THE LAW FIRM FIRM Series adalah series yang mengupas kehidupan para pengacara di sebuah firma hukum, kasus-kasus hukum dan tentu saja romansa diantara mereka.
Kayla Riyani, membenci Ayahnya yang tak pernah hadir dalam kehidupannya. Sama seperti profesinya sebagai pengacara perceraian dia tak mempercayai lembaga perkawinan. Baginya cinta hanya kegilaan sesaat, dan perkawinan adalah perjudian yang kadang berakhir tak baik.
Ironis, seseorang dari masa lalu menawan hatinya begitu lama dengan kisah cinta tanpa status, saat orang itu muncul kembali didepannya apa yang akan dia lakukan, hatinya masih tergerak dan raut wajah pria itu masih menimbulkan rasa yang tak bisa dia tepikan.
Disisi lain seorang teman dekat, telah lama begitu memperhatikannya. Tapi Kayla telah terlanjur memasang tembok begitu tinggi dihatinya.Kepada siapa Kayla menyerahkan hatinya
Season 1. Love Intrigue
Season 2. The Soulmate Secre
Season 3. The Day We Meet Again
Season 4. My Heart Belongs To You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LOVE INTRIQUE Part 30. Herman 2
“Kenapa kau kesini Her, aku sudah katakan aku sudah punya pacar.” Dia melihatku, tapi tak menanggapiku.
“Aku kangen Sego Sambel Mbak Yeye, udah lama banget gak makan itu. Tapi baru jam 9 malem buka. Nyari tahu campur Pak Hasyim yuk,...” Aku diam. Dia mengalihkan pembicaraan aku tahu. Berpura-pura ini hanya jalan-jalan biasa dan tidak ada yang perlu diperdebatkan diantara kami.
“Kamu dari kapan disini...?” Aku menghela napas panjang.
“Kemarin.” Dia menjawab pertanyaanku singkat. “Mamamu selalu penuh semangat ya, lama gak ketemu Mamamu. Kapan kamu balik pulang Jakarta?”
“Tiga hari lagi.” Aku menjawab singkat. Fine, aku akan berpura-pura ini hanya jalan-jalan. Dan protes jika dia berani macam-macam.
“Ohh, naik apa?”
“Kenapa memangnya. Kita jalan masing-masing saja, tak perlu pulang sama-sama.” Aku masih memasang pertahanan. Dia tak melanjutkan pertanyaannya.
“Kantor kita dulu.” Dia menunjuk sebuah gedung tempat kantor kami.
“Kau masih partner disana?”
“Masih. Tapi dibayar kalo dapet kasus aja atau bawa klien.”
Tempat pertama aku jadi intern, junior associate. Banyak kenangan disana, tempat kami pertama dekat karena aku salah satu assistennya yang membantunya menangani banyak kasus. Dan banyak hal yang terjadi kemudian dalam setahun masa kedekatan kami.
Dia menjaga pembicaraan netral kemudian. Tak mencoba membahas apapun tentang kami sementara kami makan, bercerita tentang beberapa kasus, keluarga dan teman yang kami kenal di kantor yang lama. Aku membiarkan pembicaraan mengalir kemudian, mencoba untuk bersikap layaknya teman.
Dia mengantarku pulang setelah akhirnya mengajak makan Kepiting Cak Gundul,dan ternyata dia mengundang empat teman kami yang lain untuk makan bersama. Suasana jadi meriah dan aku senang bisa bertemu dengan kolega-kolega lama lagi.
“Wahhh Ibu Kayla Riyani yang terkenal, gue mau minta tanda tangan.” Jarwis yang sekarang sudah senior associate langsung menggodaku.
“Pak Satpam. Gimana kabar lo, anak udah berapa...bini udah berapa?” Kami menyebutnya Satpam karena dia paling sangar tampangnya dibanding yang lain. Yang ditanya-tanya ama dia orang ngeper duluan karena mukanya yang terlalu serius, dia paling jago kalo disuruh nakut-nakutin orang.
“Udah tiga Bu Kayla, syukurlah bini baru satu, bini gue ngikutin IG lu lagi, gak berani macem-macem gue, ntar dia nyewa lu bisa abis gue.” Satu meja ketawa sama Jarwis.
Ada Tony , Juna dan Angel juga yang ternyata sekarang sudah menikah. Sama-sama dulunya satu tim dibawah Herman. Kali ini aku bisa reuni lagi dengan mereka setelah enam tahun berlalu. Kami bisa ngobrol dengan puas sampai larut.
Dan ketika dia mengantarkanku pulang aku masih bisa tertawa bersama Herman mengingat obrolan kami yang lumayan heboh itu.
“Tak disangka kau mengundang mereka. Seneng bisa ketemu mereka lagi.”
“Selalu menyenangkan bertemu kolega lama.”
Tiab-tiba aku teringat dengan si cantik Diana, salah satu penyebab kami bertengkar dan aku keluar dari hubungan kami.
“Gimana dengan Diana, dia masih di kantor yang sama.”
“Tidak, dia sudah menikah dengan seseorang di luar kantor dua tahun setelah kau pergi.”
“Ohh...” Aku hanya menanggapi pendek.
“Terakhir memang tak ada apapun antara aku Diana. Jika kau ingin tahu sebenarnya, begitu kau dengan mudah memutuskan pergi, aku mundur, aku juga tahu hubungan kita cuma teman, karena aku tahu kau mengejar karier yang lebihbaik, kupikir kau puas dengan hidupmu, sudah punya pacar, kesalahanku adalah aku terlambat menyadari aku tak bisa melepaskan pikiranku darimu. Bertahun-tahun kemudian ketika kita bertemu, akhirnya aku sadar kau juga sama.”
“Aku tak memikirkanmu...” Aku memotongnya.
“Kau tahu, awalnya aku juga tak membiarkan diriku membuatmu tertekan dengan kehadiranku, sampai kau sendiri yang masih dengan begitu emosi bertanya kenapa aku tak menghubungimu jika aku memperhatikanku. Jadi kenapa kau harus berpura-pura bahwa tidak ada apapun, kenapa kau harus berbohong ke dirimu sendiri, aku sudah disini untukmu,kenapa kau masih berkeras bahwa kita masih menginginkan satu sama lain. Walau kau sudah punya pacar pun kau masih mengatakan itu dengan penuh emosi, berhentilah berbohong.”Dia melanjutkan tanpa perduli kata-kataku.
“Itu asumsimu sendiri.” Dia menghela napas panjang. Dan tiba-tiba berenti di bahu jalan.
“Kau berpikir aku tak serius dengan perkataanku?” Aku diam tak menjawab, dia memutuskan pacarnya model itu dalam sekejab, apa aku salah melihat orang. Dia mengambil sesuatu di dashboard mobil.
“Kayla Riyani, menikahlah denganku...” Sebuah kotak cincin terbuka didepanku dan lampu mobil memantulkan cahaya kemilaunya ke depan mataku dan membuatku terbelalak menatapnya.
“Kau ...” Dia pasti gila.