NovelToon NovelToon
You Are My Husband

You Are My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Pengganti / Beda Usia
Popularitas:77.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: daundia

Semuanya berawal dari Wasiat yang di berikan Rima. Perempuan yang sudah ia anggap sebagai penolong hidupnya, meminta hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa Rima meminta Asyna untuk menikah dengan suaminya? Asyna memang sangat mencintai pria itu, tapi semenjak hatinya patah ia takut melangkah dalam aliran sakit itu lagi. Tapi demi apapun, Asyna akan melakukan semua permintaan perempuan itu, meskipun risikonya adalah di benci oleh laki-laki yang dicintainya, Raihan.

Akankah Asyna mampu membuat Raihan jatuh cinta dan melupakan masa lalunya bersama Rima?

Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah. Happy Reading ☺️☺️☺️.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon daundia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Raihan

Hari-hari terasa membosankan bagi Asyna. Sekarang dirinya sudah tidak bisa bekerja di Rumah Sakit seperti dulu. Kegiatannya hanya membersihkan rumah, memasak, yah seperti ibu rumah tangga yang lain. Asyna hanya sesekali pergi keluar untuk membunuh kebosanannya. Dia juga sering Marathon membaca komik, novel, maupun menonton drama Korea favoritnya.

Sungguh bukan hal yang patut dicontoh, jujur saja dia bukan perempuan alim yang pandai beribadah seperti Rima.

Asyna mematikan laptop di depannya. Mood untuk menonton drama Korea menghilang begitu saja. Memikirkan dirinya yang banyak kekurangan membuat dirinya kesal sendiri. Lebih baik dia segera masak untuk makan siang nanti. Mama dan papa Raihan akan berkunjung, Asyna harus menyajikan hidangan lezat supaya mereka senang dan bangga memiliki menantu seperti dia, ahhahah.

Asyna menempatkan Laptopnya ke dalam meja kecil di samping ranjang dan bergegas keluar kamar sambil mengikat rambut sebahunya.

Bahan makanan yang dibeli kemarin masih sangat banyak stoknya, hari ini Asyna bisa membuat makanan sesuai keinginannya. Kata suaminya Raihan, mama papanya suka dengan sayuran dan daging ayam. Tidak berbeda jauh juga dengan Raihan yang memiliki selera sama seperti itu.

Asyna mengambil beberapa butir telur di kulkas dan juga daging ayam. Dia hendak membuat omelet dan juga ayam geprek. Sangat mudah sekali membuat ayam geprek, Asyna sudah beberapa kali membuatkan ayam geprek untuk Raihan dan Raihan selalu menghabiskan ayamnya, hemm sudah pasti lezat bukan.

Dengan cekatan Asyna mempersiapkan makanannya, hanya butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan masakannya. Kini dia sibuk menata hidangannya di meja makan.

Asyna duduk di kursi, tersenyum melihat hasil masakannya yang enak itu.

"Kuharap mama sama papa mas Raihan suka."

Asyna segera berlalu kembali ke dapur saat sadar jika dirinya belum menyelesaikan minumannya. Rencananya dia akan membuat jus buah naga dan juga mangga. Asyna segera menyelesaikan semuanya, membuat jus tidak membutuhkan waktu yang lama baginya.

Saat jam menunjukkan jam 12 siang sebuah mobil berwarna merah memasuki teras rumah. Mama dan papa Raihan keluar dari mobil dengan menenteng kresek plastik berwarna putih.

"Assalamu'alaikum.." Ucap mama dan papa Raihan.

"Wa'alaikumsalam ma pah, ayo masuk." Asyna segera mencium kedua tangan mertuanya dengan hormat dan mengambil alih kresek dari tangan mama Raihan.

"Iya nak."

Mama dan papa Raihan pun memasuki rumah Raihan dan Asyna. Mereka duduk di sofa empuk di ruang keluarga.

"Gimana keadaan kalian nak? Sudah lama mama gak berkunjung ke sini."

"Alhamdulillah baik ma. Kami sehat-sehat di sini."

"Syukurlah. Mama kadang khawatir saja karena kalian berdua dulu sama-sama sibuk bekerja. Karena sekarang kamu udah gak bekerja mama sama papa jadi lega."

"Hehe iya mah. Yuk kita makan siang dulu mah pah. Asyna udah masak masakan spesial buat mama sama papa."

"Wah, benarkah mama gak sabar nyicip jadinya."

Siang itu mereka bertiga makan bersama sembari berbincang tentang Raihan dan juga topik lainnya.

****

Saat Raihan pulang ke rumahnya, suasana rumah masih terdengar ramai. Suara mama dan papanya bersautan di arah televisi.

"Wah Raihan dah pulang kamu nak!"

"Iya mah." Raihan mendekat menuju arah ibunya dan mencium punggung tangannya.

Ayahnya masih serius menonton layar televisi di depannya yang menampilkan sepak bola.

"Asyna dimana mah?"

"Emh, lagi mandi di kamar. Eh iya sini mama mau ngomong!"

Raihan mengerutkan alisnya mendengar permintaan mamanya.

"Bicara apa ma?"

Raihan mendekat dan duduk di samping mamanya, sementara papanya masih saja serius malas bergabung dengan pembicaraan du orang di sampingnya.

"Em, jadi gimana Rai?"

"Gimana apanya mah?" Raihan menyenderkan tubuhnya pada sofa.

"Ya si Asyna. Gimana udah isi belum?" Tanya mama Raihan dengan penuh penasaran.

Raihan menghindari tatapan mamanya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kok diem sih Rai. Jadi gimana? Udah berbulan-bulan loh!"

