Arana tidak menyangka jika pertemuannya dengan pria tampan dan dingin bernama Harajuna menjadi awal terjalinnya sebuah cerita cinta. Pertemuan yang diawali kejadian yang tidak baik itu membuatnya harus menjadi milik seorang Harajuna. Padahal di saat itu dia sedang menanti sang kekasih yang telah berjanji akan melamarnya. Namun, tiba-tiba Harajuna pria yang dijuluki sebagai tuan Vampire oleh Arana datang lebih dulu membawa lamaran untuk menikahinya.
Bagaimana perasaan sang kekasih jika tau Arana telah lebih dulu dimiliki oleh orang lain?
Dan akankan pernikahan mereka akan berjalan dengan bahagia, di mana Arana belum ada perasaan cinta terhadap Harajuna?
Salam kenal dan terima kasih sudah membaca cerita pertamaku di sini.Selamat membaca dan semoga jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasak Romantis
Harajuna yang sudah berada di dapur rumahnya dengan tangan memegang pisau sepertinya dia sudah siap untuk memotong sesuatu. Setelan kaos putih lengan pendek dengan celana pendek berwarna senada melekat pas di tubuh athletis milik Harajuna.
"Kemana gadis menggemaskan itu? kenapa dia belum juga keluar dari dalam kamarku?" Harajuna bertanya pada dirinya sendiri sambil matanya menatap ke arah pintu kamarnya yang memang bisa terlihat dari tempatnya berdiri.
"Apa dia ketiduran atau malah menunggu bajunya sampai kering?" Harajuna kembali bertanya pada dirinya sendiri.
Harajuna meletakkan pisaunya dan dia berjalan menuju arah kamar tidurnya. "Aku sebaiknya bertanya kenapa dia belum keluar dari kamar.
Tok ... Tok
"Ara! apa kamu baik-baik saja di dalam?" Tanya Harajuna di depan pintu kamarnya.
"Aku tidak apa-apa, sebentar lagi aku akan keluar!" teriak Arana dari dalam kamar Harajuna.
"Cepatlah kalau begitu. Katanya kamu sudah sangat lapar."
"Iya, Tuan Vampire. Kenapa kamu jadi cerewet sekali?" tanya Arana dengan nada kesal.
Harajuna hanya tersenyum miring dan dia berjalan menjauh dari pintu kamarnya kembali ke arah dapur.
"Lihat saja nanti apa yang aku akan perbuat sama kamu gadis menggemaskan." Harajuna tersenyum devil.
Di dalam kamar Arana yang tengah menatap dirinya di cermin tampak mimik mukanya bingung nan kesal.
"Apa aku harus keluar dengan baju seperti ini? bagiab bawahnya sangat pendek dan aku tidak menemukan celana pendek milik si vampire itu, hanya boxer miliknya yang kebesaran kalaupun aku pakai
"Huft ...!" gadis itu menghelan napasnya pelan. "Apa aku tidak usa keluar saja, Ya? tapi kalau aku tidak keluar dia bisa-bisa menerobos masuk ke sini dan membawaku seperti karung beras di pundaknya."
"Ah ... sudahlah! sebaiknya aku keluar saja, lagian dia tidak akan macam-macam lagi sama aku, kalau di mau macam-macam pasti dari tadi sudah dia lakukan," Arana berdialog sendiri
Ceklek ...
Saat pintu kamar di buka, indra penciuman Arana mencium bau harum masakan yang sudah di buat oleh Harajuna. Perutnya seketika berbunyi dengan kerasnya.
Mata Harjuna melirik sekilas pada gadis yang berjalan mendekat ke arahnya. Dengan tangan yang masih sibuk dengan spatula dan alat penggorengan dia memperhatikan dengan seksama gadis itu berjalan dengan malu-malu sambil menarik ujung bajunya untuk menutupi pahanya yang terekspose karena dia tidak memakai bawahan hanya sweter abu-abu yang digunakan.
"Kenapa kamu berjalan aneh seperti itu?" Tanya Harajuna saat Arana sudah sampai di depan meja pantri.
"Tidak apa-apa, memangnya aku tidak boleh berjalan ala model-model di catwalk itu!" Seru Arana yang langsung duduk di kursi.
"Gadis bodoh! mana ada seorang model jalannya seperti kamu. Dan kenapa kamu malah duduk di situ? apa kamu tidak mau membantu aku untuk memasak?" tanya Harajuna lagi.
"Memasak? tapi katamu kamu yang akan memasak. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak bisa memasak, Juna!"
"Kemarilah! aku akan mengajari kamu untuk memasak." Tangan Harajuna menjulur ke arah Arana.
Mata Arana mengerjap beberapa kali. Dia itu sebenarnya bersyukur sudah bisa menutupi rasa malunya karena baju yang di gunakan, tapi kenapa malah si tuan vampire ini malah menyuruhnya memasak. Otomatis dia pasti akan berdiri dan dalam hati Arana dia berpikiran jika ai Harajuna ini memang sengaja berbuat seperti itu karena ingin macam-macam sama dia.
"Em ...! kamu saja yang memasak, Juna! aku duduk saja di sini." Arana nyengir.
"Tapi aku ingin memasak romantis dengan kamu hari ini, Ara!"
"Memasak Romantis?" Tanya Arana dengan kedua alis mata mengkerut.
'Sepertinya kecurigaanku benar, dia sedang merencanakan suatu rencana yang tidak baik' Arana berbicara dari dalam hatinya.
Terima kasih ya dan semoga kalian sehat selalu. Oh ya aku cuma kasi note aja. Jika ada tanda 'dia sepertinya bukan orang baik' itu berarti si tokoh sedang berdialog dari dalam hatinya.
ternyata novel ini msih ada hubungannya dengan novel kak othor My Secret Love
semangat kak lanjut terus berkarya 💪💪
cri yg imut dong thor