NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Jadi kamu balik sebentar?" tanya Frey saat ia dan Leon sedang duduk di ruangannya.

Leon mengangguk lemah. Ia sebenarnya tidak bisa mengabaikan bisnisnya begitu saja, jika pun ia ingin egois maka biarkan saja Keenan dan putranya bertemu sendiri tetapi di sini ada Eleanor yang akan menjadi sasaran Mahen. Leon pun tahu penjagaan Frey tidak mungkin sembarangan, hanya saja jika tidak turut menjaga gadis itu Leon merasa dirinya tidak berguna.

"Baiklah, biar aku mengurus perusahaan Shan. Kamu tidak perlu lagi kembali karena sebenarnya aku pun ikhlas membantu keluargamu. Kamu fokus saja mengurus bisnismu di sana," ujar Frey.

Leon merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dulu sekali ia ingin cepat kembali tetapi kali ini rasanya kakinya seolah tertahan di tempat ia berpijak. Ada rasa enggan untuk pergi tanpa kembali.

Frey sendiri sebenarnya tidak ingin Leon berlama-lama di negara ini sebab ia tahu putrinya jatuh cinta pada Leon dan pria ini terlihat seperti sedang menghancurkan hati putrinya, belum lagi ia dan Aluna jelas menentang jika Lea sampai menikah dengan lelaki di hadapannya ini.

"Aku tetap akan kembali. Paling lambat aku akan datang dalam tiga hari. Bagaimanapun aku juga memiliki tanggung jawab di sini. Masalah Mahen itu sangat menggangguku. Dia cukup berbahaya," ucap Leon mengambil alibi masalah Mahen.

'Masalah terberatku adalah tidak bisa pergi sebelum mendapatkan hati putrimu. Itu yang paling utama,' sambung Leon dalam hati.

Frey menatap Leon sejenak kemudian ia menganggukkan kepalanya. Namun pikiran Frey tidak sesederhana itu, ia sepertinya bisa membaca jika Leon masih memiliki alasan lain untuk tetap kembali selain negara ini tempat di mana ia lahir, besar dan keluarganya tinggal.

"Baiklah. Kamu selesaikan dulu urusanmu di sana, dan mengenai perusahaan keluarga Shan kita akan membicarakannya setelah kamu kembali. Aku akan menangkap pelakunya dan kamu jangan terkejut," ucap Frey.

Leon langsung menatap Frey tanpa berkedip. Ia sangat penasaran dan Frey memang selalu seperti itu, penuh dengan misteri. Perlahan Leon mulai membayangkan bagaimana nasibnya jika ia menjadi menantu Frey, mungkinkah ia akan mengalami penindasan baik secara fisik maupun mental?

'Mengapa aku harus memikirkan hal itu? Sial sekali sih, mengapa harus jatuh hati pada bocah yang sedari kandungan sudah menindasku? Apakah ini pilihan atau nasib memang sudah seperti ini. Haiihh ....'

Leon hanya bisa mengeluh dalam hati. Meskipun ia meminta agar Frey segera memberitahu padanya, itu pasti tidak akan terjadi.

"Kamu memang selalu seperti itu. Baiklah kalau begitu aku pamit dulu, sebentar lagi Lea pulang sekolah. Ah ya, tadi putrimu itu terlihat mesra dengan Mahen, sepertinya Lea mulai menyukainya. Apakah kamu akan setuju?"

Leon harap-harap cemas menanti jawaban Frey. Ia sebenarnya yakin Frey akan menolak keras mengingat betapa berbahayanya hidup Lea jika dekat dengan Mahen. Namun jawaban Frey selanjutnya membuat wajah Leon menjadi muram seketika.

"Jika pria itu bisa berubah dan sungguh-sungguh menyayangi Eleanor maka aku tidak masalah. Lagi pula mereka seumuran, tidak ada yang salah."

Leon menelan salivanya susah payah. Kata 'seumuran' yang ditekankan oleh Frey seketika membuat Leon merasa canggung.

"Tapi Frey, mana mungkin dia yang punya niat jahat itu bisa berubah begitu saja. Apakah kamu percaya?" Leon tentu tidak akan tinggal diam, sungguh beruntung sekali nasib Mahen yang sudah mendapatkan restu dari Frey jika saja ia benar-benar akan mengubah sifatnya dan tulus pada Lea.

Frey melirik Leon dengan tatapan sinis. Ia kemudian berkata yang membuat Leon tak mampu berucap apapun selain pasrah dan pergi.

"Dulu juga pernah ada seorang pria yang berniat buruk pada istriku semasa remaja. Tetapi, setelah dia berubah dan menunjukkan sisi baiknya maka aku percaya padanya."

....

Leon sampai kurang dari sepuluh menit sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Ia harus menemui dan mengajak Lea untuk mengobrol sebelum ia pergi, memastikan perasaannya agar perjalanan pergi dan akan kembali lagi semakin menyenangkan dan menggebu-gebu.

