NovelToon NovelToon
Don'T Leave Me This Way

Don'T Leave Me This Way

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:84.3k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aku ingin pulang...
Tapi seseorang mengatakan aku harus bertahan. Padahal ragaku sudah terlalu lelah.

Seseorang itu pun mengatakan padaku. Dia yakin aku masih kuat untuk melangkah meskipun langkah kakiku sudah tertatih, karena menurutnya meraih kebahagiaan sangat membutuhkan perjuangan.

Tapi logika ku berpikir,
jiwaku sudah terluka sedemikian dalam, untuk apa terus memaksa melangkah. jika hanya rasa sakit dan pedih yang terus mendera diri ini. Bukankah seharusnya aku berhenti.

Ya berhenti sejenak untuk mengobati atau berhenti selamanya untuk pergi. Amara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dokter Frans

Siapa sangka kedatangan Amara ke cafe Kokoro untuk bertemu kedua sahabatnya, membuatnya tanpa sengaja bertemu dengan sosok pria tampan yang berprofesi sebagai seorang Dokter.

Ya, Dokter muda, tampan dan berkarismatik yang telah menolongnya atas panggilan Daniel kala itu. Dokter muda itu adalah Dokter Frans, Dokter keluarga Daniel sekaligus merupakan sahabat Daniel dari masa sekolah dulu.

Amara memang tak mengenali sosok Frans, karena saat mereka bertemu Amara dalam kondisi tak sadarkan diri. Namun berbeda dengan Dokter Frans, yang sangat mengenali dan mengingat sosok Amara.

Setelah mereka berkenalan dan berjabat tangan, Dokter Frans terus memandangi wajah Amara. Thomas sedikit risih melihat kakak sepupu sahabatnya terlalu berlebihan melihat Amara dengan cara seperti itu.

Bukankah wanita muda ini adalah wanita yang waktu itu aku tangani, wanita yang berhasil membuat Daniel kalang kabut? Ah, sempit sekali dunia ini. Jangan-jangan teman Tiara yang sedang membutuhkan pekerjaan adalah dia. Jika benar, untuk apa dia mencari pekerjaan. Bukankah dengan hidup di sisi Daniel, dia akan hidup berkecukupan, tanpa kekurangan sepeserpun uang? Ini sangat menarik sekali. Batin Dokter Frans bermonolog.

"Tya, jangan cemberut gitu dong. Maafin gue ya?" Ucap Amara yang merasa bersalah dan tak enak hati dengan sikap dingin Tiara padanya.

Amara memeluk erat sahabat baiknya itu, tapi Tiara masih terlihat cuek dan menekuk wajahnya untuk beberapa saat. Namun tak berapa lama kemudian Tiara pun membuka suaranya, karena ia paham Amara itu sebenarnya adalah gadis yang cengeng. Mudah sekali menangis dan tidak kuat terlalu lama diacuhkan.

"Ya-ya gue maafin. Lo pasti terlena dengan peran ibu-ibuan Lo tadi kan? Sampai Lo merelakan kita menunggu Lo sampai mau berjamur." Sahut Tiara dengan nada bicara yang jengkel.

"TIARA!!" Amara melepaskan pelukannya dan menatap Tiara dengan bola matanya yang tajam.

Amara tak menyangka Tiara bisa bicara seperti itu. Sementara Tiara yang Amara tatap masih terlihat cuek, merasa tak berdosa. Ia belum sadar dampak dari ucapannya akan berbuntut panjang sesaat lagi.

Peran ibu-ibuan? Apa hubungannya dengan Daniel sudah sampai sejauh itu? Clara, putri Daniel itu sangat sulit untuk diluluhkan hatinya. Anak itu keras kepala seperti Papinya. Batin Dokter Frans.

"Peran ibu-ibuan? Lo lagi latihan main Drama Ra? Buat apa? Buat pentas kah? Pentas di mana? Kapan?" Thomas memborong pertanyaan sembari melirik kedua sahabat wanitanya secara bergantian.

Amara hanya diam, ia tak ingin menjawab pertanyaan Thomas yang sebentar lagi akan beranak binak lebih banyak lagi ,dan pastinya jika dia sudah mengetahui semuanya, amarah Thomas akan meledak-ledak baik pada Amara dan juga Tiara, yang telah menyembunyikan hubungan salah yang telah dijalani Amara kemarin bersama Daniel.

