Vita Kavita dan Dimas Ahmadin merupakan sepasang suami istri yang sangat harmonis dan bahagia. Usia pernikahan mereka sudah hampir 10 tahun. Namun walaupun begitu, belum ada kehadiran malaikat kecil titipan tuhan pada mereka. Itu bukan berati karena ada masalah dengan mereka. Hingga suatu ketika, Ada suatu kejadian tepat di anniversary mereka, Suaminya tak kembali semalaman yang menyebabkan Vita menunggu semalaman di udara malam yang dingin itu. karena kejadian itu, Vita berfikir bahwa suaminya berselingkuh. namun kecurigaan itu Vita singkirkan karena di saat yang sama dia berhasil mengandung, mereka pun berbahagia. Bahkan sangat bahagia, namun di saat itulah dia mengetahui semua kebenaran bahwa suaminya memiliki istri lain bahkan mereka juga telah memiliki 2 orang putra di belakang Vita.
Apa yang di lakukan oleh Vita? Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30. Rahasia Suamiku
“Tidak sayang, Mas sabar mas hanya menantikan anak bersama kamu. Tapi mama,”
“Kamu bisa menolaknya mas! Kenapa kamu tak menolaknya? Kalau kamu mencintaiku, Kamu akan menolak dan berusaha menceritakannya padaku. semua pasti ada solusinya! Lepas mas! Aku kecewa sama kamu mas!” ucap ku masih dengan terisak.
“Maaf sayang, mas salah. Mama waktu itu akan bunuh diri sayang,mas nggak mau kehilangan mama. Mas terpaksa.” Ucapnya semakin erat pelukannya.
“Maaf? Enggak! Kamu sudah membiarkan wanita lain masuk dalam pernikahan kita dan kamu juga sudah menggauli nya. Itu artinya kamu telah membagi cinta mu mas padanya! Lepas! Kamu br*ngs*k mas!”
“Sayanggg … huhu. Itu ada alasannya. Mama dia ..”
“Cukup mas! Apapun alasannya, itu sama aja.” Ucap ku mendorong dada mas Dimas.
“Tidak, Kamu harus dengar ini. Sumpah sayang, aku sama sekali tidak pernah berfikir membagi cinta untuk istriku ini dengan amel. Percayalah sayang, tenanglah dulu, Mas mohon … Mas akan menceritakan semua nya. Jangan tinggalkan mas sayang, kita cari jalan keluar sama-sama,”
“Enggak mas! Enggak ada lagi yang harus di bicarakan.Semua sudah jelas sekarang. Aku siap mas kalau kamu menceraikan ku.”
“Tidak, tidak akan sayang,”
“Kenapa! Kamu jahat mas, jahat …” ucap ku memukul dada nya yang bidang kali.
Dia memelukku dan kami berdua menangis. Ku masih coba melepaskan pelukannya padaku.
“Sayang, mas akan telpon mama sekarang.”
Aku mendorong dirinya lagi . “Untuk apa mas? Kamu menyalahkan semuanya pada mama, padahal kamu juga salah, ingat itu.” ucap ku lalu ku pergi dari kamar ini.
“Vita .. Mau kemana? Sayang, tunggu mas. jangan pergi …”
Dengan memegangi perutku, aku berlari ke kamar samping. Ku masuk dan sempat terjadi perlawanan karena mas ilham mencoba untuk masuk juga.
“Enggak … jangan masuk.”
“Sayang, kita selesai kan ini. please mama sudah dalam perjalanan ke sini huhu, sayang plis.”
“Tunggu mama kemari. Aku ingin bertanya padanya. Tapi kamu jangan sentuh aku mas.”
Akhirnya dia mengalah dan ku menutup pintu kamar ini. Ku luapkan semua tangisku hingga air mata ku mengering . Ku merasa dada ku tertancap pedang dengan sangat dalam, dikeluarkan berakibat tak dikeluarkan berakibat.
Tiba-tiba, suara mobil terdengar masuk kedalam garasi rumahku. Ku ambil tissue, ku intip dari balik gorden. Sebuah mobil putih yang tadi siang ku lihat di daerah perumahan istri ke 2 mas Dimas. Ya itu mama, orang yang katanya telah memaksa mas Dimas melakukan semua itu.
Mas Dimas terlihat berlari dengan mimik panik mendekati orang tua nya itu. beberapa detik kemudian, ekspresi mertua ku yang sebelumnya sumringah dengan membawa sekantong bawaan nya itu, berubah menjadi ekspresi panik dan marah seperti memarahi mas DImas. Beberapa saat kemudian, mereka masuk kedalam rumah.
Tok tok tok tok …
Ketukan pintu yang sedikit cepat terdengar dari depan kamar yang ku masuki. Aku pun mengelap air mataku lalu ku berjalan membuka pintu itu.
