NovelToon NovelToon
Draw In A Megical Fantasy

Draw In A Megical Fantasy

Status: tamat
Genre:Romansa / Action / Fantasi / Persahabatan / Romantis / Cinta Murni / Light Novel / Tamat
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Petualangan mereka dimulai saat melakukan Riset di sebuah desa terpencil.Mereka mengalami hal ajaib.
Tanpa pernah diduga mereka terjebak dalam situasi yang mengharuskan mereka untuk mengupas rasa penasaran.
Mengapa mereka tiba-tiba memiliki kekuatan?,apakah untuk menumpas kejahatan?.


Petualangan yang penuh misteri menghadirkan persahabatan dan cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. Masa lalu.

"Apa kami harus membunuhnya, Paman?" kata Rio.

"Maksud ku. Makhluk itu, apa kami harus melenyapakanya?" sambung Rio lagi.

"Yah. Karena itu kalian memiliki kekuatan"

"Dimana kami bisa menemukannya?. Kami akan mulai duluan menyerangnya, tidak harus menunggu dia datang dan kembali mengganggu salah satu diantara kami" kata Rio.

Paman itu menyunggingkan senyum. Ternyata takdir memang tidak pernah salah dalam memilih.

"Di antara kalian sudah ada yang mampu mengetahui keberadaanya. Sebaiknya kalian mempersiapkan diri. Kendalikan diri dan ketahuilah anugrah yang kalian miliki lebih dari yang kalian kira" Pak Sut mengatakan dengan mata mengedar keseluruh anak muda yang ada dihadapannya.

"Tapi kami hanya punya sisa waktu dua hari didesa ini" kata Rio.

"Kami akan kembali kekota senin pagi, Paman" tambah Langit.

"Kalian hanya bisa berencana. Yang terjadi tetap sesuai ketentuan takdir. Dia tidak akan membiarkan kalian keluar dari desa ini. Terutama kamu, Nak" Pak Sut menatap Sarah. "Kali ini dia pasti akan lebih berjuang dari sebelumnya. Takkan mudah menghadapi lawan yang memiliki tekad lebih kuat" kata Pak Sut.

Semua terdiam. Mencerna dengan baik apa yang Pak Sut katakan.

"Apa makhluk itu menyukai Sarah?"

Reta yang diam dari tadi menanyakan hal tersebut pada Pak Sut. Kenapa makhluk itu seperti hanya menginginkan Sarah. Apa ia menyukai Sarah, pikir Reta.

"Hati dan rasa bersalahnya. Menurut-nya, teman kalian pemilik hatinya" kata Pak Sut.

Semua saling pandang. Apa itu. Makhluk itu jatuh cinta pada Sarah, pikir mereka semua.

Melihat raut wajah semua anak muda dihadapannya bingung. Pak Sut segera menjelaskannya.

"Namanya, Sarahwani"

Satu kalimat pembuka itu berhasil mengambil alih fokus semua anak muda dihadapan Pak Sut.

"Gadis cantik didesa Sureti. Paras menawan dengan hati yang lembut, hampir semua pemuda desa menyukainya. Termasuk dua pemuda yang berlatar belakang penting didesa ini. Mereka berteman, saling menjaga dan mengasihi satu sama lain. Hingga datang rasa ingin memiliki. Mulai ingin melewati batas dari kata teman hingga berakhir perpecahan"

"Sarahwani, tidak menginginkan keduanya. Ia sudah mengatakan itu, tapi mereka tetap ingin bersaing untuk mendapatkan hatinya. Hingga Sarahwani menentukan pilihan pada salah satu dari mereka. Dan itulah awal mula malapataka" raut wajah Pak Sut menggambarkan kasedihan, terlihat dimatanya beningan kristal itu ingin menyeruak keluar dari wadahnya.

"Sarahwani" Pak Sut tercekat saat ingin melanjutkan kisahnya. Sesaat ia menenangkan diri. Menarik nafas beberapa kali. "Sarahwani. Tewas, ditengah perkelahian kedua pria yang menginginkanya" beningan kristal itu lolos, berhasil tumpah keluar dari wadahnya, melebur, bersama duka yang masih terasa.

Hening.

Duka dan luka merayap menjamah keenam anak muda. Kini mereka mengerti. Karena cinta seseorang bisa berambisi, hingga berakhir bahkan tanpa memiliki.

"Sarahwani, sepertinya mengikrar sumpah. Jika ketulusan rasa dan persahabatan yang ia miliki, akan menghancurkan kesesatan yang temannya simpan" lanjut Pak Sut.

*Flashback On*

"Sarah!!" seseorang berteriak kencang.

