Sinopsis: 1000 tahun yang lalu ada sebuah dunia yang disebut "Dunia Dewa Kultivasi" di mana dunia ini hanya di tempati oleh orang-orang yang sudah mencapai batasan kultivasi, namun... Ada seorang pemuda yang tidak mempunyai batasan kultivasi. Karena cemburu sang kakak bersama kekasihnya merencanakan untuk membunuhnya dengan salah satu senjata pusaka, sayang sekali rencana mereka berhasil, 1000 tahun kemudian pemuda itu kembali ber inkarnasi ke tubuh seorang tuan muda sampah yang bahkan tidak memiliki basic kultivasi. Bagaimana ini? Akankah sang Dewa kultivasi berhasil membalaskan dendamnya? Atau... Malah gagal karena tubuh yang ia tempati saat ini?
Kembalinya sang Dewa Kultivasi
By:SYF 🥀
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SYF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 : Portal dunia Bawah
Setelah itu Bai Changyi dan Wang Xiao pergi ke tempat di mana Bai Shilin dan Bai Peiru sudah menunggu kedatangan Bai Changyi, Bai Peiru sangat terkejut begitu melihat Bai Changyi datang dengan Wang Xiao di mana saat itu Bai Peiru tidak tahu bahwa ternyata dia memiliki 1 orang adik lagi.
"Eh? Siapa adik kecil ini? Kenapa dia datang bersamamu?" tanya Bai Peiru sembari berjongkok dan mengelus surai Wang Xiao.
"Dia anggota baru kita kak" ujar Bai Changyi kepada sang kakak, Bai Peiru terdiam sejenak kemudian menatap Bai Changyi dan Bai Shilin dan di saat yang bersamaan mereka berdua menganggukkan kepalanya dan hal ini membuat Bai Peiru cukup terkejut.
"A-apa? D-dia? Tapi sejak kapan? Kenapa aku sama sekali tidak mengetahui hal ini?" tanya Bai Peiru dengan raut wajah bingung, melihat Bai Peiru kebingungan pada akhirnya Bai Shilin mulai menceritakan apa yang sedang terjadi dengan mereka bertiga. Dia menceritakan secara rinci mulai dari Bai Changyi yang tiba-tiba saja meninggalkan dirinya sendirian masuk ke dalam hutan sampai Bai Changyi membawa Wang Xiao dan memutuskan untuk merawatnya.
Mendengar penjelasan dari Bai Shilin akhirnya Bai Peiru mengerti dan menerima Wang Xiao sebagai keluarga barunya dengan senang hati.
"Jadi, kapan ayah akan mengangkat anak selucu dan seimut ini menjadi keluarga kita yang resmi?" ucap Bai Peiru sambil menggendong Wang Xiao.
"Entahlah, itu masih belum pasti kak. Tapi yang pasti aku akan berusaha sekeras tenaga agar ayah menerimanya dan mengadakan acara penerimaan keluarga baru" jawab Bai Changyi sambil menatap lekat Wang Xiao, entah kenapa dirinya merasa sangat familiar dengan Wang Xiao di satu sisi ia merasakan sudah lama mengenal Wang Xiao namun di sisi yang lain ia merasakan sesuatu perasaan asing. Dan inilah yang membuat Bai Changyi semakin penasaran.
"Begitu ya? Baiklah! Terserah dirimu saja Changyi, aku akan mendukungmu" ucap Bai Peiru sambil menatap mata sang adik lekat, ia yakin sekali bahwa sang adik dapat mewujudkan semua keinginannya.
Di saat mereka sedang bercanda riang gembira tiba-tiba saja suasana di ibu kota menjadi suram, semua orang berlari dan berteriak ketakutan. Para saudara Bai sangat terkejut dengan hal ini dengan sigap Bai Shilin menyuruh Bai Peiru untuk membawa Wang Xiao pergi dari ibu kota, sementara Bai Changyi dan Bai Shilin mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Di saat mereka sedang mencari tahu, mereka di buat terkejut dengan kemunculan sebuah portal yang sangat besar dan dari portal tersebut bermunculan makhluk-makhluk aneh dengan tubuh yang besar, gigi taring yang sangat tajam, kuku kaki dan tangan yang sangat tajam dan nampaknya bisa mencabik-cabik apapun, juga tangan yang panjang dan besar.
"S-sial! M-makhluk apa itu? K-kenapa perawakannya seperti itu?" ucap Bai Shilin gemetar ketakutan, di satu sisi ia terkejut dan di satu sisi dirinya juga sangat ketakutan.
