Nura Kusuma, Gadis cantik 23 tahun. Ia anak yatim piatu dari seorang pembantu pasangan Anton Kusuma(almarhum) dan Santi ayu(almarhum).
Saat usia 2 tahun, Ia tinggal bersama Alex Rudiart. Yang tak lain adalah majikan dari orangtuanya.
Sampai suatu ketika Alex meninggal. Dan Nura yang membuat nya meninggal.
Hingga teman masa kecilnya Leon. Anak pertama Alex. Membenci dirinya setengah mati.
Leon dan Nura saling mencintai, Namun karena kejadian ini. Leon menyiksa Nura guna membalas kan dendam karena telah membunuh ayahnya.
Apakah Benar Nura tega membunuh Alex.
Lalu bagaimana dengan cinta mereka.
Simak novel ini ya teman-teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi meninggalkan mu
"Boy !"
Panggil Leon.
"Baik Tuan !"
Boy sudah mengerti maksud Leon.
Ia mendekati Nura dan menyerahkan cek tertulis Rp 100.000.000.
"Ap... apa ini ?"
Tanya Nura tak menyangka Leon benar-benar memberinya uang.
"Jangan pura - pura bodoh. Sekarang kamu sudah tidak ada hubungan lagi dengan keluarga ini. Jangan pernah kamu kembali ke rumah ini !"
Ucap Leon.
Hanya dirinya yang tau bagaimana perasaan yang ia rasakan. Di setiap kata dan kalimat yang ia lontarkan pada Nura, semua hanya untuk melindungi dirinya.
Nura masih menatap cek yang ada ditangannya.
Tak terasa air matanya mengalir sudah.
Ia menghadap Leon dan membungkukkan badannya.
"Saya berterimakasih sudah menampung saya selama ini. Saya minta maaf tidak bisa membalas kebaikan tuan Leon dan keluarga ini !"
Ucap Nura.
"Wah, drama apa ini? Apakah wanita sialan ini akhirnya di usir. bagus... bagus .. bagus... dengan begitu aku bisa menjebloskan dia ke penjara dan meminta kasus Alex untuk di tutup. Dan aku akan aman!"
Batin Clara bahagia. Ia puas dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Nura... "
Panggil Angga dan mendekati Nura.
"Nura kau mau kemana ?"
Tanya Angga khawatir.
"Cukup !"
Teriak Leon sangat keras. Nura hingga mengangkat tubuhnya karena terkejut. Teriakan Leon begitu keras.
Nura pergi melangkah mendekati Leon dan meletakkan cek yang ia bawa dia atas pahanya.
"Terimakasih atas kebaikan tuan. Tapi saya bisa mencari uang sendiri"
Dengan cepat Nura berlari keluar dan meninggalkan rumah itu.
"Nura...."
Teriak Angga sembari mengejar Nura namun langkahnya di hadang oleh Clara.
"Angga... kau ini apa - apa an sih?"
Clara menghadang tubuh Angga agar tak mengejar Nura.
"Ma... tapi Nura?"
"Sudah biarkan saja !"
Leon memutar kursi rodanya dan masuk menuju kamar tamu.
Ia berpindah karena kamar awalnya ada di lantai atas.
Air matanya tak tertahan mengingat dirinya harus membiarkan Nura sendirian.
Ia melihat ke arah jendela ternyata Nura masih berbicara dengan Bi Tutik di luar.
"Nura..... Maafkan aku "
"Nona... nona sebaiknya tinggal di rumah bibi dulu. Nona tenang saja, ada kamar di rumah bibi. Saat ini anak bibi tidak ada di rumah. Dia ada praktik kerja lapangan di luar kota sekitar 3 sampai 4 bulan. Nanti Nona bisa tidur di kamarnya untuk sementara waktu"
"Terimakasih banyak bi!"
Nura memeluk bibi dan menangis di bahunya.
Bi Tutik melihat ke arah jendela di mana Leon melihat dan di balas anggukan oleh Bi Tutik,
Begitupun Leon.
Leon memang meminta Bi Tutik untuk membujuk Nura agar tinggal di rumahnya.
****
Malam Saat masih ada di rumah sakit
"Bi... biarkan Nura tinggal di rumah bibi sampai aku bisa berjalan. Aku akan memberikan uang untuk keperluan bibi dan Nura. Mulai besok, Bibi tinggallah dengan Nura. Aku hanya bisa mengandalkan bibi saat ini"
Pinta Leon
"Lalu bagaimana dengan tuan ?"
"Bibi jangan khawatir. Aku akan meminta satu suster rumah sakit untuk menyiapkan keperluan ku !"
"Tuan yakin ? Bagaimana kalau bibi datang setiap ada tuan Leon di rumah ? "
"Aku akan sangat khawatir dengan Nura. Bibi tenang saja. Tugas bibi hanya menjaga Nura saat ini. Aku takut, jika Nura dekat dengan ku akan semakin banyak orang yang ingin menyelakai nya."
"Tuan... jaga diri tuan baik-baik. Bibi akan menjaga Nona Nura "
"Terimakasih banyak bi!"
Malam Hari
Nura membersihkan rumah Bi Tutik dengan tekun. Sesekali air matanya tiba-tiba menetes tak tertahan. Dengan cepat ia lantas menyeka air matanya.
