NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Menuju Halal

Semalam, Meli tidur sangat nyenyak di kamar mamah Alex. Istirahat yang cukup setelah bepergian, membuatnya lebih segar pagi ini. Perlahan, dia beranjak dari tempat tidur agar tidak membangunkan mamah Alex.

Sesudah mandi, Meli bergegas ke dapur, untuk beberes dan memasak. Bahan-bahan yang tersisa di lemari pendingin, disulapnya menjadi hidangan untuk sarapan.

Aroma lezat dari masakan Meli, mengudara ke seluruh ruangan, hingga membuat Alex dan mamahnya terbangun. Keduanya keluar dari kamar dan mengikuti asal aroma lezat itu.

Beberapa makanan berderet rapi di atas meja makan. Mamah Alex yang melihat Meli sedang membuat minuman di dapur, segera menghampirinya.

"Aduh … maaf ya Sayang, Mamah kesiangan. Sini biar Mamah aja yang bikin minum," ujarnya merasa tidak enak.

"Nggak apalah Mah, biar Meli aja yang bikin minum." Meli tersenyum sambil menuang teh.

"Malah jadi ngrepotin Meli kan jadinya," ucapnya sungkan.

"Nggak repot kok Mah," jawab Meli. "Mamah duduk aja sama Alex, ini sebentar lagi selesai kok."

"Yaudah kalau gitu, Mamah tunggu di meja makan ya," ucapnya sambil menepuk lembut pundak Meli.

Tak lama kemudian, Meli datang dengan tiga cangkir teh di atas nampan yang di bawanya. Alex tersenyum melihat kekasihnya yang sudah seperti menantu di rumah itu.

Mereka menyantap sarapannya dengan lahap. Segudang kalimat pujian mereka lontarkan kepada Meli. Bahkan mamah Alex merasa, Meli sudah siap menjadi seorang istri dan menantu idaman.

Meli tersipu malu karena kekasih dan mamahnya terus menggoda.

"Tuh Sayang, Mamah udah kode-kode,"goda Alex.

"Kode? Emang kode apa sih?" jawab Meli polos dengan wajah bingung.

Karena gemas melihat ekspresi kekasihnya, Alex berniat menggodanya lagi. "Itu … Mamah minta dibikinin cucu."

Uhuk … uhuk … uhuk

Seketika Meli tersedak mendengar celotehan kekasihnya. Alex dan mamahnya khawatir melihat Meli yang batuk-batuk karena tersedak.

Pria muda itu meraih secangkir teh milik Meli, lalu memberikannya. "Minum dulu Sayang."

"Kamu sih! Yang slow dong Nak, jangan langsung to the point gitu. Bikin Meli kaget aja." seru Mamah Alex sambil mengacak rambut anaknya.

Setelah membaik, Meli tersenyum dan menenangkan mamah Alex yang tengah mengomeli anaknya. Beliau terus menggerutu, meskipun anaknya hanya tertawa menanggapinya.

"Meli cuma kaget aja kok Mah, doain ya Mah biar hubungan kami lancar sampai pelaminan," ungkap Meli.

"Tentu dong Sayang, Mamah pasti doain."

Seusai sarapan, Alex mengantar Meli pulang. Sepanjang perjalanan, Alex terus menggoda kekasihnya tentang masalah pernikahan dan anak. Gadis itu hanya bergeming dengan wajah tersipu malu.

Alex tak berhenti tersenyum, bahkan setelah mereka sudah sampai di rumah Meli.

"Udah ah Sayang, senyum mulu, udah sampai nih," ujar Meli. "Mampir dulu yuk."

"Hehehe, jadi pengen cepet nikah deh," seloroh Alex yang masih duduk di atas motornya sambil menggerakkan alisnya.

Meli tersipu malu mendengar ocehan kekasihnya. "Sayang … udah ah, ayo masuk dulu, panas nih." Meli menarik tangan Alex dan menggandengnya masuk ke teras rumah.

Dian bergegas ke teras rumah, setelah mendengar suara motor yang berhenti di halaman rumah.

"Wah … ini nih, yang habis melepas rindu," goda Dian.

"Hai Beb, nih oleh-olehnya." Meli menyodorkan oleh-oleh yang sudah disiapkan.

"Yeay … kecipratan oleh-oleh, nih dek." Dian menenteng kantong oleh-oleh sambil mengelus perutnya yang semakin membesar. "Yaudah, aku masuk dulu ya."

"Oke," sahut Alex sembari duduk di kursi teras.

