Akash adalah seorang duda beranak satu, namun keluarganya meminta Akash untuk menikahi adik dari istrinya setelah istri yang ia cintai meninggal setelah melahirkan putri mereka.
Demi pertumbuhan dan perkembangan sang anak, dan dipaksa oleh kedua orang tuanya, akhirnya Akash menerima pernikahannya dengan Senja walaupun dengan terpaksa.
Namun kenyataan pahit yang di dapat oleh Senja. Demi mempertahankan pernikahannya dengan mantan abang iparnya. Senja harus menelan pil pahit setiap hari mendapatkan perlakuan buruk dari sang suami, belum lagi ada wanita lain yang berusaha mendekati sang suami. Sakit, tentu saja. Istri mana yang rela lelaki yang ia cintai didekati oleh wanita lain.
Yuk ikuti cerita selanjutnya, apakah Senja bisa mempertahankan pernikahannya?
Note: Baca juga karya author yang lain ya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musim_Salju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Adaan Senja
Saat taksi itu sudah tiba di depan lobby rumah sakit. Pemuda yang membantu Senja juga tiba di sana secara bersamaan. Ia benar-benar membantu Senja dan mengantarkannya hingga ke rumah sakit. Bahkan ia juga yang membantu menandatangani untuk penangan pak Arman dan juga Senja yang tiba-tiba pingsan saat tiba di lobby rumah sakit. Bahkan Cahaya kini bersama lelaki yang hadir saat Senja membutuhkan bantuan.
"Dok, sus, tolong cepat!"
Petugas rumah sakit berlari membawakan brankar, dan mengangkat tubuh pak Arman ke atas brankar. Ia langsung di larikan ke UGD.
"Ya Allah, kenapa pusing banget."
Bugh
"Astaghfirullah, mbak bangun mbak. Sus tolong sekalian mbak ini."
Untung pemuda yang tak kalah tampan dari Akash itu dengan sigap menangkap tubuh Senja, sedangkan Cahaya beruntung tidak sedang di gendong oleh Senja saat keluar dari dalam taksi.
Para dokter dan tim medis yang bertugas kini tengah menangani Senja dan pak Arman. Sedangkan Cahaya langsung menangis saat mamanya tiba-tiba tidak sadarkan diri. Beruntung pemuda tersebut bisa menenangkan Cahaya. Kebetulan handphone milik Senja kini berada di tangan pemuda itu. Salah satu suster yang memeriksa Senja memberikan kepadanya. Mungkin sang suster mengira pemuda tersebut adalah keluarga pasien.
Hua.. Hua..
"Mama..."
"Anak manis, jangan nangis ya. Mama adek baik-baik saja, mama adek hanya tidur sebentar. Sebentar lagi juga bangun. Adek sama om dulu ya, oke!"
Cahaya menganggukkan kepalanya. sepertinya Cahaya tampak nyaman dengan pemuda tersebut. Akan tetapi tiba-tiba handphone milik Senja berbunyi. Terlihat di layar yang tengah menghubungi Senja tertulis dengan nama my husband. Sudah jelas bahwa yang menghubungi adalah suami dari wanita yang ia tolong.
Karena niat membantu dan agar salah satu keluarga Senja segera datang, sang pemuda mengangkat telfon itu setelah yakin. Saat di seberang sana mendengar suara seorang pria yang mengangkat panggilan telfon darinya, hampir saja Akash salah paham jika sang pemuda tidak langsung menjelaskan kejadian yang tengah menimpa Senja.
"Assalamu'alaikum, Halo! mohon maaf jika saya mengangkat telfon istri anda. Istri anda sekarang sedang di rawat di rumah sakit X, saya harap anda segera datang. Kalau begitu saya tutup. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam,"
......................
"Urusan kantor gue serahkan sama Lo Nil, Senja di rumah sakit."
"Apa? Kok bisa? tadi Senja baik-baik saja setelah dari sini."
"Gue enggak tahu, barusan yang angkat telfon dari gue orang lain. Lo jangan banyak tanya."
Akash langsung berjalan dengan langkah besar menuju lobby kantornya. Ia sangat panik dan khawatir saat ini. Beruntung taksi online yang ia pesan dengan cepat tiba di sana. Ia langsung masuk ke dalam taksi dan meminta untuk di antarkan ke rumah sakit di mana istrinya di rawat.
Ternyata feeling-nya tidak salah. Sewaktu rapat Akash memang merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Namun ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan sewaktu selesai rapat ia juga cukup terkejut melihat banyaknya panggilan dari sang istri. Bahkan Senja juga menghubungi Daniel berulang kali. Handphone mereka yang memang sama-sama tertinggal di ruangan Akash membuat mereka tidak mengangkat panggilan tersebut.
