NovelToon NovelToon
Dipinang Dokter Duda

Dipinang Dokter Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Istri ideal / Anak Genius / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Aliansi Pernikahan / Dokter
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

"Aku duda beranak satu," katanya dengan menatap sosok gadis yang berdiri di hadapannya.

Adakalanya seseorang mengidamkan pernikahan dengan sesama lajang. Namun, apa yang terjadi ketika Irene Putri Hadinata justru hendak dilamar oleh seorang Dokter Duda. Bukan karena cinta, tapi karena seorang anak yang lebih dekat kepada Irene dan memilih Irene yang sebaiknya menjadi Mama sambungnya.

Bisakah pinangan ini berakhir bahagia? Apakah mungkin masa lalu dan berbagai problem menikahi duda bisa membuat Irene tetap setia kepada suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memang Membutuhkan Keluarga yang Utuh

Tangisan Thania dan cerita yang Thania sampaikan membuat Rangga menyadari bahwa memang dia dan Thania membutuhkan keluarga yang utuh. Sekarang, potret keluarga yang Thania lihat benar-benar tidak utuh. Ada sosok Papa, tapi tidak pernah ada sosok Mama. Kalaupun ada, tidak ada memori yang terbentuk. Sebab, ingatan anak-anak masih parsial dan belum bertahan untuk waktu yang panjang. Sehingga, Thania memang tidak memiliki memori berharga yang bisa dia kenang bersama sosok Mamanya.

"Sudah ya ..., tadi Thania sudah melakukan yang terbaik," kata Miss Irene yang menyeka air mata Thania.

"Kalau tidak dapat juara, tidak apa-apa ya Miss ...."

"It's oke, no problem, Thania. Buat Miss Irene, Thania sudah berusaha dan sudah berani tampil itu sudah hal yang bagus. Makasih yah," kata Miss Irene.

Thania kemudian meminta duduk di sisi Miss Irene. Sesekali masih terdengar isakan lirih darinya, tapi Thania sudah merasa jauh lebih tenang. Bahkan sekarang mereka melanjutkan untuk melihat penampilan para siswa yang lainnya.

"Miss, nanti pulangnya sama Papa aja Miss," kata Thania lirih di dekat telinga Miss Irene.

"Kenapa, Nia?"

"Mau lebih lama sama Miss Irene."

Miss Irene tersenyum saja mendengarkan ucapan Thania. Tanpa Irene sadari agak di belakangnya ada dua sorot mata yang sejak tadi mengamati interaksi antara dia dan Thania. Si Papa yang masih berstatus duda diam-diam mengamati dari jauh. Sembari bersenandika dalam hatinya.

"Syukurlah Thania bertemu dengan Irene. Banyak hal-hal bermakna yang Irene ajarkan kepada Thania. Bahkan ketika Thania tidak mengenal sosok seorang mama, dia mungkin mengenal sosok mama dari Irene."

Ya, Rangga begitu yakin bahwa Thania sudah bertemu dengan orang tepat. Keberadaan Irene untuk Thania layaknya kepingan puzzle terakhir yang benar-benar melengkapi Thania. Pada akhirnya juga akan begitu juga keberadaan Irene untuk dirinya.

Hampir satu jam berlalu, lomba story Telling sudah selesai. Saat itu juga Miss Rere akan membacakan hasil penilaian dari para juri. Bahkan Miss Irene memberikan notice khusus untuk Thania.

"Semua anak sudah belajar memiliki keberanian untuk bercerita di depan. Juga untuk Thania, semangat ya Sayang. Maafkan Miss Rere yang tidak tahu yah. Thania harus selalu semangat," kata Miss Rere.

"Ya, Miss ...."

Sementara Irene sekarang mengusapi punggung Thania. "Kamu merasa lebih baik, Thania?"

"Iya, sejak turun tadi, Nia lebih baik kok, Miss."

"Oke. Good job. Nunggu pengumuman saja ya, abis ini Thania boleh pulang bersama Papa."

Akhirnya Miss Rere pun juga mulai membacakan pemenangnya, dan setiap murid yang menang diminta maju ke panggung bersama orang tuanya. Nanti akan diberikan piala dan hadiah.

"Juara tiga adalah Rency yang bercerita tentang liburan. Ayo, Rency ... ajak Papa dan Mamamu naik ke panggung," kata Miss Rere.

Rency dan Mamanya maju ke panggung. Anak kecil berseragam TK dengan logo Apel Hijau itu tampak senang sekali bisa menang. Begitu juga Mamanya yang terlihat bangga.

"Lanjut ya, ke juara kedua. Selamat untuk David yang bercerita tentang sepakbola. Ayo David, maju ke depan," kata Miss Rere.

David juga maju ke depan dan didampingi oleh Mama dan Papanya. Anak laki-laki itu senang juga bisa memenangkan lomba story telling.

"Nah, sekarang kita akan umumkan juara satu. Menurut kalian, siapa yang menjadi juara satunya?"

Ada beberapa nama yang disebut oleh anak-anak TK di sana. Bahkan nama Thania juga disebut. Akan tetapi, Thania merasa dia tak cukup baik saat bercerita tadi. Sehingga, Thania sudah berkata kepada Miss Irene kalau tidak menang pun tidak apa-apa.

"Miss Rere lanjutkan ya ... juara satu lomba story telling adalah Thania ... Selamat Thania, ayo maju ke depan."

Thania menoleh kepada Miss Irene yang duduk di sampingnya. "Miss, masak Thania?"

