Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# aliya bertamu
masih jam sembilan pagi ,tpi kantuk sudah bergelayut manja di kelopak matanya , ica berusaha keras melawan kantuk , pamali katanya ibu hamil tidur di pagi hari
ica pergi kedapur , menghampiri kulkas , mencari buah segar yg kemarin di antar ibunya , buah dari pekarangan rumah lama ica , ada jambu air , jambu batu , juga pepaya ,semua dari pekarangan rumah
jambu batu dan jambu air jadi pilihan ngemil sehat nya , untuk membuang rasa kantuk nya,
ica tak ingin menuruti rasa kantuk nya
ica kembali ke ruang tv , mungkin nonton sambil ngemil bisa membuat kantuk nya hilang
" buk ada tamu tuh di luar" bik sugi memberitahu ica
" siapa bik"
" non aliya kalau gk salah buk.."
" aliya. bik ?"
" iya buk, suruh masuk , apa suruh pulang buk..?"
" suruh masuk bik"
aliya ...? apa mau nya wanita satu ini, kemarin dia ingin berdamai , kini dia sudah berani menginjakan kaki kerumah ica , sebagai teman
" hay .." sapa ica ramah
" maaf gk komfirmasi dulu" ujar aliya
" gk apa ,mari masuk" ica mempersilahkan aliya
" aku ganggu ya ca" tanya aliya dengan mimik wajah merasa bersalah
" gk ah, aku juga cuma nyantai aja kok"
" sukur lah kalau gitu"
ica berusaha bersikap setenang mungkin
walau kedatangan aliya mengundang tanda tanya bagi ica
bagai mna bisa dengan pd nya dia main kerumah, sementara hubungan masalalu nya dengan sakha bukan hubungan biasa
sementara di dapur, kedua Art ica berbisik bisik tentang aliya , mengetahui siapa aliya membuat bik sugi geram
ica ngobrol dengan aliya di ruang tamu ,sesekali terdengar tawa mereka memenuhi ruang tamu
" ini buk " bik sugi menyajikan dua gelas air putih
" bik , buat jus ya dua"
" maaf buk , kebetulan buah kita habis" ujar bik sugi seraya menatap sinis kearah aliya
" masak sih bik ,bukan nya baru kemarin mami ngirim buah ya bik" ujar ica heran
" iya tpi buah nya busuk semua buk" jawab bik sugi
" kok bisa ya bik" ica tambah heran
" udah gk usah repot ca , ini aja cukup kok" ujar aliya seraya meminum air putih pemberian bik sugi
" tuh , tamu ibuk aja tahu diri " ujar bik sugi masih dengan aroma tak suka pada tamu nya
" bikk.." tegur ica lembut
bik sugi bersungut melihat aliya
" kalau gitu bawa cemilan kemari ya bik "
" sama cemilan juga abis buk" ujar bik sugi sewot
" biiikkk.." tegur ica lgi
" hhhahhh " bik sugi mendesah lalu beranjak kedapur , tak berapa lama bik sugi pun membawa dua sisir pisang monyet , pisang yg buah nya kecil - kecil biasanya buat makanan burung dan monyet
" nih " bik sugi meletakan pisang tepat di depan aliya
" bik , kok.."
" cuma ada ini" ujar bik sugi memotong kalimat ica
" gk apa ca , aku suka kok" ujar aliya menengahi
" tuh kan , non aliya tuh makanan nya memang ginian , buk.... , saya permisi buk" ujar bik sugi sinis
ica mengelus dada , heran dengan keanehan sikap bik sugi pada tamu nya
biasanya dia akan bersikap sopan , tpi mengapa kali ini bik sugi keterlaluan , bahkan pisang untuk makanan burung pak sugito di jadikan jamuan untuk aliya
mau tidak mau aliya memakan juga pisang yg sudah di hidangkan bik sugi , membuat ica sedikit merasa tidak enak pada aliya
"maaf all , aku jdi gk enak lo sama kamu" ica benar benar tulus minta maaf ke aliya
" udah ah , aku yg salah , main gk kasih tau dulu" aliya berusa meyakin kan ica dy baik - baik saja
cukup lama aliya bertamu , menjelang makan siang aliya pamit pulang , saat pulang aliya sempat berpapasan dengan sakha di depan rumah
sementara ica di dapur sedang menegur bik sugi, yg sudah keterlaluan terhadap tamu nya
"itu tadi apa bik..." tanya ica lembut
"maaf buk ..." ujar bik sugi lirih
" habis nua saya kesel ,seharus nya ibuk gk usah terima tamu seperti dia , gk wajar kalau dia bertamu kerumah ibuk" ujar bik sugi sedikit berani
" orang bertamu gk mungkin di usir kan bik"
"bisa saja , lain kali kalau dia datang jangan harap saya buka gerbang , langsung saya usir , nyonya gk ada dirumah non ,kami gk terima tamu , gitu kan beres" ujar bik sugi masih sewot
" bagus bik , kalau dia datang jangan kasih masuk" suara berat sakha mengejut kan mereka
" mas.." gumam ica
sakha menarik tangan ica pelan , membawanya masuk kedalam kamar , duduk di tepi ranjang.
