NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeritan di Kediaman Zhao Ming

Hembusan angin malam yang sedingin es membawa aroma anyir darah melintasi lautan hutan bambu hitam yang bergoyang pelan.

Lin Ye melangkah dengan tenang menyusuri jalan setapak berbatu yang membelah kompleks pelataran luar Sekte Pedang Surgawi.

Setiap jejak kakinya tidak meninggalkan suara sedikit pun, seolah-olah ia menyatu sepenuhnya dengan kegelapan malam yang pekat.

Bulan purnama di atas langit tertutup oleh awan kelabu yang tebal, seakan langit pun enggan menyaksikan pembantaian yang akan terjadi.

Tatapan matanya lurus ke depan, terkunci rapat pada sebuah bangunan megah yang berdiri angkuh di ujung bukit kecil pelataran luar.

Bangunan itu adalah paviliun mewah milik Zhao Ming, seorang murid elit pelataran luar yang bertindak sebagai anjing peliharaan tuan muda pelataran dalam.

Seluruh kemewahan paviliun itu dibangun di atas penderitaan dan darah para murid rendahan yang diperas setiap bulannya oleh Zhao Ming.

Lin Ye menghentikan langkahnya sejenak saat ia berdiri sekitar lima puluh meter dari gerbang utama paviliun yang terbuat dari kayu ulin merah.

Dua buah lentera besar berwarna merah menyala terang menggantung di sisi kiri dan kanan gerbang, memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.

Di bawah cahaya lentera tersebut, berdiri empat orang penjaga berseragam abu-abu gelap dengan golok besar bersandar di bahu mereka.

Keempat penjaga itu sedang tertawa terbahak-bahak sambil membagi-bagikan beberapa keping batu spiritual tingkat rendah yang baru saja mereka rampas hari ini.

Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa dewa kematian sedang berdiri dalam bayang-bayang pepohonan bambu tidak jauh dari tempat mereka berpijak.

Lin Ye menyeringai tipis melihat pemandangan menjijikkan itu, mengingat betapa seringnya ia dipukuli oleh keempat anjing penjaga ini di masa lalu.

Ia mengangkat tangan kanannya secara perlahan dan jari-jarinya membentuk sebuah segel tangan yang memancarkan kabut hitam tipis.

"Jenderal Wu An, tunjukkan sedikit keahlianmu kepada serangga-serangga kecil ini," bisik Lin Ye dengan suara yang mengiris udara malam.

Dari dalam bayangan di bawah telapak kaki Lin Ye, pusaran kabut hitam legam melesat keluar menyusuri tanah dengan kecepatan kilat.

Kabut hitam itu bergerak tanpa suara bagaikan sekawanan ular berbisa yang merayap di antara rerumputan liar menuju ke arah gerbang.

Salah satu penjaga yang bertubuh kurus tiba-tiba menghentikan tawanya saat ia merasakan hawa dingin yang luar biasa menusuk pergelangan kakinya.

Ia menundukkan kepalanya ke bawah dan seketika bola matanya membesar karena kengerian melihat bayangannya sendiri hidup dan bergerak liar.

Sebelum penjaga itu sempat membuka mulutnya untuk berteriak, bayangan hitam itu melesat naik dan membungkus seluruh tubuhnya dalam sekejap mata.

Tiga penjaga lainnya terkejut bukan main saat melihat rekan mereka tertelan oleh kegelapan dan menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Bahkan suara jeritan atau suara tulang patah sama sekali tidak terdengar, hanya ada keheningan absolut yang membuat jantung mereka hampir berhenti berdetak.

"A-apa yang terjadi?! Ke mana hilangnya Si Kurus?!" teriak penjaga yang memegang batu spiritual dengan tangan gemetar hebat.

Belum sempat mereka menghunuskan golok besar mereka, tiga tentakel bayangan beraura kematian melesat keluar dari dinding paviliun di belakang mereka.

Tentakel bayangan itu melilit leher ketiga penjaga tersebut secara bersamaan dengan kekuatan yang setara dengan lilitan piton raksasa.

Mata ketiga penjaga itu melotot keluar saat leher mereka dicekik dengan sangat brutal hingga mereka tidak bisa bernapas apalagi berteriak meminta tolong.

