Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Savanya benar-benar pusing, uang yang dipinjam ke Bank sudah sisa sedikit untuk membayar gaji karyawan dan juga diberikan kepada Leila yang masih belum pulang daro negara orang.
Jadi, Savanya berinisiatif untuk menemui Leticia. Ini adalah pilihan terakhir, karena ia dan sang suami membutuhkan uang untuk memutar kembali bisnis properti mereka.
“Leticia sangat sombong, mentang-mentang menikah dengan pria kaya… dia melupakan Ibu dan Ayahnya, bahkan nomornya juga tidak bisa dihubungi!” Geram Savanya yang kini tengah mengemudikan mobilnya menuju Mansion utama Leander.
Sebenarnya ia tidak meminta izin kepada sang suami, tetapi Savanya tidak ingin bisnis yang sudah berjalan selama dua puluh tahun itu gulung tikar, karena kehabisan dana.
“Mansion semewah ini, kenapa harus Leticia yang menempatinya? Andai saja putra dari Calistha tidak dikenal sebagai orang yang kejam, pasti Leila yang akan tinggal di sini dan Leila akan membawaku untuk tinggal di sini juga,” Savanya memukul setir mobilnya dengan kesal.
Wanita paruh baya itu hanya merasa kesal, karena bukan putri kesayangannya yang menjadi menantu keluarga Leander.
“Tapi aku juga tidak ingin Leila disiksa, meskipun akan tinggal di tempat semewah ini. Leila sangat berharga untuk disiksa, jadi Leticia memang sudah pantas berada di keluarga Leander dan menjadi istri dari pria kejam itu,” Savanya akhirnya bisa sedikit tenang.
Setelah merapikan penampilannya, ia keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah gerbang yang menjulang tinggi itu.
“Cari siapa?” Tanya pejaga dari bolongan memanjang di gerbang.
“Leticia, dia putriku. Katakan kepadanya kalau Ibunya inin bertemu!” Seru Savanya dengan senyuman ramahnya.
Namun di dalam hati, wanita paruh baya itu merasa ngeri melihat tatapan tajam dari penjaga. Ia jadi membayangkan kalau semua orang di Leander adalah orang yang kejam dan mengerikan.
“Nona Leticia tidak tinggal di sini,” kata penjaga yang enggan membukakan pintu.
Calistha memang sudah memberi perintah kalau orang-orang Morana dilarang menginjakkan kaki di kawasan Leander.
“Tidak tinggal di sini?” Kaget Savanya yang langsung mengir kalau putri bodohnya itu sudah dibuang oleh keluarga Leander.
“Apa yang sudah dilakukan anak bodoh itu? Kenapa dia bisa diusir oleh keluarga Leander?” Wanita paruh baya itu menggeram kesal.
“Bukan diusir, tetapi Nona Leticia tinggal di Mansion milik Tuan Max.”
Setelah mengatakan itu, penjaga tersebut berbalik dan mengabaikan panggilan Savanya yang ingin tahu di mana alamat Mansion yang ditinggali oleh putri.
“Kenapa dia mengabaikanku? Padahal aku ini besan dari majikannya, tetapi tingkahnya begitu angkuh dan berani sekali mengabaikan besan dari majikannya sendiri!” Kesal Savanya yang kini terus menekan bel di dekat gerbang, tetapi tidak ada yang mendekat untuk membukakan gerbang.
“Kenapa mereka sangat sombong sekali? Apa begitu cara mereka memperlakukan tamu?”
Wanita paruh baya itu akhirnya memilih untuk kembali ke mobil, karena hampir setangah jam ia berdiri di depan gerbang… tetapi tidak ada satu pun yang membukakan gerbang.
“Awas saja nanti kalau aku berhasil menemukan Leticia, aku akan menyuruh Leticia untuk memecat mereka semua!” Teriak Savanya di dalam mobilnya.
Akhirnya mobil putih itu meninggalkan kawasan tersebut.
Savanya tidak mengetahui di mana alamat Mansion yang menjadi tempat tinggal putrinya, jadi tujuannya saat ini adalah toko kue milik Leticia.
“Mungkin saja toko kuenya masih ada dan tidak tutup, pasti Leticia ada di sana atau temannya tahu Leticia tinggal di mana,” wanita paruh baya itu masih mengatur napasnya yang memburu.
Savanya benar-benar marah dan ia akan melampiaskan kemarahannya ini kepada Leticia… karena Leticia memang pantas menerima kemarahannya.
...***...
“Ini tidak salah tempat ‘kan?”
Savanya kebingungan, karena seharusnya toko kue kecil milik Leticia berada tepat di sebuah bagunan besar yang sedang banyak orang yang bekerja itu.
“Apa tokonya sudah digusur?” Wanita paruh baya itu benar-benar tidak tahu kenapa toko kue Leticia tiba-tiba tidak ada dan berubah menjadi bangunan luas.
“Aku harus bertanya kepada mereka!” Savanya bergegas keluar dari mobilnya.
Wanita paruh baya itu mendekati salah satu pekerja yang sedang mengecat bagunan yang hampir selesai itu.
“Permisi, apa saya boleh tahu ke mana toko kue kecil yang sebelumnya ada di sini? Apa tokonya sudah digusur?” Tanya Savanya.
Pria paruh baya itu menatapnya sekilas, “Tetap di sini, tapi sedang direnovasi.”
Jawaban itu membuat Savanya sangat terkejut, matanya kembali menatap bangunan luas sampai ada tiga lantai itu.
“Aneh, kenapa tiba-tiba toko kuenya direnovasi semegah ini? Dapat dari mana Leticia uang sebanyak itu?” Wanita paruh baya itu sampai tidak berkedip melihat toko kue Leticia dan Elina yang berubah menjadi sangat bagus.
“Jika tidak ada urusan lagi, segera menjauh! Pemilik toko ini akan segera datang, jadi kau jangan menghalangi jalan mereka!” Usir pria yang tadi menjawab pertanyaan Savanya.
“Ini milik putriku, jadi ini milikku juga!” Seru wanita paruh baya itu yang tetap berdiri di tempat.
“Orang gila dari mana itu? Cepat usir! Nanti Nona Leticia merasa terganggu dengan orang gila itu!” Seruan itu membuat dua pria langsung menyeret Savanya untuk menjauh.
Savanya kembali berteriak, sehingga beberapa orang yang melintas… menatap ke arahnya. Namun dua pria yang menyeretnya, tetap membawanya menjauh dari area pembangunan.
“Kurang ajar! Aku akan menyuruh Leticia untuk memecat kalian semua!” Seru Savanya yang tidak terima dengan perlakuan kasar dari mereka semua.
Namun mereka tidak menanggapinya, meraka malah menganggap Savanya adalah orang tidak waras.
Tiba-tiba saja mobil mewah berhenti di dekat bangunan, kedua mata Savanya melotot sempurna saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut.
“Di-dia Leticia?” Kagetnya saat melihat penampilan sang putri yang benar-benar berbeda.
Savanya melihat dari atas sampai ke bawah, semua yang melekat di tubuh Leticia adalah barang-barang mewah. Dan wajah Leticia juga tampak semakin cantik, tidak ada luka bekas tamparan maupun pukulan.
Sampai tatapan Leticia terjatuh kepadanya, Savanya langsung berteriak seperti orang gila dan memaki putrinya…
“LETICIA! DASAR ANAK DURHAKA!”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️