Aku berpaling. Dibelakang ku terlihat, Asih berlari datang menghampiri. Ia berhenti dengan nafas yang memburu.

"Disana ... Di... Sana" putus-putus Asih berkata.

"Kamu kenapa, Asih?" tanyaku.

"Disana. Di air terjun. Prana berkelahi dengan Satria" kata Asih. Nafasnya terlihat masih sedikit memburu. Asih sepertinya berlari dari air terjun hingga sampai kerumah ku.

"Lagi. Prana dan Satria berkelahi?" Aku kaget mendengar kabar yang Asih katakan.

Dua teman ku itu akhir-akhir ini sering berkelahi. Terlebih setelah aku menerima salah satu dari mereka untuk menjadi pendamping hidup ku.

Awalnya aku tidak menginginkan keduanya. Aku tidak ingin bersuamikan mereka. Aku menganggap mereka adalah temanku, sahabatku.

Tapi keduanya berkeras meminta aku memilih salah satu dari mereka. Sejak itulah mulai ada persaingan. Mereka berjanji, jika akhirnya nanti akan menerima baik apa pun kaputusan ku.

Dan semua tidak sesuai harapan. Aku memberi jawaban, memilih Prana sebagai pemilik hatiku. Satria tidak terima hingga ia terus berkelahi dengan Prana.

Aku menemui Satria. Berbicara banyak padanya hingga ia mengatakan menerima dan akan memilih pergi kekota untuk bekerja.

Satria pergi dengan rasa kecewa. Aku tahu dan aku khawatir. Satria adalah sahabat ku, teman yang selalu ada bersamaku apa pun keadaannya, begitu juga Prana. Mereka berdua baik. Tapi disaat Aku dituntut memilih entah kenapa hatiku mengarah pada Prana.

Dan sekarang Satria kembali. Setelah pergi selama tiga bulan. Ia kembali dengan segala perubahan pada dirinya, bukan Satria teman ku lagi. Aku melihatnya, mata itu berbeda saat menatap ku.Tidak ada ketulusan disana, hanya ada kegelapan.

Beberapa kali aku mendengar warga mengatakan jika Satria tidak pernah pergi kekota. Melainkan pergi kelembah yang letaknya jauh dibelakang tebing air terjun.

"Asih, panggil ayahku didalam hutan. Katakan padanya bahwa Prana dan Satria berkelahi. Aku akan kesana terlebih dahulu"

"Kau yakin, Sarah? Apa tidak sebaiknya kau menunggu Pak Sut, dan sama-sama kesana" kata Asih.

Aku menggeleng. Akan lama jika aku menunggu ayah keluar dari hutan. Entah apa yang bisa terjadi jika kedua pemuda itu terlambat untuk dipisahkan.

Aku segera berlari meninggalkan Asih. Aku harus cepat sampai ke air terjun sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

"Sarah hanya pantas bersama ku!!"

"Dia milik ku!!"

Suara teriakan itu terdengar saat aku masih berlari. Aku tahu siapa pemiliknya, Satria.

"Sarah memilih ku. Kau harus terima" dan itu milik Prana.

"Lantas bagaimana jika kau mati? Apakah Sarah akan tetap masih memilih mu?"

Kata itu menghentikan ku. Nafas ku memburu dan sekarang aku bisa melihat Prana dan Satria yang berantakan sedang berhadapan.

Apa tadi. Apa Satria ingin membunuh Prana. Aku mematung mendengarnya. Sejauh ini, hingga ingin membunuh. Apa yang sebenarnya mereka lakukan.

"Kau berubah, Satria"

"Bahkan sekarang kau tidak lagi mencintai Sarah. Ini obsesi!!. Ini salah!!"

"Sadarlah" Suara prana tetap masuk kedalam indra pendengaranku, meski jiwa ku rasanya sudah meninggalkan raga mendengar kata-kata Satria tadi.

"Persetan dengan perkataan mu. Sarah tetap milik ku!!"

Ku rasakan, angin kencang berhembus menerpa tubuh ku. Berkumpul tertarik kesatu arah. Membuat jiwa ku seakan dipaksa kembali masuk. Pandangan ku mengarah. Apa yang terjadi.

Tubuh Satria diselimuti kabut, semakin lama semakin pekat hingga menggelap. Aku mematung beku melihatnya. Apa yang Satria lakukan.

Suara teriakan yang sangat kencang memaksa ku berlari. Hingga berhenti dan berdiri tepat dihadapan Prana.

