NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pria Amnesia

Terpaksa Menikahi Pria Amnesia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Inara dipaksa untuk menjadi istri ketiga dari pria berusia 45 tahun. Untuk menghindari pernikahan itu, Inara terpaksa menikah dengan pria asing yang sempat ia selamatkan beberapa hari yang lalu.

Tidak ada cinta di dalam pernikahan mereka. Pria tersebut bahkan tidak mengingat siapa dirinya yang tiba-tiba saja terbangun di tempat asing usai mengalami kecelakaan tragis. Meskipun Inara terlepas dari jeratan pria tua yang memaksanya menjadi istri ketiga, tapi wanita itu dihadapkan pada masalah besar yang tengah menantinya di depan.

Siapakah pria asing tersebut sebenarnya? Benarkah ia amnesia atau hanya berpura-pura bodoh demi menghindari masalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Apa kamu gak tau siapa sebenarnya ibu tiri kamu itu?" tanya Anggi sinis seraya menatap tajam wajah Inara. "Dia itu kambing berbulu domba, Inara. Astaga, jadi cewek itu jangan polos-polos amat. Mentang-mentang cewek kampung."

"Langsung aja ke intinya, apa tujuan kamu dateng ke sini?" tanya Inara tidak kalah sinis. "Maaf, aku gak ada waktu buat dengerin ocehan kamu itu."

"Apa kamu tau kalau kamu ini cuma di manfaatin sama Tante Angelina. Dasar bo--"

"Cukup, Anggi!" bentak Dave, datang di waktu yang tepat. "Lagi ngapain kamu di sini, hah? Saya minta kamu keluar dari sini sebelum saya panggilkan Security."

Baik Anggi maupun Inara sontak menoleh dan menatap wajah Dave. Anggi tersenyum menyeringai seraya memutar bola matanya menahan rasa kesal. Mengapa pria itu harus datang di waktu yang kurang tepat. Ia bahkan belum sempat mengatakan apapun kepada Inara. Rencananya untuk mengadu domba Inara dan Angelina tentu saja gagal total.

Dave berjalan menghampiri Anggi lalu menarik pergelangan tangannya kasar dan membawanya keluar dari dalam ruangan. Pria itu menghempaskan tubuh Anggi keras sesaat setelah keduanya tiba di luar ruangan.

"Pergi kau dari sini," pinta Dave dengan rahang mengeras murka.

"Apa kamu tau, Dave. Ibumu itu cuma akan memanfaatkan Inara. Kamu mau diem aja gitu istrimu diperlakukan kayak gitu, hah?" bentak Anggi, kedua matanya yang memerah nampak membulat kesal.

"Saya tau," jawab Dave santai.

"Terus, kenapa kamu masih ngebiarin Inara mendonorkan ginjalnya? Dasar bodoh."

"Bukan urusan kamu, Anggi," sahut Dave tegas dan penuh penekanan. "Apapun yang terjadi sama keluarga saya gak ada hubungannya lagi sama kamu.''

"Dasar dongo."

"Saya minta kamu pergi dari sini, Anggi. Saya muak ngeliat muka kamu."

"Oke, aku akan pergi dari sini, tapi gimana sama pertunangan kita?"

"Jawabannya udah jelas dan kamu sendiri udah tau, Anggi. Jangan bersikap so bodoh dan so polos," jawab Dave. "Mau saya perjelas lagi?"

Anggi seketika memalingkan wajahnya ke arah lain seraya menggigit bibir bawahnya keras.

"Mulai detik ini, pertunangan kita putus, oke?" tegas Dave penuh penekanan sebelum akhirnya berbalik lalu kembali masuk ke dalam ruangan.

Anggi mengepalkan kedua tangannya merasa murka. Air matanya seketika bergulir tanpa terasa diiringi rasa sesak di dada. Rasanya sakit, benar-benar sakit. Ia begitu mencintai Dave sejak pertama kali mereka diperkenalkan oleh kedua orang tau masing-masing.

"Dasar brengsek, awas aja kau, Dave. Aku gak akan pernah membiarkan kamu hidup bahagia," gumam Anggi seraya mengusap kedua matanya yang membanjir lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut.

***

Sementara itu, Inara menatap wajah suaminya saat Dave memasuki ruangan. Wanita itu bergegas turun dari atas ranjang seraya menatap ke arah belakang.

"Apa si Anggi udah pulang?" tanya Inara.

"Udah, dia udah pulang ko. Eu ... dia gak sempat bilang apa-apa sama kamu, 'kan?"

"Nggak, tunangan kamu gak sempat ngomong apa-apa," jawab Inara seketika mengerucutkan bibirnya sedemikian rupa.

"Astaga, Sayang. Dia bukan tunangan Mas."

Inara diam seribu bahasa kembali berjalan ke arah ranjang.

"Mas udah mutusin pertunangan kami, Sayang. Jadi, Mas udah gak ada hubungan apapun lagi sama dia."

"Tante Angelina di mana, Mas?" tanya Inara mengalihkan pembicaraan.

"Mommy lagi di ruangannya Daddy," jawab Dave seraya memeluk tubuh istrinya dari arah belakang. "Operasinya akan dilakukan setengah jam lagi, Sayang."

Inara menganggukkan kepala seraya menyandarkan kepala di dada bidang Dave Sebastian.

Dave memutar tubuh Inara hingga mereka berdiri saling berhadapan. Telapak tangannya perlahan mulai bergerak naik, merapikan rambut panjang sang istri sebelum akhirnya mendaratkan kecupan singkat di keningnya. Dave mengusap kedua sisi wajah Inara menatapnya dengan tatapan mata sayu penuh kesedihan.

