Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Tania, please pergi!!!
Tania dengan cemas melihat angka di jam dinding yang terdapat di ruang tengah. Dia terus mondar-mandir cemas menunggu kabar Andromeda yang belum pulang juga. Memang jam masih menunjukkan pukul tujuh malam tapi terakhir Andromeda memberi kabar akan pulang sebelum senja. Sekarang sudah lewat satu jam dari yang seharusnya, tidak biasanya Andromeda terlambat seperti ini.
Apalagi saat ini perasaan nya juga tidak enak apalagi setelah kepulangan Ferdi yang terburu-buru setelah mendapatkan telepon masuk. Dari raut wajahnya Tania bisa melihat jika ada situasi yang gawat tetapi belum tahu apakah ada hubungannya dengan Andromeda atau tidak.
Ting nong
Ting nong
Bel apartemen berbunyi, sejenak Tania ragu untuk menuju ke depan pintu. Jika itu adalah Andromeda seharusnya langsung masuk karena dia juga memiliki kartu akses. Tetapi jika bukan siapa yang bertamu malam-nalam begini.
Demi menuntaskan rasa penasarannya akhirnya Tania menuju ke depan pintu meskipun ada rasa takut. Dari celah lubang di tengah pintu Tania mengintip terlebih dahulu siapa yang bertamu ke apartemen.
"Kak Ferdi??" gumam Tania setelah melihat siluet tubuh dan baju yang di kenakan olehnya.
Tetapi ada seseorang di samping Ferdi dan tengah di bantu, wajahnya tertunduk dan pakaiannya terbuka. Tania ingat, itu pakaian yang di pake oleh Andromeda sebelum berangkat tadi.
"Kak Ferdi apa yang terjadi?" todong Tania begitu saja.
Andromeda terlihat berantakan dan berkeringat sekujur tubuhnya, pakaiannya sudah sobek dan beberapa kancing nya terlepas.
"Tania, malam ini Tuan Andra butuh bantuan mu, hanya kamu yang bisa menolong nya," ucap Ferdi sambil menahan beban tubuh Andromeda yang berat.
Ferdi langsung masuk kedalam dan membawanya kedalam kamar. Tania hanya melongo melihat Ferdi masuk begitu saja tanpa banyak penjelasan padahal masih banyak pertanyaan dalam pikirannya.
"Tolong malam ini bantu Tuan ya Tania. Dan jangan berpikiran macam-macam. Kakak ga bisa berlama-lama disini karena ada hal yang harus dilakukan dan tidak bisa di tinggalkan," ucap Ferdi
Dia harus membereskan kekacauan yang di timbulkan oleh Lolita, besok pasti Andromeda akan ke markas untuk membuat perhitungan. Jadi Ferdi harus membawa empat orang tersebut ke markas. Tubuhnya merinding membayangkan apa yang di alami oleh keempat orang tersebut saat ini.
Tania menyusul masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Andromeda, ada rasa cemas yang berlebihan dalam hatinya. Apalagi melihat kondisi Andromeda yang nyaris telanjang dengan dada terbuka.
Di dalam kamar, Andromeda berusaha menanggalkan pakaian yang terasa. Tubuhnya terasa sangat gerah dan panas, keringat dingin sudah mengalir deras di dahinya hingga membasahi bagian dadanya yang telah terbuka. Terlalu lama menahan hasrat yang membara membuat tubuhnya semakin melemah. Dia butuh pelampiasan tetapi dia juga tak bisa melakukannya dengan Tania. Andromeda tak ingin Tania kesakitan dan tersiksa tetapi menahannya membuat Andromeda semakin frustasi.
"Abang!!!!" pekik Tania.
Terlihat jelas dimatanya Andromeda seperti sedang menahan rasa sakit. Tetapi sebelum dirinya mendekat, Andromeda mendorongnya agar menjauh.
"Jangan mendekat Tania, pergi dari sini. Jangan dekat-dekat denganku saat ini. Please Tania, please go away!!!" Seru Andromeda.
Tania terkejut, belum menyadari apa yang terjadi dengan suaminya saat ini. Tetapi meskipun Andromeda sudah berbuat sedikit kasar padanya pada sedikitpun niat untuk meninggalkan Andromeda apalagi kondisinya sedang tidak baik-baik saja.
"Apa yang terjadi bang?? Abang An kenapa??" tanya Tania penasaran, kedua matanya mulai mengembun dan pandangannya mengabur karena timbunan air mata.
"Please Tania tinggalkan aku sendiri. Jika tidak aku akan menyakitimu Tania," ucap Andra dengan napasnya yang mulai terengah-engah.
