Menikah sekali seumur hidup, itulah impian setiap orang. Tidak ada yang menginginkan perceraian. Namun manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan lah yang menentukan jodoh serta kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SETELAH AKU BERCERAI
POV AUTHOR
Wajah Saras mengeras, ia masih marah dengan sikap Olivia . Kenapa perempuan itu jadi berubah ? Ataukah ini Olivia yang sebenarnya ?
Bermacam-macam praduga menghinggapi pikiran Saras , Tapi ada yang lebih mengkhawatirkan. Sikap Olivia menunjukkan bahwa dia seolah tahu sesuatu tentang Saras .
" Apa mungkin Olivia tahu aku selingkuh dengan Yusuf ?"
Ah tidak !!! Saras menepis pikiran terburuknya. Bagi Saras itu sangat mustahil, dari mana Olivia tahu?? Toh dia baru dua hari ini melakukan nya.
Tiba-tiba ponsel Saras bergetar, tangan nya bergerak cepat mengambil benda pipih tersebut.
AL SEKARANG ADA DI RUMAH Olivia
Degh!!
Jangan-jangan Olivia serius dengan kata-kata nya tadi, dia ingin membesarkan Tasyi bersama Mas Al.
Saras bergegas keluar dari kamar nya, ia sama sekali tidak membalas pesan dari nomor yang tidak dikenal nya itu. Saras pun tidak ingin tahu nomor siapa itu. Dia hanya fokus kepada rasa takutnya akan kehilangan Al Segaf, suaminya.
" Aku senang, akhirnya kamu secara terbuka mengundang ku ke rumah mu Liv" Ucap Al Segaf, sejak tadi siang dia sudah sangat tidak sabar untuk datang ke rumah Olivia .
Sepertinya ada sesuatu yang membuat Olivia ingin kembali menjalin hubungan dengan nya. Semoga saja !Harap Al Segaf dalam hati.
" Tempo hari Ibu datang sama Mas Yogi "
Al Segaf mengangguk, dia sudah tahu tentang itu dari Ibunya.
" Ibu kasian melihat Tasyi yang cemburu sama anak Mas Yogi. Ditambah lagi Tasyi secara terus terang mengatakan jika dia ingin punya Ayah seperti anak nya Mas Yogi"
Al Segaf tersenyum tipis, seperti nya apa yang ia harapkan akan terjadi.
" Jadi aku ingin kita sama-sama jujur sama Tasyi, supaya dia tahu bahwa Ayahnya masih hidup "
Senyuman Al Segaf memudar sedikit demi sedikit.
" Jadi maksud mu, kita bukan mau rujuk ??"
Olivia tersenyum miring, baginya itu tidak akan pernah terjadi.
" Ya nggak lah Mas, Aku tidak mau bermadu" Jawab Olivia singkat.
Al Segaf menganga, dia ingin mengatakan sesuatu tapi lidah nya kelu dan otaknya menolak untuk merespon isi hatinya.
" Apa kamu setuju Mas?" lanjut Olivia .
" Ah iya.. Aku setuju.. Apapun yang terbaik untuk Tasyi, aku setuju " Al Segaf menjawab gugup, ia kecewa sangat kecewa.
Olivia tersenyum puas, selanjutnya dia memanggil Tasyi. Dengan perlahan diperkenalkan nya Al Segaf kepada gadis kecil itu. Untuk permulaan, Al Segaf hanya diperkenalkan sebagai teman Olivia . Kemudian Olivia mengajak Tasyi bermain bersama Al Segaf.
Ketiganya nampak sangat bahagia, meskipun sebenarnya Al Segaf akan jauh lebih bahagia jika mereka kembali menjadi sebuah keluarga yang utuh.
TOK TOK TOK TOK
" Mas... Mas Al... Kamu di dalam kan?? Masss"
Olivia terkejut mendengar ada orang berteriak sambil menggedor-gedor pintu rumah nya. Ia saling berpandangan dengan Al Segaf seolah saling bertanya siapa itu ?
" Aku liat dulu Mas "
Pamit Olivia , Al Segaf mengiyakan seraya melanjutkan permainannya dengan Tasyi.
" Saras ???"
" Mana Mas Al ??" Tanya Saras ketus
" Di.."
Belum lagi Olivia menjawab, Saras sudah menerobos masuk ke dalam.
" Mas .. Mas Al... " Ia berteriak memanggil suaminya.
" Hey!! Ini rumah ku!! Tahu sopan santun sedikit kenapa ?" Olivia bertindak tegas menghalangi langkah Saras .
" Apa?? Sopan santun ?? Perempuan yang membawa masuk suami orang ke dalam rumah nya apa itu sopan santun ??" Balas Saras tidak mau kalah.