Sadar dengan ketakutan Amara atas keemberan mulutnya. Tiara pun segera bertindak menutupi kesalahanya.

"Pertanyaan Lo tuh Thom. Ya salam, bikin orang kenyang tahu gak. Mau jawab juga malas. Ngasih pertanyaan udah kaya kereta bergerbong-gerbong. Lo laki, tapi mulut Lo bawel lebihin cewek. Ampun deh." Sahut Tiara yang langsung membuat Thomas membulatkan matanya.

Ampun nih mulutnya si Tya pengen gue jahit pakai sol sepatu. Biar mingkem selamanya. Umpat Thomas di dalam hatinya.

Thomas sangat tidak terima dibanding-bandingkan dan dikatakan bawel oleh Tiara, yang memang selalu berani menghinanya secara terang-terangan, tanpa filter dan juga tanpa memandang tempat.

Di tatap tajam terus menerus oleh Thomas tak membuat Tiara gentar. Seolah ia terbiasa dengan sikap Thomas yang seperti itu terhadapnya.

"Kenapa mau marah? Melontot terus tuh mata. Tersinggung dikata begitu aja? Dasar laki-laki lemah!" Sahut Tiara lagi dan lagi-lagi mulutnya begitu mudah menghina Thomas.

"Apa Lo bilang gue lemah? Lo belum tahu bagaimana perkasanya seorang Thomas Monarco." Sahut Thomas yang seketika berdiri menunjukkan kegagahannya dengan postur tubuh proporsional yang ia miliki.

"Eleh, badan segitu aja bilang perkasa! Malu sama Ade Ray." Ucap Tiara kembali merendahkan Thomas, sembari membuang pandangannya.

"Udah ih, kok kalian jadi berantem gini gara-gara gue." Ucap Amara berusaha menjadi penengah diantara keduanya.

Thomas sudah bersiap untuk menyahut kembali dan mengatakan sesuatu pada Amara ataupun Tiara, bahkan mulutnya sudah terbuka saat ini. Namun Tiara sama sekali tak memberikan kesempatan untuk Thomas bersuara.

"Mau ngomong apa lagi Lo? Gak usah nanya lagi deh ? Ga ada penjelasan untuk Lo, dan Lo ga diizinkan melontarkan pertanyaan yang gak akan habis sampai beduk subuh nanti. Yang Lo perlu tahu. Amara datang ke sini untuk minta kerjaan bukan jadi narasumber titik gak pakai koma apalagi space."

Pekerjaan? Ada yang gak beres nih? Harus di selidiki dan diintrogasi. Batin Thomas.

"Kak Frans. Tolong kondisikan mulut adik sepupu kesayangannya! Kalau dia gak bisa diam. Jangan salahkan saya, kalau Kak Rio menenggelamkan bisnis Ayahnya tercinta karena mulut putrinya yang bawel." Ucap Thomas pada Dokter Frans dengan ancaman yang ditujukan untuk Tiara.

Frans hanya tersenyum sambil manggut-manggut mendengar ucapan Thomas, sementara Tiara yang mendengar ucapan Thomas pada Dokter Frans hanya dapat diam sembari menekuk wajahnya. Saat ini Ia tak lagi memiliki nyali ketika Thomas sudah mengeluarkan taring kekuasannya.

Sepenggal tentang Thomas Monarco. Thomas adalah putra bungsu dari Tuan Monarco. Pemilik perusahaan Monarco Group. Perusahaan nomor dua yang berkuasa di negara ini setelah Jaya Group milik Tuan Christiano, Daddy Daniel.

Saat ini perusahaan Monarco Group di pimpin oleh Rio Monarco, kakak sulung dari Thomas. Yang merupakan sahabat Daniel sejak kecil. Thomas adalah anak pengusaha yang berbeda dari yang lainnya. Ia berbeda karena sama sekali tidak berkeinginan dan berminat untuk terjun ke dunia bisnis yang terlalu memusingkan baginya.

Thomas hanya ingin bekerja sesuai dengan keinginan dan kesenangannya. Ya, Thomas yang sangat menyukai dunia anak kecil dan juga sangat jatuh hati dengan profesi seorang guru. Memutuskan dirinya untuk menjadi seorang guru dan juga memimpin sekolah miliknya sendiri dikemudian hari nanti.

Tuan Monarco sama sekali tidak mempermasalahkan keinginan putra bungsunya ini, bahkan ia malah mendukung jalan yang dipilih sang putra, dengan membeli sebuah sekolah ternama untuk dikelola sang putra kelak, meski Thomas belum menyelesaikan kuliahnya.