"Portal dunia bawah" gumam Bai Changyi namun masih terdengar oleh Bai Shilin.
"Portal dunia bawah? Apa maksudnya itu?" tanya Bai Shilin heran, kini rasa takutnya telah di ganti oleh rasa penasaran yang sangat besar. Bai Changyi menatap sang kakak kemudian menghembuskan nafas kasar.
"Hah... Nanti akan aku jelaskan, jika kakak sudah siap menanggung konsekuensinya" jawab Bai Changyi sembari melangkah mendekat ke arah portal tersebut, Bai Shilin hanya dapat melihat dari kejauhan dan memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh Bai Changyi karena dia tidak mengerti dengan situasi saat ini.
"Konsekuensi? Apa maksudmu?" tanya Bai Shilin namun lagi-lagi Bai Changyi mengabaikan pertanyaan itu karena dirinya tak mau sang kakak kenapa-napa.
"Kakak hanya perlu tahu bahwa para monster ini adalah monster dari dunia lain dan mereka tidak akan bertindak sebelum tragedi" jawab Bai Changyi sembari melangkah mendekati sang kakak.
Dunia bawah, adalah tempat di mana semua unsur kegelapan dan kejahatan berpusat dan berkumpul. Tempat itu benar-benar sangat berbahaya jika di datangi oleh orang-orang dengan standar jiwa lemah. Setelah Memastikan bahwa monster-monster yang ada di dalam portal tersebut tidak akan bergerak dalam waktu dekat akhirnya Bai Changyi meminta bantuan kepada Wang Xiao untuk memasang Array agar portal tersebut tertutup oleh kabut dalam waktu yang cukup lama.
Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar orang-orang yang sempat melihat portal ini agar ingatan nya di hapus. Karena memakan tenaga cukup banyak akhirnya Wang Xiao terkulai lemas dan pingsan, dengan sigap Bai Changyi langsung menggendong Wang Xiao dan membawanya kembali ke kediaman Bai. Di sepanjang jalan Bai Peiru dan Bai Shilin bertanya-tanya kenapa Bai Changyi dapat mengetahui semua itu? Padahal mereka saja tidak mengetahuinya.
"Kakak-kakak, aku harap kakak-kakak melupakan kejadian hari ini. Ini semua demi kebaikan kalian" ucap Bai Changyi sembari mengangkat tangan kirinya dan langsung menghapus ingatan Bai Peiru dan Bai Shilin. Jujur saja, dengan kemampuannya saat ini dia hanya bisa menghapus ingatan orang maksimal sebanyak 4-5 orang dalam 1 tahun.
"Hah... Si*lan!" umpat Bai Changyi, dan bersamaan dengan itu kesadaran Bai Peiru dan Bai Shilin pun kembali dan mereka bertanya-tanya bagaimana bisa mereka berada di sini? Padahal tadi mereka sedang berada di ibu kota dan bersenang-senang.
Bai Changyi hanya menjawab seadanya dan mereka pun pulang ke kediaman yah.. Walaupun masih ada banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam pikiran Bai Peiru dan Bai Shilin. Setelah pulang Bai Changyi langsung menidurkan Wang Xiao di kamarnya dan pergi ke paviliunnya.
...*******...
Saat ini Bai Changyi sedang terdiam, ia benar-benar tidak menyangka bahwa ramalan yang dulu sempat ia dengar dari sang guru saat dirinya masih menjadi Ming Hao kini benar-benar terjadi.
"Si*lan! Jika ramalan yang di katakan guru dulu benar itu artinya di dunia ini akan ada kehancuran yang sangat besar" ujar Bai Changyi frustasi, padahal niatnya hidup kembali hanya untuk balas dendam bukannya menjadi pahlawan seperti ini.
"Hah... Sebenarnya apa yang kau inginkan raja dunia bawah? Bukankah lebih baik bagi dirimu jika menyerang Dunia Dewa Kultivasi saja? Kenapa kau malah menyerang dunia kecil ini? Mereka semua pasti akan sangat menderita jika aku gagal menghancurkan portal itu. Namun, saat ini kekuatanku masih belum cukup untuk melakukannya dan aku tidak mungkin melibatkan kedua kakak Bai Changyi" ucap Bai Changyi bimbang, kemudian ia baru teringat bahwa di klan Bai ini ada beberapa orang yang mungkin bisa membantunya.
"Ah! Ayah, tetua Chu, guru, tetua Li, tetua Bei, dan tetua Mu! Kenapa aku baru teringat kepada mereka berenam?" ucap Bai Changyi.