Berawal dari sikap sang istri yang selalu egois dan tidak lagi memberikan perhatian dan kasih sayang padanya. Membuat Reno, sosok suami yang awalnya baik dan penuh kasih sayang, pada akhirnya memilih mencari kesenangan diluar. Semua itu dia lakukan lantaran kesal, sebab sang istri yang diharapkan bisa memberikan perhatian dan kasih sayang, justru selalu mengecewakannya dan mengabaikannya, yang membuatnya merasa tidak dihargai lagi sebagai seorang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 31
Selesai belanja, Reno dan Wulan buru-buru ke sekolah Azam untuk menjemput Azam. Usai menjemput Azam, mereka langsung kembali ke rumah, terlihat juga Wulan sudah sangat kelelahan.
Sampai di rumah, Wulan langsung berbaring di kasur. Dia mengeluh sakit kepala, mual dan juga lemas.
"Sayang, kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Reno yang khawatir dengan keadaan Wulan.
"Aku hanya sedikit pusing mas, lemas juga. Mungkin aku kecape'an. Aku mau istirahat aja dulu ya. Tolong jagain Azam ya, temani dia kalau mau main diluar," ucap Wulan yang lalu memejamkan matanya.
"Sayang.. minum obat dulu ya, baru istirahat," bujuk Reno.
"Gak mau, Wulan mau istirahat aja mas, nanti juga sembuh," jawab Wulan.
Reno pun tidak bisa memaksa, setelah mencium kening Wulan, Reno pun langsung keluar kamar untuk menemui Azam.
"Ya sudah, tidurlah. Aku tinggal ya," ucap Reno.
"Ya mas," jawab Wulan.
Di ruang tengah, terlihat Azam tengah bermain dengan baby susternya. Reno pun langsung bergabung dengan mereka.
"Papa gak ke kantor?" tanya Azam dengan wajahnya yang ceria.
"Gak sayang, papa libur hari ini. Azam mau main sama papa?"
Mendengar pertanyaan papanya, jelas itu membuat Azam sangat girang. Karena sebenarnya dia memang sudah sangat rindu ingin bermain bersama dengan papanya.
"Iya pa, yuk pa kita main diluar. Azam bosan di dalam rumah terus. Ajak mama juga ya pa," ucap Azam yang akan berlari menuju kamar mamanya.
"Tunggu sayang! mama lagi gak enak badan sayang. Mama lagi istirahat, mainnya sama papa aja ya. Nanti kalau mama sudah bangun dan sudah sembuh, baru kita main lagi sama-sama ya," bujuk Reno.
"Iya pa, yuk pa," jawab Azam yang langsung berlari keluar.
"Tina, tolong bantu saya bawa mainan Azam keluar ya. Biar nanti saya yang temani Azam main. Mumpung saya libur, sementara kamu bisa istirahat dulu,"
"Baik pak," jawab Tina yang langsung membantu Reno membawa mainan Azam keluar rumah.
*
Malamnya, Wulan, Reno dan Azam tengah menikmati makan malam mereka. Reno melirik ke arah Wulan yang sepertinya sedang tidak nafsu makan. Wulan terlihat hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya dengan sendok nya.
"Sayang.. kok gak dimakan, kenapa? kamu masih pusing ya?" tanya Reno.
"Iya mas, kepalaku masih terasa pusing dan sedikit mual," jawab Wulan.
"Tapi kamu harus tetap makan sayang, sudah tu minum obat ya, biar cepat sembuh sakit kepalanya," bujuk Reno.
"Iya mas aku makan," jawab Wulan kemudian memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Namun baru saja Wulan menelannya, dia langsung berlari ke kamar kecil. Sesampainya disana, Wulan langsung muntah tak henti-henti. Reno yang khawatir pun langsung menyusulnya. Melihat Wulan tengah muntah-muntah membuat Reno terlihat sangat panik.
"Sayang, kamu kenapa sayang? kamu baik-baik aja kan sayang?" tanya Reno sambil memijit leher bagian belakang Wulan.
"Gak pa-pa mas, mungkin aku masuk angin. Mungkin juga aku.."
"Aku apa sayang? kamu kenapa?" tanya Reno yang masih terlihat panik.
"Apa mungkin aku hamil ya mas?" Wulan balik bertanya.
"Apa? kamu hamil?" seketika wajah Reno yang panik berubah ceria, mendengar ucapan Wulan.
"Entahlah mas, aku hanya menebak saja. Karena biasanya ciri-ciri orang hamil ya seperti ini. Pusing, mual, lemas, gak nafsu makan," jawab Wulan.
"Ya sudah, sekarang gini aja. Kamu istirahat dulu di kamar ya. Aku mau panggil dokter untuk memeriksa mu," ucap Reno sambil membawa Wulan ke kamar.
Sesampainya di kamar, Wulan yang masih merasa lemas langsung berbaring di kamarnya. Sementara Reno langsung menghubungi dokter untuk meriksa keadaan Wulan.