"Sayang, aku ambilin minum dulu ya," ujar Meli.

Baru sempat berbalik badan, Alex meraih tangannya dan memintanya untuk duduk.

"Nggak usah, sini kita ngobrol aja." Alex membelai lembut rambut kekasihnya.

"Sayang, kapan kamu siap menjadi istriku?" tanya Alex dengan tatapan cinta.

"Aku sih, kapan aja hayuk," jawab Meli mantab.

Alex begitu girang mendengar jawaban kekasihnya. "Seriusan?"

Meli tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Rona bahagia terpancar jelas di wajah ayunya.

"Gimana kalau kita menikah besok?" ujar Alex antusias.

Meli tak hentinya tertawa mendengar ucapan pria yang dicintainya.

"Nggak besok juga kali, yank," sahutnya. "Kan butuh diomongin dulu sama keluarga." Dengan cepat raut wajahnya berubah sedih.

"Oh iya, tapi kenapa kamu jadi sedih?" ucap Alex sembari mengangkat dagu kekasihnya.

"Saat-saat penting seperti pernikahan, aku hanya seorang diri. Ayah dan ibu telah meninggalkanku, bahkan mereka belum sempat mendampingiku dalam prosesi pernikahan." Meli menunduk dengan menahan air mata.

Alex memeluk erat dan menenangkan pujaan hatinya. Matanya berkaca-kaca karena turut merasakan kepiluan yang tengah dirasakan kekasihnya.

Pria tampan berperawakan tegap itu melepas pelukannya. Dihapusnya bulir bening yang membasahi wajah cantik kekasihnya.

"Aku yakin ayah dan ibu akan menyaksikan pernikahan kita, dari surga," ucap Alex.

"Ya, mereka pasti bahagia melihatku bahagia." Meli mengatur nafasnya dan kemudian tersenyum tegar.

"Bagaimana kalau kita ke rumah paman, untuk mengabarkan berita baik ini?" ajak Alex.

"Tentu, bagaimanapun mereka sudah seperti orang tua bagiku. Aku membutuhkan restu dari mereka."

***

Dian yang sedang menikmati oleh-oleh bersama mbok Jum, sesekali melirik pintu. Dia pikir, Alex sudah pulang, karena sudah terdengar suara mesin motor yang melaju meninggalkan pekarangan.

Wanita yang tengah hamil itu meletakkan cemilannya dan bergegas melihat ke teras rumah. Meli, yang dia kira sedang duduk di teras, ternyata tak terlihat di sana.

"Tumben nggak pamit, nih bocah dua." Dian menggeleng heran.

***

Sesampainya di rumah Caca, paman dan bibinya menyambut mereka dengan hangat. Mereka tersenyum bahagia mendengar berita baik dari sejoli ini.

"Kamu tenang saja Sayang, kami akan mempersiapkan segalanya," ucap Bibi antusias.

"Benar Nak, kami sudah menganggap mu seperti anak sendiri," imbuh Paman. "Jangan khawatirkan apa pun mengenai persiapannya.

"Terima kasih Ayah, Ibu," ungkap Alex terharu. "Besok Alex dan mamah segera berkunjung kembali untuk membicarakan pernikahan kami.

Meli yang sedari tadi menahan air mata haru, akhirnya tak kuasa membendungnya. Di peluknya erat paman dan bibinya dengan berlinang air mata.

"Paman, Bibi, terima kasih." Meli berkata lirih setelah mengatur nafasnya.

Kedua orang tua itu terlhat menangis bahagia sembari memeluk gadis cantik pemilik mata anaknya. Melihat Meli bahagia bagaikan melihat putrinya, Caca yang turut bahagia di surga.

Setelah beberapa saat berbincang, mereka pamit undur diri. Mereka meninggalkan tempat itu dengan perasan haru, lega, sekaligus bahagia.

Selanjutnya, mereka kembali ke rumah Alex untuk menyampaikan rencana mereka kepada sang mamah.

Betapa bahagianya wanita paruh baya itu, mendengar berita bahagia yang telah lama dinantikannya. Berulang kali beliau memeluk dan mencium kening calon menantunya.

Dengan antusias, mereka merancang konsep pesta pernikahan. Hari ini mereka memutuskan untuk mengurus beberapa hal, mengingat hari ini adalah hari terakhir cuti kerja yang mereka ambil.

Mereka sengaja belum mengabarkan berita bahagia ini kepada Mars, Venus dan Dian. Rencananya, mereka mengundang Mars dan Venus untuk berkumpul di rumah Meli nanti malam.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!