Ujian rumah tangga tak selalu datang dari orang luar, namun terkadang datang dari orang-orang terdekat. Salah satunya adalah mertua. Begitu juga dengan kisah yang dialami oleh tokoh yang ada didalam kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Dipertengahan jalan gina kembali merasakan kram diperutnya, entah mengapa perutnya selalu saja mengalami kram bahkan sampai membuat gina susah istirahat kala malam. Usia kandungan gina hampir mnginjak 6 bulan.
" Kamu kenapa gin? " tanya anjaz saat tak sengaja melihat gina memegangi perutnya dengan kedua tangan.
" Kram lagi pak! " Ucap gina tanpa menoleh kearah anjaz.
" Apa itu sangat sakit? " kali ini suara anjaz terdengar lembut, seketika gina menoleh dan menganggukan kepalanya. Tanpa mengatakan apapunn anjaz memutar balik arah mobilnya. Karna tak terlalu fokus dengan jalanan gina diam saja tanpa memprotes atau bertanya.
Saat mereka sampai diparkiran rumah sakit gina baru tersadar jika dia bukansampai dikantor melainkan rumah sakit.
" Looh pak kenapa saya dibawa kesni? Bukankah kita sudah terlambat datang kekantor? " tanya gina yang mulai merasa bingung.
" Saya tidak akan memrkerjakan seseorang yang sakit, nanti orang akan mengira saya bos yang kejam dan tak punya hati. Cepat turun, kita kedokter kandungan biar tau apa yang menyebabkan kamu sakit. Kalau kamu terus-terusn begini bagaimana dengan pekerjaan kamu. Masa saya harus membayar kamu dengan gaji buta! Kamu mau! " celetuk anjaz dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Diiih, orang gini amat. Apa gini cara dia menolong seseorang, kenapa si pake cara marah-marah! " gumam gina lirih namun gina menuriti anjaz dan turun dari dalam mobil.
" Aku hanya hawatir dengan kondisi kamu gin, maaf jika aku tak bisa berkata lembut aku tak ingin terbawa perasaan. " ucap anjaz dalam hati sembari turun dari dalam mobil dan berjalan mendekati gina.
Dari kejauhan anye melihat kedatangan gina dan anjaz.
" Ngapain sih, gina pake diantar anjaz segala! Dia kan bisa nunggu aku, biasanya juga gitu. Kenapa aku gak suka banget liat anjaz dekat dengan gina. Mana mungkin anjaz suka sama janda apa lagi dia sedang hamil. " Gumam anye seorang diri sembari berjalan menghampiri anjaz dan gina.
" Mbaa anyee! " sapa gina saat melihat anye menghampirinya.
" Haaaii njaz, ngapain lu disini? " bukanya membalas sapaan gina, anye malah bertanya pada pada anjaz.
" Aku nganter gina, dia sakit dan perlu berobat. " jawab anjaz datar.
Seketika anye menengok kearah gina dan menatap gina dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Kalau sakit kenapa gak ngmong dari semalam? Kamu sengaja gin mau buat mba trlihat buruk, kenapa msti ngerpotin anjaz? Kamu tau dia iti CEO dia sibuk, ini juga jam kerja kenapa kamu malah membuat anjaz membuang waktu dengan sakitnya kamu itu! " Mendengar apa yang anye katakan anjaz terkejut. Anjaz baru pertamakali melihat anye bersikap demikian.
Sementara gina hanya menunduk, dia semakin merasa jika anye memang tak sbaik dulu. Anyenya yang sekarang sudah berubah, tapi kenapa? Apa yang membuatnya berubah.
" Maaf mba saya, "
" Cukup gin, biar saya yang jelaskan. " ujar anjaz memotong ucapan gina .
" Begini anye, saya kebetulan lewat depan rumah kamu dan saya melihat gina sedang berdiri sendrian dengan kondisinya yang sedang hamil dia berdiri menunggu ojek karna sudah terlambat. Karna saya punya hati dan rasa blas kasihan saya berhenti dan menawarkan tumpangan pada gina. Namun ditengah jalan gina meraskaan kram diperutnya jadi saya berinisiatif membawa dia kesni. Mungkin jika dia bukan kariawan saya, saya pun akan menolongnya. Apa lagi jelas, dia kariawan saya. Saya tidak mau kariawan saya bekerja saat mereka sakit dan ini tak hanya berlaku untuk gina, Tapi untuk semuanya! " jelas anjaz panjang lebar semakin membuat anye merasa kesal karna merasa anjaz berpihak pada gina.
" Ya sudah tugas kamu cuman mengantar, biar dia disni sendri. Kamu silahkan kembali kekantor njaz! " titah anye yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh anjaz.
" Mba anye benar pak, silahkan bapak lanjutkan perjalanan bapak kekantor saya bisa sendri pak. Trimakasih sudah mengantar saya, maaf sudah merepotkan bapak. Saya janji stlah saya slesai saya akan langsung kembali kekantor pak! " ucap gina merasa tidak nyaman dengan perdebatan anjaz dan anye.
Abang gak asik nih gak bisa diajak krjasama bohong.