Olivia menarik sudut bibirnya sembari melipat kedua tangannya.
" Kau sedang mengatai dirimu sendiri "sindir Olivia .
" Eh sekarang Mas Al adalah suami ku yang sah, dan kamu bukan siapa-siapa " Saras menunjuk dada Olivia dengan penuh penekanan.
" Aku Ibu dari anaknya, ohya??? Lupa!! Dulu kamu hamil kan?? Kok sekarang malah nggak bisa punya anak?? Kenapa ?? "
Wajah Saras langsung berubah merah padam, amarah nya terpancing. Tangannya melayang, namun Olivia justru sigap menahannya. Kemudian ia menepis tangan Saras dengan kasar.
Tidak cukup sampai disitu, Saras justru menarik rambut Olivia sehingga Olivia menjerit keras.
Ia melawan dengan menendang kaki Saras , keduanya bergumul di lantai saling pukul dan tarik. Namun Saras kalah kuat, Olivia berhasil menduduki perutnya sehingga menyulitkan Saras untuk bergerak.
Mendengar suara ribut-ribut, Tasyi mengajak Al Segaf yang dipanggil nya Om untuk keluar. Al pun menyanggupinya, ia menggendong Tasyi keluar dari kamar.
" Oliv,, Saras !!!" Pekiknya, segera ia menurunkan Tasyi dari gendongannya lalu melerai dua wanita yang saling menyerang.
" Mama " Tasyi menangis, hal itu berhasil membuat Olivia terdiam. Dan kesempatan itu lah digunakan oleh Saras untuk menarik rambut Olivia hingga kepalanya terhantuk ke lantai.
Ah..
Olivia meringis kesakitan, Saras segera bangkit dan ingin menduduki Olivia tapi Al Segaf segera menarik nya mundur. Sebuah tendangan masih berhasil Saras lakukan ke perut Olivia .
" Mama"
Tasyi berlari memeluk sang Ibu, tubuh kecilnya berusaha melindungi Olivia .
" Hey Tante jahat!!" Seru Tasyi sambil sesenggukan.
" Apa?? Hah?? Kau juga sama seperti Ibumu, se-tan kecil !!"
Al Segaf terbelalak mendengar kata-kata Saras , ia mendorong Saras hingga terjejer ke belakang.
" Kau sebut anakku apa??"
Saras terpaku, dia baru menyadari kekeliruannya.
" Begini rupanya kamu yang asli Saras " Al Segaf menggeleng pelan, ia benar-benar tidak menduga sama sekali.
" Mas, aku.. Aku emosi Mas "
Olivia beringsut duduk melantai sembari merangkul Tasyi.
" Aku benar-benar nggak nyangka sama kamu Saras " Perasaan kecewa hanya Al Segaf yang tahu, dia tidak pernah menduga sebelumnya.
" Mas... Maaf, aku terpancing emosi karena Olivia "
" Cukup Saras cukup !! Jangan membuat ku semakin sakit hati " Timpal Al Segaf, dia sudah tidak mau mendengar berbagai macam alasan lagi.
" Mas... "Saras masih tidak putus asa untuk membujuk.
" Dia selingkuh dengan supir mu Mas "
Tiba-tiba Olivia bersuara, spontan Saras dan Al Segaf menoleh ke arah nya.
" Tutup mulut mu perempuan sundal !!!" Teriak Saras , ia hendak menye-rang Olivia kembali. Namun Al Segaf lebih cepat menahan tangan nya.
" Lepasin aku Mas, aku ingin menam-par mulut kotor perempuan itu " Saras berontak.
" Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa cek CCTV di hotel sebelah kantor mu " Ucapan terakhir Olivia membuat tubuh Saras panas dingin, wajahnya mengeras.
Al Segaf masih bingung, keningnya mengerut sambil menatap Olivia dan Saras secara bergantian.
" Apa itu benar Saras ??" Tanya Al Segaf.
" Nggak Mas itu bohong, itu fitnah.. Dia.. Dia cuma ingin menghancurkan rumah tangga kita " Saras masih bisa membela diri.
Olivia menyudahi perdebatan dengan bangkit sambil menggendong Tasyi.
" Aku mau menenangkan Tasyi dulu Mas, tolong bawa istri mu pulang " Pinta nya parau.
" Hey!! Kita belum selesai perempuan jaha-nam" Teriak Saras masih belum puas, namun Sang suami tetap menahan nya.
" Lepaskan aku Mas.. "
" Ayo kita pulang, dan kita selesaikan semua nya di rumah " Al Segaf menarik Saras keluar dari rumah Olivia .
Meskipun Saras terus berontak namun kali ini Al Segaf mengerahkan tenaganya sebagai seorang laki-laki.
😂😂