“Vitaa.. Vita.. Ini mama vit ..” panggil mertua ku. “Buka vit pintu nya.. mama ingin bicara.. tolong bolehkan mama masuk?” lanjut mertua ku.
Ku diam sejenak, ku tarik nafas dan hembuskan beberapa kali lalu berkata, “Tidak, kita bicara di luar saja,” jawab ku.
“Ya sudah, Keluar dulu sayang” jawab mertua ku lagi.
Mertua ku pun berjalan ke ruang tengah lebih dulu, sementara mas Dimas mencoba meraih tangan ku lagi, namun ku alihkan dari nya. Aku pun menyusul mertua ku ke ruang tengah.
Ku duduk di depan mertua ku persis, sementara suamiku mengikuti ku dan duduk di sebelah ku. Selama beberapa menit keheningan terjadi. Akhirnya ku buka pembicaraan ini dulu.
“Apa yang mau dibicarakan ma? Apa mama tidak sibuk mengurus cucu-cucu mama sehingga mama sempetin ke sini?" ucap dan sindir ku.
Dia mengendus, “Vitaa.., pertama mama mau minta maaf padamu. Mama telah melukai hati kamu dengan membiarkan suami mu untuk menikah dan mempunyai anak. Tapi mama ingin kamu maafkan suami mu, walau bagaimana pun dia tetap mencintai kamu. Dia baik dan perhatian pada amel karena tanggungjawab nya saja. Mama juga berharap kamu bisa mengerti, mama ingin punya cucu dengan cepat untuk pewaris harta keluarga kita. Yang mama lakukan ini demi keluarga ini vita,” jelas mama.
Aku tak percaya dengan apa yang mertua ku katakan, dengan mudahnya dia mengatakan seperti itu tanpa memikirkan bertapa sakitnya hati ku ini. Ku tak menyangka bahwa mertua ku sebegitu nya.
“Mudah sekali mama mengatakan itu? Apa mama pikir dengan memaafkan sakit hati ini pulih? Tidak, yang mama dan anak mama ini tancapkan padaku itu bukan pisau kecil tapi sebuah pedang, walaupun itu dicabut akan meninggalkan bekas yang besar, Kalau mama terburu-buru ingin memiliki cucu, kenapa mama bilang padaku untuk tenang dan seolah-olah tak ingin memiliki cucu? Tapi ku tau rupanya mama mengatakan itu karena sudah mempunyai cucu dari istri lain anak mama itu? Ak aku nggak menyangka mama seperti ini padaku. Apa memiliki pewaris sebelum anak mama mewarisi harta keluarga ini begitu penting, toh pewaris saat ini masih hidup? Ak aku sama sekali tak menyangka ..” ucap ku tak terasa meneteskan air mata.
“Sayang, “ ucap mas Dimas yang menyentuh pundakku.
“Jangan sentuh aku mas!” jawab ku menghindarinya.
“Mama tau perasaan kamu safira, maka nya mama minta maaf yang sebesar-besarnya padamu. Mama hanya memikirkan masa depan saja vitaa, kita tidak tau kedepannya akan seperti apa. Masa depan itu ibarat misteri, jangan sampai sebelum ilham mewarisi semua ini, dia sudah tiada. Jangan sampai, maka mama ingin ilham menikah lagi. itu saja tujuan mama. Mama hanya ingin keturunan asli dari dimas.”
“Masa depan dengan menikah kan lagi anak mama yang sudah mempunyai istri? Demi seorang pewaris, mama tega menyakiti istri anak mama? Entah berapa lama wanita itu dan anak mama menikah, tapi sepertinya mereka sudah saling nyaman dan saling mencintai bahkan sampai punya 2 anak. Kalau mama beritahu aku lebih awal bahwa mama ingin cucu segera, vita akan mengambil program bayi tabung dulu, Tapi bukankah mama sendiri yang mengatakan bahwa itu tidak diperlukan? Mama juga bilang akan sabar kan menanti?”
“Jujur awalnya mama memang sabar menanti, tapi harus berapa lama mama menanti? Mama juga takut kalau tidak bisa melihat cucu mama nanti. Tolong mengerti keadaan mama,”
Aku tak percaya dengan pendengaran ku lagi, tega sekali mama itu. Apa dia pikir keluarga ini adalah keluarga kerajaan? Dengan alasan takut tak cukup umur, dia telah mempermainkan wanita lain.
“Sayang, mama hanya ingin kamu dan dimas jalani saja kehidupan kalian. Mama meminta pada kamu agar memahami posisi kita masing-masing. Sudahlah, anak kamu juga akan menerima warisan juga setelah kakak nya,”
~Bersambung~
lanjuttt Thor ❤️