Sakit. Sesaat rasa itu merayapi tubuh ku, menjalar memaksa masuk bahkan sampai ke tulang rusuk. Netra ku menangkap wajah Prana yang mengatakan sesuatu. Sepertinya dia berteriak. Aku juga menatap Satria yang mematung disana. Aku tidak mendengar apa pun, Semuanya Hening.

"Dingin" gumam ku.

Aku terbaring dipangkuan Prana. Bibirnya terus mengatakan sesuatu dengan mata yang sudah basah. Aku tak mendengar apa pun.

"Dingin" lirih ku lagi.

Seakan aku ingin Prana tahu apa yang aku rasakan. Tubuhku rasanya membeku, memerangkap hingga aku sulit bernafas.

"Bertahanlah, Sarah. Aku akan membunuh bajingan itu!!. Aku mohon bertahanlah"

Suara Prana kini dapat ku dengar. Tapi sungguh sangat melukai hati ku. Aku hancur. Kenapa dua sahabat ku kini ingin saling membunuh.

Netra ku menangkap Prana dan rasanya aku ingin marah karena ia mengatakan itu, meski aku mencintainya.

Dan aku membenci Satria karena ingin melakukan hal yang sama, meski aku menyayanginya.

Karena k. Mereka seperti ini karena aku. Apa rasaku salah memilih. Aku mohon bebaskan aku dari keadaan yang menyiksa ku. Benak ku berteriak. Gelap mulai terlihat. Kemana sinar matahari yang terik tadi. Nafasku mulai tercekat. Dingin semakin membungkus tubuh ku, seakan siap mengambil alih. Aku menikmatinya meski sangat menyiksa, dan kini netra ku menangkap dua pria. Sahabat ku yang luar biasa. Yang salah satunya mampu memiliki hatiku.

Aku menyayangi kalian. Sangat menyayangi kalian. Kata itu berusaha aku lontarkan, terdengar atau tidak aku tak tahu.

Aku bersumpah, rasaku ini tulus. Kelak akan tetap bertahan dan melerai perpecahan.

Keheningan membuai ku. Seakan meminta aku untuk beristirahat. Aku menurutinya, memilih untuk menutup mata karena entah mengapa sungguh berat untuk ku buka. Aku berusaha tersenyum, pada mereka yang menatap ku dengan deraian air mata. Cinta dan sahabat ku. Selamanya.

*Flashback off*

1
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
LENY
SEMOGA DESA INI BISA BERSIH DARI SEGALA ILMU HITAM DGN MATINYA SALMA
LENY
PASTI SI NENEK LAMPIR SALMA😡
LENY
HARIS LAKI2 TG SANGAT TULUS BAIK SMG SARAH BISA MENCINTAI HARIS DAN MERELAKAN MELYPAKAN RIO😥
LENY
KASIHAN RIO😭😭
LENY
LANGIT YG DIKIRA PALING KUAT TERNYATA LEMAH PAYAH😡
LENY
CAKEP DAN CANTIK SEMUA❤
LENY
CLARA HRS NYA JGN MARAH DAN MENJAUHI LANGIT MALAH HRS SALING BANTU. SALMA ITU YG SESAT KATA PAK UT🙏
ᴍɪss_dew
jejak dlu di karya pertama kuin 🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: astaghfirullah 😭🤣🤣
tolong hentikan segera niatmu ini mameeerr/Curse//Curse//Curse//Facepalm/
total 1 replies
LENY
MASING2 PUNYA KEKUATAN SEKARANG👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: wahhh kakaknya mampir di cerita pertama author 😭😭
ini cerita tempat sumber belajar, sebuah harta karun tersembunyi mah ini😭😭🤣
maafkan segala keanehan dan kejanggalan dalam cerita ini ya🙏😭😭😭🤣🤣
total 1 replies
Ray Aza
truth or dare
Ray Aza
dia plg bucin dia jg plg lemah, bisa2nya dikuasai pelet. biasanya kl karakter kuat, setanpun akan susah mendekat. 😜😜😜
Ray Aza
ah... aq prnh disituasi spti ini... mlm2 msk hutan nyamperin tmn yg lg ospek di jurang jero. modal percaya sm dia yg menuntun tanganku menyusuri jln setapak. bnr2 gelap tnp penerangan sm sekali
Ray Aza
done
Tutuk Isnawati
Luar biasa
Nani Kurniasih
ditunggu sequel Rio &Reta
Nani Kurniasih
Luar biasa
Zerro007
pria supe💪💪
ayunia
terbesit nama yg tidak boleh disebutkan a.k.a lord voldemort🤭🤭
ayunia: uupps udah terlanjur 🤭🤭#ku mencintaimu kak
total 2 replies
ayunia
haahh wes tak kiro
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!