"Tapi kata kak Ferdi, Abang butuh bantuan Tania. Tania bisa bantu apa bang? Sebenarnya Abang ini kenapa? Apa Abang kesakitan?" Tania semakin cemas melihat Andromeda yang tubuhnya dibasahi keringat dingin.
"Pergi Tania, please pergi!!!" ucap Andromeda dengan lirih.
Tapi Tania membandel, dia sama sekali tidak mendengarkan perintah Andra yang menyuruhnya untuk pergi. Tania justru mendekat dan menghampiri Andra yang setengah telanjang.
"Bang An," ucap Tania dengan lembut, memegang kedua tangan Andromeda yang sudah terasa sangat dingin.
Tanpa aba-aba Andromeda langsung menarik tengkuk Tania agar mendekat dan langsung mendaratkan sebuah ciuman. Sebuah ciuman yang menuntut dan sedikit kasar karena gelora hasrat yang sudah tak terbendung.
Tania berusaha melepaskan diri, alarm dalam pikirannya mulai memberontak dan mengatakan jika hal tersebut salah. Tetapi berbeda dengan bahasa tubuhnya, dia menginginkan hal lebih apalagi salah satu tanga Andra mulai merayap di tubuhnya.
Perlahan Andromeda mulai kehilangan kendali apalagi setelah aroma bunga pada tubuh Tania membuatnya semakin terasa panas. Debaran jantungnya terpacu semakin cepat. Meskipun terkesan kasar, tetapi Andra dan Tania mulai menikmati apa yang tengah mereka lakukan.
Hingga tak mereka sadari rasa asin dan aroma amis mulai menyebar dalam rongga mulut. Tak sengaja Andromeda menggigit bibir Tania karena menahan hasrat nya yang sudah teramat besar. Meskipun Tania sama sekali tak merasakan rasa sakit atau perih padahal bibirnya terluka.
Hosh
Hosh
Hosh
Keduanya melepas pagutan bibir mereka berdua setelah pasokan udara dalam paru-paru benar-benar habis. Andromeda begitu bergairah melihat Tania yang begitu cantik dan masih. Tania menundukkan kepalanya karena merasa malu, meskipun awalnya berusaha menolak tetapi lama-lama mulai terbawa permainan. Bibir Andromeda yang terasa manis terlalu rugi jika disia-siakan begitu saja. Sejak ciuman pertama yang mereka lakukan, mereka belum melakukannya kembali.
"Sial!!!" Gerutu Andromeda dalam hati.
Ciuman singkatnya bersama Tania justru semakin membuat dirinya semakin bergairah, hasrat pun tak lagi terbendung. Sang junior bahkan semakin sesak di bawah sana, tertahan sesuatu yang ketat membuatnya semakin tersiksa. Andromeda benar-benar dibuat frustasi.
"Wanita Ja-lang, setelah ini akan aku abisi kamu!!! Breng-sek!!" Luapan amarah Andromeda dalam hati. Dia tidak akan membiarkan hidup Lolita baik-baik saja setelah membuatnya sangat tersiksa.
Dengan tatapan yang sayu, Andromeda menatap Tania yang dihadapannya. Sekuat tenaga menaha hasrat yang semakin membara, meskipun itu hanya menyakiti dirinya sendiri. Tangannya menyentuh dagu Tania dan mengangkat kepalanya yang tertunduk.
Dipandanginya dengan penuh hasrat kecantikan Tania yang sangat mempesona malam ini. Tak sengaja matanya melihat bibir bawah Tania yang sobek akibat gigitannya. Masih ada sedikit bekas darah yang belum mengering.
"Maafkan aku Tania, aku sudah menyakiti mu," ucap Andromeda begitu pilu, tangannya mengusap bibir Tania dan membersihkan sedikit darahnya.
"Abang An, apa yang terjadi?" tanya Tania.
Tania belum mengetahui jika Andromeda tengah dalam pengaruh obat perangsang yang telah dicampurkan kedalam minumannya oleh Lolita.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Andromeda, Tania hanya bisa merasakan kedua tangan Andromeda yang bergetar.
Andromeda memejamkan kedua matanya dan mendekatkan kepalanya. Kembali mencium bibir Tania yang begitu menggoda tetapi kali ini lebih lembut tak ada sedikitpun gerakan kasar. Hingga Tania kembali terhanyut didalamnya, masuk kedalam permainan bibir Andromeda yang begitu membuatnya menjadi candu.
Ciuman itu hanya singkat, kedua pasang mata mereka saling memandang begitu dalam seperti ada suatu hasrat yang mendamba.
"Aku menginginkanmu malam ini Tania"
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/