Tubuh mereka diseret dengan kasar ke udara dan dihempaskan dengan sangat keras ke dinding batu paviliun tersebut.

Suara retakan tulang rusuk dan tengkorak yang hancur terdengar nyaring mewarnai kesunyian malam di depan gerbang paviliun mewah itu.

Darah segar memercik deras mengotori dinding batu yang bersih dan lentera merah yang menggantung di atasnya.

Keempat nyawa penjaga elit pelataran luar itu telah melayang hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas tanpa ada perlawanan sama sekali.

Lin Ye melangkah keluar dari balik bayangan hutan bambu dengan jubah compang-campingnya yang berkibar perlahan ditiup angin.

Ia berjalan melewati empat mayat yang kondisinya sangat mengenaskan itu tanpa memberikan pandangan kedua sedikit pun.

Pusaran hisapan kecil terbentuk di telapak tangannya, menyerap keempat jiwa penasaran tingkat rendah yang baru saja terlepas dari raga mereka.

Energi murni kembali mengalir masuk ke dalam dantiannya, membuatnya semakin dekat untuk menembus tahap kelima Alam Pengumpulan Qi.

Ia mengangkat kaki kanannya dan menendang gerbang kayu ulin merah raksasa itu dengan seluruh tenaga fisiknya yang telah diperkuat oleh energi Yin.

Suara ledakan keras menggelegar saat gerbang kayu yang setebal telapak tangan orang dewasa itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan tajam.

Lin Ye melangkah masuk ke dalam halaman utama paviliun yang ditata dengan sangat indah menggunakan kolam ikan teratai dan bebatuan hias yang mahal.

Suara hancurnya gerbang tadi langsung memecah keheningan paviliun dan mengundang perhatian dari belasan penjaga lain yang sedang berpatroli di dalam.

Belasan murid berpakaian hitam melesat keluar dari berbagai arah dengan pedang terhunus, mengepung Lin Ye di tengah halaman utama.

Mereka menatap marah ke arah penyusup yang berani menghancurkan gerbang paviliun milik penguasa pelataran luar ini.

Namun, kemarahan mereka seketika berubah menjadi kebingungan dan kengerian saat mereka mengenali wajah pucat pemuda di hadapan mereka.

"Itu Lin Ye! B-bagaimana mungkin sampah yang sudah dibuang ke Jurang Kematian bisa hidup kembali?!" teriak salah satu pemimpin penjaga dengan nada panik.

Lin Ye tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas teriakan mereka, melainkan hanya menatap mereka dengan mata sedingin es abadi.

Ia melepaskan seluruh aura tahap keempat Alam Pengumpulan Qi yang bercampur dengan energi kematian purba dari dalam tubuhnya.

Tekanan spiritual yang sangat pekat dan berat langsung menekan seluruh halaman utama paviliun bagaikan gunung raksasa yang jatuh dari langit.

Belasan penjaga yang rata-rata hanya berada di tahap kedua atau ketiga Alam Pengumpulan Qi langsung berlutut menghantam lantai batu dengan keras.

Mereka memuntahkan darah segar dari mulut mereka saat organ dalam mereka bergeser akibat tekanan aura yang sangat menindas tersebut.

"Kalian semua sangat menyukai kekerasan, bukan? Kalau begitu, nikmatilah tarian kematian malam ini," ucap Lin Ye dengan nada datar.

Ia menjentikkan jarinya ke udara, memberikan perintah mutlak kepada eksistensi mengerikan yang bersembunyi di dalam bayangannya.

Jenderal Wu An bermanifestasi keluar dalam wujud siluman kabut hitam berzirah perunggu yang memegang tombak raksasa bergerigi.

Aura puncak Alam Pembentukan Inti dari sang jenderal meskipun sudah ditekan oleh sistem tetap saja membuat belasan penjaga itu menangis ketakutan.

1
rizky r
cerita menarik, balas dendam hantu
Lamia Dante
manarik
Lamia Dante
bagus ceritanya menarik, tidak berbelit belit, ayo balas demdam
Kalong Super
💪💪🤭
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🥛
Lucy Sandy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!