NovelToon NovelToon
Lily: Rahasia Gadis Kampung.

Lily: Rahasia Gadis Kampung.

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuhume

Siapakah gadis kampung bernama Lily ini, sehingga Eko Barata memberikan syarat kepada tiga puteranya? Untuk mendapatkan hak waris kekayaan Barata, salah satu dari mereka harus berhasil menikahi Lily.

"Ingat! Papa tidak akan memberikan kalian warisan jika salah satu dari kalian tidak bisa menikahi Lily, camkan itu!" kata Eko Barata tegas.

Syarat yang diberikan Eko Barata terdengar konyol bagi banyak orang. Mereka menganggap Lily tidak pantas menjadi menantu keluarga Barata. Namun, ketika satu per satu kemampuan hebat Lily terungkap, dia berhasil membungkam semua mulut yang menyepelekannya.

Siapa sebenarnya Lily, dan apa rahasia di balik kehebatannya? Temukan jawabannya dalam "Lily: Rahasia Gadis Kampung".


Selamat membaca ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuhume, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

“Apakah kau tidak ke kantor hari ini?” tanya Sera dengan nada menuntut, wajahnya tampak penuh perhatian.

“Aku...” Agam ragu, merasa bersalah karena meninggalkan ibunya.

“Lebih baik kau kembali ke kantor. Aku yang akan menjaga Bibi, serahkan semuanya padaku. Jangan khawatir, aku sangat peduli padanya,” Sera berkata dengan tegas, menatap wajah Helsi dengan penuh kasih sayang yang tampak sangat meyakinkan.

Agam mengangguk, walaupun masih terlihat ragu. “Baiklah, aku akan segera kembali dan mencoba mengosongkan jadwal Daren jika aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat.”

“Jangan! Kasihan karier Daren jika kau membatalkan seluruh kegiatannya hari ini. Biarkan aku yang menjaga Bibi. Aku sangat menyayanginya dan tidak akan mengecewakanmu,” Sera berkata dengan penuh penekanan, tangannya menggenggam erat jemari Helsi seolah ingin menunjukkan betapa tulusnya dia.

Agam akhirnya mengangguk dan mulai meninggalkan ruangan. “Baiklah, aku pergi sekarang.”

Sera membalas dengan anggukan pelan, tatapannya sayu, seolah menunggu saat yang tepat untuk melakukan rencananya.

CCCEEKKREEKK

Saat pintu tertutup, Sera menghembuskan napas berat. Kesempatan itu hampir meluncur dari genggamannya. Dengan langkah cepat, dia mendekati Helsi, wajahnya penuh dengan niat jahat yang tersembunyi di balik senyum sinis.

Sera menjelaskan kepada Helsi dengan nada dingin, sambil merencanakan bagaimana dia mengorbankan uang dan tubuhnya kepada petugas keamanan CCTV rumah sakit untuk mematikan rekaman CCTV di ruangan Helsi. Dia mendekati seorang pria paruh baya yang berjaga di bagian keamanan dan menawarkan sejumlah uang dengan nada menggoda. Namun, pria itu menolak, mengaku tidak memiliki keberanian untuk melakukan tindakan tersebut.

Namun, begitu Sera menurunkan celananya dan memperlihatkan bokongnya, pria itu seolah kehilangan akal sehatnya. Dengan rakus, dia mengonsumsi apa yang ditawarkan Sera. Kenangan itu membuat Sera merasa jijik dan kesal.

“Dasar pria tua bangka sialan! Setelah ini, aku akan menghabisimu!” gumam Sera, kebencian dan kemarahan mendalam menghiasi kata-katanya.

Sera sudah terbiasa dengan hubungan intim dengan berbagai pria, baik dalam maupun luar negeri, namun kali ini, berhubungan dengan pria tua tersebut terasa sangat menjijikkan.

Dia cepat-cepat menarik alat pernapasan Helsi, membuat layar monitor berkedip dan tubuh Helsi kejang tanpa bantuan alat pernapasan. Sera tertawa dengan penuh kemenangan, berpikir tidak akan lama lagi sebelum Helsi kehilangan nafasnya.

BBIIPP

BBIIPP

Namun, tiba-tiba, pintu terbuka dengan keras. Sera segera menutupi wajah Helsi dengan tubuhnya, dan cepat-cepat memasang kembali alat bantuan pernapasan itu dengan panik. Dia menangis dengan wajah yang tampak ketakutan.

“Suster! Cepat, apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini? Tolong, lakukan sesuatu!” Sera bersandiwara, berusaha membuat kesan bahwa dia benar-benar cemas.

Perawat segera menekan tombol darurat dan meminta Sera untuk menjauh sedikit, karena mereka harus melakukan penanganan. Beberapa dokter berlari memasuki ruangan, dan Sera tampak sangat khawatir.

“Nona, silakan keluar sebentar. Kami perlu melakukan pemeriksaan,” ucap dokter dengan nada tegas.

“Tapi dok, Bibi saya baik-baik saja, kan?” tanya Sera dengan nada penuh harap.

“Kami belum bisa memastikan, Nona. Kami perlu memeriksanya terlebih dahulu,” jawab dokter, fokus pada pekerjaan mereka.

“Dokter, mohon lakukan yang terbaik,” Sera memohon dengan air mata yang mengalir, mencoba mendapatkan simpatik dari para dokter.

“Pasti, Nona.”

Pintu tertutup kembali, dan Sera berubah wajah dengan kemarahan. Keberhasilannya hampir di depan mata, tetapi kehadiran perawat tiba-tiba menghancurkan rencananya. Dia menggenggam erat tangan dengan geram, merasakan kemarahan yang mendalam.

