NovelToon NovelToon
Masih Menggenggam Dirimu

Masih Menggenggam Dirimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:239.6k
Nilai: 5
Nama Author: RN

CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERPISAH

Di Jakarta

"Tamparan ini tidak sebanding dengan kebodohanmu sebagai seorang ayah," ujar Bu Susi dengan bibir gemetar karena amarah.

"Papa macam apa, yang sampai tidak sadar putranya seorang pecandu.Apakah ini yang kau maksud dengan tanggung jawab? kau tidak ubahnya orang bodoh yang gagal. Seandainya putriku masih ada , tidak mungkin Kejadian ini terjadi," maki Bu Susi dengan sinis.

"Selama ini,aku berusaha masih menahan diri dengan segala tindakan atau keputusanmu tentang anak haram mu, tapi mulai sekarang aku akan benar-benar menghancurkan mu Darmawan !" ujar Bu Susi sinis sambil menyeringai

"Dengar Darmawan,Aldo adalah korban karena keegoisan mu mencari anak haram mu. Sehingga kamu sampai lengah dan membuatnya jatuh dalam narkoba. sekarang juga katakan di mana cucuku !!" bentak Bu Susi dengan suara tinggi.

Darmawan masih diam menatap tajam Ibu dari almarhum istrinya , bibirnya mengatup menahan amarah . Dadanya bergemuruh serasa mau meledak.

"Saya memang pantas mendapatkan tamparan ini , karena kelalaian saya terhadap Putra saya , tapi tolong jangan sangkut pautkan dengan putri saya dalam hal ini. karena ini murni kesalahan saya sebagai seorang ayah ,"ucap Darmawan tidak terima dengan perkataan Bu Susi.

"Dan tolong satu hal,lagi Jangan sebut putriku anak haram, "ujar Darmawan.

"Aku tidak peduli dengan hal itu , sekarang Aku cuman mau tahu Dimana cucuku?" tanya Bu Susi dengan suara lantang .

"Dia ada di klinik X di negara S ," jawab Darmawan .

Dia sepertinya sudah tidak tahan dengan kemarahan Bu Susi mertuanya yang selalu menghina Maya .

Bu Susi langsung berbalik dan pergi meninggalkan ruang Darmawan dengan amarah yang masih memuncak.

Darmawan menarik napas panjang . Tanda merah Masih Membekas Di pipinya , tapi yang paling menimbulkan rasa sakit hatinya adalah kata-kata anak haram yang selalu diucapkan mertuanya .

"Tio , cepat ke sini ," perintah Darmawan melalui telepon .

Tak butuh waktu lama Tio asisten pribadinya sudah masuk dan berdiri di hadapannya.

"Batalkan semua janjiku hari ini , dan kita berangkat ke S !" perintah Darmawan .

Dia menyambar jas yang menggantung di stand hanger dan berjalan pergi keluar kantornya.

...----------------...

Di negara S .

Maya selalu berdecak kagum melihat keindahan negeri ini selama dalam perjalanan tidak habis mulutnya bergumam hebat,Wah, keren semua kata-kata kekaguman keluar dari mulut Maya.

Reynaldi membawa Maya ke sebuah pusat perbelanjaan terkenal di negeri itu. Pusat berbagai jenis barang bermerek. Sebuah Kompleks belanja yang menawan dengan tampilan futuristik.

"Kak , disini semua barang ada ya ," tanya Maya saat mereka hendak memasuki pintu masuk gedung yang terdiri dari 8 rantai,

Reynaldi tidak menjawab hanya memandang dan mengangguk . Mata Maya tak berhenti berkeliling tiba-tiba dia menghentikan langkahnya mengambil ponsel dari dalam tasnya.

*Kak , tolong ambil gambar Maya ," pinta Maya kepada Reynaldi .

Reynaldi mengambil ponsel Maya dan mulai mengarahkan kamera ke arah Maya yang sedang mengatur gaya, Maya berdiri sambil mengangkat tangannya membentuk huruf V di samping kepalanya , senyum terlihat lebar hingga gigi putihnya berjejer rapi terlihat. Beberapa kali Reynaldi mengambil foto Maya.

"Lucu dan manis," gumamnya dalam hati.

"Sudah," kata Reynaldi menyerahkan ponsel kepada Maya .

"Makasih Kak ," ucap Maya menatap sekilas ke arah Reynaldi dan matanya tertuju ke layar ponsel nya melihat fotonya .

"Cantiknya," kata Maya seakan memuji dirinya sendiri .

"Sombong juga nih cewek ," batin Reynaldi ilfeel sambil tersenyum sinis.

