#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Hasil penjualan yang memuaskan.
Setelah mengeluarkan ular dari ruang dimensi Bai Lian Hua, ia kembali meminta wei jingguo masuk kedalam.
"Masuklah, tapi aku ragu apakah kamu bisa membawanya, soalnya gerobakmu sudah penuh." Ucapnya agak ragu.
"Apakah hewannya besar." Ucap wei jingguo lalu masuk untuk melihat ia penasaran berapa besar hewan itu, matanya terbelalak melihat tubuh ular air yang sangat besar!
Ia melihat song Xinglan lalu kembali melihat ular itu.
Ia mengenal ular ini, saat itu ia pernah melawan ular itu, sebelumnya ia belum bisa mengalahkannya,
ia berjanji pada diri sendiri setelah ia lebih kuat, ia akan kembali untuk membunuh ular itu, ia tidak menyangka song xinglan membawa ular ini ke kota.
"siapa yang membunuhnya, pasti master yang turun gunung." gumam wei jingguo
"Dimana kamu menemukannya!" Tanya Wei Jingguo kepada song xinglan.
Melihat ada tidak beres dengan ekspresi wei jingguo sung xinglan bertanya?
"Kenapa...! tidak bisa di jual ya, apakah dagingnya beracun!, aku menemukannya dekat danau rawa, kalau tidak bisa dijual sia-sia dong uangku, aku sudah membayar orang untuk membawanya kekota!." Ucap song xinglan pura-pura mengeluh karena uangnya habis sia-sia.
"Song Xinglan! Mengapa kamu selalu membahayakan dirimu, kamu tahu disana sangat berbahaya tempat itu berada di pedalaman gunung Fulu, disana tempat hewan buas." Ucapnya tanpa sadar memegang bahu song xinglan,
"Jangan melakukan itu lagi, apa kamu paham, hm! Untung saja ular itu sudah ada yang membunuhnya, kalau tidak kamu...." ucapnya kata terakhir tidak bisa ia ucapkan, entah kenapa ia merasa takut...
Song Xinglan menepis tangan wei jingguo yang ada dibahunya, ia merasakan getaran aneh dihatinya, saat jaraknya mereka berdekatan seperti ini, jadi ia terpaksa menghindarinya.
"Apa pedulimu! Aku bisa jaga diri sendiri! Yang aku tanyakan apakah ini bisa di jual?." Ucapnya lagi sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Tentu aku ped..." ucapnya tersendat di tenggorokannya ia tidak bisa meneruskan perkataannya, hanya mengulangi dalam hati (tentu aku peduli, entah kenapa aku takut terjadi sesuatu padamu)
Wei Jingguo tidak melanjutkan perkataannya yang belum usai hanya dalam hati saja, ia hanya langsung mengangkat ular itu keatas gerobaknya.
"apa yang ingin kamu katakan,? mengapa kamu tidak melanjutnya? ." Tanya Song Xinglan ia mengikuti langkah wei Jingguo yang lebar, karena kakinya pendek, song xinglan kewalahan menyamai langkah kaki wei jingguo yang panjang sehingga dia berlari kecil mengejar langkah wei Jingguo.
"ada apa dengannya apa dia tidak sadar, jalannya terlalu cepat" gerutu song xinglan dibelakang
Wei Jingguo berhenti dan melihat song xinglan berlari mengejarnya, ia merasa kasihan melihatnya kewalahan, lalu ia memperlambat langkahnya.
"Kita sudah sampai." Ucap Wei Jingguo sambil menunjuk rumah makan lumayan besar didepannya.
"Biasanya aku menjual buruan disini, kalau mereka tidak mengambil barang buruan aku menjualnya dipasar." Ucap Wei Jingguo menjelaskan kepada Song Xinglan.
Song Xinglan mendongak melihat rumah makan itu dengan tulisan, rumah makan 'Fengtian'
"seberang sana juga ada rumah makan, lebih bagus dari ini hanya orang kaya, pejabat dan bangsawan yang makan disana, pelayanan disana kurang ramah kepada rakyat jelata seperti kita, jadi aku ingatkan jangan kesana!." Ucap Wei Jingguo lagi,
lalu Song Xinglan mengikuti pandangannya wei Jingguo, ia melihat rumah makan itu lebih besar dari rumah makan fengtian, ia membaca tulisan di gerbangnya 'rumah makan shensu'.