"Benar, nama kamu dipanggil. Congratulations, Thania!"

Irene kemudian bertepuk tangan. Dia turut senang ketika Thania berhasil menjadi juara satu. Usia itu, Thania berlari ke belakang mengajak Papanya untuk maju ke panggung. Sebelum menaiki panggung, Thania yang sudah bersama Rangga berhenti di depan Miss Irene.

"Ayo Miss, ikutan Thania," ajak Thania kepada Miss Irene.

"Thania dan Papa aja ya," balas Miss Irene.

Thania kemudian mengulurkan tangannya dan menggandeng Miss Irene. Mengajak Miss Irene turut maju ke panggung.

"Miss kan sebentar lagi menjadi Mamanya Thania. Ayo. Boleh kan Pa?"

Rangga kemudian menganggukkan kepalanya. "Ayo, Miss ... temani kami," ajak Rangga.

Pikir Irene sebaiknya cukup Thania dan Papanya saja. Dia masih merasa malu, karena yang maju adalah orang tua siswa saja. Ikut majunya Irene pun kemudian dikomentari Miss Rere sebagai MC.

"Wah, Thania didampingi Miss-nya juga yah? Tos dulu, Thania. Selamat ya," kata Miss Rere.

Kemudian ada perwakilan juri yang memberikan piala dan hadiah untuk setiap pemenang. Tidak lupa sessi foto bersama. Saat itu, Rangga turut memberikan handphonenya meminta tolong untuk memotretnya bersama Thania dan Miss Irene.

Begitu seluruh rangkaian perlombaan selesai, sekarang Rangga mengajak Thania dan Miss Irene untuk pulang. Rangga mendudukkan Thania di car seat yang berada di belakang kursi kemudinya. Kemudian Rangga membukakan pintu depan untuk Irene. Sebelum duduk di depan, Irene bertanya dulu kepada Thania.

"Kalau Miss duduk di depan boleh enggak, Thania?"

"Boleh..., boleh kok Miss. Miss kan tadi sudah menemani sudah menemani Thania, sekarang Miss temani Papa. Papa juga butuh temen," kata Thania.

Rangga tersenyum mendengar ucapan Thania. Bahkan putrinya itu sudah bisa menafsirkan sendiri bahwa Papanya juga membutuhkan seorang teman. Akhirnya Irene duduk di depan, di samping Rangga yang mengemudikan mobilnya.

Mobil melaju beberapa saat akhirnya, Thania justru tertidur. Rangga pun kemudian berbicara kepada Irene.

"Setelah melihat dari dekat, keluarga yang utuh itu sangat dibutuhkan Thania, Irene. Mungkin orang lain di luar sana melihat keluarga kami kaya raya, tidak melihat hal-hal seperti ini. Makasih Irene, kamu seperti kepingan puzzle terakhir yang melengkapi aku dan Thania. Makasih," kata Rangga.

"Sama-sama, Mas. Kamu dan Thania sebenarnya memiliki masa lalu, memiliki hubungan yang seharusnya saling mengisi satu dengan yang lain. Aku harap, nantinya kamu dan Thania semakin akrab dan dekat. Gambar besar dalam puzzle tak akan tersusun kalau kepingannya hilang. Jadi, kita susun bersama-sama. Biar Thania bisa melihat dunia dengan lebih indah. Melihat potret keluarga yang ideal menurutnya," balas Irene.

Rangga menganggukkan kepalanya. Potret keluarga yang sekarang dia miliki bersama Thania tak sempurna. Hadirnya Irene pastilah akan melengkapi mereka berdua.

Refleks, tangan Rangga seakan hendak memegang tangan Irene. Namun, tiba-tiba terdengar suara batuk dari belakang.

Uhuk!

"Papa, Thania haus, Pa," kata Thania dengan membuka kelopak matanya.

Rangga menghela napas. Nyaris saja tangannya hendak menggenggam tangan Irene, tapi urung terjadi karena bangunnya Thania dan meminta minum. Dua orang yang duduk di depan pun tiba-tiba wajahnya memerah dan menunduk. Berniat menggenggam tangan, tapi urung kesampaian. 😄

1
Ave Thohir
lanjut mbak crt nyo kok blm kelar jg ending nya gmb
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
ione
/Smile/
Reni Novitasary
mewek/Sob/
LANY SUSANA
kok ceritanya gantung gini ya, udah lama sekali pdhal bgs ya
suharlina
udah hbs ya
Desmeri epy Epy
lanjut thor
LANY SUSANA
kok ceritanya gantung gini ya... kapan di lanjut thor
Asisah Fitriani
up
Yuni Martopo
Luar biasa
Nina Nurnaningsih
lanjut mbak
Nina Nurnaningsih
kapan selesainya kak lanjut
Lili Susanti
ga ada kelanjutan nya kah ini....tanggung banget ya...
Tria Hartanto
thor ditunggu upnya kapan nih leburu lupa alur ceritNya
Lili Susanti
tanggung banget ini thor cerita nya ....di selesain dlu ...biar org ga penasaran...dan org2 besok2 ssneng baca novelmu krn sampe ending..ga di pending gini..
LANY SUSANA: ni cerita kok di gantung ky jemuran ya
total 1 replies
santi Leh
Kaka nya sbuk di dunia nyata..keburu PD lupa alur crita nya
freya septa
Luar biasa
yati sumiati
Kecewa
yati sumiati
Biasa
Nur Hidayati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!