"Cantik dan antik ya Kak,bentuk bangunannya, " ucap Maya Sambil menyodorkan HP ke arah Reynaldi .

"Keren dan hebat arsitekturnya," sambung Maya lagi.

"Astaga ....Kirain dirinya yang cantik , gedungnya toh yang cantik ," gumam Reynaldi kali ini dia tidak tersenyum sinis,tapi menggelengkan kepala pelan.

"Aneh ," gumamnya pelan .

"Siapa , Aku aneh ya kak ?" tanya Maya saat telinganya mendengar kalimat yang diucapkan Reynaldi membuat Reynaldi tergagap

"Oh nggak , bukan kamu tapi....," jawab Reynaldi panik dengan pertanyaan Maya.Mata Reynaldi berkeliling celingukan seperti sedang mencari seseorang dan pandangannya jatuh pada seseorang.

"Cewek itu , yang pakai baju bola bola warna hitam ," ucap Reynaldi mencari kambing hitam atas kata aneh yang baru saja terucap, sambil menunjuk ke arah wanita berbaju polkadot warna hitam putih.

Maya memperhatikan cewek yang dimaksud oleh Reynaldi , di matanya tidak ada yang aneh sama sekali .

"Aneh apanya Kak , Dia cantik dan modis, " ucap Maya polos , tapi membuat Reynaldi kembali berpikir keras Mencari Alasan .

"Itu bajunya, " jawab Ryenaldi asal ,

"Bajunya aneh, " kata Reynaldi .

Maya kembali memperhatikan cewek berbaju polkadot.

"Bajunya , maksud kakak modelnya ya ,"tanya Maya semakin mengejar karena penasaran dan membuat Reynaldi kewalahan .

"Jadi Mau belanja apa enggak ? tanya Reynaldi dengan nada kesal dan pergi meninggalkan Maya masuk kedalam mall.

" Tunggu kak,"Panggil Maya sambil bergegas mengejar Reynaldi yang melangkah cepat.

Maya berlari mengejar langkah kaki Reynaldi yang baginya terlalu cepat , nafasnya tersengal-sengal Karena kelelahan begitu jaraknya sudah mendekat Maya menggamit lengan Reynaldi dan memegangnya .

Reynaldi terkejut dan menghentikan langkahnya mendadak , membuat Maya hampir terjungkal ke belakang .

"Aaauu...," teriak Maya kaget .

Dadanya turun naik , badannya sedikit membungkuk dengan napasnya yang terengah-engah satu tangannya menggapai seperti orang kalah perang.

"Kak , tolong jalannya Jangan ngebut , Maya gak bisa ngimbangin langkah kaki Kak Ray, " ucap Maya diantara nafasnya yang terengah-engah.

Reynaldi menatap tangan Maya yang memegang lengannya .

"Kasihan amat nih cewek , badannya yang kecil dan kakinya yang pendek harus mengimbangi langkahku yang panjang ," batin Reynaldi.

Reynaldi menyodorkan botol air mineral yang baru di bukanya ke Maya, tanpa melihat kearah Reynaldi , Maya langsung mengambil botol itu dan berjongkok meminumnya. Reynaldi heran melihat tingkah Maya dan merasa malu karena banyak Mata Yang Melihat .

"Berdiri May," kata Reynaldi .

Maya masih minum dan tak menjawab setelah dirasa cukup mengobati hausnya , dia kembali berdiri .

"Kalau minum atau makan nggak boleh berdiri Kak , bisa cepat rusak ginjal kita dan enggak sesuai sunnah, "ucap Maya.

"Kak , kita pergi ke toko perlengkapan salat ya. Aku bawa mukena cuman satu jadi kalau dicuci susah gak ada gantinya," ajak Maya.

Tanpa menjawab Reynaldi berlalu , Maya pun dengan bergegas mengejarnya dan kali ini Reynaldi berjalan agak pelan.

Hari sudah mulai senja saat Reynaldy dan Maya selesai berbelanja.Maya membeli beberapa barang selain perlengkapan salatnya. Salah satunya adalah gitar. Reynaldi Tak banyak bicara selama sesi belanja Ia hanya mengikuti kemana langkah kaki Maya berjalan . Maya menggantungkan gitar di salah satu pundaknya dan menggendong tas ransel merah maroon nya , ada dua paperbag yang di jinjing di tangannya.

"Berikan gitar itu," perintah Reynaldi pada Maya.

"Biar aku yang bawa ," ucapnya lagi.

Maya menatap mata Reynaldi beberapa detik., mereka saling bertatapan . .