Setelah pemeriksaan, Sera kembali menjalankan misinya, tetapi hasilnya tetap gagal karena dokter dan perawat bergantian berjaga di dalam kamar. Sera merasa dia sedang diawasi dengan ketat, tetapi tidak mencurigai apapun.

“Sialan! Aku harus berhasil besok. Waktu tinggal dua hari lagi, aku tidak ingin semuanya terlambat dan Bibi Helsi membongkar semuanya,” gumam Sera dengan kemarahan yang membara.

----------------

Keesokan harinya.

Seperti biasa, Agam dan Sera sedang berbincang di ruangan Helsi. Tiba-tiba, mereka terkejut dengan kedatangan Lily, yang membawa sebuah map sambil tersenyum penuh ancaman ke arah mereka.

Sera terlihat panik dan gugup, wajahnya pucat.

“Lily?” seru Sera dengan nada terkejut.

“Kenapa kau terlihat panik? Apakah ada kejahatan yang kau sembunyikan?” tanya Lily, bersikap sinis dengan tatapan tajam.

Langkah Lily penuh percaya diri, aura dingin dan kekuasaan terpancar jelas. Karakternya yang kuat dan tegas membuat Sera merasa tertekan hanya dengan tatapan Lily.

“Lily, berhentilah menggangguku. Aku tidak merasa memiliki masalah denganmu. Aku sudah mengalah dan menyerahkan Agam untukmu. Tapi kenapa kau masih saja menindasku?” Sera bersuara lemah, mencoba menarik simpati Agam dengan mata berkaca-kaca.

Lily tertawa sinis, tidak percaya pada sandiwara Sera. “Semua orang tahu siapa pelaku kejahatan di sini. Kenapa masih menuduhku tanpa bukti? Bibi sangat baik kepadaku dan menganggapku anaknya. Aku belum sempat membalas kebaikannya, dan…”

“Banyak bicara!” potong Lily, memotong kata-kata Sera dengan tegas.

Lily menegaskan bahwa banyak bicara hanya akan menghasilkan banyak kebohongan. Sera mencoba membalas, tetapi Lily melemparkan amplop dengan sedikit keras ke arah Sera.

“Karena kau sudah membahasnya terlebih dulu, mari kita berbicara berdasarkan bukti. Bagaimana?”

“Apa maksudmu?” tanya Sera dengan nada mulai panik, matanya melirik amplop yang tergeletak di depannya dengan penuh kekhawatiran.

1
U.M.L
🤭🤭🤭 wahhh wahhh ternyata sudah sbnyaka ini yah 👍👍💪💪
Mazree Gati
sorry thorrr uda ga mood baca isinya orang munafik,,,dr awal kirain lily kaya mafia tegas dan berwibawa rernyata mudah di peralat, dan mua aja di cium agam kan munafik
Mazree Gati
kirain suhu ternyata lily bodoh
Mazree Gati
ayo bantai lily biar pulang kampung
Mazree Gati
merendahkan diri sendiri dengan mabuk
Mazree Gati
ga cewe ga cowo klo kelas atas mainanya club mabok,,setiap cerita di novel pasti mainanya club, apa semua pengarang cerita pemain club ya???
Mazree Gati
DI SAAT LILI TERKUNCI DI TOILET HPNYA MATI HINGA TAK BISA MINTA TOLONG,,,GILIRAN AGAM MINTA TOLONG HPNYA HIDUP,,
BENAR BENAR HP AJAIB,,MERK APA YA KIRA KIRA HPNYA THORRR?????
Mazree Gati: ga ada balasan
total 1 replies
🌟Ita undae MaMe🌟
bagus
ngak bertele2
sangat memuaskan BG yg baca 🩵👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🙏🏻
Marlyne Lia Lyne
agam tidak kelihatan lebih hebat dr lila dan jg tidak kelihatan keren ada bodyguard tp gk bisa bergerak keren ya. lila jg siapa sebe tnya klw lihat fredy panggil dia kk siapa sebenrnya apa dia ketua mafia tp gk jg kkw lihat sifatnya dan ti dalam nya jg kurang keren.. gampang emosi dan gampang ngambil sikap seperti gk di pikirkan dl , kebanyakan yg bergerak fredy to jg gk banyak menyelesaikan klw ada masalah.. kelamaan
Marlyne Lia Lyne
yg aneh agam... sdh tau sera tidak sebaik itu, kok gk ada curiganya ya. klw kecelakaan ibu nya isasj per yayan sera...
Marlyne Lia Lyne
lucu jg sih dr awal sera kan selalu buat masalah kok agam sm lili gk ksh hukuman. lily jg aneh waktu penculikan kan sera dalang nya kenapa gk ksh pelajaran uat dia kapok, ini msh isa sera bebas di rmh agam.. agam jg cemen
Susanti Susanti
Luar biasa
Gus
semangat thor💪💪💪💪
Nuhume: Thank you kakkk, smngat kembali
total 1 replies
Yuyun Arianti
bgus ceritanya
Yuyun Arianti
aku suka tipe cwek berani❤❤❤👍👍👍👍
Yuyun Arianti
penasaran
Muh Hasim
keren
Nuhume: Thank youu hahahha
total 1 replies
Dina Chamut
Kecewa
Nuhume: Makasih kak, moga karya selanjutnya makin baik ya🙏🌻
total 1 replies
Dina Chamut
Buruk
Abigail😘
Songong banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!