"Nona... bibi bawakan makanan untuk mu"
Ucap Bi Tutik yang datang dengan membawa sebungkus plastik berisi nasi goreng.
Nura makan dengan lahapnya.
"Terimakasih ya Bi "
"Bi... besok Nura akan mencari kerja "
"Kerja ? bagaimana kalau Nona di rumah dulu. Bibi rasa Nona masih harus banyak istirahat."
"Bi..... Nura tidak mau terus merepotkan bibi. Nura tidak mau terus menumpang dengan gratis. Nura.... sudah enak-enakkan selama ini. "
Tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.
"Nura sudah tinggal di rumah Paman Alex selama bertahun-tahun. Bahkan Nura hanya menjadi beban di keluarga itu. Kalah Nura di usir, Nura pantas mendapatkan nya. hiks...hikss... Nura tidak mau seperti dulu. Hanya menumpang dengan gratis"
"Nona Nura "
Bi Tutik memeluk Nura dengan lembut. Tanpa terasa bibi malah ikut menangis.
**Kediaman Alex
Di sebuah meja makan**
"Tolong panggil Siti !"
Ucap Leon pada Ina pembantu lain yang lebih dekat dengannya. Ia meminta Siti, pembantu yang lain untuk menemuinya.
"Baik tuan !"
Dengan sopan Ina melakukan perintah tuannya itu.
Clara mulai tak nyaman dengan sikap Leon. Ia mulai gelisah dan tiba-tiba berdiri hendak pergi menghindari pembicaraan.
"Tante Clara... Makanan Tante belum habis ? Tante mau kemana ? "
Ucap Leon .
"Ma...."
Panggil Angga agar menghargai makanan.
"Saya mau ke toilet sebentar !"
Bersamaan dengan Clara yang hendak pergi. Siti datang dan menghadap Leon.
"Tu...tuan me.. memanggil saya ?"
Siti datang dengan hati tak tenang dan ketakutan.
"Siti... aku dengar ada anggota keluarga mu yang sedang sakit ?"
"Hah... ? Bagaimana Leon tau ?"
Clara semakin panik dan meremas jemarinya.
Siti masih menunduk dan bertambah panik.
"Tante... kenapa masih berdiri ? Apa Tante tidak jadi ke toilet ?"
Tanya Leon sembari memotong steak sapi dihadapannya.
"Eh... itu... tadi tangan Tante hanya terkena saus steak. Ini bisa di bersihkan dengan tissue"
"Apa yang mau Leon lakukan. Kenapa memanggil Siti segala. Apa dia benar-benar tau semuanya ?"
"O......"
Ucap Leon.
Leon masih asik mengunyah steak sapi sambil menunggu jawaban Siti .
"Siti... kenapa kamu lama sekali menjawabnya ?"
"Iya tuan... iya... "
Sesekali Siti melirik pada Clara. Clara berusaha mengacuhkan Siti dengan tetap bersikap tenang.
"Kak... kau ini kenapa ?"
Ucap Angga yang bingung dengan situasi.
"Aku sedang bertanya pada Siti. Apa kamu tidak lihat. ?"
"Ya... ya tapi kenapa harus disini. Tidak bisa kah setelah selesai makan.?"
"Tidak bisa..."
Ucap Leon menatap Angga
"Karena hanya saat berkumpul seperti ini. Kita bisa melihat kenyataan yang sesungguhnya"
Ucap Leon sambil menatap Clara tajam.
Leon memancing Clara agar sikap yang ia tunjukkan, Bisa dilihat oleh anaknya. Dan anaknya bisa menyadari bahwa mamanya adalah seorang pembunuh.
Clara semakin panik dan tak tenang.
Angga malah ikut melihat Clara saat Leon melihatnya.
"Ma... kamu kenapa ?"
"A......?"
Angga melihat tangan Clara yang bergetar memegang garpu dan pisau.
"Mama gak kenapa kenapa kok"
Leon tersenyum mengejek dan melanjutkan makanannya.
"Siti.... kamu butuh uang berapa untuk menyembuhkan keluarga mu ? Maksudku ibu mu. Ibu yang sudah melahirkan mu?"
"Ternyata Leon sudah tahu sampai sejauh ini?"
Batin Clara panik.
"Kita lihat Clara. Bagaimana rasanya berada diambang kehancuran. Sangat menyiksa bukan ?"
Batin Leon menatap tajam Clara ditemani senyum tipis nya.
Situ meremas tangannya kuat. Karena begitu takutnya.
"Tu... tu.. tuan... Ibu saya menderita leukimia. Saya harus berusaha keras membiayai pengobatannya"
Hei-hei readers. Jangan lupa like dan vote novel ini ya. Terimakasih
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
buat thor tetap semangaattt buat alur cerita nyasemoga ga cape en pusing muter2...nya😂😅🤭😜🤣🤣💪💪✌✌
sempet lupa siiii sama alurnya,. 😀
bnyakin UP nya doong thor..kan ydh lma ga UPnta..
UP doong
salam sehat buat mu thor
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
aku udah 20 like mendarat. jangan lupa mampir balik👉cinta segitiga 👉love from instagram like dan vote nya ja
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
semangatt thorr...
coba pelan doing ajarain nura dewasaa dikiittt...
cinta pak bos hadir😘
semangat terusss💪
.
.
.
.
semangatt thor