Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AZKIA SAKIT
Keesokan Paginya kami bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan. Kami pun sarapan di warung depan penginapan.Setelah kami selesai makan aku bergegas membayar dan menyusul mereka ke mobil.Setiba di mobil aku melihat Azkia tengah dipangku oleh Mami ku.
"Anak kamu sakit Di " ucap mami ku
"Astagfirullah ... kenapa dia Mam ?"
"Badannya demam" ucap mamiku khawatir
"Dia pasti masuk Angin , dia sepertinya kecapekan" ucapku seraya mengambil Azkia dan memangkunya.Aku duduk di kursi depan.Aku melihat Azkia hanya diam.Aku begitu khawatir rasanya.
"Azkia gak apa-apa nak ? Apanya yang sakit nak?" Tanyaku lembut . Namun dia hanya menggeleng.Aku memeluknya erat dan memperbaiki posisi duduknya.
"Aul... ambilkan obat sirup di tas hitam itu nak " ucapku menyuruh Aul
Aku pun memberikan Azkia Obat penurun demam.Aku memang selalu membawa obat setiap bepergian.Karena aku tahu sejak kecil Azkia sering demam dan biasa step.Setelah meminum obat Azkia pun tertidur sepanjang perjalanan dan Alhamdulillah perjalanan kami pun lancar .Kami tiba di rumah pukul 12 siang.
Begitu tiba aku membaringkan Azkia di kamar dan membuatkannya bubur.Aku pun menyuapinya dengan telaten.Badannya masih demam.Aku khawatir jika dia sakit.
"Azkia jangan banyak gerak dulu yaa ...biar cepat sembuh "
Dia tidak menjawabku, tetapi hanya mengangguk.
"Sebentar sore kita ke dokter yaa nak "
Dia pun menggeleng . Dia selalu gak mau jika menyebut kata dokter.Dia pun menangis.
"Jangan nangis nak....cepat sembuh supaya tidak kedokter.. ayo maem lagi yaa " ucapku lembut
"Nak... mami dan ivan pulang dulu ya ... nanti kami balik lagi "
"Oh iyya Mam...sore di balikin mobil rentalnya... ini uangnya Mam"
"Nanti saja Di ... kamu urus Azkia dulu ya...nanti mami balik lagi "
"Iyya Mam "
"Sayang ...cucu Uti... cepat Sembuh ya...Uti pulang dulu bentar kesini lagi " ucap mami ku lembut sambil mencium kening Azkia.
Azkia Hanya mengangguk , Mami ku pun keluar dari kamar. Aku pun melanjutkan menyuapinya Azkia hingga bubur nya habis .Setelah habis aku memberikannya lagi sirup penurun demam.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Menjelang sore aku tengah beberes dan menyiapkan makan malam buat Anak-anak. Azkia tengah bermain ditemani oleh kakak Aul di ruang keluarga.Aku terkejut mendengar teriakan Aul memanggilku.
"Mamiiii....mamiiiii....Azkia mamiiii...."
Aku bergegas berlari ke dalam rumah.Aku melihat Aulia memangku Azkia yang tengah kejang-kejang dan matanya naik keatas.Aku terkejut namun aku berusaha tenang.Aku tidak boleh panik
"Astagfirullah...Azkia kumat Step nya "
"Hikssss...hiksss iyya mami tiba-tiba kejang begini"
Aku meraih tubuh mungil si bungsu ke pelukanku.Aku membuka kepalan tangannya dan memasukkan sendok yang sudah dibungkus handuk kecil ke dalam mulutnya,.Untuk mencegah Azkia menggigit lidahnya sendiri.
"Nak ambil kopi bubuk ya "
Aulia berlari ke arah dapur dan kembali membawa toples kecil berisi kopi.Bergegas aku mengambil dan mengoleskan sedikit bubuk kopi ke mulut Azkia.Tidak beberapa lama tubuhnya pun tidak lagi mengejang, tubuh mungil nya pun tidak lagi kaku, matanya pun mulai menutup dan kepalan tangannya dengan mudah terbuka.
Mungkin buat sebagian orang cara ini Aneh.Anak kecil kok di kasih kopi.Tapi inilah yang selalu saya lakukan jika Azkia mengalami kejang-kejang seperti itu.Setelah diberi kopi dia pun lngsung berhenti mengejang.
Setelah aku melihat dia lebih baik...aku membawanya ke dalam kamar.Aku membaringkannya ke tempat tidur.Aku mengecek badannya masih demam.Aku harus membawanya ke dokter.Aku pun menelfon Adekku untuk segera datang mengantar kami ke dokter.
Azkia mulai membuka matanya.Dia nampak lemas . Aku memeluknya.Aku menahan agar aku tidak menangis di hadapannya.Aku memberikannya minum karena dia merasa pahit bekas kopi bubuk di sekitar mulutnya.
Hp ku berdering ternyata Mas Anis yang menelfon.Aku mengangkatnya
"Halo Assalamualaikum Mas "
"Waalaikumussalam ... sudah sampe rumah ?"
"Alhamdulillah sudah mas "
"Kenapa tidak ngabari?"
"Iyya Maaf Mas, Azkia tiba-tiba demam dan kejang-kejang"
"Astagfirullah...jadi sekarang bagaimana ?"
"Alhamdulillah sudah lebih baik...tapi masih demam Mas .Aku mau bawa ke dokter"ucapku
"Ohh ya udah ... urus anakmu baik-baik" ucap mas Anis
"Iyya Mas, Adnan bagaimana?"
"Adnan dirumah Mi sama mama Ajji "
"Jaga Adnan mas ... jangan biarin ke jalanan "
"Iyya dech ... tenang saja " ucapnya kesal sambil menutup sambungan telfon nya.Aku sangat rindu pada Adnan.Padahal baru kemaren kami berpisah tapi rasanya sudah setahun.Aku memeluk Azkia yang telah tertidur.
NB Mohon kritik dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh