"Aku tau kau membenciku Quen... tapi apa kau tahu jika perkataanmu menyakitiku?" tanya Anna dengan tangisan nya
" Rasa sakit yang kau rasakan sekarang hari ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan sejak dulu... sebelum kau merasa dirimu tersakiti fikiran dulu apa yang sudah kau lakukan padahal kau sama sama wanita... apa kau tidak punya hati atau kau memang tidak tau malu? " tanya Quen tajam
dan membuat Sean menatap Quen dengan tak kalah tajam nya Sean dan Quen menikah karna perjodohan yang di lakukan ayah Sean,Sean menerima perjodohan itu karna saat itu kekasih Sean berselingkuh di belakang Sean yang membuat Sean menerima perjodohan itu tapi tak lama Sean malah menjalin hubungan kembali dengan kekasihnya setelah menikah dengan Quen malah perselingkuhan itu di lakukan secara terak terangan di hadapan Quen dan di dukung oleh teman teman Sean dan kekasihnya. Quen yang mengetahui perselingkuhan yang dilakukan Sean hanya bisa diam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenn9597, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Tim medis selesai melakukan pengobatan lebih awal dan karena itu hari ini mereka yang memasak makan malam lantaran mereka yang minta namun masih dibawah pengawasan dari Susan.
Quen terlihat membuat kedelai keju dan juga soup jagung.
"Coba aku cicipi" kata Susan dan mencicipi kedalai keju buatan Quen.
"Wahhh enak sekali" kata Susan dan Quen tersenyum.
"Sean pasti suka dia sangat menyukai kedelai keju" kata Susan membuat Quen kaget.
“Aku tidak memasak untuknya Ka"
"Tapi Sean suka tidak apa-apa" kata Susan.
setelahnya mereka menghidangkan di meja makan dan mereka langsung menadi sebelum makan malam Quen terlihat menuju keruangan medis setelah ia mendapat pesan tentang update terbaru mengenai sebuah penyakit baru Quen memeriksa update tersebut dan ia dibuat merinding ketika ada kabar jika salah satu penduduk yang tinggal dikota ini sudah ada yang terinfeksi Satria yang melihat Quen didalam ruangannya terlihat masuk.
"Ada apa Quen?" tanya Satria
"Katanya di kota ini sudah ada yang terinfeksi virus itu"
"APA!" pekik Satria kaget dan ia langsung menghampiri Quen.
“Bagaimana ini Quen?" tanya Satria.
“Besok kita cek kesana.. kita pastikan dulu nanti akan ada dokter dari luar negeri yang juga akan datang ia diletakan di rumah sakit pusat kita harus kesana besok" Satria tampak melihat dengan wajah khawatirnya.
Tim Althena dan Medis sudah ada disana kecuali Satria dan Quen Sean terlihat sudah disana dengan tim Athena.
"Makan malam ini dibuat oleh tim medis rasanya enak sekali. apalagi kedelai keju ini.. wahh ini enak sekali Sean. Quen yang buat" kata Susan membuat Sean tertarik.
“Apa dia memasak untuk Sean" kata Kai tersenyum.
"Katanya tidak dia memasak untuk semuanya"
"Haishh kau ini" kata Rio kesal pada Susan terlalu jujur.
Sean diam walaupun Quen tidak mengkhususkan masak untuknya tapi ia akan mencoba masakan istrinya ini.
“Quen dan Satria kemana?" tanya Rio.
"Tidak tahu kenapa mereka belum datang ya" kata Bella.
“Itu mereka" kata Arsen menunjuk Satria dan Quen yang muncul dari tangga dan tengah bicara serius dan Sean menatapnya.
"Selamat malam" sapa mereka berdua.
"Malam" jawab tim medis dan beberapa tim Althena.
"Tempat duduknya terisi semua" kata Acha pada Satria dan Quen.
“Disini masih ada kosong kalian duduk disini saja" kata Rio dan dengan terpaksa, Quen dan Satria duduk disana.
Quen duduk disamping Susan sedangkan Satria disamping Rio Tempat duduk Quen terpisah sekitar 5 kurisi dari Sean dan Satria ada didepan Quen Mereka menikmati makanan mereka disana.
“Kedelai kejunya enak sekali Quen.. sup jagungnya juga.. wahh kau pintar memasak ya" kata Rio
"Terimakasih Ka." kata Quen tersenyum
“Sean sepertinya sangat menyukainya" kata Arya dan Quen melihat Sean datar
Sean hanya tersenyum memilih menikmati makanannya dan ini kali pertama Sean memakan masakannya Mereka selesai makan dan masih ada disana mengobrol lalu Satria mengingatkan Quen mengenai rencana besok.
Quen tampak ragu dan Satria bersikeras tidak mau bicara pada Sean membuat ia serba salah Quen menarik nafasnya.
"Kapten " panggil Quen membuat meja tempat Quen makan semuanya melihat kearah Quen
Meja itu diisi oleh Sean, Kai, Nino, Arya, Rio, Anna, Susan, Maris, Billy dan Septian
"Begini.. tadi aku mendapat laporan jika.
ada sebuah virus baru yang ditemukan di kota ini dan ada penduduk yang sudah terinfeksi karena itu. besok aku harus datang ke rumah sakit pusat" kata Quen tampak canggung dan Sean menyadari itu dan ia memang harus profesional.
"Jam berapa kalian akan berangkat?" tanya Sean datar dia juga bersikap profesional.
"Jam 10 pagi"
Sean mengangguk.
"Berarti besok kalian ikut denganku dan beberapa tim Althena karena besok kami ada pertemuan juga dirumah sakit pusat"
"baiklah. Terimakasih" kata Quen dan setelahnya ia diam dan Sean melihat Quen.
“Memang virus apa Quen?" tanya Rio.
"Virus Kardivaskuler"
“Apa berbahaya ?"
"Iya karena belum ada obatnya dan yang kena virusnya bisa mati.. dia ada di tingkat virus HIV" kata Quen.
"HAH! kau serius?" tanya Arya
"Iya karena itu kami besok harus mengeceknya"
"Dan penyebab utamanya juga belum diketahui" kata Satria.
"Haishhh semakin hari semakin banyak penyakit aneh yang muncul" kata Arya tidak habis fikir.
Keesokan harinya, Quen berangkat bersama dengan Sean, Kai, dan juga Nino sedangkan Satria batal ikut membuat Quen kesal.
Quen dan Sean tanpa sadar datang bersamaan membuat ketiga pria itu menunggu mereka dengan kesal.
"Sean kau lama sekali" kata Nino.
“Ada yang harus aku urus" kata Sean dingin Quen hanya diam tidak berkomentar apapun.
"Ayo kita berangkat" ajak Kai Mereka semua menuju ke mobil yang mereka pakai untuk pergi.
Sean menuju ke bagian kemudi dan disampingnya duduk Kai lalu dibelakang ada Nino dan Quen Selama perjalanan hanya ada keheningan dan tidak ada yang bicara membuat Quen Sangat bosan 2 jam perjalanan membuat mereka sampai di rumah sakit pusat.
"Quen kau bawa ponselkan?" tanya Nino
"bawa Ka.."
"nanti hubungi saja kami jika kau sudah selesai kami mungkin akan lama"
"Iya Ka"
Sean menghampiri Quen.
"Jaga dirimu baik-baik" kata Sean pada Quen dan Quen mengangguk merasakan desiran aneh dalam dirinya dan ia langsung pergi Sean menatap Quen ia khawatir membiarkan Quen sendiri disana.
“Ayo selesaikan dengan cepat!"
“Baik Sean"
Quen sampai diruang laboratorium dengan pakaian yang khas disana supaya ia tidak tertular.
"Angkat tubuhnya" perintah kepala dokter tersebut dan mereka mulai meneliti virus dalam tubuhnya Setelah hampir satu jam, Seluruh tim dokter berkumpul disana dan terlihat ada 5 dokter disana termasuk Quen.
"Virus ini menyerang lewat udara dan tingkat bahayanya makin parah"
Mereka mulai mempelajari dari jenis virus tersebut lalu kandungan yang ada dalam virus tersebut dan bagian-bagian lainnya.
"Laporan lengkap akan segera dikirimkan di tim kedokteran dan akan kita pastikan seluruh dokter didunia tahu itu"
Quen keluar setelah selesai mengeceknya dan ia mengeluarkan ponselnya namun suara ledakan membuat ia kaget dan selanjutnya ada suara riuh orang-orang yang berlari membuat Quen takut.
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Ulasan
And subcribe
Terimakasih atas dukungan kalian adalah penyemangat buat author 😊🙏