"Berjanjilah sama Mas kalau kamu bakalan keluar dari ruang operasi dalam keadaan baik-baik saja, Sayang,'' lemah Dave, kedua matanya seketika berkaca-kaca.

"Iya, Mas. Aku janji," jawab Inara singkat.

"Andai Mas bisa, Mas pasti akan menggantikan kamu melakukan hal ini. Maafin Mas karena gak bi--'' Dave terpaksa menahan ucapannya karena Inara tiba-tiba saja meletakan satu jari di antara bibirnya.

"Sttt! Jangan ngomong kayak gitu lagi, Mas. Aku ikhlas ko ngelakuin ini," sela Inara. "Semoga setelah Ayah sembuh, aku bisa merasakan kembali kasih sayang yang sudah lama gak aku dapatkan dari beliau. Aku ingin Ayah berumur panjang dan menyaksikan kita bahagia."

Dave menganggukkan kepala lalu memeluk tubuh Inara. "I love you, Sayang. Mas cinta banget sama kamu."

Inara melingkarkan kedua tangannya di punggung Dave seraya memejamkan kedua mata. "Aku juga cinta sama kamu, Mas."

Pintu ruangan seketika dibuka dari luar membuat Dave dan Inara sontak mengurai pelukan. Keduanya menoleh ke arah pintu di mana Angelia berjalan memasuki ruangan dengan wajah pucat.

"Mom," sapa Dave.

Angelina menatap lekat wajah Inara lalu berdiri tepat dihadapannya. "Tante doakan semoga operasinya lancar, Inara. Sekali lagi Tante ucapkan terima kasih," lirihnya lemah dan bergetar lalu memeluk tubuh sang menantu.

"Iya, Tante," jawab Inara singkat. Ini adalah pertama kalinya wanita paruh baya itu memeluknya erat layaknya seorang ibu yang tengah memeluk putrinya sendiri.

"Tante janji, setelah Ayahmu sembuh dan keadaan kamu sehat kembali, Tante akan mengadakan pesta pernikahan besar-besaran dan mewah buat kalian."

"Tante serius?" tanya Inara kembali mengurai pelukan.

"Tentu saja, kamu itu bukan hanya putri sambung Tante, tapi juga menantu Tante. Jadi, kembalilah dalam keadaan selamat, paham?"

Inara menganggukkan kepala dengan kedua mata berkaca-kaca. Ia benar-benar merasa bahagia meskipun nyawanya sedang dipertaruhkan di sini. Satu harapannya sekarang, semoga operasi yang akan ia jalani berjalan lancar. Baik dirinya maupun sang ayah yang akan menerima satu ginjalnya keluar dari ruang operasi dalam keadaan selamat.

"Selamat siang, Mbak Inara," sapa seorang perawat memasuki ruangan. "Kita ke ruang operasi sekarang, ya. 15 menit lagi operasinya akan di lakukan. Anda siap?''

Inara tersenyum ringan. "Iya, saya siap, Sus?"

Bersambung

1
Eva Karmita
Masya Allah akhirnya tamat juga bahagia selalu untuk keluarga Dave Sebastian
berharap semoga ada kisah Johan Sebastian keturunan mas Dave 🙏😁
Mmh Azka_Adzkiya
ko saya, agak gimana gitu bacanya
Los Dol TV
lanjut dan semangat, thor
Eva Karmita
selamat ya Inara kamu harus semangat berpikir positif demi debay 😍🤗
Eva Karmita
otweeee Dave junior 😍😍
Bandar Jayalampung
debay tu
Los Dol TV
keren, semangat, ya
kori fvnky
Kecewa
Eva Karmita
dasar gila kamu Anggi main tuduh dan fitnah orang 😤 enak aja yg nanam siapa yang disuruh manen siapa ngk ada otak memang 😏😏
Eva Karmita
enak aja ngaku" hamil kamu Anggi kamu mimpi ya apa otak mu ngk waras apa kamu hamil anak kucing minta tanggung jawab 😏😤 , semoga aja itu cuma akal"an Anggi aja
Jar Waty
lanjut kak
Eva Karmita
pegang kata" mu Mak awas aja kalo bohong kalau kamu terbukti berbohong langsung aja Dave bawa pergi tu bapak Inara dan Inara biar emakmu nangis bombay
Jar Waty
lanjut kak
Eva Karmita
ya Allah kenapa harus Inara 😔 jahat kamu Bu disaat ayah Inara masih kuat gagah ibu lupa dgn anak yg sudah ibu rebut ayahnya dan setelah ayah Inara sudah tidak berdaya baru ibu ingat bahwa ada anak perempuan yg bisa menyelamatkan ayahnya 🥺
Jar Waty
mudah2an tidak cocok ginjalnya
Los Dol TV
mengesankan, Thor. aku tunggu kunjungan baliknya
Los Dol TV
lewat dan mampir daku, thor
Eva Karmita
astaghfirullah jahatnya kamu Bu Angelina sadar Bu penjahat teriak penjahat yg jahat disini ya sampean Bu yg udah jadi pelakon udah merebut suami orang dan merampas hak seorang anak demi kepentingan ibu sendiri 😤😏
Jar Waty
dah buang aja pak istri tidak tahu diri ini, terimakasih ya kak udah up
Reni: Sama-sama, Kakak 🥰
total 1 replies
Eva Karmita
Alhamdulillah akhirnya yg ditutup tutupi sudah terbuka juga , terimakasih Dave kamu sudah berani ngungkapin setatus Inara dan terima kasih sudah jadi garda terdepan untuk istrimu ❤️😍 ayo perjuangkan pernikahan kalian jgn mau di jadikan boneka Mama mu Dev 👍💪🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!