"Iya, aku paham maksudmu aku tidak akan kesana?, tapi apakah mereka tidak membutuhkan daging untuk mereka olah?"
Song xinglan juga bingung kalau rumah makan shensu tidak menerima apapun dari rakyat jelata, lalu dari mana dia mendapatkan pasokan daging atau sayuran, kalau bukan dari petani seperti mereka.
"Sudah ada yang mengantarkannya kesana mereka punya pemasok sendiri! Ayo ikuti aku, kita harus segera menjual ini?." Ucap Wei Jingguo lagi ia melangkah menuju kebagian belakang restauran, sambil membawa gerobaknya.
Lalu wei mengetuk pintu bagian belakang, tak lama setelah itu keluar seorang lelaki paruh baya, saat melihat wei Jingguo dia tersenyum sumringah.
"Tuan Wei, barang bagus apa kamu bawa hari ini! Ayo perlihatkan padaku?." Ucap pria itu yang tidak sabaran.
Wei Jingguo membuka kain penutup hewan buruannya, mata pria itu terbelalak melihat daging ular yang sangat besar, baru saja bos besar mereka meminta daging ular untuk di bawa ke kota raja.
"Tuan Wei kamu memang keberuntungan toko kami, bos besar sedang mencari daging ular seperti ini sejak kemarin, dia menitip pesan 'siapa yang sanggup mencarinya dia akan membeli harga yang tinggi, sekarang kamu membawanya kesini, sungguh beruntung!"
Mata song Xinglan berbinar mendengar pembicaraan mereka, ia dengan antusias bertanya,
"Bos! benarkah itu, dengan harga tinggi? Lihatlah ular ini sangat besar, berapa kamu sanggup mengambilnya, bos?." Ucap dengan senang.
Bos itu melihat gadis di samping wei jingguo meski memakai pakaian lusuh tapi masih terlihat bersih tidak menutupi kecantikannya sama sekali.
"Ini..! Apa istrimu tuan Wei kamu sungguh beruntung mendapatkan istri yang cantik." Ucap Bos itu yang salah paham tentang hubungan mereka.
Pipi song xinglan memerah karena malu, mengapa orang ini mengira dia istri wei jingguo, ia melihat kearah lain takut wei jingguo melihatnya.
"Bukan, dia temanku! jadi bos wang berapa anda mengambil barang yang saya bawa hari ini." Jawab Wei Jingguo langsung bertanya harga.
"Hari ini hewan buruan tuan wei sangat banyak! tapi khusus ular ini saya membelinya dengan harga 100 koin perak bagaimana menurut tuan, apakah harga saya masuk akal!" Ucapnya ia tidak bermain licik, wei jingguo tahu bos ini jujur, itu harga yang pas, tidak terlalu murah juga tidak terlalu tinggi.
Wei Jingguo melihat song xinglan yang mengangguk tanda setuju, lalu ia menjawab pertanyaan bos itu.
"masuk akal, harga dari bos tidak pernah saya ragukan, silahkan hitung semuanya dengan cepat bos, soal kami ingin membeli perlengkapan lainnya." Ucap Wei Jingguo lagi.
"Baiklah- baiklah mengapa kamu buru-buru sekali! Apa karena membawa wanita cantik ini?." Goda bos itu sambil melihat Wei salah tingkah.
"Semua barang buruanmu bermacam-macam tentu harganya tidak sama." Ucap Bos lalu ia menghitung semua harganya, setelah itu ia berbicara lagi.
"Total semuanya 150 koin perak, jadi semua harga ini menjadi 250 koin perak di gabung dari hasil penjual daging ular." Ucapnya sambil memberikan koin perak kepada Wei jingguo.
Song Xinglan terkejut, apa yang dia dengar hari ini, ternyata pekerjaan berburu begitu mudah dapatkan uang. Timbul pikiran dalam dirinya bahwa ia juga ingin berburu.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