Jantung Akash berdebar dengan kencang. belum pernahnya ia sekhawatir seperti saat ini. Ia terus saja berdo'a sepanjang jalan agar tidak ada yang terjadi dengan istri ataupun anaknya. Sepertinya Akash memang belum menyadari perasaannya sepenuhnya. Padahal sudah sangat jelas bahwa dengan ke khawatirannya ini menandakan bahwa ia sudah memiliki perasaan kepada sang istri.
Beruntung jalanan tidak macet, sehingga taksi itu sampai lebih cepat. Ia langsung membayar taksi tersebut saat tiba di depan lobby rumah sakit. Bahkan uang kembaliannya ia berikan kepada sang supir taksi.
"Ini pak,"
"Eh, mas uangnya berlebih! Semoga keluarga mas itu baik-baik saja. Sepertinya dia terlihat sangat panik. Semoga lancar terus rezekinya si mas, Aamiin."
Sang supir mendoakan hal baik untuk Akash. Sesuatu yang tidak terlalu berarti untuknya, nyatanya sangat berarti untuk orang lain. Bahkan sang supir tersenyum lebar saat melihat uang pecahan seratus ribu diberikan kepadanya sebanyak dua lembar. Padahal uang taksi itu tidak sampai seratus ribu rupiah.
Saat tiba di ruangan UGD, Akash langsung menghampiri ruangan dimana istrinya tengah di tangani. Kebetulan sekali dokter yang tengah menangani Senja dan pak Arman sudah keluar.
"Dok, bagaimana dengan pasien?"
"Apa anda keluarga dari pasien?"
"Bukan pak, saya hanya..."
"Papa.."
Cahaya langsung meminta di gendong oleh Akash. Melihat putrinya di gendong oleh orang lain, Akash langsung mengambil alih untuk menggendong putrinya. Sang pemuda pun menyerahkan Cahaya kepada Akash.
"Saya suami dari pasien yang bernama Senja dok."
Sang dokter pun menjelaskan bagaimana kondisi Senja, dokter itupun juga menjelaskan bagaimana kondisi sang supir. Akash yang belum mengetahui kronologi sebenarnya merasa terkejut dengan apa yang di katakan oleh sang dokter.
Apa katanya? Supirnya mengalami banyak lebam? Bagiamana bisa? Beruntungnya tidak terlalu parah. Hanya perlu perawatan untuk beberapa hari ke depan. Sedangkan Senja sepertinya syok dan juga mengalami beberapa luka di daerah wajahnya. Dan kabar yang lebih mengejutkan lagi baginya, bahwa sang dokter mengatakan jika kandungan istrinya baik-baik saja. Jadi benar apa yang di katakan Senja sewaktu di ruang cctv, jika dia tengah mengandung. Entah harus bahagia atau bagaimana ia sekarang.
"Anda tidak perlu khawatir pak, beruntung pasien yang bernama pak Arman baik-baik saja, hanya ada lebam di beberapa bagian anggota tubuhnya. Sedangkan untuk istri anda syok dengan kejadian yang menimpa beliau. Dan beruntungnya janin yang ada di dalam kandungan istri Anda baik-baik saja. Sepertinya istri anda sangat melindungi kandungannya."
Degh!
Jantung Akash berdebar dengan kencang mendengar penjelasan sang dokter. Hampir saja ia terhuyung jika ia tidak menahan beban badannya.
"Apa dok? Kandungan istri saya? Maksud dokter istri saya tengah mengandung?"
"Apa bapak belum mengetahui bahwa istri bapak tengah mengandung? Kalau begitu selamat pak. Kami juga sudah memeriksa kandungan istri bapak. Usia kandungan istri bapak sudah memasuki 4 Minggu. Alhamdulillah ke adaan janin yang ada di dalam kandungan istri bapak juga dalam ke adaan baik-baik saja."
"Terimakasih dok, Kalau begitu pindahkan istri saya dan supir saya ke ruang VVIP."
"Baik pak, kalau begitu saya permisi."
Sang dokter meninggalkan ruangan tersebut, tak lama Senja dan pak Arman sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Akash pun menghampiri pemuda yang sepertinya telah menolong istri dan supirnya tersebut. Bagaimanapun juga ia harus berterimakasih kepada pemuda tersebut.
"Maaf sebelumnya, apa anda yang telah menolong istri saya? apa yang telah terjadi? Tolong ceritakan dengan detail."
......................
...To Be Continued ...
pertanyaannya rhor...masih adakah sosok istri sprti Senja skrng ini?...
sosok istri yg tdk di hargai dan tdk ada harga diri untuk sang suami dayus sprti Akhas ini.....
bertahan selama apapun..klo hanya terpaksa,untuk apa di pertahankan...
mencintai seseorang sebesar apapun klo yg di cintai tdk menghargai dan mencintai mu juga,tdk perlu di paksakan..hanya akan bikin sakit hati dan menderita sendiri...
.
cadelnya bikin gemet