"Gue nggak ingin, orang lihat gue cowok tegaan ," sambung Reynaldi lagi

Maya tersenyum manis dengan Lesung pipinya .

Deg membuat darah Reynaldi berdesir.

"Makasih Kak ," ucap Maya sambil menyodorkan gitar yang ada di pundaknya.

"Sekalian paper bag nya ," ucap Reynaldi.

" Nggak usah , ini May yang bawa aja ," ucap Maya.

"Terserah ," ucap Reynaldi sambil berjalan .

"Kita naik taksi aja May," ajak Reynaldi .

"Nggak takut macet Kak ?" tanya Maya.

Reynaldi diam Sedang berpikir .

"Iya kalau naik taksi,bisa terlalu malam sampainya dan pasti macet " batinnya .

"Ya udah , kita naik MRT aja ," ajak Reynaldi sambil berlalu , Maya mengikutinya

Stasiun MRT jaraknya cukup dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki. Stasiun terlihat tampak cukup padat mungkin karena jam pulang kantor , sepanjang jalan Maya selalu memegang ujung baju Reynaldi

Dia takut jika sampai terpisah dari Reynaldi karena padatnya penumpang MRT .

Setelah melewati exit gate , mereka Langsung ke peron . Tak berapa lama MRT tiba dan spontan penumpang saling berebut dan berdesakan masuk. Waktu tunggu yang hanya beberapa menit membuat mereka saling berebutan masuk kedalam dengan terburu-buru .

Maya memegang kuat baju Reynaldi saat mereka hendak memasuki pintu MRT , Reynaldi masuk lebih dulu , saat Maya hendak melangkahkan kakinya naik ke atas MRT, tubuh kecilnya terdorong ke samping oleh seorang yang cowok yang berbadan cukup besar , dan itu membuatnya oleng sehingga dia terdesak ke pinggir .

Reynaldi yang sudah di dalam MRT hendak turun tapi terhalang oleh penumpang yang masih berusaha masuk di mulut pintu .

"May ...buruan masuk !" teriak Reynaldi .

Saat Maya hendak kembali masuk pintu otomatis MRT perlahan menutup. Maya mundur wajahnya pun mulai panik Reynaldi hanya bisa menatap tegang ke arah Maya saat tiba-tiba MRT bergerak meninggalkan stasiun.

bersambung.

Terima kasih buat semua reader yang sudah membaca sampai episode ini.

Terima kasih juga untuk dukungan like, rate, vote dan komentar nya

mohon dukungannya terus karena itu semua energi luar biasa buat saya

maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan atau yang lain

🙏🙏🙏

SAY NO TO DRUGS

1
Nay Sha
ceritanya bagus
Achmad Elvino
sukses terus kk....
mulai baca..dr awal baca sudah menarik..sepertinya akan banyak mengandung bawang..sedia tisyu 🤧🤧🤧
semoga saja aldo kakak yg baik y may
pasti terkejut y maya..takdir berubah segitu cepatnya
ada perjanjian apa antara bu asih dan pak darmawan?
menbawanya? maksudnya apa ini? apa bu asih sebenarnya bukan ibu kandung maya?
pasti campur aduk ya yg di rasakan maya antara percaya dan gak..antara mimpi apa nyata
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ceritanya bagus dan selalu bikin terharu membacanya.. good job Thor👍🏻
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ya ampun Maya pasti mikirnya yg aneh 2 tu🤭 pasti mikirnya Aldo mau ngapa-ngapain 😅 rupanya Aldo mau masang seat belt 🤣🤣
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
adik kamu itu wanita baik kuat dan lembut Aldo, perlakukan lah Maya semestinya.
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
pasti belum terbiasa ada laki2 yg tiba 2 hadir di hidupnya mengakui bahwa iya ayahnya. pasti susah buat menyebutkan kata papa. lambat lain pasti kamu bisa menerima kenyataan kalau kamu punya ayah dan seorang kakak. dan kelihatannya kak Aldo itu baik .
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kakak ketemu gede. apalagi kk nya ganteng, jgn sampai ada hati ya Maya. hati2 sama Tante Mila ya Maya
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kepo dan ingin tau rahasia apa yg di sembunyiin dari kisah masa lalu mereka
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
semoga Aldo dpt menyayangi Maya
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
oh mulai paham jadi Maya bukan anak bu Asih
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
Semoga Maya bisa bahagia bersama papanya bintang 5 untukmu Thor
ARIS SUSAN
semoga Maya bisa lurusin jalan aldo
ARIS SUSAN
uhuk
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
ARIS SUSAN
Alhamdulillah...
Rey datang buat nyelametin maya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!