NovelToon NovelToon
Lelaki Perjaka Beranak Satu

Lelaki Perjaka Beranak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:15.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae

Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.

Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.

Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)

Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberangkatan

Pagi hari telah tiba, sang surya dari ufuk timur mulai beranjak dari tempat bersemayamnya untuk lekas memberikan sinarnya pada sang bumi. Kicauan burung gereja saling bersahutan. Rerumputan masih basah terasa jika terinjak oleh kaki, sisa embun semalam masih lekat di sekitarnya.

Pukul 07.00, tersisa Erik, Cio, dan Bu Ratna di ruang tamu, sedangkan Pak Doni sudah berangkat ke kantor dan Mbok Inem yang masih melakukan tugasnya di belakang sana.

Erik baru saja selesai mengusung kopernya ke ruang tamu agar nanti memudahkan dirinya saat jemputan tiba. Namun, Cio malah merengek kepada Daddy nya agar sang Daddy membatalkan niatnya untuk pergi ke luar kota.

Erik sedang duduk di sofa, duduk lah Cio di pangkuannya, mereka berdua saling berhadapan, sedangkan Mama duduk bersebelahan dengan Erik di sofa yang sama.

"Daddy gak boleh pergi.." Ucap Cio sesegukan karena sudah dari tadi dia menangis.

"Daddy kan pergi untuk kerja, bukan untuk jalan-jalan, sayang.." Ujar Bu Ratna pada cucunya.

"Pokoknya gak boleh pergi !" Jerit Cio yang tetep kekeh di sela-sela tangisannya.

"Nanti kalo Daddy gak kerja terus gimana ? Emang Cio siap untuk enggak main di Timezone, beli ice cream, atau jalan-jalan ?" Tanya Erik pada Cio.

Cio menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan sang Daddy.

"Ya udah, berarti Cio harus izinin Daddy untuk berangkat kerja.." Erik berusaha memberi pengertian untuk anaknya.

"Eh.. sebentar lagi kan ulang tahun Cio. Nah.. Daddy pergi cari uang biar bisa bikinin pesta yang meriah buat Cio. Setuju, Boy ?" Lanjutnya.

Cio menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia menyetujui rencana Daddy nya.

"Tapi Daddy cepet pulang ya.." Cio memberi syarat untuk Daddy nya. Tangisannya sudah reda, tersisa sesegukan hasil dari tangisannya sejak tadi.

"Promise !" Ucap Erik seraya mengacungkan jari kelingkingnya tanda akad perjanjian. Cio pun menautkan jari kelingkingnya pula sebagai tanda ia memegang janji Daddy nya.

"Oh iya, Daddy hampir lupa. Sebenarnya Daddy dan Cio dapet undangan untuk datang ke pesta, karena Daddy nya kerja jadi Cio sama Oma aja ya yang berangkat !. Undangan dan kado nya ada di dalam paper bag di nakas kamar Daddy, nanti kamu ambil ya, Boy !" Ujar Erik seraya tersenyum.

Cio menganggukkan kepalanya, sedangkan Bu Ratna mengernyitkan dahinya guna menerka-nerka undangan apa yang di maksud Erik.

Setelah sekian lama menunggu, terdengarlah suara klakson sebuah mobil. Ya, siapa lagi jika bukan mobil Tian yang di kemudikan oleh Alvaro karena memang ia yang akan mengantarkan Tian dan Erik menuju ke bandara.

Keduanya turun dari mobil dan mengucapkan salam serta sapa untuk para pemilik kediaman.

"Kok matanya sembab, Boy ?" Tanya Tian yang telah mensejajarkan tubuhnya dengan Cio.

"Minta Mommy ya ?" Timpal Alvaro dengan setengah berteriak karena ia sedang sibuk mengangkat koper Erik untuk di masukkan ke dalam bagasi mobil.

"Pala Lu !" Sergah Erik membelalakkan matanya menatap Alvaro.

"Slowly, Uncle will help your Daddy to get a Mommy for you" Ujar Tian menatap Cio. Tangan kanannya mengusap kepala Cio, sedangkan Cio hanya termenung mendengar percakapan konyol ketiga bujangan tersebut.

"Paan sih, Lo !" Tegur Erik kesal.

"I feel that's not bad idea" Cio menganggapi perkataan Tian dengan polosnya.

"Semoga disegerakan, Aamiin.." Ucap Bu Ratna terkekeh meledek Erik.

"See ?!" Tian berdiri seperti semula, menekuk sikunya dan menengadahkan kedua telapak tangannya, di masing-masing sisi lengan atasnya.

"Udah ah ayo berangkat !" Erik mengalihkan pembicaraan.

Setelah semuanya siap, Erik, Tian, dan Alvaro pun berangkat menuju bandara.

Bersambung...

Terimakasih readers yang sudah setia kepada karya author yang satu ini 🙏

Dengan kalian komentar minta kelanjutan nya aja udah bikin author bahagia tiada tara, terimakasih ❤️

1
choky_chiko_r
mksh kak..keren
Mena Santika
cio d culik sma frans
Mena Santika
karna tisha mau d jodohin
Omin'k Lantang
mantap thor
yatiek lima sembilan
koq nyaman banget nih pembokat nyuruh² sang majikan... ajarin etika dia thor... ato jangan²... ???
yatiek lima sembilan
yg salah tuh kan mb Nur... dia udah teledor njagain momongannya... koq malah ngubek mb tisha... mana tau dia kelemahan Cio ttg makanan yg dilarang untuk cio... marahin tuuh di Nur geblek plus teledor...
kavena ayunda
njirr katanya berhijap tp ma suami durhaka aneh
Eni Nuraini
ceritanya bagus, menarik, dan keren
Eni Nuraini
yoona kan lagi hamil...
katanya bahagia dg suami y??
Eni Nuraini
jujur aja sha...
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
Eni Nuraini
yg terjadi hareudang kah???
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
Eni Nuraini
mulai cemburu dan posesif y...
dasar bucin akut
Eni Nuraini
akhirnya...
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
Eni Nuraini
keren...
tisha ngasih no hp suaminya???
Gattan
bagus
Aida Fitriah
aku mampir thor, gila 1 bab panjang bangt👍👍👍👍👍
Syifa Ruzulfa
.
chaeruddin adam
lanjuttt
Daffanalaesa
Erik aslinya sifatnya sabar bgt ya
ᏆᎥℕ ᏆℕᎠᎡᎥᎪℕᎥE𝆯⃟🚀
sweet banget ya🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!