Kini Thomas beranjak dari kursinya. Ia menghampiri Amara yang masih berdiri di belakang Tiara.

Mati nih gue, habislah gue. Batin Amara ketakutan.

"Lo butuh pekerjaan?" Tanya Thomas dengan tatapan menyelidik.

Amara hanya menjawab dengan mengangguk.

"Pekerjaan yang kemarin bagaimana? Apa ada masalah? Berani ya Lo nyimpan masalah sendirian? Udah merasa hebat Lo, Ra?"

"Ng-gak Thom, pekerjaan kemarin baik-baik aja kok." Sahut Amara sedikit terbata.

"Terus?"

"Terus apa Thom?" Tanya Amara seolah tak mengerti.

"Terus kenapa cari pekerjaan lagi? Lo kesulitan keuangan kah?"

"Ng-gak." Jawab Amara berbohong.

Dia memang akan kesulitan keuangan kedepannya nanti, jika tidak mendapatkan pekerjaan baru. Kembali diminta untuk bekerja di perusahaan Daniel bukanlah sebuah jaminan baginya, apalagi sifat Daniel yang berubah-ubah menurutnya akan merugikan dirinya jika tak memiliki pekerjaan candangan.

"Nggak salah lagi, bukan begitu?" Timpal Thomas yang kemudian membuang pandangannya, ketika mendapati senyum kaku Amara yang menurutnya telah mengiyakan ucapannya.

"Lo anggap gue dan Tiara ini apa Ra? Lo bisa gak? Gak memposir diri Lo untuk kerja rodi. Lo tuh perempuan." Tekan Thomas pada Amara.

Amara tertunduk mendengar ucapan Thomas padanya. Ia tahu Thomas sangat perhatian dan peduli padanya. Namun ia tak ingin menjadi beban bagi kedua sahabatnya. Terlebih ia menyadari jika Tiara memiliki hati pada Thomas. Meski Tiara selama ini tak pernah mengatakannya pada Amara.

"Memang kalau dia perempuan kenapa? Apa perempuan di dunia ini gak boleh bekerja keras. Apa sebenarnya Lo berminat untuk jadi providernya dia gitu? Atas dasar apa Lo mau jadi providernya?" Sungut Tiara yang menarik bahu Thomas hingga keduanya saling bertatapan satu sama lain.

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
menguras air mata kayaknya nih banyak taburan bawang merah bawang bombai dan bawang bawang lainnya
Risa Virgo Always Beau
Keluarga Daniel semakin harmonis saat tinggal di apartemen
Risa Virgo Always Beau
Amara bingung kenapa mamanya Daniel menyuruh dokter Frans memanggil dokter obgyn
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Kasihan sekali Mona di nikahi Adam secara siri
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Daniel pasti senang Amara hamil apalagi calon anaknya Daniel itu laki laki
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Keterlaluan mamanya Daniel sama memanggil Dokter obgyn pasti merencanakan sesuatu yang jahat ke Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berusaha menjadi kepala keluarga buat Amara dan putrinya Daniel
Risa Virgo Always Beau
Amara kesal karena Daniel tak menjaga anaknya
Risa Virgo Always Beau
Amara sangat bahagia karena Daniel selalu ada untuknya
Risa Virgo Always Beau
Tara kamu sepertinya ingin Daniel menikah dengan kamu
Risa Virgo Always Beau
Daniel sangat geram melihat semua kebusukan Tara
Risa Virgo Always Beau
Rendra tak mengetahui kepergian Amara karena sibuk mengurusi pemakaman mertua Rendra
Risa Virgo Always Beau
Akhirnya Amara dan Daniel sah juga menjadi suami istri
Risa Virgo Always Beau
Kasihan Daniel lamarannya di tolak oleh Tomo
Risa Virgo Always Beau
Amara ngga mau di ganggu oleh keluarganya yang selalu membuat kecewa
Risa Virgo Always Beau
Tomo dan Riana mendengar Daniel berbicara kedekatan Daniel dan Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berbicara kepada Amara supaya jangan bersedih
Risa Virgo Always Beau
Rendra melihat Tomo sedang di papah oleh sukarelawan
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara bingung di suruh minum vitamin padahal sedang tidak sakit
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara di boyong Daniel ke rumah keluarga besar Daniel yaitu rumah utama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!