"Yang sabar ya ma. Raihan sama Asyna juga masih berusaha kok. Doakan saja semoga cepat hadir Raihan juniornya." Raihan terkekeh geli, dia merasa bersalah pada mamanya yang sudah sangat mengharapkan cucu itu.

Terlihat jelas raut wajah sedih dari mama Raihan. "Iya nak Mama pasti bakal doakan kalian. Mama ngomong ini ke kamu karena mama gak mau membuat Asyna kepikiran sama permintaan mama ini."

"Iya Raihan paham ma."

"Iya. Yaudah sana kamu ganti baju kamu tuh. Mama mau lanjut nonton sepakbola sama papa."

"Iya iya. Raihan tinggal bentar ya."

Raihan berlalu dan menaiki tangga menuju kamarnya. Saat membuka pintu yang pertama kali Raihan lihat adalah Asyna yang sedang menyisir rambut pendeknya. Raihan menutup pintu di belakangnya dan menyampirkan tasnya ke sampiran di dalam kamarnya.

"Mas mau mandi?" Tanya Asyna yang melihat Raihan berdiri mematung di tengah sudut kamar.

"Aku udah mandi di rumah sakit."

"Eh, baguslah hehe."

Raihan membuka kemeja putihnya tanpa dosa di hadapan Asyna yang langsung memalingkan wajahnya.

"Mas kenapa gak ganti baju di kamar mandi?" Asyna bertanya sambil melirik sedikit ke arah Raihan. Terlihat jelas dada bidang dan juga lengan berotot milik pria itu. Tubuhnya seperti model L-MEN yang pasti sangat digilai oleh wanita. Masih teringat dengan jelas di pikiran Asyna bagaimana rasanya menyentuh dada berotot itu. Asyna menelan ludahnya merasakan gelenyar panas merasuki tubuhnya. Sepertinya otaknya sedikit konslet malam ini. Asyna menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran mesum yang mampir di otaknya yang sudah tidak suci.

Raihan menyunggingkan senyuman smirknya saat melihat keanehan pada istrinya. Sepertinya sedikit menggoda perempuan itu akan menyenangkan. Raihan tertawa dalam hati memikirkan niat jailnya itu.

"Malas ke kamar mandi Asy." Ucap Raihan.

Asyna dengan cepat mengalihkan pandangannya dan berdiri dari kursi riasnya. Dia berjalan hendak membuka pintu, tapi semua niatnya itu digagalkan oleh sebuah tangan yang tiba-tiba menariknya dengan sesuka hati. Asyna terpekik kaget saat tubuhnya terbentur pada dada bidang Raihan yang terekspos sempurna di hadapannya. Jantungnya berdebar dengan kencang, Asyna juga bisa merasakan dengan jelas debar jantung Raihan.

"Kamu mau kemana Asy?"

"Ma-mas ak-u mau ke bawah nemenin mama sama papa." Asyna menundukkan wajahnya tak berani menatap kedalaman mata pria di depannya.

"Mereka lagi asyik nonton bola, biarin aja sih. Kamu di sini aja kenapa si." Raihan mendekatkan wajahnya, tangannya mendongakkan wajah Asyna agar menatap matanya.

Asyna yang tidak bisa menghindar akhirnya menatap dua manik mata indah itu. Dua manik itu menatapnya dengan lembut sementara bibir pria itu melengkungkan senyuman indah yang membuat Asyna semakin jatuh hati. Asyna merasa tubuhnya sangat lemas saat Raihan kembali mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka bergesakan.

Raihan yang menyadarinya langsung memeluk erat pinggang istrinya agar tak terhuyung jatuh. Sebenarnya Raihan hanya berniat menggoda Asyna saja. Tapi melihat reaksi Asyna seperti ini membuat dirinya tidak bisa menahan diri. Dia sangat ingin mengecup bibir itu dan melakukan banyak hal lainnya dengan Asyna.

Asyna menutup matanya tak mampu melakukan apapun kecuali pasrah pada segala hal yang dilakukan Raihan terhadapnya malam itu.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Bersambung........

Makasi untuk teman-teman yang masih setia sama ceritaku ini. Semoga kalian masih setia sama cerita yang jarang update ini, hehehehe.

1
kang teamoon🥒
,
Ketut Aritya
kasian .. 😭😭😭😭😭 kok bs gini ???????????????????????
Bayangan Ilusi
Lima like mendarat
kang teamoon🥒
next 👀
kang teamoon🥒
🏃
kang teamoon🥒
🐊
❄️Rona Aristizuma🌸: dasar kau buaya buntung tung. pacaran kok itung itung tung . dasar kau buaya buntung mencari untung 🤓😚
total 1 replies
السلام عليكم
kapan up
السلام عليكم: semoga lekas sembuh kak
total 3 replies
Nia jeje
like semangat
السلام عليكم
semangat
السلام عليكم
lanjutkan
السلام عليكم
komentar az 🤭🤭
السلام عليكم
keren,kak
السلام عليكم
bagus
السلام عليكم
lanjutkan kak
Nia jeje
like semangat
🍒 شيري 🍒
up donk otor cantik 🥰
𝓔𝓴𝓪𝓛𝓾𝓷𝓪♀🍆𝕸y💞👏
aku favorit dulu nih kak,,, cari waktu senggang buat baca
Susi Ana
aku datang
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
bersambung lagi, az 🤭🤭🤭 semangat ya 💪💪💪💪💪
❄️Rona Aristizuma🌸: iya lanjut kok, sabar 😂😂🤣🤣🤣
total 3 replies
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
seharusnya ada lanjutannya ini,az 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!