Aisha Satiya Hasan dan Slaven Adeva Rafandi atau lebih dikenal dengan panggilan Aisha dan Deva, saling mengikat janji pada saat keduanya masih kecil untuk bersatu kelak jika mereka sudah dewasa.
Akan tetapi sebuah kecelakaan menimpa Aisha, sehingga Aisha kehilangan ingatannya dan tak mengenali Deva. Sampai pada suatu kesempatan mereka dipertemukan dan Deva berusaha mengembalikan ingatan Aisha.
Akankah ingatan Aisha kembali? Akankah mereka bisa melewati setiap rintangan dalam cinta mereka?
Semoga menghibur !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemakaman
Hari sudah semakin sore kini tibalah jasad deva untuk dimakamkan,lebih tepatnya jasad orang lain yg sengaja dibeli dari rumah sakit untuk menggantikan tubuh deva yg sebenarnya masih hidup.
Aisha pun ikut serta ke pemakaman itu dengan berpura-pura menangis agar semua yakin bahwa deva telah tiada. Ia memeluk ibu ratih yg tidak berhenti menangis.
"Mam,sudahlah kita harus ikhlas! agar dia tenang disana. Mama sendiri yg bilang aku harus kuat dan tegar jadi sekarang mama juga harus kuat,ikhlas dan tegar. Deva pasti sudah bahagia disana" ucap aisha
"Kau benar,tapi mama akan membalas orang yg telah berani membuat anak mama celaka dan pergi untuk selamanya!" tegas ibu ratih.
"Mam,apa dari kepolisian sudah ada informasi terbaru dari kecelakaan deva?" tanya aisha berpura-pura tidak tahu penyebab kecelakaan deva.
"Ya,polisi bilang nanti dia akan datang ke rumah untuk menjelaskan penyebab kecelakaan deva." ucap ibu ratih seraya menghapus air matanya
"Baiklah mam,ayo kita pulang pemakaman sudah selesai" ajak aisha sambil berjalan merangkul ibu ratih.
"iya ayo" bu ratih pun berjalan dengan di rangkul aisha.
"Yah,bu,kak aryan.. aku akan mengantar mamanya deva ke rumahnya kalian pulang saja lebih dulu!" pamit aisha pada keluarganya.
"Ya hati-hati di jalan" ucap ayahnya aisha
Aisha pun mengangguk lalu pergi meninggalkan ketiga keluarganya itu.
Sesampainya di rumah deva ibu ratih langsung beranjak naik ke atas masuk ke dalam kamarnya deva dan mulai menangis kembali.
"Nak,knp kau pergi secepat ini? lihat ibumu ini! apa kau tega meninggalkan ibu seperti ini! lihat juga aisha!" ucap ibu ratih sambil memandang foto deva."lihat! seharusnya bulan depan kau sudah menikah dengan cintamu ini! lihat betapa menderitanya aisha! knp setelah kau bahagia kau malah pergi!" lanjutnya dalam tangisnya.
Aisha mencoba menenangkan ibu ratih dan mengambilkannya air minum. ibu ratih akhirnya tenang dan tidak berapa lama bel rumah berbunyi menandakan ada tamu.
Susan yg berada di ruang keluarga membukakan pintunya ternyata yg datang adalah polisi.
"Permisi! apakah ini benar rumah almh.saudara Slaven Adeva Rafandi? saya dari pihak kepolisian ingin menyampaikan penyebab kecelakaan beliau kepada keluarganya!" ucap polisi itu.
"Ya benar pak,saya adik dari almh.Slaven. Nama saya susan rafandi. Silahkan bapak masuk dan duduk saya akan memanggil mama saya dulu." ujar susan lalu segera beranjak pergi ke lantai atas tapi sebelum menaiki tangga aisha dan ibu ratih sudah turun.
"mam,ada polisi yg menangani kasus kecelakaan kakak" ujar susan memberitahu ibunya.
"Ya ayo nak kita temui polisi itu" jawab ibu ratih.
Mereka pun sampai di ruang tamu dimana polisi yg menangani kasus itu sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Baiklah pak, apa ada keganjilan dalam kecelakaan anak saya?" tanya bu ratih dengan nada sendu.
