Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch30. TIDUR BERSAMA MBAK DINA
Nenek mengajak aku dan Mbak Dina untuk masuk, kata nenek biar mang Ujang saja yang membawa barang barang di mobil besok, di dalam rumah sudah tidak ada pembantu atau bibi yang menginap, karna mereka takut bila tidur di situ, banyak yang meminta pulang dan bergonta ganti bibi.
Mang Ujang karna sudah lama di situ dan karna tidak enak pada nenek, makanya masih bertahan di situ,
Aku jug tidak mungkin meninggalkan mbak Dina di rumah nenek sendirian, mungkin akan aku bawa ke pesantren besok kalo boleh,
Nenek menyuruh ku untuk beristirahat, mbak Dina yang takut tidur sendiri meminta ku menemaninya..
"Dek tidur Ama mbak yuk.. kok mbak tiba tiba merinding dek.." ucap mbak Dina
"Mbak takut ya,.." kata ku sambil tertawa
"Mbak masih kepikiran cewek kebaya tadi kali dek, soal badan mbak merinding dari tadi ini.." ucap lagi mbak Dina
"Mbak kalah Ama ruru loh ini.." aku tertawa karna melihat muka mbak Dina yang bingung ketakutan
"Kamu ga liat mukanya tadi, mbak liat tadi pas lagi belok ke jalan.." kata mbak Dina kesel
"Mukanya cantik nggak mbak" ucap ku menggoda penasaran juga
"Cantik.. tapi sayang udah jadi makhluk gaib.." kata mbak Dina lagi
"Wihhh sayang banget ya mbak.." ucap ku menimpali
"Kenapa jadi ngomongin dia lagi sih dek.. mbak sudah takut jadi takut lagi.." kata mbak Dina ketakutan
"Takut itu sama Allah mbak, bukan Ama yang di ciptain Allah.." timpal ku
"Jadi ga mau bobo Ama mbak nih, mbak ga bisa tidur yang ada dek" keluh mba Dina
"Ya udah tidur Ama ruru, tapi jangan protes paginya ya.." jelas ku
"Nggak kok dek.. mbak malah makasih da di temenin.." ucap mbak Dina sambil senyum senyum..
Mbak Dina ga tau ajah, ruru tidurnya gimana.. kalo tau masih mau emang tidur Ama ruqi.
Aku juga cengengesan membayangkan nanti gimana kalo bawaan tidur ku kumat, bakal takut atau bakal balik tidur ke kamar tamu.. haaaaa
Sampai di kamar aku membasuh muka, dan menggosok gigi, tidak lupa mengganti baju dengan kemeja besar,
Aku tidur di samping mbak Dina yang lebih dulu terlelap,
Ku atur guling di tengah biar aman
Pukul 1 dini hari baru aku bisa tertidur,
Rasa lelah membuat ku nyenyak,
Subuh aku di bangun kan mbak Dina untuk shalat, aku pun bangun walau berat mata aku paksakan bangun dan shalat, berencana habis shalat aku tidur lagi
Selesai shalat subuh, aku tidur kembali, tapi mbak Dina memilih tidur di kursi sofa dari pada di kasur.. aku pun bertanya
"Mbak, tidurnya knp di situ," tanya ku penasaran
"Ga papa dek, mbak tidur sini ajah, kamu tidurnya nakutin" ucap mbak Dina
"Nakutin gimana mbak.. aku tidur cantik begini.." jawab ku
"Yang bisa nendang pas tidur di bilang cantik.. Ya Allah dek, kapok mbak ga mau deket Deket pas kamu lagi tidur cantik.." keluh mbak Dina
Aku tertawa terbahak bahak karna mbak Dina bilang seperti itu, ternyata orang manis dan cantik harus di lihat dari cara mereka tidur.. haaaaaaa
"Maaf mbak, aku suka amnesia kalo lagi tidur, wkwkwk" ucap ku sambil tertawa
"Mbak kira kamu tuh tidurnya bisa diem, ternyata lebih ekstrim dari pada lompat dari pohon toge," ucap mbak Dina
"Mana ada mbak, tidur ku kalem kaya bayi yang lagi di bedong" jawab ku lagi ga mau kalah
"Astaga, nanti mbak rekam kalo adek tidur ya, badan mbak sakit semua kamu tendang sampe jatuh dek.. " ledek mbak Dina
"Ais, jangan lah mbak, malu nanti kalo di liat orang.. lagian mbak yang jatuh kok salahin ruru, berarti mbak yang extream pas tidur bukan ruru.. ruru ajah ga jatuh mbak bisa jatuh.." jawab ku tak mau kalah juga
Perdebatan pun di mulai, Bukan ruru ga mau ngakuin salah, tapi malu lah, masa ruru yang di bilang anak manis, cantik ini pas tidur ekstrean, hikk hikkk tolong aku wehhhhh...
"Penting jangan di rekam, di rekam awas loh mbak, ruru marah Ama mbak Dina.." kata ku mengancam
"Berarti ngaku kan kalo kamu emang tidurnya ekstrem.." ledek mbak Dina lagi
"Udah lah mbak mau tidur, jangan macam macam loh," peringat ku lagi
"Asal tidur nya jangan jalan mah mbak ga macam macam, paling mbak rekam kasih bunda kamu.." ucap mbak Dina sambil tertawa
Aku malu dan menutup muka pake bantal, ntah ledekan apa lagi yang mbak Dina kasih buat ku, yang pasti itu bakal membuat ku malu pastinya.. huwaaaaa... itu lah kenapa ruru ga mau bobo Ama orang, sekarang kalian tau kan tidurnya ruru.. hikk hikkk
SAMPAI DI SINI DULU YA..
SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA MAKAN
KARNA PURA PURA BAHAGIA ITU BUTUH TENAGA..
WASSALAMU'ALAIKUM..
tour, itu