" sejak kapan kamu berteman dengan aliya" tanya sakha dengan suara berat
" belum lama mas, sekitar seminggu lebih"
" jauhi dia ,aku tidak suka kamu dekat dengan dia "
" dia hanya ingin berteman mas..."
" dia bukan teman yg baik sayang , kamu tidak mengenal dia dengan baik, aku tidak ingin kamu kenapa napa, jadi aku mohon, jauhi dia sebisa mungkin .." ujar sakha lembut
dia paham sipat istrinya yg sangat lugu sementara sakha juga sangat paham gadis seperti apa aliya
" aku akan berhati- hati mas" ujar ica berusaha meyakinkan suaminya
" baik lah kalau begitu , sayang .. hari ini apa kau tidak ingin makan sesauatu ..?"
"kayak nya gk mas ,mau makan di rumah aj , apa mas sudah lapar ..?" ica bergelayut manja di lengan suami nya
" tdi blum sayang ..., tpi seperti nya sekarang aku mulai merasa lapar...." bisik sakha pelan
sakha meraih tubuh mungil ica ,merebahkan nya di atas ranjang , perlahan kecupan lembut sakha mendarat di bibir mungil ica , ica memejamkan mata nya menik mati setiap sentuhan lembut di bibir nya
sakha tak berhenti di situ , kedua tangan kokoh nya mulai bergerilya di sekujur tubuh ica, menyentuh area - area sensitif ica, ica mendesah pelan, tangan mungil nya membalas setiap sentuhan sakha
sakha tak mampu menahan hasratnya yg sudah di ubun ubun , dia harus menuntaskan nya, sudah cukup lama dia berpuasa , menahan hasrat yg selalu membakar jiwanya , karena kehamilan istrinya , dia harus memendam hasrat nya , tpi siang ini dia ingin melakukan nya
dia melakukannya dengan lembut penuh kasih sayang , mereguk kenikmatan yg tiada tara , kenikmatan yg selalu ingin dia lakukan lgi dan lgi , seakan tak puas bila hanya sekali
tubuh keduanya mengejang saat sakha menuntaskan penyatuan mereka , lalu keduanya terkulai lemas dengan sisa sisa kenikmatan di tubuh mereka
sakha mengecup kening ica lembut
" aku siapin air mandi ya sayang "
" gk usah mas biar aku aja " ica beranjak bangkit dengan tubuh terbalut selimut
" ya udah berdua aja kalau gitu " sakha pun ikut beranjak bangkit
" awas kalau ada maunya " ancam ica yg tau kebiasaan sakha kalau mandi bareng
" jangan khawatir sayang ,aku masih ingat pesan dokter " ujar sakha.
" bagus lah " jawab ica seraya mengerling mengoda
" tpi... kamu gk boleh genit tau..." ptotes sakha mendaratkan cubitan kecil di hidung mungil ica
" heeee maaf mas" kekeh ica menanggapi protes suaminya
" lakukan hal itu kalau dokter mencabut larangan nya oke"
ica mengangguk pelan
" ayo mandi " sakha membopong tubuh ica membawanya kekamar mandi , dikamar mandi walau tidak melakukan nya , kemesraan - kemesraan kecil tetap berlanjut
happy reading🙂🙂🙂
love , love ,banyak banyak untuk komen dan like para pembaca setia , kalau gk ada kalian apalah artinya karya ini😍
mohon dukunga-nya untuk karya ini tekan vote sebanyak banyak nya ya sayang kuh 😍😘