Lelaki itu duduk di bangku di depan kelas Lea sambil mengecek perkembangan bisnisnya yang ia percayakan pada asistennya. Tak lama kemudian bel panjang berbunyi dan para siswa-siswi berlomba-lomba keluar dari kelas setelah guru mereka lebih dulu.

Rombongan Lea paling akhir keluar dan Leon dengan senyuman manis menyambut kedatangan Lea yang hanya mendapat tatapan datar dari gadis itu kemudian ia berlalu begitu saja tanpa peduli akan keberadaan Leon.

"Eleanor! Bisa kita bicara sebentar?" panggil Leon.

Lea menghentikan langkahnya, ia meminta tiga sahabatnya itu untuk pergi lebih dulu. Tanpa berbalik badan ia menunggu Leon untuk datang menghampirinya.

Leon berdiri di samping Eleanor dengan perasaan gugup. Ia sempat mengumpat dalam hati sebab untuk pertama kalinya ia akan menyatakan perasaannya dengan sensasi seperti ini. Seingatnya, ketika ia mengungkapkan perasaannya terhadap Briella tidak sampai seperti ini.

"Ada apa, Om?" tanya Lea. Gadis ini sebenarnya juga sedang merasa gugup. Ia begitu berharap Leon akan mengutarakan perasaannya.

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu —"

Ucapan Leon terhenti saat ponselnya berdering. Ia melirik Lea dengan tujuan meminta izin untuk melihat siapa yang menghubunginya. Lea melipat kedua tangannya di dada, menatap Leon dengan kesal.

Leon sedikit mengambil jarak saat ponsel Lea juga berdering. Sebuah panggilan dari paman kesayangannya yang langsung Lea sambut. Ia melirik Leon yang juga sedang meliriknya sambil berbicara serius di telepon.

"Oh jadi uncle sudah di depan? Ya udah aku ke sana sekarang ya," ucap Lea sengaja dikeraskan agar Leon mendengarnya.

Tanpa berpamitan pada Leon, Lea langsung melenggang pergi. Leon menatapnya dengan muram lalu segera mengakhiri pembicaraannya di telepon. Ia berusaha mengejar Lea namun tak sengaja ia menabrak siswa yang sedang berjalan ke luar dari kelasnya hingga langkahnya cukup berjarak dengan Lea.

Leon sampai di parkiran dan ia melihat bagaimana Lea tersenyum pada seorang pria di dalam mobil dan masuk tanpa mempedulikan panggilannya.

"Sial!" Leon mengumpat kemudian ia segera menuju ke mobilnya untuk mengikuti ke mana Lea dibawa pergi oleh pria itu.

Mobil mereka saling kejar-kejaran di jalan, bahkan Leon terus menyalip kendaraan di depannya. Untung saja tidak terjadi kecelakaan lalu lintas hingga Leon berhasil mendapati mobil itu masuk ke area hotel megah.

Mata Leon menatap tajam genggaman tangan pria dewasa itu pada tangan Lea. keduanya melangkah masuk ke hotel dan berbicara dengan resepsionis.

Tangan Leon terkepal erat, bayangan Briella berkhianat di depan matanya membuat Leon naik darah. Langkahnya dipercepat agar ia bisa segera menggapai keberadaan Lea.

"Eleanor Prayoga Griffin!"

Suara menggelegar Leon membuat orang-orang yang sedang berada di sekitar mereka melihat ke arahnya. Leon mendekat dan menarik Lea ke sisinya.

"Om Leon, ngapain di sini?" tanya Lea, dalam hati ia berharap rencananya bersama uncle Rayyan berhasil.

"Maaf Bung, gadis itu datang bersamaku. Kembalikan dia padaku," ucap Rayyan, ia menatap Leon untuk menilai selera keponakannya tersebut. 'Lumayan,' lanjutnya dalam hati.

Mendengar ucapan Rayyan entah mengapa emosi Leon semakin naik saja. Ia melepaskan Lea kemudian ia maju untuk memukul Rayyan. Terjadilah aksi baku hantam namun tidak seorang pun yang berani merekam karena mereka tahu siapa Rayyan dan apa kedudukannya di hotel ini.

Tendangan Rayyan membuat Leon tersungkur beberapa langkah ke belakang. Ia memegangi dadanya yang terasa sesak. Rayyan bertepuk tangan sambil menatap penuh ejek pada Leon.

"Apa sebenarnya keinginanmu? Lea datang bersamaku dan bukankah kamu hanya sopir pribadinya saja? Apa hakmu mencampuri urusannya?" tanya Rayyan. Wajahnya sudah babak belur namun ia masih sempat tersenyum angkuh.

Leon tidak menjawab, ia memilih untuk menatap Lea yang enggan menatapnya. Dalam hati Leon bertanya apakah gadis ini benar-benar sudah melupakannya? Hati Leon semakin sakit saja memikirkannya.

"Ah ya, bukankah kamu sudah membuangnya? Mengapa kamu sampai seperti ini? Kamu menyukainya? Atau bahkan apakah kamu sudah mencintainya? Jawab pertanyaanku dan jangan jadi pecundang!"

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!