"Ya bu kami akan langsung menjelaskannya" ujar polisi itu sambil memberikan sebuah foto dan surat pernyataan saksi mata kecelakaan deva"Rem mobil yg dikendarai beliau putus itulah yg membuat mobilnya tidak dapat dikendalikan. tapi setelah kami memeriksa mobil yg telah terbakar itu terlihat bahwa ada yg sengaja memutuskan rem mobilnya. Dan dari keterangan beberapa saksi mata yaitu asisten pribadi pak Slaven yg bernama Reihan bahwa sebelum kecelakaan terjadi pak slaven sempat mengantar ibu aisha calon istrinya pulang ke kediamannya dan mobilnya baik-baik saja. Juga beliau sempat menelepon pak reihan karena ada yg mengikutinya dari belakang. dan saksi kedua yaitu satpam di rumah ibu aisha memberitahu bahwa ada seseorang yg berada di dekat mobil pak slaven,gerak geriknya mencurigakan tapi wajahnya tidak dapat dilihat dengan jelas." polisi itu menjelaskan kejadian secara detail.
"Pak tolong usut kasus ini sampai pelakunya ditemukan! dan motif dari pembunuhan ini terbongkat!"
"Baiklah bu kasus ini akan masuk dalam pasal pembunuhan berencana. kami akan melakukan yg terbaik untuk kasus ini. Untuk sementara hanya ini informasi yg dapat kami berikan selanjutnya kami akan memberitahu anda bila ada perkembangan dalam kasus ini. Terima kasih atas waktunya dan kami pamit untuk kembali bertugas"
Pamit polisi itu
"Baik pak terima kasih kembali" ucap ibu ratih lalu polisi itu berlalu dari rumah deva.
"mam aisha juga pamit pulang,karena hari sudah mau malam"pamit aisha pada bu ratih.
"Aisha,hati-hati dijalan. Mama minta maaf jika deva mempunyai kesalahan terhadapmu,dan maafkan mama bila ada salah padamu. Sering-seringlah berkunjung atau menelepon kami karena hanya kaulah yg dapat mengingatkan kami pada deva" ujar ibu ratih membuat aisha terharu.
"Tentu saja mam,kalian juga keluargaku. Baiklah aku pergi dulu" pamit aisha kembali lalu tak lupa memeluk ibu ratih dan susan.
"Reihan kau antar aisha sampai ke depan rumahnya" perintah ibu ratih pada reihan. Reihan pun mengangguk patuh.
Di perjalanan reihan dan aisha hanya diam. bukan karena tidak ada yg harus dibahas tapi karena sikap reihan yg begitu menyeramkan dingin,cuek,dan sedikit kejam.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah aisha. Mobil dimasukkan ke pekarangan rumah aisha. Sesuai perintah ibu ratih Reihan mengantar calon istri bosnya itu sampai ke depan pintu rumahnya.
"Terima kasih pak Reihan sudah mau di repotkan dengan mengantarku" ujar aisha.
"Ya tidak apa-apa nona,kalau begitu saya pamit kembali ke hotel" ucap reihan lalu segera melajukan mobilnya dan menghilang di balik pintu gerbang.
Aisha tak sadar bahwa dari atas balkon kamar sedang ada sepasang mata yg memandang reihan sedari tadi sampai reihan pergi.
Resha ya resha kakak perempuan aisha yg baru pulang dari pekerjaannya sebagai designer di amerikalah yg sedari tadi memandang reihan takjub. Resha pun segera turun dari kamarnya. Dan memeluk aisha yg baru masuk ke dalam rumah. sontak hal itu membuat aisha dan keluarganya yg sedang berada di ruang tamu menjadi terkejut dan heran.
"Ada apa denganmu kak? kesambet setan designer amerika ya?" ketus aisha pada resha."adikmu sedang bersedih kau malah kecentilan cengengesan"lanjut aisha sambil memasang wajah sedih.
"Oh ya ampun maaf maaf..." ujar resha menyesal karena tidak mengerti keadaan saat ini.
"hmm" aisha hanya berdehem lalu pergi beranjak ke atas tanpa menoleh pada siapapun. Lalu aryan pun menegur resha yg selalu tidak bisa melihat keadaan sekitar ketika berbicara.
"Resha! lain kali berhati-hatilah jika akan berbicara! lihatlah aisha sedang sangat bersedih saat ini!" tegur aryan membuat resha merasa sangat bersalah pada aisha.
"Pergilah ke kamarmu istirahat" timpal ayah mereka pada resha.
"Ya ayah" resha pun segera pergi ke kamarnya.
Sedangkan aisha? sesampainya di kamar dia sedang cengengesan sambil melihat layar ponselnya. Tidak aneh lagi dia sedang membalas pesan pujaan hatinya 😌
**Hmm,,yayang deva emang deh ya gk ada duanya udh pintar,setia,ganteng,cerdik pula jadinya kan bebeb aisha bahagia terus sama yayang deva... gemes deh sama mereka jadi pengen nikah sama yayang deva 😌😌😌
Segitu dulu ya up nya besok lanjut lageeehhh 🤣**
.btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏☺️
btw aku mampir dan memberikan like dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