengan kepala terasa pening.

“Bisa punya anak dari wanita lain… Ya Allah, apa dia waras?!” Gumamnya.

Davka benar‑benar tak menyangka Selvia akan mengajukan syarat aneh seperti itu. Benarkah selama mereka menikah dia merasa tertekan? Namun di sisi lain, Davka juga takut jika memang benar dirinya mandul. Tujuh tahun lebih menikah tanpa bisa punya anak, sumpah Davka sangat tertekan dengan kondisinya.

Sebenarnya juga dia tak ingin menjadikan Nayyara sebagai bahan percobaan. Dia tetap berniat menceraikan gadis itu secepatnya.

“Selvia! Aku belum selesai bicara!”

Davka terkejut melihat sebuah mobil BMW putih berhenti di depan halaman. Agung turun dari kendaraan itu, dan Selvia langsung memeluk lelaki itu dengan antusias, tepat di depan mata Davka yang tertegun membeku.

“Mau apalagi dia ke sini Sel?” Tanya Agung Ardiansyah kaget.

“Sudah biasa lah mas, mau mengemis cinta lagi, gak tau malu banget” Jawab Selvia sinis.

“Tidak tahu malu banget ya, mungkin dia gak bisa nerima kenyataan kalo udah cerai sama kamu” Agung tertawa mengejek, sementara keduanya bermesraan dengan tak tahu malu, sama sekali tak menggubris Davka yang berdiri terpaku dengan hati hancur.

“Cukup! Aku tidak akan mengemis lagi, Selvia. Baiklah, sampai di sini saja.” Dia berujar dengan hati hancur, lalu Davka menarik napas panjang lalu berjalan menuju mobilnya. Ia melirik sebentar ke arah mereka berdua yang sudah masuk ke dalam rumah, lalu segera membawa mobilnya melaju pergi dari depan rumah mantan istrinya.

 

1
Ananda Boy
kapan lanjut ka
Ananda Boy
lanjut ka jangan lama
Vedyta: Maksih ka Ananda 😍😍
total 1 replies
Ananda Boy
tuh kan 😭
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
ya ampun 🤭🤣
Ananda Boy
aku baru baca kak 😭😭😭
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
next😍
Ananda Boy
lanjut ka😍
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
lanjut
Ananda Boy
lanjut ka author 😍
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!