Beberapa menit kemudian, dokter yang ditunggu-tunggu pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Wulan. Reno terlihat sangat gelisah menunggu di luar, dia sudah tidak sabar menunggu hasilnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya dokter pun keluar dari dalam kamar. Reno langsung buru-buru menemuinya dan menanyakan hasil pemeriksaannya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Reno.
"Bapak tidak usah khawatir, istri bapak baik-baik saja. Justru ini kabar yang sangat baik pak, selamat istri bapak saat ini tengah hamil. Mohon bantu jaga kehamilan dan kesehatan istri bapak dan janin yang ada dalam kandungannya ya pak. Saya sudah berikan beberapa resep vitamin dan obat penambah darah, untuk menyembuhkan rasa pusingnya akibat kurang darah," jelas sang dokter.
"Iya dok, pasti saya akan bantu menjaga mereka,"
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu ya pak," ucap sang dokter.
"Iya dok, terimakasih banyak dok,"
"Sama-sama pak Reno," jawab sang dokter yang langsung melangkah keluar.
Reno pun langsung masuk ke kamar menemui Wulan, dengan penuh rasa bahagia Reno langsung memeluk istri tersayangnya itu.
"Sayang, terimakasih sayang. Aku sangat bahagia malam ini, aku benar-benar sangat bahagia. Kamu beneran hamil kan sayang?" tanya Reno yang masih tidak percaya dengan kenyataan indah ini.
"Iya sayang, aku positif hamil. Kamu seneng banget ya mas?" tanya Wulan dengan dua butir air mata yang menetes di pipinya.
"Seneng banget sayang, aku benar-benar sangat senang. Setelah sekian lama aku mendambakan seorang anak, akhirnya itu bisa terwujud. Aku akan mempunyai dua orang anak sayang, aku sangat bahagia sayang, aku benar-benar sangat bahagia," ucap Reno yang kembali memeluk Wulan.
*
Sementara itu di rumah Melly, Melly tengah duduk diruang tamu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi, dia sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Reno kembali.
"Mas Reno kok bisa ya berubah secepat ini, padahal dulu dia sangat menyayangi dan mencintaiku, tapi kini dia justru memilih si Wulan gendut itu. Apa jangan-jangan mas Reno di guna-guna kali ya ma si Wulan tu, heran deh," gerutu Melly sendiri.
Hampir satu jam Melly duduk di ruang tamu, memikirkan cara mendapatkan Reno, namun dia tidak juga menemukan ide, membuatnya semakin merasa kesal. Dia sadar, kalau ikatan cinta Wulan dan Reno sangat kuat, sehingga sangat sulit baginya untuk melepaskannya.
Tidak lama kemudian terdengar suara Alex mengetuk pintu memanggil namanya.
"Tok.. tok.. Mel.. Melly?" seru Alex dari luar.
"Iya bentar," jawab Melly dari dalam dan langsung bergegas membukakan pintu.
Alex masuk dengan tubuh sempoyongan, rupanya dia baru saja berpesta miras dengan teman-temannya, merayakan kesuksesan bisnis mereka. Sebelumnya Alex tidak pernah melakukan hal semacam ini, namun karena pengaruh pergaulan dan bujukan teman-temannya, membuatnya tidak bisa menghindarinya. Tubuh Alex langsung roboh memeluk Melly, karena dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa pusingnya.
"Alex, apa-apaan ini! kamu mabuk? huh, berat tau!" gerutu Melly yang langsung merebahkan tubuh Alex di kursi.
"Iya Mel, kepalaku pusing banget," jawab Alex.
"Kamu benar-benar keterlaluan Lex, bukannya kerja cari duit, kamu malah sok-sokan mabuk-mabukan kayak gini, mikir dong, kita mau makan apa? Aku benar-benar udah gak tahan ya Lex, aku minta kita cerai sekarang juga, aku gak Sudi punya suami miskin, tukang mabuk lagi," Melly benar-benar tidak bisa menahan emosinya.
Alex hanya tersenyum mendengar ocehan Melly, dia lalu merogoh saku celananya, mengeluarkan dompetnya, kemudian mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu lalu meletakkannya diatas meja, yang membuat Melly seketika menghentikan ocehannya dan buru-buru mengambil uang itu.
"Banyak banget Lex, kamu dapat dari mana uang sebanyak ini?" tanya Melly dengan wajah ceria.
"Udah, kamu gak perlu tau dari mana uang itu. Yang penting kamu punya uang sekarang. Udah ah, bantu aku ke kamar, aku mau istirahat, pusing banget kepalaku," pinta Alex.
"Oke, yuk kita ke kamar," jawab Melly, yang langsung membantu memapah Alex ke kamar dan pastinya dengan senyum diwajahnya, karena sudah diberi Alex uang yang lumayan banyak untuk belanja.
Melly tidak perduli dari mana uang itu, yang paling penting baginya, dia bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan tidak hidup kesusahan.
semoga pengalaman Rudi bermanfaat untuk mu Alex
semangat Alex pikirkan dengan matang nasehat Alex